Monthly Archives: November 2020

IMG-20201022-WA0041

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Tulungagung

Oleh :

Vivit Wirdahayu

NIM : 12402173435

 

Dosen Pembimbing Lapangan :

Dr. Mohamad Aswad, S.Ag., M.A.

NIP. 197506142008011009

 

 

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2020

Pengertian UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha perekonomian yang produktif sesuai dengan yang ditetapkan Undang – Undang Nomor 20 tahun 2008.

Adapun karakteristik atau klasifikasi UMKM yang ada di Indonesia yang sesuai dengan Undang – Undang Nomor 20 tahun 2008 adalah sebagai berikut :

Selengkapnya laporan PPL Vivit Wirdahayu

858445fc-00da-4384-9e81-d15e6272dc13

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

FEBTA VIVI ARDINA LESTARI

NIM. 12406173046

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Mashudi, M. Pd. I

 

JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2020

 

LEMBAR PERSETUJUAN

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

Laporan Akhir Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung ini telah di setujui dan disahkan pada:

Hari                   : Kamis

Tanggal             : 12 November 2020

Di                      : Tulungagung

Judul Laporan   : Strategi Pemberdayaan Masyarakat Terhadap KUD Sasana Karya Desa  Kunir Wonodadi Blitar Melalui Kegiatan Sosial

 

 

MENYETUJUI

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Mashudi, M. Pd. I

NIP. 196901312001121003

Mengesahkan

a.n. Dekan

Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

Siswahyudianto, M.M.

NIDN. 2015068402

 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada Koperasi Unit Desa Sasana Karya tepat pada waktunya. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW sang pembawa kebenaran dan kebahagiaan bagi seluruh umat dan membawa umatnya ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan sebagaimana yang kita rasakan saat ini.

Laporan Praktik Pengalaman Lapangan disusun oleh peneliti berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama melaksanakan praktik yang berlangsung mulai tanggal 5 Oktober 2020 hingga 05 November 2020 sehingga diperoleh judul penelitian yaitu”Strategi Pemberdayaan Masyarakat Terhadap KUD Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar Melalui Kegiatan Sosial”

Pada proses pembuatan laporan praktik pengalaman lapangan ini, peneliti mendapat bantuan dari Dosen Pembimbing Lapangan, maupun pihak-pihak yang telah memberikan dukungan kepada peneliti sehingga mampu menyelesaikan Laporan Praktik Pengalaman Lapangan tepat pada waktunya. Oleh karena itu dengan rasa hormat, tulus dan ikhlas, peneliti menyampaikan laporan ucapan terimakasih kepada:

  1. Kedua Orang Tua dan Keluarga yang telah mendoakan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan tanpa lelah mendukung sepenuhnya.
  2. Bapak Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
  3. Bapak Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
  4. Ibu Hj. Amalia Nuril Hidayati, M.Sy. selaku Ketua Jurusan Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
  5. Bapak Dr. Mashudi, M. Pd. I. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
  6. Bapak Siswahyudianto, S.Pd.I,. M.M. selaku Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung sebagai leading sector pelaksanaan PPL.
  7. Bapak Slamet Sudarto selaku Ketua Koperasi Unit Desa Sasana Karya atas kesempatan waktu dan tempat yang telah diberikan.
  8. Seluruh jajaran staf dan karyawan Koperasi Unit Desa Sasana Karya serta pihak yang telah membantu pelaksanaan praktik hingga penyelesaian laporan akhir ini.

Penulis menyadari bahwa dalam Penyusunan Laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini masih jauh dari kata sempurna. Demi kesempurnaan laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini, penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai referensi yang berarti bagi seluruh pihak yang membutuhkan. Akhir kata hanya kepada Allah SWT semua kita serahkan, semoga kita semua dalam lindungan-Nya. Aamiin… Aamiin… yarobbalalamin.

Blitar, 12 November 2020

        Penyusun

Febta Vivi Ardina Lestari

Nim. 12406173046

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………….i

HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………………………..ii

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..iii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….…v

BAB I : PENDAHULUAN

  1. Dasar Pemikiran……………………………………………………………………....1
  2. Tujuan dan Kegunaan………………………………………………………………....3
  3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan……………………………………………………....5

BAB II : PELAKSANAAN PRAKTIK

  1. Profil Lembaga……………………………………………………………………......6
  2. Pelaksanaan Praktik…………………………………………………………………...7
  3. Permasalah Di Lapangan……………………………………………………………...9
  4. Tanggapan Dari Pihak Lembaga……………………………………………………...9

BAB III : PEMBAHASAN

  1. Strategi Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir Wonodadi Blitar…………………………………………………………10
  2. Hambatan Koperasi  Unit Desa  (KUD) Sasana Karya Desa Kunir dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir………………………………………………………………12
  3. Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir Melalui Revitalisasi Koperasi Unit Desa Sasana Karya…………………………………………………………………………13
  4. Hasil Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya Desa Kunir dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir………………………………………………………………15

BAB IV : PENUTUP

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………..18
  2. Saran…………………………………………………………………………………19

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Dasar Pemikiran

Perekonomian Indonesia yang disusun berdasarkan asas kekeluargaan sesuai dengan ayat 1 pasal 33 UUD 1945 dan menjadi dasar demokrasi ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi yang diutamakan adalah kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Atas dasar itulah di Indonesia dibangunlah koperasi dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggota-anggotanya. [1]

Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sering menjadi andalan pemerintah dan pemegang usaha yaitu dengan mendirikan koperasi. Koperasi merupakan suatu wadah untuk kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok. Sehingga melalui kegiatan kelompok, kepentingan pribadi para anggota menjadi kekuatan pendorong yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompo tersebut. dengan dilakukannya usaha-usaha tersebut dapat membuat para anggota koperasi menjadi hidup sejahtera, karena mereka dapat merasakan dan menggunakan fungsi dari Koperasi Unit Desa secara keseluruhan. [2]

Namun trekadang terdapat hambatan-hambatan yang dialami oleh Koperasi Unit Desa Sasana Karya Desa Kunir untuk mensejahterakan para anggotanya. Oleh karena itu, peran koperasi menjadi penting berkaitan dengan pelaksanaan tujuan di atas. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian maka dapat dijelaskan sebagai berikut :[3]

  1. Bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
  2. Bahwa Koperasi bereran serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia masyarakat.
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
  4. Bahwa pembangunan Koperasi merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan seluruh rakyat.
  5. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

KUD ( Koperasi Unit Desa ) berperan penting dalam meningkatkan perekonomian desa yang membawa kesejahteraan masyarakat sekitar. Peranan koperasi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat beberapa diantaranya adalah memberikan pinjaman kepada pihak-pihak yang membutuhkan, memberikan kredit kepada masyarakat dan membangun usaha didalam desa seperti membangun toko sembako dan toko pupuk dengan harga yang bersaing dengan pasar. Peran koperasi untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam menigkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

Peran koperasi untuk mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat, Peranan koperasi untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai kekuatan dan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko guru, Peranan koperasi untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian sosial yang merupakan usaha bersama yang di sandarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.[4]

Sifat koperasi sebagai badan usaha di pertegas dalam penjelasan pasal 31 UU No. 12 Tahun 1967 yang menjelaskan bahwa koperasi sebagai perekonomian yang dapat mendirikan dan memiiki perusahaan untuk unit produksi yang langsung berada dibawah tanggung jawab dan pengawasan pengurus. Menurut Instruksi Presiden Republik Indonesia No 14 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat 2 disebutkan bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan perekonomian di daerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditunjukkan agar masyarakat yang adil, makmur dapat tercapai melalui pembangunan dibidang ekonomi, misalnya dengan memberikan kredit kepada pihak-pihak yang ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama di daerah pedesaan.

