Monthly Archives: December 2020

IMG-20201203-WA0029

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BENGKEL LAS DAN KONTRUKSI BAJA DALAM PENINGKATAN MINAT PELANGGAN

 


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

MUHAMMAD BADRUS SHOLIKH

NIM. 12405173165

Dosen Pembimbing Lapangan

Nur Aziz Muslim, M.H.I

 

JURUSAN MANAJAMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Dasar Pemikiran Persaingan disuatu perusahaan membuat para pelakunya harus selalu memikirkan strategi-strategi terobosan yang dapat menjamin kelangsungan bisnis mereka. Pada suatu perusahaan memiliki ketersediaan data yang melimpah. Hal ini melairkan kebutuhan akan adanya teknologi yang dapat memanfaatannya untuk membangkitkan pengetahuan-pegetahuan baru, yang dapat membantu dalam pengarturan strategi dalam menjalankan bisnis. Prediksi minat konsumen akan sangat penting bagi perusahaan, dimana dengan adanya prediksi minat konsumen perusahaan dapat mengambil suatu perusahaan atau strategi yang benar dan tepat bagi konsumennya.

Perusahaan dituntut untuk lebih memahami segala kebutuhan dan kenginan konsumen atau perusahaan harus mampu menciptakan produk yang sesuai degan kebutuhan konsumen. Selain itu uga diperlukan pemasaran yang bak untukd dapat meningkatkan minat pelanggan. Pada dasarnya tujuan dalam mendirikan perusahaan dalam mendirikan perusahaan adalah mencari laba semaksimal mungkin. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam memasarkan produknya dengan menerapkan strategi pemasaran. Keberhasilan strategi pemasaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu riset dan analisa pasar, keputusan tentang produk, penetapan hargapromosi dan distribusi.

Selengkapnya >>>MUHAMMAD BADRUS SHOLIKH...

 

 

 

 

foto ppl soklefoto ppl sokle

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas  Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

Muhammad Hakim Ubaidillah

Nim: 12402173491

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Muhammad Aswad, M. A

NIDN. 2014067503

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

NOVEMBER 2020

     Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. telur. Macam-macam telur adalah telur ayam, telur bebek atau itik, telur puyuh dan lain-lain.

         Telur itik mempunyai kandungan protein lebih banyak terdapat pada vagina kuning telur 17 %, sedangkan bagian putihnya terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Sebutir telur mempunyai kegunaan protein (net protein utilization) 100% dibandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak. Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35%, sedangkan di bagian putihnya tidak ada sama sekali. lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol. Kandungan nilai gizi telur itik secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam. Dibanding telur segar mutu protein telur asin sudah agak menurun. Garam telah menggumpalkan proteinnya, sehingga penyerapannya di dalam tubuh tidak semudah penyerapan protein telur segar. Perbedaan ini dapat diamati dari konsistensi bagian kuning pada telur asin lebih keras daripada bagian kuning telur segar.

    Penurunan nutrisi yang terjadi selama penggaraman hanyalah pada kandungan betakarotennya yang cukup nyata. Satu-satunya nutrisi yang potensial hanyalah kalsium, karena kandungannya meningkat tajam dibanding telur segar. Nutrisi lain yang meningkat akibat pengasinan telur adalah kalsium. Hal ini tentu menguntungkan, karena kalsium sangat diperlukan dalam pembentukan tulang yang kuat. Kandungan kalsium meningkat 2,5 kali setelah pengasinan.

selanjutnya >>>>>>> muhammad hakim ubaidillah laporan.pdff

a9ba9cdf-5749-4d19-a896-438d36240787

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh:

NURSETO SETYO WIBOWO

NIM. 12402173609

 

 

Dosen Pembimbing Lapangan Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I.

