FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN PRODUK UMKM UD. KRUPUK REJO TERHADAP KONSUMEN DAN SEGMENTASI PASAR DI WILAYAH TULUNGAGUNG

foto unnamed (1) proses-produksi-kerupuk-ceplok-khas-jombang-dikerjakan-manual_m_181403

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

MIFTAKHUL ANSORI

NIM. 12401173321

Dosen Pembimbing Lapangan

Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I.

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

November 2020

        Perkembangan zaman yang semakin maju, terkadang UMKM selalu dihadapkan dengan berbagai masalah yang terjadi di pasar. UMKM melakukan tutup usaha atau gulung tikar terhadap usaha yang telah ditekuninya. Penyebab terjadinya tutup usaha  atau gulung tikar dikarenakan terbatasnya modal, tidak bisanya UMKM beradaptasi, salah dalam menerapkan strategi yang digunakannya serta pengaruh pandemic Covid – 19 ini. Disisi lain, UMKM harus mendapatkan hasil yang baik, dan produk yang ditawarkan dapat diterima konsumen dan pasar, untuk mencapai hasil yang baik perlu adanya segmenting, targeting dan positioning yang diterapkan oleh UMKM. Karena strategi ini berada pada level yang sangat strategis dan menentukan bagaimana suatu UMKM dalam menggarap suatu konsumen/pasar yang akan dituju.

Setiap UMKM mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang, tetapi dalam masa pandemi ini berdampak luas terhadap dunia usaha di semua tingkatan, namun dampak yang paling berat dialami oleh UMKM. Saat ini banyak sekali pelaku UMKM di sektor usaha jasa maupun produksi yang mengalami berbagai tantangan karena adanya pandemi ini, seperti adanya penurunan omzet yang signifikan, sepinya pelanggan, dan kesulitan mendapatkan bahan baku.[1]

Penurunan omzet yang signifikan disebabkan oleh berkurangnya aktivitas jual beli yang disebabkan adanya pembatasan pergerakan masyarakat melalui kebijakan PSBB yang diberlakukan di seluruh Indonesia. Sebelum PSBB diberlakukan seluruh Pegawai Negeri Sipil dan Swasta telah melaksanakan kebijakan Bekerja Dari Rumah atau Work From Home (WFH). Dengan tidak adanya aktifitas jual beli yang dilakukan secara tatap muka masyarakat di kawasan perkotaan, maka tidak ada pembelian produk UMKM sehingga omzet penjualan pun menurun drastis.[2]

Tantangan selanjutnya bagi pelaku UMKM yaitu adanya kesulitan dalam mendapatkan bahan baku untuk pembuatan produknya. Para pemasok UMKM ini sebagian besar berasal dari luar kota dan tidak dapat mengirim bahan baku produksi karena adanya PSBB. Kalau pun ada maka harga barang pasokan menjadi sangat tinggi dan tidak lagi terjangkau. Namun ada beberapa pelaku UMKM yang mengalami peningkatan omzet selama PSBB yaitu usaha penyedia produk rumah tangga, yang mengalami penjualan karena sebagian besar masyarakat tinggal di rumah, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui jasa pengiriman atau delivery.

Segmentasi memiliki peranan penting dalam sebuah UMKM karena beberapa alasan; pertama, segmentasi memungkinkan UMKM untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi UMKM untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkinkan UMKM mendapatkan gambaran yang jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar UMKM. Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penetuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

      Dalam melakukan segmentasi pasar ini juga perlu suatu alasan yang cukup baik, misalnya, adanya pasar yang bersifat dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. Akan tetapi tidak semua segmentasi pasar yang dilakukan efektif. Dengan demikian perlu suatu upaya agar segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan dengan yang diharapkan. Ada beberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam segmentasi, diantaranya : dapat diukur dalam jumlah besar, dapat diakses dengan mudah, bisa dibedakan serta dapat diambil tindakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>