Dalam hal ini dorongan dari pemerintah UUD No 14 Tahun 1984 pasal 1 ayat 2 menjelaskan bahwa pembangunan perekonomian yanga da di pedesaan dengan bantuan pemerintah supaya masyarakat dapat meningkatkan taraf ekonominya. Peranan dan fungsi koperasi merupakan suatu program dalam emningkatkan taraf ekonomi masyarakat pedesaan, yaitu membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi  anggota pada khususnya dan masyarakat pad aumumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. Karena koperasi merupakan salah satu bagian pembangunan ekonomi kerakyatan anggota masyarakat pedesaan dan membantu berbagai program pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peranan Koperasi disini dapat membangun pertanian dan perekonomian nasional, maka perlu dikembangkannya KUD seperti yang diketahui bahwa manfaat dari koperasi sangat banyak yaitu membantu orang-orang kurang mampu, dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

Berkenaan dengan hal itu apabila usaha tersebut berjalan sesuai dengan target capainya maka usaha tersebut akan mencapai titik optimal dan secara tidak langsung akan berdampak kepada kemakmuran koperasi yang ada sehingga akan mampu memberikan manfaat kepada anggota masyarakat secara luas.

  1. B.     Tujuan dan Kegunaan
    1. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan yaitu :

Tujuan diadakan Praktik Pengalaman Lapangan mahasiswa jurusan Manajemen Keuangan Syariah di IAIN Tulungagung adalah:

1)      Untuk mengetahui bagaimana srategi, hambatan, serta hasil dari pemberdayaan masyarakat terhadap KUD Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar Melalui Kegiatan Sosial.

2)      Mahasiswa mendapatkan bekal pengetahuan dan pengalaman bekerja yang nantinya dapat terjun ke dunia kerja dengan terampil dan inovatif serta professional dalam melaksanakan tugasnya dan amanah yang berkaitan dengan dunia bisnis.

  1. Kegunaan dari pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yaitu:
    1. Bagi penulis
      1. Untuk melatih cara berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat
      2. Untuk mempererat tali persaudaraan dengan warga sekitar
      3. Untuk melatih mental dan kepribadian, serta inisiatif dalam menghadapi segala keadaan yang ada dalam masyarakat dan dunia kerja.
      4. Memperkaya wawasan keilmuan dalam rangka pembentukan keahlian akademik di instansi dan lembaga usaha.
      5. Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
        1. Sebagai peningkatan standar sekaligus penilaian untuk media pembelajaran.
        2. Sebagai pembentuk tenaga kerja yang terampil dan kompeten
        3. Sebagai pengenalan jurusan kepada masyarakat serta menjalin hubungan kerjasama yang baik antara Intitut Agama Islam Negeri Tulungagung dengan instansi/lembaga PPL.
        4. Sebagai media penyerapan informasi yang bermanfaat untuk penyelarasan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan di lapangan, dan sebagai media sosialisasi karena Perguruan Tinggi memiliki akses yang memadai untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
        5. Bagi KUD Sasana Karya
          1. Untuk bekerja sama sekaligus melihat pendapat mahasiswa tentang KUD Sasana Karya
          2. Untuk memperoleh inovasi maupun solusi supaya dapat bertahan dan mampu bersaing seiring berjalannya waktu di masa pandemi ini
          3. Untuk menjalin tali silaturahmi baik dengan IAIN Tulungagung khususnya jurusan Manajemen Keuangan Syariah
          4. Dapat memberikan solusi dan masukan, juga sebagai bahan tinjauan bagi manajemen dalam menentukan kebijakan yang berkelanjutan.
        6. Bagi pembaca
          1. Untuk menambah wawasan tentang pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan
          2. Untuk menambah pengetahuan dalam bidang Manajemen Resiko dan pemahaman mengenai pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial di Koperasi Unit Desa.
          3. Untuk memberi masukan tentang laporan Praktik Pengalaman Lapangan.
          4. Untuk referensi penulisan karya-karya ilmiah selanjutnya ataupun sebagai perbandingan untuk penelitian lanjutan, sehingga dapat melengkapi dan menutupi kekurangan yang ada pada hasil penelitiannya.
          5. C.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Jurusan Manajemen Keuangan Syariah Institut Agama Islam Negeri Tulungagung yang dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober – 05 November 2020 yang berlangsung selama 31 hari dengan jadwal efektif lima hari kerja, yaitu senin sampai jumat dari pukul 08.00 WIB – 13.00 WIB (Kecuali hari  Jumat hanya sampai jam 11.00 WIB) dilaksanakan pada Koperasi Unit Desa Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar. Adapun informasi data lembaga tempat pelaksanaan PPL :

Nama Instansi             : KUD Sasana Karya

Alamat                        : Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar

No. Telp                      : 081333839899

Tanggal Pelaksanaan  : 05 Oktober – 05 November 2020

Hari                             : Senin-Jum’at

Waktu                         : Pukul 08.00-13.00 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II                                                                                                                         PELAKSANAAN PRAKTIK

 

  1. A.    Profil Lembaga
    1. 1.      Sejarah Singkat Koperasi Unit Desa Sasana Karya Desa Kunir

KUD Sasana Karya berdiri Tahun 1984 yang berkedudukan di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, yang sebelumnya mengikuti wilayah Srengat Blitar dan sekarang sudah membelah dan berdiri sendiri di Desa Kunir Wonodadi Blitar. Pada awalnya KUD Sasana Karya merupakan Kelompok Swadaya Mayarakat yang bergerak dalam peningkatan Usaha Kecil Mikro (UKM).

Dalam bidang peningkatan ekonomi masyarakat kecil dan kecil bawah (mikro) melalui kegiatan menghimpun berbagai jenis simpanan atau tabungan dari anggita dan selanjutnya dikembangkan melalui investasi atau penyertaan modal usaha bagi anggota lain yang membutuhkan.

Pada tahun 1997 KUD Sasana Karya mengalami kemunduran karena krisis kepercayaan dari anggota-anggotanya, dan akhirnya terjadi demo dan KUD Sasana Karya sempat vakum beberapa tahun karena tidak menemukan solusi untuk mempertahankannya. Koperasi dibubarkan dan di demo oleh pegawai sehingga tinggal gedung saja. Setelah peristiwa tersebut KUD Sasana Karya Vakum tidak beroperasi dan berjalan serta tidak melaksakanan RAT kurang lebih selama 21 tahun.

KUD Sasana Karya yang vakum dengan waktu yang begitu lama yang kemudian KUD Sasana Karya kembali diolah dan dibangun kembali serta dikembangkan kembali dan dibentuklah organisasi dengan dibuatnya kelembagaan baru dimana dibentuklah pemimpin baru dan anggota-anggota baru pada tahun 2017.

Dengan musyawarah mufakat kelembagaan dibentuk dan terdapat 15 orang anggota di KUD Sasana Karya mulai melakukan aktivitas dan meluncurkan inovasi-inovasi baru dalam melakukan prinsip demi mengembangkan koperasi supaya lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya. Dan saat ini terdapat jenis beberapa usaha yang dijalankan sampai sekarang yaitu meliputi:

1)      Usaha PPOB listrik

2)      Usaha simpan pinjam

3)      Usaha kelompok tani

  1. 2.      Visi dan Misi KUD Sasana Karya
    1. a.      Visi KUD Sasana Karya

Menciptakan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang unggul dipercaya oleh anggota dan masyarakat.

  1. b.      Misi KUD Sasana Karya
    1. Mewujudkan kesejahteraan anggota.
    2. Mewujudkan manajemen yang professional dan transparan.
    3. Mewujudkan kegiatan usaha yang terus berkembang.
    4. Meningkatkan kualitas SDM pengurus, pengawas dan anggota.
    5. B.     Pelaksanaan Praktik di KUD Sasana Karya Desa Kunir

Sesuai dengan ketentuan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung, pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan dimulai dari tanggal 05 Oktober sampai 05 November 2020. Dalam jangka waktu tersebut sebagian besar kegiatan PPL dilaksanakan dari rumah karena saat ini masih dalam masa pandemi. Kegiatan yang saya laksanakan yaitu :

  1. Berkomunikasi sekaligus bertanya terkait kegiatan KUD Sasana Karya melalui wawancara secara langsung dengan datang ke tempat pelaksanaan PPL atau KUD Sasana Karya.
  2. Mempelajari tentang kinerja operasional dari KUD Sasana Karya
  3. Mempelajari mengenai strategi pemberdayaan masyarakat di KUD Sasana Karya
  4. Bersilaturahmi dengan seluruh karyawan kantor KUD Sasana Karya
  5. Berkunjung ke KUD Sasana Karya untuk melakukan observasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan
  6. Mengisi berita acara harian
  7. Melakukan konsultasi judul untuk laporan akhir
  8. Menyusun laporan akhir

Struktur Organisasi KUD Sasana Karya

Bagan Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi sebuah organisasi untuk penentuan pembagian tugas dan tanggung jawab serta wewenang dari masing-masing bagian. Struktur organisasi yang baik akan berpengaruh terhadap kelancaran operasional suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah struktur organisasi pada Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya.