 

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

2020

 

LEMBAR PERSETUJUAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

 

Laporan Akhir Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung ini telah di setujui dan disahkan pada:

Hari                   : Kamis

 

Tanggal              : 19 November 2020

 

Di                      : Tulungagung

 

Judul Laporan : Strategi Perluasan Pemasaran Produk Olahan Kopi Pasca Covid-19 Untuk Meningkatkan Produk Omah Kopi Mandiri

 

 

 

MENYETUJUI

Dosen Pembimbing Lapangan

 

 

 

 

Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I

NIDN. 2018098603

 

 

Mengesahkan

a.n. Dekan

Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

 

 

 

 

 

Siswahyudianto, M.M.

NIDN. 2015068402

 

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada Omah Kopi Mandiri tepat pada waktunya. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW sang pembawa kebenaran dan kebahagiaan bagi seluruh umat dan membawa umatnya ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan sebagaimana yang kita rasakan saat ini.

Laporan Praktik Pengalaman Lapangan disusun oleh peneliti berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama melaksanakan praktik yang berlangsung mulai tanggal 5 Oktober 2020 hingga 05 November 2020 sehingga diperoleh judul penelitian yaitu” Strategi Recovery Pemasaran Kopi Pasca Covid-19 untuk Meningkatkan Penjualan Produk Omah Kopi Mandiri”

Pada proses pembuatan laporan praktik pengalaman lapangan ini, peneliti mendapat bantuan dari Dosen Pembimbing Lapangan, maupun pihak-pihak yang telah memberikan dukungan kepada peneliti sehingga mampu menyelesaikan Laporan Praktik Pengalaman Lapangan tepat pada waktunya. Oleh karena itu dengan rasa hormat, tulus dan ikhlas, peneliti menyampaikan laporan ucapan terimakasih kepada:

  1. Kedua Orang Tua dan Keluarga yang telah mendoakan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan tanpa lelah mendukung sepenuhnya.
  2. Bapak Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. selaku Rektor Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
  3. Bapak Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
  4. Bapak Dr. Muhammad Aswad., M.A. selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
  5. Bapak Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
  6. Bapak Siswahyudianto, S.Pd.I,. M.M. selaku Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung sebagai leading sector pelaksanaan PPL.
  7. Bapak Kristian Yuwono selaku Ketua Umum dan pengurus Omah Kopi Mandiri atas kesempatan waktu dan tempat yang telah diberikan.
  8. Tim Rabahan Advertising (Setosetyo Wibowo dan Maghur Asyari) serta pihak yang telah membantu pelaksanaan praktik hingga penyelesaian laporan akhir ini.

 

Penulis menyadari bahwa dalam Penyusunan Laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini masih jauh dari kata sempurna. Demi kesempurnaan laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini, penulis membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai referensi yang berarti bagi seluruh pihak yang membutuhkan. Akhir kata hanya kepada Allah SWT semua kita serahkan, semoga kita semua dalam lindungan-Nya. Aamiin… Aamiin… yarobbalalamin.

Tulungagung, 19 November 2020

Penyusun

 

 

 

 

Nurseto Setyo Wibowo

NIM. 12402173609

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................................. ii

KATA PENGANTAR........................................................................................................ iii

DAFTAR ISI...................................................................................................................... v

BAB I : PENDAHULUAN

  1. Dasar Pemikiran.................................................................................................... 6
    1. Tujuan dan Kegunaan........................................................................................... 8
    2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan............................................................................ 10

BAB II : PELAKSANAAN PRAKTIK

  1. Profil Lembaga..................................................................................................... 11
  2. Fasilitas Unit Pengolahan Hasil Omah Kopi Mandiri............................................. 13
  3. Pelaksanaan Praktik di Omah Kopi Mandiri......................................................... 13
  4. Struktur Organisasi Omah Kopi Mandiri............................................................... 14

E.   Permasalah Di Lapangan…..................................,................................................ 15

F.   Tanggapan Dari Pihak Lembaga............................................................................ 15

BAB III : PEMBAHASAN

  1. Pentingnya Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan Produk.............. 16
  2. Jenis-Jenis Strategi Pemasaran Secara Umum...................................................... 17
  3. Strategi untuk Recovery Pemasaran Pasca Covid-19............................................ 21

BAB IV : PENUTUP

  1. Kesimpulan......................................................................................................... 24
  2. Saran.................................................................................................................. 25

