Strategi Pengembangan Penanganan Pembiayaan Bermasalah pada Produk Murabahah di Ksu Bmt Rahmat Syari’ah Kediri

WhatsApp Image 2020-11-23 at 09.38.18(1)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syari’ah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh:
TAHTA ALVINA
12401173406
Dosen Pembimbing Lapangan
SYAMSUL UMAM, S.H.I., M.H
NIP/NIDN. 200911802
JURUSAN PERBANKAN SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISALAM IAIN TULUNGAGUNG

Perkembangan perbankan dengan menggunakan prinsip syariah atau
lebih dikenal dengan nama bank syariah di Indonesia bukan merupakan hal yang asing lagi. Mulai awal tahun 1990 telah terealisasi ide tentang adanya bank Islam di Indonesia, yang merupakan bentuk penolakan terhadap sistem riba yang bertentangan dengan hukum Islam. Riba merupakan tambahan nilai yang diperoleh dengan tanpa risiko dan bukan merupakan hadiah atau kompensasi kerja. Hal inilah yang mendorong berdirinya lebih dari 300 BMT pada akhir Oktober 1995.

Baitul Māl wa at-Tamwīl (BMT) lahir sebagai salah satu solusi alternatif terhadap persoalan pertentangan antara bunga bank dengan riba. Dengan demikian, kerinduan umat Islam Indonesia yang ingin melapaskan diri dari persoalan riba telah mendapat jawaban dengan lahirnya bank maupun lembaga keuangan syariah. Baitul Māl wa at-Tamwīl (BMT) adalah lembaga keuangan syariah informal yang didirikan sebagai pendukung dalam meningkatkan kualitas usaha ekonomi pengusaha mikro dan pengusaha kecil. 

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_TAHTA ALVINA_12401173406_PS (1)_compressed

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>