STRUKTUR ORGANISASI KUD SASANA KARYA

DESA KUNIR WONODADI BLITAR

PENGAWAS

MUKTI PRIBALI

PELINDUNG

KEPALA DESA

BIRO UMUM

SLAMET

BIRO SR

YUYUN

MANAGER

SITI MASAMAH

BIRO RPOB

SIKUM

KETUA KUD

SLAMET SUDARTO

 

ANGGOTA

 

Struktur organisasi koperasi suatu kerangka usaha dalam melaksanakan atau menjalankan pekerjaan yang akan dilakukan. Organisasi di anggap sebagai wadah untuk mencapai suatu tujuan tertentu mengetahui kedudukan dan wewenang, tugas serta tanggung jawab.

SARANA DAN PRASARANA

Dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, KUD Sasana Karya dilengkapi dengan sarana dan prasarana sebagai berikut:

  1. Sarana di KUD Sasana Karya
    1. Peralatan Administrasi berupa 1 unit laptop/staf karyawan KUD Sasana Karya, 8 unit komputer, 2 unit printer, 5 unit almari buku
    2. Meubeler berupa meja dan kursi
    3. Lemari buku dan arsip
    4. Peralatan makan dan minum
    5. Wifi
  2. Prasarana di KUD Sasana Karya
    1. Prasarana gedung berupa gudang

-          Ruang coordinator penyuluh/ruang tamu dijadikan 1 ruang

-          Aula pertemuan 1 aula

-          Dapur 1 ruang

-          Gudang 1 ruang

  1. Prasarana percontohan berupa lahan
  2. Prasarana administrasi berupa buku tamu, buku hadir, buku konsultasi dan notulen rapat
  3. C.    Permasalahan di Lapangan

Dari pelaksanaan PPL yang sudah dilakukan, terdapat permasalahan yang penulis temukan di KUD Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar adalah sebagai berikut :

  1. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memajukan perkembangan KUD seiring bertambahnya tahun supaya tidak mengalami ketertinggalan seperti badan usaha yang lainnya.
  2. Adanya keterbatasan dalam penyediaan bahan kebutuhan pertanian dan perkebunan seperti pupuk dan obat-obatan untuk keperluan petani
  3. D.    Tanggapan dari Pihak Lembaga Tempat PPL

Dalam menghadapi masalah seperti diatas pihak KUD Sasana Karya telah melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Memberikan arahan, bimbingan, penjelasan, motivasi dan dorongan kepada masyarakat untuk menggali potensi yang dimiliki supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan tujuan dapat mengoptimalkan dan  meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat.
  2. Dengan memberikan kartu kepada kelompok Tani sehingga semua petani bisa mendapatkan jatah dalam pembelian pupuk dan obat-obatan sesuai dengan porsi sehingga tidak ada yang menimbun karena adanya keterbatasan penyediaan pupuk dimasa pandemi covid-19.

 

 

BAB III                                                                                                                           PEMBAHASAN ANALISIS TEMUAN STUDI

 

  1. Strategi Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir Wonodadi Blitar

Sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat kedalam proses pembangunan secara langsung. Perjalanan ekonomi kerakyatan di Negara Indonesia mengalami pasang surut. Kegagalan demi kegagalan dalam pembangunan ekonomi rakyat dijadikan retorika politik semata enggannya elit politik dalam memperjuangkan nasib rakyat. para birokrat selama ini cenderung hanya ingin mempertahankan kekuasaan.[5]

Sistem ekonomi yang berpihak kepada ekonomi rakyat yaitu sistem ekonomi yang ada pada koperasi yang mementingkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadinya ataupun kekuasaan yang dimiliki. Koperasi sebagai wadah pemberdayaan kegiatan anggota pengembangan relasi kemitraan antar anggota dan partisipasi lainnya dapat dibangun dengan cara saling belajar, saling membantu dan memberi dorongan serta kekuatan persaudaraan yang satu dengan yang lainnya.

Memberdayakan masyarakat yang tangguh dan mandiri membutuhkan suatu proses yang harus dilakukan oleh koperasi.

  1. Langkah pemberdayaan yang dilakukan koperasi melalui beberapa kegiatan:[6]
    1. Pembentukan kelompok

Proses pemberdayaan dapat dilakukan secara individu maupun kolektif. Dalam KUD Sasana Karya pemberdayaan yang dilakukan mengenai ekonomi, kemampuan individu yang memiliki nasib yang serupa saling berkumpul dalam suatu kelompok. Didalam kelompok inilah terjadi sebuah interaksi yang dapat menumbuhkan dan memperkuat kesadaran dan solidaritas kelompok. Individu yang berada di dalam kelompok akan belajar mengenai mendeskripsikan situasi yang terjadi, mngekspresikan opini dan emosi masing-masing atau dengan kata lain mereka akan belajar dalam mendeskripsikan masalah, kemudian menganalisanya dan merancang suatu solusi dalam memecahkan masalah terssebut.

  1. Pendampingan

Dalam proses mendefinisikan suatu masalah, menganalisa dan merancang program sebuah kegiatan kelompok maka KUD Sasana Karya membutuhkan pendamping dimana pendamping ini berfungsi sebagai pendorong yang dapat memberikan keyakinan terhadap potensi yang dimiliki oleh anggota-anggotanya yang nantinya dapay mengantarkan kelompok kepada kemandirian.

  1. Perancangan Kegiatan

Pada tahap ini KUD Sasana Karya membentuk program atau kegiatan, dimana peran aktif dari anggota kelompok yang dapat menentukan bidang usaha yang bisa dikerjakan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh anggota yang dapay meningkatkan taraf hidupnya.

Dalam era pembangunan saat ini, pendekatan-pendekatan ekonomi ternyata mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Demikian dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan koperasi dirasa perlu dilakukan supaya koperasi dalam melakukan sistem ekonomi dapat terencana dengan baik dan berjalan sesuai dengan harapan. Maka dari sini perlu disusun suatu strategi mengenai pengembangan koperasi. Strategi koperasi dalam menghadapi globalisasi pada dasarnya yaitu reitalisasi koperasi supaya koperasi mempunyai jiwa dan daya dorong serta bersaing yan kuat dari anggota-anggotanya, mampu mendayagunakan diri dalam menghadapi krisis dan sekaligus meletakkan dimasa yang akan datang.

  1. Kewajiban anggota KUD Sasana Karya dan langkah-langkah pengembangan KUD Sasana Karya
    1. Pemberdayaan

Pada prinsipnya KUD Sasana Karya dalam pengambilan keputusan dalam pembentukan pengelolaan dan pengembangan koperasi harus menjadi inisiatif yang dapat dilakukan sendiri oleh koperasi. Karena pemerintah hanya sebagai simulator, fasilitator, dan regulator sehingga pengembangan koperasi dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, modal, SDM, dan informasi.

 

 

  1. Penataan Kelembagaan Koperasi

KUD Sasana Karya membuat konsep bahwa pemimpin koperasi merupakan pegangan koperasi, dimana anggota dan pengelolaan KUD Sasana Karya dapat diwujudkan dengan nyata dalam penyelenggaraan kehidupan koperasi. Partisipasi anggota harus disangkutpautkan dan ditumbuhkembangkan dalam setiap pengambilan keputusan organisasi dan usaha KUD Sasana Karya.

  1. Gerakan kewirausahaan dan kemitraan

Pemimpin KUD Sasana Karya mendorong dan membimbing serta memberikan pengarahan kepada anggota-anggotanya mengenai pengembangan kewirausahaan dan kemitraan, baik dalam kegiatan koperasi, usaha ataupun sosial sehingga koperasi lebih terjamin untuk mempunyai anggota dan pengelola yang responsive partisipatif, professional dalam upaya mempersiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi.