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 26

LAMPIRAN 1................................................................................................................... 27

LAMPIRAN 2................................................................................................................... 30

DOKUMENTASI.............................................................................................................. 31

 

 

 

 

  1. A.     Dasar Pemikiran

BAB I PENDAHULUAN

 

 

Masyarakat Indonesia telah mengenal buah kopi sejak zaman dahulu. Buah kopi dapat digunakan sebagai bahan makanan, bahan dasar obat, serta minuman. Buah kopi yang setelah dinikmati dalam bentuk bubuk dapat dibuat minuman. Kopi pada dasarnya merupakan sesuatu yang menarik untuk dibicarakan, karena kopi merupakan salah satu komoditi terlaris saat ini, yang selalu diburu para penikmat kopi dimanapun berada. Kopi sebagai minuman keluarga dapat pula dijadikan tema promosi karena mengkonsumsi kopi merupakan bagian dari kebiasaan keluarga. Banyak orang beranggapan bahwa kopi dapat membuat orang tetap terjaga dalam waktu lama. Selain itu juga memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Kopi sudah menjadi sesuatu yang mendarah daging disebagian orang, rasanya satu hari tidak meminum kopi terasa ada yang kurang. Oleh karena itu kopi adalah sebuah bisnis yang sangat potensial. Menurut survei yang dilakukan oleh AEKI (Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia), rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi kopi sebanyak 0,98 kg/kapita/tahun. Dengan demikian, bila jumlah penduduk Indonesia sekitar 257 juta jiwa pada tahun 2015 (AEKI,2015), maka produksi kopi setiap tahun yang diperlukan berkisar antara 280.000 ton kopi untuk keperluan konsumsi dalam negeri.1

Budaya, gaya hidup dan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini berubah karena dipengaruhi oleh budaya luar. Masyarakat Indonesia cenderung menghabiskan waktu luangnya untuk mengunjungi pusat perbelanjaan, bersosialisasi, mengunjungi tempat hiburan, atau bersantai di kedai kopi favorit. Konsumsi masyarakat akan kebutuhan penunjang membawa dampak positif bagi para pengusaha kuliner di Indonesia, termasuk juga pengusaha di bidang kuliner seperti kuliner makanan khas, daerah, kuliner makanan dengan inovasi terkini, dan tidak terkecuali dengan budaya- budaya yang mengikutinya, salah satu budaya yang memberikan efek terhadap bisnis di Indonesia adalah budaya minum kopi. Budaya minum kopi cukup digemari di Indonesia khususnya di Tulungagung.

1 Najiyati, Sri, dan Danarti.. Kopi: Budidaya dan Penanganan Pasca Panen. (Jakarta :P enebar Swadaya, 2002) hal 69

 

Hal ini dapat dilihat dari makin maraknya persebaran tempat-tempat atau warung-warung kopi disetiap sudut kota dan di lingkungan rumah. Berdasarkan pendapat Rhenald Kasali (dalam Putri&Suasana, 2018) yang menyatakan bahwa meminum kopi kini bukan lagi sekedar menghilangkan kantuk, tapi sebagai bagian dari gaya hidup, dimana kedai kopi menjadi tempat yang amat diminati. Gaya hidup ini sesuai dengan karakter orang Indonesia yang suka berkumpul. Kedai kopi merupakan salah satu tempat yang digemari oleh banyak orang, mulai dari kalangan profesional, eksekutif, hingga remaja. Kedai kopi juga merubah pandangan hidup tentang tempat ngopi bukan hanya sebagai Lifestyle tapi awal dari penghargaan terhadap budaya dan kekayaan alam Indonesia salah satunya yaitu kopi. Di Indonesia sendiri kopi dapat dikatakan telah lama menjadi kebiasaan.Meminum secangkir kopi sudah menjadi rutinitas bagi sebagian orang (Savitri, 2010).

