Analisis Penghimpunan dan Pendistribusian Dana Zakat, Infaq, Shadaqah Dalam Pengembangan Program Sosial pada Badan Amil Zakat Nasional Tulungagung

IMG-20201123-WA0026

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan
Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh
NINDA ATMA JUWITA
NIM. 12403173156
Dosen Pembimbing Lapangan
Sri Dwi Estiningrum. S.E., Ak., M.M., C.A.

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Indonesia adalah negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam,
sebanyak 87% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia beragama Islam
sehingga zakat merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam
beragama. Zakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari aspek
sosial karena pada dasarnya fungsi utama zakat adalah mensejahterakan umat.
Menurut data yang diperoleh jumlah dana penerimaan ZIS ditahun 2019
mengalami penurunan yang drastis. Padahal pada tahun 2018 dana yang diperoleh
menunjukkan peningkatan yang memuaskan. Berikut adalah ilustrasi dana yang
terhimpun.

Titik fokus penelitian berada pada Baznas Tulungagung yang merupakan sebuah
badan resmi yang di bentuk oleh pemerintah. Badan ini bertugas untuk
memudahkan para muzzaki dalam menyalurkan bantuannya dengan tepat sasaran
yang dikelola oleh pihak yang dapat menjamin amanah dengan baik karena
keterikatannya dengan hukum. Dalam pendistribusian dana banyak rencana yang
telah di susun oleh Baznas Tulungagung baik yang sudah terlaksana maupun yang
akan dilaksanakan kedepannya dengan harapan dapat disalurkan kepada seluruh
lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Tulungagung secara merata. Namun
keterbatasan dana menjadi kendala dalam pengembangan program kesejahteraan
masyarakat. Jumlah penghimpunan dana di Baznas Tulungagung dapat
dikatagorikan masih rendah dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain. Ada pun
kendala yang menyebabkan hal tersebut adalah kurangnya kesadaran dari
masyarakat, kurangnya pemahaman dari masyarakat, keinginan untuk
menyalurkan ZIS secara langsung tanpa pihak perantara (penyaluran pribadi), dan belum adanya regulasi hukum dari pemerintah Kabupaten Tulungagung mengenai
pembayaran zakat yang dapat dijadikan sebagai pengurang penghasilan kena
pajak bagi Wajib Pajak.

SELENGKAPNYA...LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN-1...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>