Koperasi mempunyai potensi yang sangat besar dalam mengatasi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Kunir yang posisinya lemah karena melalui jalan koperasi mereka dapat menyatukan kekuatannya.[7]

  1. Hambatan Koperasi  Unit Desa  (KUD) Sasana Karya Desa Kunir dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir

Hambatan Koperasi Unit Desa Sasana Karya dalam pemberdayaan masyarakat Desa Kunir salah satunya yaitu karena kurangnya suatu kesadaran masyarakat dalam pengolahan lahan sendiri yang bisa digunakan untuk membantu peningkatan perekonomiannya. Hal ini akan menjadi suatu hambatan bagi pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Kunir. Sedangkan wilayah Desa Kunir sendiri sebagian besar adalah persawahan dan perkebunan.

Peningkatan kesadaran masyarakat Desa Kunir dalam meningkatkan perekonomiannya akan berpengaruh terhadap berhasil tidaknya suatu pemberdayaan, karena pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang menjadikan masyarakat berdaya dan mandiri, mampu berdiri sendiri diatas kakinya sendiri. Pemberdayaan masyarakat pada dasarnya mengubah perilaku masyarakat kearah yang lebih baik sehingga kualitas dan kesejahteraan hidupnya secara bertahap dapat meningkat. Pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk memperkuat dan mengoptimalkan keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan.

Hambatan lain yaitu kurangnya pengembangan KUD Sasana Karya di Desa Kunir. Jika KUD tidak dikelola dengan baik maka susah untuk dapat mewujudkan pelayanan yang baik dan dapat digunakan untuk wadah bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian.

Slamet Sudarto mengatakan bahwa KUD menjadi tumpuan harapan petani di Desa Kunir serta merupakan salah satu kelembagaan agribisnis dalam mendukung pengembangan sistem agribisnis di Desa Kunir. Supaya KUD Sasana Karya dapat melakukan perannya dengan baik, maka KUD dikelola dengan produktif, efektif, dan efisien untuk mewujudkan pelayanan usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi anggotanya, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha yang lainnya.

  1. Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir Melalui Revitalisasi Koperasi Unit Desa Sasana Karya

Pemberdayaan berarti memberikan motivasi dan dorongan kepada kelompok ataupun individu untuk menggali potensi yang dimiliki oleh aggota untuk dapat tumbuh dan berkembang. Berkaitan dengan hal ini KUD Sasana Karya melakukan pemberdayaan masyarakat dalam memberikan dorongan kepada anggotanya dengan tujuan supaya dapat mengoptimalkan potensi diri yang dapat meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya.[8]

Memberdayakan masyarakat yaitu unsur dasar yang memungkinkan masyarakat untuk bertahan dan mengembangkan diri untuk mencapai kemajuan melalui KUD Sasana Karya yaitu dalam bentuk treatment yang dilakukan masyarakat Desa Kunir dalam rangka menggerakkan roda perekonomian keluarga secara khsuus dan pedesaan pada umumnya.

Model perekonomian KUD Sasana Karya sebenarnya sudah berkembang di masyarakat sejak dahulu, tetapi dalam pengelolaannya yang masih mengalami kekurangan. Sebenarnya KUD Sasana Karya mempunyai potensi kekuatan yang bersumber dari sektor Sumber Daya Manusia (Aanggotanya) namun apabila potensi tersebut tidak diarahkan atau bahkan terabaikan maka Koperasi tersebut mengalami kesulitan dalam melakukan perkembangan.

Selain itu yang menjadi alasan KUD Ssasana Karya di Desa Kunir sulit untuk berkembang yaitu karena pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat mengenai dunia perkoperasian yang masih kurang, akses informasi yang masih terbatas, dan sistem pembagian hasil yang belum termanajemen dengan baik, serta sikap individual profit oriented dalam mendirikan usaha masing-masing yang menjadi faktor penyebabnya. Maka dari itu perlu adanya dilakukan revitalisasi Koperasi Unit Desa sebagai upaya pemberdayaan masyarakat supaya dapat berjalan dengan optimal.

Revitalisasi koperasi dapat tercapai dengan baik apabila didalamnya terlibat adanya kerjasama antar anggota masyarakat. Karena masyarakat merupakan bagian penting dalam koperasi yang dapat meningkatkan perekonomian melalui ketersediaan SDM yang memiliki softskill dan jiwa wirakoperasi dalam mengelola koperasi unit desa.[9]

Pemberdayaan dan peningkatan peran dan fungsi masyarakat dalam pengembangan KUD Sasana Karya dapat dilakukan dengan cara memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha sebagai bentuk kemandirian ekonomi dan memberikan penyuluhan kepada KUD Sasana Karya mengenai pengembangan dan fungsinya. Masyarakat yang mandiri dalam ekonomi dan memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi merupakan tujuan lahirnya koperasi. Potensi wilayah yang berlimpah dapat dimanfaatkan secara optimal dengan adanya kerjasama dari masyarakat sebagai pengelola sumberdaya dan pelaku koperasi untuk mencukupi kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah suatu usaha atau upaya dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat dengan tujuan akhir untuk mengurangi tingkat pengangguran. Upaya pemberdayaan yang dilakukan KUD Sasana Karya dapat dilakukan melalui identifikasi dan analisis hubungan sebab akibat antara faktor-faktor penentu keberhasilan pada KUD yang maju dan mandiri..

Dengan demikian upaya pemberdayaan masyarakat melalui revitalisasi koperasi unit desa dipandang perlu dilakukan baik dari segi pemberdayaan, pelaksanaan, pengelolaan maupun pengawasan. Hal tersebut dilakukan agar KUD Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar dapat dijadikan wadah pengembangan kemampuan diri dan peningkatan perekonomian yang akan juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan taraf hidup anggota dan masyarakat Desa Kunir.

 

  1. Hasil Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya Desa Kunir dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Kunir

Pemberdayaan merupakan aspek pembangunan, hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat seutuhnya, dengan kata lain memberdayakan masyarakat mengandung makna mengembangkan, mendirikan, menswadayakan dan memperkuat posisi tawar menawar masyarakat lapisan bawah terhadap kekuatan-kekuatan penekanan di segala bidang dan sektor kehidupan. Disamping itu, juga mengandung arti melindungi dan membela dengan  berpihak pada yang lemah, untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang dan ekploitasi atas yang lemah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Desa Kunir melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteaan masyarakat dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemberdayaan masyarakat melalui KUD Sasana Karya memberikan sarana dan fasilitas untuk masyarakat, salah satunya yaitu seperti kegiatan simpan pinjam dan masyarakat dapat menyimpan atau menabung uang mereka maupun meminjam uang sebagai modal usaha mereka.

Sesuai dengan pendapat yang diungkapkan Bastoni Kepala Desa Kunir Wonodadi Blitar bahwa pemberdayaan masyarakat pada dasarnya mengubah perilaku masyarakat kearah yang lebih baik sehingga kualitas dan kesejahteraan hidupnya secara bertahap dapat meningkat. Pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk memperkuat dan mengoptimalkan keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami kemiskinan. Hal ini juga tampak jelas bahwa masyarakat di Desa Kunir sudah mampu meningkatkan perekonomiannya sendiri melalui Koperasi Unit Desa Sasana Karya yang berdiri di Desa Kunir.

Beberapa strategi yang digunakan oleh Koperasi Unit Desa Sasana Karya di Desa Kunir tidak terlepas dari peranan masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan mampu terlaksana dengan baik, seperti yang dilakukan oleh KUD Sasana Karya yaitu dengan memberikan peranan penting kepada masyarakat, hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan program pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat desa.

Sesuai dengan pemahaman mengenai pentingnya memprioritaskan proses pembangunan yang memberdayakan masyarakat, maka partisipasi masyarakat menjadi penting guna kelangsungan proses pembangunan itu sendiri. Dalam Koperasi Unit Desa Sasana Karya Desa Kunir, peran pemerintah desa sangat diperlukan supaya masyarakat dapat terberdayaakan sesuai dengan kebutuhannya.

Hal diatas sesuai dengan pendapat Slamet Sudarto Pemimpin KUD Sasana Karya yang menjelaskan bahwa Good governance merupakan tatanan yang baik dalam suatu kondisi yang menjalin adanya proses kesejahteraan, kesamaan, kohesi dan keseimbangan peran, serta adanya saling mengontrol yang dilakukan komponen pemerintah, rakyat dan usahawan swasta.