Omah Kopi Mandiri (OKM) merupakan binaan Binaan Bank Indonesia wilayah Kediri untuk melakukan pendampingan dan concern untuk meningkatkan komoditas kopi berbasis ekosistem hulu dan hilir yang terletak di wilayah Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Omah Kopi Mandiri (OKM) mengangkat nama “Sendang Wilis” yang digunakan sebagai trik mareketing yang dibuat untuk mengenalkan “Sendang” yang terkenal dengan daerah eksotik pengunungan dan “wilis” yang merupakan daerah tempat komoditas kopi ditanamkan dan dikembangkan, Kopi SENDANG WILIS tumbuh pada ketinggian 700 – 1400 mdpl di lereng tenggara Gunung Wilis Tulungagung. Daerah Kecamatan Sendang dikenal sebagai penghasil varietas ARABIKA, ROBUSTA dan LIBERIKA. Citarasa kopi Arabika Sendang Wilis adalah “Spicy Caramel” mirip dengan Java Coffee Specialty yang telah dikenal secara baik oleh konsumen kopi daratan Eropa sejak tahun 1940an. Walaupun kopi Arabika dikenal agak sulit tumbuh dan berbiah namun karena lokasi Desa Geger dan Nglurup yang subur memungkinkan kopi Arabika dapat tumbuh dan berbiah dengan baik. Dengan total luas lahan pertanaman kopi Arabika lebih dari 20 Hektar varietas Komasti, Andungsari, Columbia Brazil (Cobra), Long Berry dan lain-lain menghasilkan potensi panen mencapai 1 Ton Green Bean perHektar perTahun (tahun 2019).

 

Akan tetapi pada bulan maret 2020 dimana pada saat itu terdapat kasus covid-

19 yang berdampak hampir seluruh sektor perekonomian, hal tersebut juga berdampak pada perkembangan produk kopi Omah Kopi Mandiri karena dengan adanya kasus covid-19 export keluar negeri ditutup dan akhirnya stock gudang yang sangat melimpah karena pada saat itu bersamaan dengan panen raya, sampai sekarang hal tersebut belum terpecahkan solusi untuk peningkatan pemasaran produk omah kopi mandiri, oleh karena itu perlu “Strategi Recovery Pemasaran Kopi Pasca Covid- 19 untuk Meningkatkan Penjualan Produk Omah Kopi Mandiri”

B.     Tujuan dan Kegunaan

  1. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan yaitu :

Tujuan diadakan Praktik Pengalaman Lapangan mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung adalah:

1)      Untuk mengetahui kendala pemasaran produk Omah Kopi Mandiri (OKM) pasca covid-19.

2)      Untuk mengetahui Strategi Recovery Pemasaran Kopi Pasca Covid-19 untuk Meningkatkan Penjualan Produk Omah Kopi Mandiri

3)      Mahasiswa mendapatkan bekal pengetahuan dan pengalaman bekerja yang nantinya dapat terjun ke dunia kerja dengan terampil dan inovatif serta professional dalam melaksanakan tugasnya dan amanah yang berkaitan dengan dunia bisnis.

