STRATEGI BADAN USAHA MILIK DESA SAMBI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MELALUI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI DESA SAMBI KABUPATEN KEDIRI

IMG-20200831-WA0129

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

AULIANA FAJRIN

NIM. 12401173248

Dosen Pembimbing Lapangan:

Sri Dwi Estiningrum, SE.Ak.M.M.

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS  ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) TULUNGAGUNG

2020

Setiap daerah akan meningkatkan keberhasilan pembangunan secara nasional. Sehingga desa tidak lepas dari kekuatan dalam penggalian potensi kearifan lokal dan semangat gotong royong warganya. Oleh sebab itu pembangunan masyarakat pedesaan harus terus ditingkatkan melalui pengembangan. Kemampuan sumber daya manusia yang ada di pedesaan sehingga kreativitas maupun aktivitasnya dapat semakin terus berkembang dan dapat membuat kesadaran lingkungannya semakin tinggi. Kementerian negara pembangunan daerah tertinggal telah melakukan perubahan dengan didirikannya Lembaga ekonomi desa. Salah satunya ialah BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).

BUMDES merupakan cara untuk memanfaatkan Undang-Undang sebagai salah satu program dalam meningkatkan pembangunan serta kemandirian dan kreativitas masyarakat. Dengan adanya BUMDES pemerintah desa memiliki hak pengelolaan sumber daya alam serta menentukan program yang sesuai dengan potensi desa tersebut. Tetapi saat ini telah banyak BUMDES didirikan namun setelah didirikannya BUMDES tersebut kegiatan operasionalnya tidak berjalan karena berbagai faktor. Oleh karena itu perlu adanya strategi yang digunakan untuk dapat mengembangkan potensi desa melalui BUMDES. Dalam memilih strategi dilihat dari berbagai segi permasalahan yang dihadapi agar dapat berupaya dalam mengembangankannya. Salah satu yang telah mendirikan BUMDES ialah di Desa Sambi Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri.

Pada tahun 2016 Pemerintah Desa Sambi membentuk BUMDES Sambi yang di dalamnya terdapat beberapa unit usaha yaitu unit usaha perdagangan, unit usaha kerjasama, unit usaha persewaan, unit usaha pertanian, dan unit usaha perantara. Dalam perkembangannya tidak semua unit usaha berjalan. Ada beberapa unit yang berjalan saat ini unit usaha perdagangan, unit usaha pertanian, unit usaha peternakan dan unit usaha kerjasama. Tetapi yang paling berkembang ialah unit usaha perdagangan atau UMKM.

Selengkapnya>>>laporan akhir ppl_Auliana Fajrin_(PS)_2401173248_compressed (1)<<<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>