Penyediaan berbagai unit pelayanan bagi masyarakat di KUD Sasana Karya juga dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat, seperi halnya KUD Sasana Karya menyediakan berbagai macam unit yaitu :

  1. Perkreditan (Simpan Pinjam)

Unit simpan pinjam ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam hal pemberian pinjaman modal yang didalamnya telah ditetapkan ketentuan-ketentuan sesuai dengan keputusan rapat anggota. Tujuan dari unit simpan pinjam yaitu mengusahakan keperluan kredit bagi para anggota yang sangat membutuhkan dengan syarat-syarat yang ringan dan sederhana, mendidik para anggotanya agar lebih giat menabung secara teratur, sehingga dapat memiliki modal sendiri, mendidik para anggotanya agar lebih hidup hemat dan mengarahkan dalam menggunakan uang pinjaman serta mencegah hidup yang berlebih-lebihan, meningkatkan pendidikan/pengetahuam tentang perkoperasian.

  1. Penyediaan dan penyaluran sarana produksi pertanian

Kegiatan ini merupakan kegiatan penyediaan sarana produksi yang dibutuhkan dibidang pertanian, seperti pupuk, obat-obatan, bibit dan lain-lain. Sedangkan kegiatan penyaluran sarana produksi pertanian anggota dan pemberian harga yang layak. Unit penyediaan dan penyaluran sarana produksi dibentuk dengan maksud mempermudah dan membantu masyarakat petani dalam memenuhi kebutuhannya terkait dengan proses pertanian yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan hasil panennya.

Pengembangan peranan Koperasi Unit Desa juga menjadi strategi yang dapat dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat, Koperasi Unit Desa Sasana Karya melakukan penyuluhan guna agar masyarakat mampu meningkatkan perekonomiannya sendiri tanpa bantuan dari yang lain. Karena pemberdayaan masyarakat adalah proses pemberian daya atau kekuatan (power) terhadap perilaku dan potensi individu atau masyarakat, serta pengorganisasian kelompok masyarakat oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri atas dasar partisipasi.

Pemberdayaan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memiliki inisiatif untuk melaksanakan berbagai kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan di sekitarnya agar dapat memperbaiki atau meningkatkan kualitas serta kondisi diri sendiri menjadi lebih baik. Pemberdayaan memiliki tujuan untuk membuat masyarakat menjadi mandiri, dan dapat memperbaiki segala aspek, dalam arti memiliki potensi agar mampu menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi dan sanggup memenuhi kebutuhannya dengan tidak menggantungkan hidup mereka pada bantuan pihak luar baik pemerintah maupun non pemerintah. Beberapa strategi yang dilakukan Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya Desa Kunir dalam pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan teori yang ada, hal tersebut dapat dilihat dari pemaparan diatas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV                                                                                                                                       PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

 

  1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan sebuah tantangan yang cukup besar namun hadirnya koperasi unit desa dinilai mampu menjadi jawaban atas tantangan tersebut. koperasi sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sudah semestinya kembali dijadikan sebagai pijakan awal penggerak perekonomian masyarakat. prinsip-prinsip koperasi sebagai wadah bagi masyarakat untuk dapat terberdayakan harusnya terus dijaga dan di internalisasi melalui berbagai kegiatan-kegiatannya.
  2. Strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Unit Desa Sasana Karya dalam meingkatkan perekonomian masyarakat yaitu dengan membentuk kelompok, pendampingan, perencanaan kegiatan serta hasil kegiatan, dan kegiatannya dengan pelatihan kewirausahaan, pembimbingan, pengadaan alat produksi, promosi, simpan pinjam, sampai dengan pemberian modal.
  3. Hambatan Koperasi Unit Desa Sasana Karya dalam pemberdayaan masyarakat Desa Kunir salah satunya yaitu karena kurangnya suatu kesadaran masyarakat dalam pengolahan lahan sendiri yang bisa digunakan untuk membantu peningkatan perekonomiannya. Peningkatan kesadaran masyarakat Desa Kunir dalam meningkatkan perekonomiannya akan berpengaruh terhadap berhasil tidaknya suatu pemberdayaan, karena pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang menjadikan masyarakat berdaya dan mandiri, mampu berdiri sendiri diatas kakinya sendiri
  4. Upaya pemberdayaan masyarakat melalui revitalisasi KUD Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar berarti Revitalisasi koperasi dapat tercapai dengan baik apabila didalamnya terlibat adanya kerjasama antar anggota masyarakat. Karena masyarakat merupakan bagian penting dalam koperasi yang dapat meningkatkan perekonomian melalui ketersediaan SDM yang memiliki softskill dan jiwa wirakoperasi dalam mengelola koperasi unit desa.
  5. Hasil KUD Sasana Karya dari pemberdayaan masyarakat Desa Kunir Wonodadi Blitar yaitu menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Desa Kunir melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Sasana Karya mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteaan masyarakat dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemberdayaan masyarakat melalui KUD Sasana Karya memberikan sarana dan fasilitas untuk masyarakat, salah satunya yaitu seperti kegiatan simpan pinjam dan masyarakat dapat menyimpan atau menabung uang mereka maupun meminjam uang sebagai modal usaha mereka.
  6. B.     Saran

Berdasarkan uraian diatas maka penulis dapat memberikan saran dengan maksud supaya dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Unit Desa Sasana Karya desa Kunir Wonodadi Blitar pada masa yang akan datang bisa lebih baik dan lebih meningkat. Untuk pengembangan lebih lanjut, saya memiliki saran untuk yang lebih baik kedepannya.

  1. 1.      Untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebagai pengelola praktik, diharapkan selalu menjaga hubungan baik dengan instansi/lembaga tempat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) umumnya dan KUD Sasana Karya khususnya, sehingga dapat terjalinnya hubungan kerjasama yang bisa berkelanjutan.

  1. 2.      Untuk KUD Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar

Perlu meningkatkan kinerja pembukuan dan dokumentasi agar data-data penting langkah-langkah pemberdayaan, permodalan, profil, pelatihan, pengolahan dan perkembangan Koperasi Unit Desa Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar dapat tersimpan secara rapi dan tertib.

  1. 3.      Untuk mahasiswa sebagai Peserta PPL

Saat kegiatan PPL, mahasiswa harus lebih efektif dalam mencari informasi terkait dengan lembaga tempat PPL, dan juga menerapkan protokol kesehatan mengingat saat ini masih pamdemi. Sebagai mahasiswa harus lebih bisa mempersiapkan diri dalam melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), aserta diharapkan bisa lebih professional dalam melakukan praktik di lapangan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anduru Timur Harsanto, 2017,  Peranan Koperasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasionalwww.Blogspot.Co.Id

Ayi Sobarna, 2003, Konsep Pemberdayaan Ekonomi Bagi Masyarakat Miskin Perkotaan, dalam Jurnal Mimbar

Departemen Perdagangan dan Koperasi Direktorat Jenderal, 1985, Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pembinaan Koperasi, Jakarta: Aksara Baru.

Ginandjar Kartasasmita, 1996,  Pembangunan untuk rakyat: memadamkan pertumbuhan dan pemerataan. Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo.

Mochamad Ridwan, 2012, Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Kelompok, dalam Jurnal Ekonomi Pembangunan.

Nur Syamsudin Buchari, 2012,  Koperasi Syariah Teori dan Praktik. Tangerang Selatan Banten: Pustaka Aufa Media

Soeharto Prawokusumo, 2001. Ekonomi Rakyat: Konsep, Kebijakan dan Strategi. Yogyakarta: BPFE.

Undang-Undang Tentang Perekonomian UU No 25 Tahun 1992 Lembaran Negara RI Tahun 1992 No 116 Pasal 1 Ayat (1).