  1. Kegunaan dari pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yaitu:
  2. Bagi penulis
    1. Untuk melatih cara berkomunikasi dan bersosialisasi dengan masyarakat
    2. Untuk mempererat tali persaudaraan dengan warga sekitar
    3. Untuk melatih mental dan kepribadian, serta inisiatif dalam menghadapi segala keadaan yang ada dalam masyarakat dan dunia kerja.
    4. Memperkaya wawasan keilmuan dalam rangka pembentukan keahlian akademik di instansi dan lembaga usaha.
    5. Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
      1. Sebagai peningkatan standar sekaligus penilaian untuk media pembelajaran.
      2. Sebagai pembentuk tenaga kerja yang terampil dan kompeten
      3. Sebagai pengenalan jurusan kepada masyarakat serta menjalin hubungan kerjasama yang baik antara Intitut Agama Islam Negeri Tulungagung dengan instansi/lembaga PPL.
      4. Sebagai media penyerapan informasi yang bermanfaat untuk penyelarasan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan di lapangan, dan sebagai media sosialisasi karena Perguruan Tinggi memiliki akses yang memadai untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
      5. Bagi Omah Kopi Mandiri (OKM)
        1. Untuk bekerja sama sekaligus melihat pendapat mahasiswa tentang Produk Omah Kopi Mandiri (OKM)
        2. Untuk memperoleh inovasi maupun solusi supaya dapat bertahan dan mampu bersaing seiring berjalannya waktu di masa pandemi ini
        3. Untuk menjalin tali silaturahmi baik dengan IAIN Tulungagung khususnya jurusan Ekonomi Syariah
        4. Dapat memberikan solusi dan masukan, juga sebagai bahan tinjauan bagi tim manajemen produksi dalam menentukan kebijakan yang berkelanjutan.
        5. Bagi pembaca
          1. Untuk menambah wawasan tentang pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan bidang usaha kopi
          2. Untuk menambah pengetahuan dalam bidang Pemasaran dan pemahaman mengenai proses pemasaran usaha kopi Omah Kopi Mandiri.
          3. Untuk memberi masukan tentang laporan Praktik Pengalaman Lapangan.
          4. Untuk referensi penulisan karya-karya ilmiah selanjutnya ataupun sebagai perbandingan untuk penelitian lanjutan, sehingga dapat melengkapi dan menutupi kekurangan yang ada pada hasil penelitiannya.

 

 

C.     Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri Tulungagung yang dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober – 05 November 2020 yang berlangsung selama 31 hari dengan jadwal efektif lima hari kerja, yaitu senin sampai jumat dari pukul 08.00 WIB – 13.00 WIB (Kecuali hari Jumat hanya sampai jam

11.00 WIB) dilaksanakan pada Usaha Bersama Omah Kopi Mandiri “OKM). Adapun informasi data lembaga tempat pelaksanaan PPL :

Nama Instansi              : Omah Kopi Mandiri

Alamat                         : Balerejo, Kec. Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66261

No. Telp                       :

Tanggal Pelaksanaan : 05 Oktober – 05 November 2020 Hari         : Senin-Jum’at

Waktu                          : Pukul 08.00-13.00 WIB

 

BAB II PELAKSANAAN PRAKTIK

 

A.     Profil Lembaga

  1. 1.      Sejarah Singkat Omah Kopi Mandiri

 

Omah Kopi Mandiri (OKM) merupakan komunitas petani dan pengusaha kopi yang lahir pada 24 Desember 2016. Memiliki Visi mensejahterakan para petani kopi melalui sinergitas Hulu hingga Hilir. Dengan semangat gotong royong telah banyak membina petani kopi di wilayah Sendang – Tulungagung hingga memiliki beberapa varian produk yang sangat diminati pasar.

Kopi SENDANG WILIS tumbuh pada ketinggian 700 – 1400 mdpl di lereng tenggara Gunung Wilis Tulungagung. Daerah Kecamatan Sendang dikenal sebagai penghasil varietas ARABIKA, ROBUSTA dan LIBERIKA.

Citarasa kopi Arabika Sendang Wilis adalah “Spicy Caramel” mirip dengan Java Coffee Specialty yang telah dikenal secara baik oleh konsumen kopi daratan Eropa sejak tahun 1940an. Walaupun kopi Arabika dikenal agak sulit tumbuh dan berbiah namun karena lokasi Desa Geger dan Nglurup yang subur memungkinkan kopi Arabika dapat tumbuh dan berbiah dengan baik. Dengan total luas lahan pertanaman kopi Arabika lebih dari 20 Hektar varietas Komasti, Andungsari, Columbia Brazil (Cobra), Long Berry dan lain-lain menghasilkan potensi panen mencapai 1 Ton Green Bean perHektar perTahun (tahun 2019).

SDM petani dan pengrajin pengolahan kopi Sendang Wilis telah dilatih di PUSLIT Kopi dan Kakao Indonesia sejak 2016. Tersebar di 2 wilayah utama yakni Desa Nglurup (37 Petani) dan Desa Geger (46 Petani). Adapun bentuk- bentuk pelatihan yang kami laksanakan mulai dari budidaya hingga pengolahan pasca panen.

 

2.      Visi dan Misi Omah Kopi Mandiri

  1. a.      Visi Omah Kopi Mandiri

-          Meningkatkan nilai ekonomi rantai komoditi kopi dari hulu sampai hilir.

 

 

b.      Misi Omah Kopi Mandiri

-          Mengolah sumberdaya manusia

-          Perluasan lahan dan memperbanyak tanaman

-          Meningkatkan kwalitas dan produktivitas

-          Bekerjasama dngn semua pihak yg terkait dngn pengembangan komoditi kopi baik di hulu maupun di hilir.

-          Memperbanyak cabang penjualan

-          Menghasilkan produk inovatif

-          Peduli lingkungan dan masyarakat.

 

 

c.       Nilai & Budaya Omah Kopi Mandiri

-          Achievment Oriented (Berorientasi pada Pencapaian)

Omah Kopi Mandiri tangguh dan professional dalam mencapai sasaran perusahaan dengan menegakkan nilai – nilai tangguh dan professional.

-          Customer Focus {Fokus pada pelanggan}

Omah Kopi Mandiri selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik dan berkomitmen pada kepuasan pelanggan dngn menegakkan nilai-nilai perhatian dan komitmen

-          Team Work ( kebersamaan)

Omah Kopi Mandiri harus menjalin sinergi dan bersatu dalam bekerja dengan mengutamakan nilai-nilai sinergi dan bersatu.

-          Integrity (Integritas}

Omah Kopi Mandiri menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab dengan menjunjung tinggi nilai-nilai jujur dan tanggung jawab.

 

B.     Fasilitas Unit Pengolahan Hasil Omah Kopi Mandiri

 

Alat-alat yang tersedia di UPH OKM diantaranya:

 

1)      Rumah Pengeringan 2 Unit ( 1 Unit ada di Jambuwok Pak katiman )

2)      Pulper 2 Unit

3)      Huler 1 Unit

4)      Washer 1 Unit

5)      Grader 1 Unit

6)      Mesin Roasting 1 Unit

 

 

C.     Pelaksanaan Praktik di Omah Kopi Mandiri

Sesuai dengan ketentuan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung, pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan dimulai dari tanggal 05 Oktober sampai 05 November 2020. Dalam jangka waktu tersebut sebagian besar kegiatan PPL dilaksanakan dari rumah karena saat ini masih dalam masa pandemi. Kegiatan yang saya laksanakan yaitu :

  1. Bersilaturahmi kepada pengelola Omah Kopi Mandiri secara langsung dengan datang ke tempat PPL di warung dan musik Candra Nada
  2. Berkomunikasi sekaligus bertanya terkait kegiatan Omah Kopi Mandiri melalui wawancara secara langsung dengan datang ke tempat pelaksanaan PPL di warung dan musik Candra Nada
  3. Mempelajari tentang kinerja operasional dari Omah Kopi Mandiri
  4. Mempelajari mengenai strategi pemasaran produk kopi Omah Kopi Mandiri
  5. Sharing pengalaman mengenai kopi di tempat pelaksanaan PPL di warung dan musik Candra Nada
  6. Berkunjung ke tempat pelaksanaan PPL untuk observasi pengelolaan kopi dari hulu ke hilir
  7. Melakukan pembuatan dan launching website e-commerse
  8. Mengisi berita acara harian
  9. Melakukan konsultasi judul untuk laporan akhir
  10. Menyusun laporan akhir
  11. Bagan Struktur Organisasi

 

D.     Struktur Organisasi Omah Kopi Mandiri

Struktur organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi sebuah organisasi untuk penentuan pembagian tugas dan tanggung jawab serta wewenang dari masing-masing bagian. Struktur organisasi yang baik akan berpengaruh terhadap kelancaran operasional suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah struktur organisasi pada Omah Kopi Mandiri (OKM)

 

 

STRUKTUR ORGANISASI OMAH KOPI MANDIRI DESA BALEREJO KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR

 

Struktur organisasi usaha bersama omah kopi mandiri suatu kerangka usaha dalam melaksanakan atau menjalankan pekerjaan yang akan dilakukan. Organisasi di anggap sebagai wadah untuk mencapai suatu tujuan tertentu mengetahui kedudukan dan wewenang, tugas serta tanggung jawab.