Zulkarnain, 2003, Membangun Ekonomi Rakyat: Persepsi Tentang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Yogyakarta: Adicita Karya Fuli Nusa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

BERITA ACARA HARIAN

PPL JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

GELOMBANG III TAHUN 2020

 

Pada tanggal 05 Oktober Sampai tanggal 05 November Tahun 2020, bertempat di Lembaga Koperasi Unit Desa Sasana Karya, telah dilaksanakan PPL Jurusan Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung gelombang III Tahun 2020 oleh mahasiswi dengan identitas sebagai berikut :

Nama   : Febta Vivi Ardina Lestari

NIM     : 12406173046

Jurusan : Manajemen Keuangan Syariah

NO

Hari/Tgl

Pukul

Kegiatan

1

Kamis, 01 Oktober 2020

09.00

Pendalaman materi PPL yang dilaksanakan oleh pelaksana PPL Gel 3 melalui via online yaitu YouTube serta membuat ringkasan materi yang telah di jelaskan dalam segi pendalaman materi

2

Sabtu, 03 Oktober 2020

10.00

Mencari informasi tentang Koperasi Unit Desa Sasana Karya dengan bapak Slamet Sudarto selaku pemimpin KUD Sasana Karya

3

Senin, 05 Oktober 2020

08.00

Datang ke KUD Sasana Karya guna melakukan praktik lapangan sekalian meminta izin melakukan observasi selama sebulan di tempat PPL tersebut. lembaga buka hari senin – jumat jam 08.00 – 13.00 WIB.

4

Selasa, 06 Oktober 2020

10.00

Membuat rancangan untuk bahan observasi kegiatan yang akan dilakukan

5

Rabu, 07 Oktober 2020

10.00

Melakukan wawancara kepada pemimpin KUD Sasana Karya bapak Slamet Sudarto

6

Kamis, 08 Oktober 2020

10.00

Merangkum informasi yang kemaren diberikan oleh narasumber

7

Jumat, 09 Oktober 2020

10.00

Mengerjakan tugas review pendalaman materi

8

Sabtu, 10 Oktober 2020

10.00

Melanjutkan mengerjakan laporan PPL

9

Minggu, 11 Oktober 2020

10.00

Membuat konsep  kegiatan yang akan dilakukan ketika berada di KUD Sasana Karya

10

Senin – Jumat

12-16 Oktober 2020

08.00

Melakukan praktikum di tempat PPL untuk menjadi Customer Service di KUD Sasana Karya

11

Sabtu – Minggu

17-18 Oktober 2020

09.00

Melanjutkan mengerjakan laporan PPL

12

Senin – Selasa

19-20 Oktober 2020

18.00

Membuat rancangan skrip video profil perusahaan

13

Rabu, 21 Oktober 2020

08.00

Mengamati permasalahan dilapangan terkait laporan PPL serta menentukan permasalahan yang telah ditemui dilapangan

14

Kamis, 22 Oktober 2020

09.00

Mencari judul yang tepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di lapangan

15

Jumat, 23 Oktober 2020

16.18

Konsultasi kepada DPL terkait judul yang akan di observasi dan langsung mendapat acc mengenai judul yang gunakan.

16

Sabtu, 24 Oktober 2020

16.00

Melanjutkan mengerjakan laporan PPL

17

Minggu, 25 Oktober 2020

16.00

Membuat berita acara dan merekapnya menjadi laporan PPL

18

Senin – Jumat

26-30 Oktober 2020

08.00

Melakukan praktikum di tempat PPL untuk menjadi Customer Service di KUD Sasana Karya dan mengamati lebih lanjut mengenai suatu permasalahan yang terjadi

19

Sabtu, 31 Oktober 2020

16.00

Melanjutkan mengerjakan laporan Berita acara harian

20

Minggu- Rabu

01-04 November 2020

09.00

Melanjutkan mengerjakan laporan PPL dan menyusun konsep video kegiatan PPL

21

Kamis, 05 November 2020

13.00

Meminta izin kepada pemimpin lembaga dan seluruh staf karyawan KUD Sasana Karya untuk berpamitan dan berterimakasih telah memberikan bimbingan dan arahan serta bantuan dalam mensukseskan PPL selama sebulan penuh.

 

Blitar, 12 November 2020

 

 

Febta Vivi Ardina Lestari

Nim. 12406173046

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

BERITA ACARA KONSULTASI

 

Nama               : Febta Vivi Ardina Lestari

NIM                             : 12406173046

Jurusan            : Manajemen Keuangan Syariah

DPL                 : Dr. Mashudi, M. Pd. I

Tempat PPL     : Koperasi Unit Desa Sasana Karya

Judul Laporan  : Strategi Pemberdayaan Masyarakat Terhadap KUD Sasana Karya Desa Kunir Wonodadi Blitar Melalui Kegiatan Sosial

No Hal Yang Dikonsultasikan Catatan DPL Paraf
1 Mengajukan judul PPL Judul laporan PPL dengan mengurangi variabel bebas yaitu terkait “Peningkatan Daya Tarik Masyarakat” dan hanya menggunakan variabel “Strategi Pemberdayaan Masyarakat”  
2 Durasi Video Laporan PPL Minimal 10 menit dan Maksimal 15 menit  

 

Blitar, 12 November 2020

 

 

Dr. Mashudi, M. Pd. I

NIP. 196901312001121003

 

 

 

DOKUMENTASI

  1. 1.      Mengunjungi tempat PPL

 

  1. 2.      Memberikan pelayanan kepada masyarakat

 

  1. 3.      Melakukan rapat terkait evaluasi kegiatan

  1. 4.      Memberikan pelayanan kepada pengunjung

  1. C.    Merekap jumlah pembayaran

  1. Konsultasi Ke DPL

      S


[1] Departemen Perdagangan dan Koperasi Direktorat Jenderal Koperasi, Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pembinaan Koperasi/KUD (Jakarta : Aksara Baru, 1985), hal.23-24

[2] Nur Syamsudin Buchori, Koperasi Syariah Teori & Praktik, (Pamulang Tangerang Selatan Banten: Pustaka Aufa Media (PAM press), 2012), hlm. 1

[3] Undang-Undang tentang perekonomian UU No 25 Tahun 1992 Lembaran Negara RI tahun 1992 No 116 pasal 1 ayat (1).

[4] Anduru Timur Harsanto, Peranan Koperasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional, www.BI ogspot.Co.Id.Unduh 25 Agustus 2017

[5] Zulkarnain, Membangun Ekonomi Rakyat: Persepsi Tentang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, (Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2003), hlm. 11.

[6] Ginandjar Kartasasmita, Pembangunan Untuk Rakyat: Memadamkan Pertumbuhan dan Pemerataan, (Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo, 1996). hlm. 26-28.

[7] Soeharto Prawirokusumo, Ekonomi Rakyat: Konsep, Kebijakan dan Strategi, (Yogyakarta: BPFE, 2001), hlm. 26-28.

[8] Ayi Sobarna, Konsep Pemberdayaan Ekonomi Bagi Mayarakat Miskin Perkotaan, dalam Jurnal Mimbar, Vol 19, No 3, Tahun 2003.

[9] Mochamad Ridwan, Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Kelompok dalam Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol 13, No 2, Tahun 2012.

WhatsApp Image 2020-10-20 at 16.03.33

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

DESKA RAMADHAN

NIM. 12405173122

dosen pembimbing lapangan

Dr. MASHUDI, M. Pd. I

NIP. 196901312001121003

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2020


Senna Vapor yang beralamat di Dsn. Tambaksumber Ds. Tambakrejo RT03 RW02 Kec. Sumbergempol Kab. Tulungagung, yang merupakan sebuah toko Vapor (rokok elektrik) yang menjual macam – macam jenis vapor dan perlengkapannya. Pada saat ini, Senna Vapor sudah mulai di kenal masyarakat, terutama bagi yang ingin membeli perlengkapan dan jenis jenis vapor. Seperti kita ketahui, banyak sekali bermunculan toko-toko vapor yang menyediakan macam – macam jenis vapor dan perlengkapannya yang berkualitas di daerah perkotaan. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, toko-toko vapor lain tentunya di tuntut untuk terus berinovasi dalam memikat dan memuaskan para konsumennya.