E.     Permasalahan di Lapangan

Dari pelaksanaan PPL yang sudah dilakukan, terdapat permasalahan yang penulis temukan di Usaha Bersama Omah Kopi Mandiri Desa Balerejo, Kec. Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66261 adalah sebagai berikut :

1)      Penurunan pemasaran produk Omah Kopi Mandiri pasca Covid-19 karena export kopi ditutup.

2)      Kurang updatenya data stock gudang di gudang penyimpanan kopi.

3)      Menurunnya harga kopi karena permintaan menurun.

4)      Kurangnya serapan pasar kopi karena kegiatan ekspor dan impor ditutup, dan adanya pembatasan secara sosial membuat stock kopi digudang para petani mengalami perlambatan penyaluran ke pasar kopi.

 

 

F.      Tanggapan dari Pihak Lembaga Tempat PPL

Dalam menghadapi masalah seperti diatas pihak Omah Kopi Mandiri telah melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Memberikan edukasi, bimbingan, penjelasan, motivasi dan dorongan kepada petani kopi untuk menggali potensi yang dimiliki supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan tujuan dapat mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat.
  2. Memberikan arahan untuk menjual sebagian hasil panen kopi dari petani ke pembeli secara langsung.
  3. Berupaya menjual melalui marketplace tetapi belum optimal.
    1. Menginginkan adanya website e-commerce yang khusus menjual kopi lokal khususnya kopi sendang dan seiring berjalannya waktu ingin menjual seluruh produk kopi lokal di Indonesia.
    2. Memberikan arahan pengelola gudang untuk mendata stock gudang mulai dari grade sampai varietas kopi secara spesifik per bulan.

 

BAB III

PEMBAHASAN ANALISIS TEMUAN STUDI

 

 

Pandemi Covid-19 mempengaruhi rantai pasok industri kopi global dan dalam negeri. Kondisi ini turut berdampak pada pelaku usaha retail, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan petani kopi. Founder Omah Kopi Mandiri, Ika Kurnia Kusuma mengatakan industri kopi terus mengalami tantangan permintaan dan penurunan harga.

 

A.     Pentingnya Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan Produk

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang di hasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.

Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar.

Oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

 

Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar.2

 

B.     Jenis-Jenis Strategi Pemasaran Secara Umum

Dalam hubungan strategi pemasaran, menurut Sofyan Assauri (2008:179) bahwa strategi pemasaran secara umum ini, dapat dibedakan tiga jenis strategi pemasaran yang dapat ditempuh perusahaan yaitu:3

1)      Strategi pemasaran yang tidak membeda-bedakan pasar (Undifferentiated marketing).

Dengan strategi ini, perusahaan menganggap pasar sebagai suatu keseluruhan, sehingga perusahaan hanya memperhatikan kebutuhan konsumen secara umum. Oleh karena itu perusahaan hanya menghasilkan dan memasarkan satu macam produk saja dan berusaha menarik semua pembeli dan calon pembeli dengan suatu rencana pemasaran saja.

Strategi ini bertujuan untuk melakukan penjualan secara massal, sehingga menurunkan biaya. Perusahaan memusatkan perhatiannya pada seluruh konsumen dan kebutuhannya, serta merancang produk yang dapat menarik sebanyak mungkin para konsumen tersebut. Perusahaan yang menggunakan strategi ini, tidak menghiraukan adanya kelompok pembeli yang berbeda-beda. Pasar dianggap sebagai suatu keseluruhan dengan ciri kesamaan dalam kebutuhannya.