Jadi apa yang kami lakukan untuk Toko Senna Vapor adalah untuk menarik konsumen untuk membeli vapor dan perlengkapannya . Karena apabila hanya terpaku di tempat, maka Toko Senna Vapor akan kalah saing oleh kompetitor-kompetitor toko vapor lainnya yang ada di sekitar. Dan bagaimana melakukannya, ada berbagai cara meningkatkan eksistensi toko ini seperti menyebarkan brosur, spanduk, kartu nama dan lain-lain di sejumlah tepat. Saat ini telah tersedia berbagai macam pilihan dalam dunia promosi, sehingga konsumen dapat memperoleh kemudahan dalam memilih tempat toko Vapor yang sesuai dengan kebutuhannya

selengkapnya>>> Laporan Deska Ramadhan (12405173122)

IMG-20201109-WA0004

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

MONICA RIBUT DAMYANTI

NIM. 12402173508

Dosen Pembimbing Lapangan

Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I.

 

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2020

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi karena SDM ikut serta terlibat dalam melakukan aktivitas-aktivitas operasional dalam suatu organisasi terdiri atas berbagai jenis dan tingkat, mulai dari karyawan tingkat rendah sampai dengan pimpinan puncuk suatu organisasi. Masing-masing sumber daya ini memberikan kontribusi - kontribusi yang berbeda pula, namun kontribusi dan fungsi - fungsi ini saling berkaitan untuk mendukung berjalannya aktvitas dan seluruh kebijakan yang telah diterapkan oleh organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Organisasi merupakan suatu sistem yang saling mempengaruhi satu sama lain, apabila salah satu sub sistem tersebut rusak, maka akan mempengaruhi sub-sub sistem yang lain. Sumber daya manusia (SDM) merupakan unsur yang strategis dalam menentukan sehat tidaknya suatu organisasi. Sumber daya manusialah yang mengerakkan dan mengarahkan organisasi yang harus diperhatikan, dijaga, dipertahankan serta berkembang.

selengkapnya>>>LAPORAN PPL MONICA R.D_12402173508_ES 7L<<<

1

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

ALFI MAYLANIYATUL HUSNA

NIM : 12405173158

Dosen Pembimbing Lapangan

Nur Aziz Muslim, M. H.

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM  INSITUT AGAMA ISLAM TULUNGAGUNG OKTOBER 2020

Seiring dengan kemajuan zaman dan era globalisasi, maka perkembangan teknologi pada bidang transportasi semakin maju. Kemajuan teknologi tersebut membuat manusia ingin melakukan sesuatu dengan mudah dan cepat. Di sisi lain kebutuhan masyarakat sendiri juga semakin meningkat, sebab makin tinggi tingkat pendapatan masyarakat makin tinggi dan canggih pula barang dan jasa yang mereka butuhkan. Kebutuhan tersebut pada suatu waktu akan mencapai titik jenuh jika dipenuhi dengan barang tertentu saja, sehingga menuntut kaum produsen agar selalu mencari, menciptakan barang atau jasa baru. Arti kebutuhan itu sendiri adalah suatu rasa kekurangan yang perlu dipenuhi oleh barang dan jasa.[1]

Pemasaran adalah serangkaian aktivitas yng dilakukan perusahaan untuk menstimulasi suatu produk atau jasa dan memastikan bahwa produk atau jasa yang dijual atau disampaikan kepada para pelanggan ( hasan: 2009). Disadari atau tidak setiap pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya telah merencanakan dan menjalankan strategi usaha dan strategi pemasarannya. Strategi pemasaran yang dilakukan setiap perusahaan memiliki variasi yang berbeda- beda, sesuai dengan pengalaman masing- masing setiap perusahaan. Strategi pemasaran itu sendiri merupakan rencana implementasi dan pengendalian kegiatan yang bertujuan untuk mempengaruhi pertukaran guna mencapai sasaran- sasaran organisasi. Salah satu tahap untuk mengembangkan dan menerapkan strategi pemasaran yaitu dengan merencanakan buran pemasaran yang terdiri dari empat elemen yakni produk (product), harga (price), distribusi (place), promosi (promotion).

Selengkapnya ....... Alfi Mayla <<<<

rsz_whatsapp_image_2020-11-30_at_104445

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

 

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh:

 

HENY RAHMATUL CHOLIFAH

 

NIM. 12406173087

 

 

 

Dosen Pembimbing Lapangan

 

DR. MASHUDI, M.Pd.I.

 

NIP. 196901312001121003

 

 

 

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

 

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

 

TAHUN 2020

Pertumbuhan  ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adanya usaha kecil atau usaha rumahan. Usaha kecil berperan penting dalam upaya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. pemerintah berupaya untuk terus mengembangkan usaha kecil yang didirikan oleh kelompok-kelompok masyarakat. Itu karena dengan adanya usaha kecil, dapat menunjang nilai ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja yang dapat digunakan untuk mengentaskan kemiskinan, dan menaikkan taraf hidup masyarakat yang mayoritas memiliki ekonomi menengah kebawah.  Dilansir oleh laman berita Liputan 6, usaha kecil memiliki peran yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia yaitu mencapai 99,9% dan penyerapan tenaga kerja sebesar 97%. Usaha kecil juga menyumbang pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 60,34%  pada tahun 2018. Secara jumlah usaha kecil di Indonesia mencapai 93,4%, usaha menengah 5,1%, dan usaha dengan skala besar hanya sebesar 1%. Presentase tersebut pada prinsipnya tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan setiap tahunnya. Secara ekonomi memang usaha kecil memiliki kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, namun dalam pengembangannya usaha kecil menghadapi berbagai permasalahan. Penelitian dari Winarni (2006) dan Situmorang (2008) menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi meliputi masalah permodalan yang belum bisa efektif, kesulitan dalam memasarkan produk, manajemen organisasi yang belum terkontrol, sumber daya manusia yang terbatas, tidak memiliki laporan keuangan, tekhnologi yang kurang mendukung, serta aspek legalitas yang rendah. Melihat permasalah-permasalahan yang dihadapi dalam upaya pengembangan usaha kecil tersebut, diperlukan strategi pengembangan usaha kecil agar perkembangan usaha kecil yang ada di Indonesia berjalan dengan cepat, lancar, dan unggul sehingga dapat memaksimalkan laba guna meningkatkan perekonomian masyarakat di Indonesia. Salah satu strategi yang dibutuhkan oleh UMKM yaitu dapat memasarkan produknya secara optimal dan maksimal ke seluruh lapisan masyarakat, strategi tersebut dapat menggunakan beberapa cara salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada saat ini.

Selengkapnya >>>LAPORAN PPL HENY RAHMATUL CHOLIFAH-MKS-12406173087-dikonversi-dikompresi <<<

 

IMG-20200115-WA0000-removebg-preview (1)

Diajukan untuk Memenuhu Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Oleh

Febiana Wahyuning Wulan

NIM. 12406173074

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. H. Mashudi, M.Pd.I.

JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Perekonomian di Indonesia yang mengalami pertumbuhan secara sigifikan di berbagai kalangan kehidupan masyarakat mengharuskan pelaku usaha untuk melakukan berbagai cara supaya bisnis yang dijalankan tetap eksis dan semakin berkembang dikalangan konsumen. Keterampilan/kreatifitas adalah nilai lebih dalam pengembangan produk dalam bisnis, semakin bagus dan berkualitas maka, produk akan memiliki nilai jual serta pandangan yang lebih dari masyarakat. Pelaku usaha furniture adalah salah satu usaha yang harus memiliki ketrampilan khusus dan pengetahuan yang cukup. Kebutuhan barang perlengkapan rumah tangga semakin hari sangatlah tinggi. Seiring perkembangan zaman masyarakat lebih membutuhkan perabotan rumah tangga yang praktis. Home Interior Service merupakan jasa perbaikan perabotan rumah tangga/furniture seperti sofa, springbed dan lainnya.

Daur ulang perabotan rumah tangga dapat menjadi pilihan selain agar terlihat menjadi baru lagi dan lebih menarik juga untuk mengurangi limbah/sampah serta menggurangi penggunaan bahan baku yang baru. Memperbaiki perabotan rumah tangga yang telah rusak atau hanya tidak bagus lagi merupakan salah satu upaya meletarikan lingkungan. Tentu harga yang akan ditawarkan menjadi lebih murah namun juga, barang yang dihasilkan tentu tidak akan kalah kualitasnya dengan membeli yang baru. Oleh sebab itu, pelaku usaha harus memiliki strategi dalam memasarkan jasanya dengan kualitas produk yang baik dan juga pengelolaan keuangan yang tepat agar hasilnya sesuai dan mendapat untung dari penjualannya.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL GEL 3_FEBIANA WAHYUNING WULAN_12406173074_MKS<<<

PPL FEBI 2020

PPL FEBI 2020

 

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

 

Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Manajemen Bisnis Syariah

 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung Oleh:

ABDUL HAFIZ IHZA MAHENDRA

 

NIM. 12405173144

 

 

 

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. H. Mashudi, M.Pd.I.

                                                               NIP. 196901312001121003

 

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIK

 

 

A.     Profil Lembaga

 

1. Sejarah Singkat

 

Usaha Seller dan Budidaya Ikan Hias ini di dirikan oleh Bapak Abdul Hafiz pada tahun 2019. Berawal dari mengisi waktu kosong di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa. Jadwal perkuliahan tidak seperti pada masa sekolah yang di awali pagi hari sampai siang hari bahkan sampai sore hari. Di bangku perkuliahan bisa saja di awali pagi namun tidak sepagi jadwal sekolah. Inilah yang di manfaatkan owner untuk mengurus ikan-ikannya terlebih dahulu.

Menurut owner, beliau memilih ikan hias berjenis guppy dan cupang karena ikan ini tergolong ikan yang sangat mudah untuk di pelihara maupun di budidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Ikan hias cupang dan guppy memiliki banyak jenisnya. Namun, dari sekian banyaknya jenis ikan dapat di golongkan dalam 2 kategori yaitu ikan di jual dengan hanya mengandalkan kuantitas tanpa memikirkan genetic dan ikan yang di jual dengan mengandalkan kualitas.

Untuk modal awal yang digunakan memulai usaha ini seadanya. Membeli ikan guppy beberapa jenis sesuai budget dan di budidayakan terlebih dahulu kemudian di jual anakannya.

Untuk media, hanya memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah. Media yang digunakan pun sangat sederhana dari awal usaha sampai saat ini. Media awal hanya menggunakan bak dan baskom seadanya yang dimiliki, hingga sekarang mampu membeli aquarium berukuran kecil-kecil dan membuat kolam dari terpal yang tergolong masih ekonomis.

 

 

  1. Visi dan Misi Lembaga

Seller dan Budidaya Ikan Hias “Abdul Hafiz” memiliki visi “Memajukan Ikan Hias Tulungagung baik Nasional maupun Internasional dengan mengedepankan kualitas, profesional dan amanah. Adapun beberapa misinya:

selengkapnya>>>Lap PPL Abdul Hafiz Ihza Mahendra 12405173144

foto unnamed (1) proses-produksi-kerupuk-ceplok-khas-jombang-dikerjakan-manual_m_181403

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

MIFTAKHUL ANSORI

NIM. 12401173321

Dosen Pembimbing Lapangan

Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I.

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

November 2020

        Perkembangan zaman yang semakin maju, terkadang UMKM selalu dihadapkan dengan berbagai masalah yang terjadi di pasar. UMKM melakukan tutup usaha atau gulung tikar terhadap usaha yang telah ditekuninya. Penyebab terjadinya tutup usaha  atau gulung tikar dikarenakan terbatasnya modal, tidak bisanya UMKM beradaptasi, salah dalam menerapkan strategi yang digunakannya serta pengaruh pandemic Covid – 19 ini. Disisi lain, UMKM harus mendapatkan hasil yang baik, dan produk yang ditawarkan dapat diterima konsumen dan pasar, untuk mencapai hasil yang baik perlu adanya segmenting, targeting dan positioning yang diterapkan oleh UMKM. Karena strategi ini berada pada level yang sangat strategis dan menentukan bagaimana suatu UMKM dalam menggarap suatu konsumen/pasar yang akan dituju.

Setiap UMKM mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang, tetapi dalam masa pandemi ini berdampak luas terhadap dunia usaha di semua tingkatan, namun dampak yang paling berat dialami oleh UMKM. Saat ini banyak sekali pelaku UMKM di sektor usaha jasa maupun produksi yang mengalami berbagai tantangan karena adanya pandemi ini, seperti adanya penurunan omzet yang signifikan, sepinya pelanggan, dan kesulitan mendapatkan bahan baku.[1]

Penurunan omzet yang signifikan disebabkan oleh berkurangnya aktivitas jual beli yang disebabkan adanya pembatasan pergerakan masyarakat melalui kebijakan PSBB yang diberlakukan di seluruh Indonesia. Sebelum PSBB diberlakukan seluruh Pegawai Negeri Sipil dan Swasta telah melaksanakan kebijakan Bekerja Dari Rumah atau Work From Home (WFH). Dengan tidak adanya aktifitas jual beli yang dilakukan secara tatap muka masyarakat di kawasan perkotaan, maka tidak ada pembelian produk UMKM sehingga omzet penjualan pun menurun drastis.[2]

Tantangan selanjutnya bagi pelaku UMKM yaitu adanya kesulitan dalam mendapatkan bahan baku untuk pembuatan produknya. Para pemasok UMKM ini sebagian besar berasal dari luar kota dan tidak dapat mengirim bahan baku produksi karena adanya PSBB. Kalau pun ada maka harga barang pasokan menjadi sangat tinggi dan tidak lagi terjangkau. Namun ada beberapa pelaku UMKM yang mengalami peningkatan omzet selama PSBB yaitu usaha penyedia produk rumah tangga, yang mengalami penjualan karena sebagian besar masyarakat tinggal di rumah, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui jasa pengiriman atau delivery.

Segmentasi memiliki peranan penting dalam sebuah UMKM karena beberapa alasan; pertama, segmentasi memungkinkan UMKM untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi UMKM untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkinkan UMKM mendapatkan gambaran yang jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar UMKM. Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penetuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

      Dalam melakukan segmentasi pasar ini juga perlu suatu alasan yang cukup baik, misalnya, adanya pasar yang bersifat dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. Akan tetapi tidak semua segmentasi pasar yang dilakukan efektif. Dengan demikian perlu suatu upaya agar segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan dengan yang diharapkan. Ada beberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam segmentasi, diantaranya : dapat diukur dalam jumlah besar, dapat diakses dengan mudah, bisa dibedakan serta dapat diambil tindakan.

CINKY

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

CYNKI OCTIANGGONO DIPUTRA
NIM. 12405173120

Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. H. Mashudi, M.Pd.I.

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN TULUNGAGUNG

     Semakin berkembangnya industri ini dapat kita lihat dari banyaknya usaha-usaha jasa perawatan maupun perbaikan (bengkel) kendaraan bermotor, salah satunya adalah Toko Rajawali Motor Tulungagung. Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen maka para penyedia jasa reparasi dituntut untuk dapat memberikan yang  terbaik bagi para konsumennya (pengguna jasa) merasa nyaman, serta dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi para konsumennya. Persaingan yang kompetitif mendorong para penyedia jasa untuk memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk dapat memasarkan jasanya.

      Toko Rajawali Motor merupakan salah satu UMKM di Tulungagung yang bertahan dan berkembang ditengah pandemi COVID-19. Rajawali Motor mampu bertahan dan berkembang ditengah pandemi dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan. Peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan meliputi keramah tamahan yang diterapkan oleh pegawai kepada pembeli, memahami kebutuhan konsumen dan pelayanan yang dilakukan dengan handal. Selain peningkatan kualitas layanan, Rajawali Motor juga menjaga kualitas produk yang dipasarkan. Kualitas produk yang tetap dijaga meliputi tampilan dari produk yang menarik, memiliki nilai estetik, dan produk-produk yang awet digunakan dalam waktu jangka lama.

      Dengan demikian, persoalan keputusan konsumen terhadap pemilihan jasa pelayanan dan kualitas produk yang diberikan atau disediakan merupakan persoalan yang menarik untuk diteliti. Hal ini sangat bemanfaat bagi perusahaan agar dapat meningkatkan kinerjanya (performance) dalam usaha untuk mewujudkan atau memberikan kepuasan bagi para konsumennya, agar konsumen yang sudah didapat, tidak beralih ke tempat lain karena mereka sudah puas dengan pelayanan yang telah diberikan ditempat yang dipilihnya.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_CINKY OCTIANGGONO DIPUTRA_12405173120