 

 

 

 

 

 

2 Soekartawi.. Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran, (Jakarta : PT Raja Gratindo Persada, 2002) hal. 124-130

3 Kotler Philip, Manajemen Pemasaran.Diterjemahkan Wichmusw Bakowatum. Edisi Millenium. (Jakarta : Prehallindo, 2004) hal. 165

 

Keuntungan strategi ini adalah kemampuan perusahaan untuk menekan biaya sehingga dapat lebih ekonomis.

Kelemahannya adalah apabila banyak perusahaan lain juga menjalankan strategi pemasaran yang sama, maka akan terjadi persaingan yang tajam untuk menguasai pasar tersebut (hyper competition), dan mengabaikan segmen pasar yang kecil lainnya. Akbatnya, strategi ini dapat menyebabkan kurang menguntungkannya usaha-usaha pemasaran perusahaan, karena banyak dan makin tajamnya persaingan.

Contoh Penertapan terhadap produk Omah Kopi Mandiri

 

Seiring dengan perkembangan zaman orang pecinta kopi tidak terfokus kepada orang yang berusia tua, tetapi sekarang menyeluruh, sehingga kedepannya produk kopi dari Omah Kopi Mandiri dibuat berbagai varian entah itu dibuat per sachet atau per bungkus kiloan dengan campuran susu/kriemer yang disukai oleh banyak orang tidak memandang kelas sosialnya jadi hasi produknya yang semula hanya bubuk mentah menjadi bubuk yang siap saji dengan campuran susu/krimer. Strategi pemasaran tanpa pembedaan ini akan hemat biaya. Dengan satu jenis karakter produk dan segmen pasar maka akan mengurangi biaya produksi, penyediaan, transportasi, biaya periklanan, dan mengurangi biaya riset pemasaran dan manajemen produk.

Akan tetapi, pemasaran modern Meragukan strategi ini. Perusahaan yang mengunakan pemasaran tanpa pembedaan umumnya mengembangkan tawaran yang ditujukan pada segmen paling besar dalam pasar. Kalau ada beberapa perusahaan melakukan hal sama maka persaingan sengit akan berlangsung dalam segmen paling besar. Kesulitan muncul ketika harus mengembangkan produk atau merek yang dituntut harus memuaskan semua konsumen. Akhirnya, segmen paling besar mungkin kurang menguntungkan, karena segmen ini akan memicu persaingan sengit. Menyadari hal ini, perusahaan lebih tertarik pada segmen yang lebih kecil.

 

2)      Strategi pemasaran yang membeda-bedakan pasar (Differentiated marketing).

Dengan strategi ini, perusahaan hanya melayani kebutuhan beberapa kelompok konsumen tertentu dengan jenis produk tertentu pula. Jadi perusahaan atau produsen menghasilkan dan memasarkan produk yang berbeda-beda untuk tiap segmen pasar. Dengan perkataan lain, perusahaan atau produsen menawarkan berbagai variasi produk dan product mix, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen atau pembeli yang berbeda-beda, dengan program pemasaran yang tersendiri diharapkan dapat dicapai tingkat penjualan yang tertinggi dalam masing- masing segmen pasar tersebut.

Perusahaan yang menggunakan strategi ini bertujuan untuk mempertebal kepercayaan kelompok konsumen tertentu terhadap produk yang dihasilkan dan dipasarkan, sehingga pembeliannya akan dilakukan berulang kali. Dengan demikian diharapkan penjualan perusahaan akan lebih tinggi dan kedudukan produk perusahaan akan lebih kuat atau mantap di segmen pasar.

Keuntungan strategi pemasaran ini, penjualan dapat diharapkan akan lebih tinggi dengan posisi produk yang lebih baik di setiap segmen pasar, dan total penjualan perusahaan akan dapat ditingkatkan dengan bervariasinya produk yang ditawarkan.

Kelemahan strategi ini adalah, terdapat kecenderungan biaya akan lebih tinggi karena kenaikan biaya produksi untuk modifikasi produk, biaya administrasi, biaya promosi, dan biaya investasi.

Contoh Penertapan terhadap produk Omah Kopi Mandiri

 

Pengolahan hasil Kopi “Sendang Wilis” tidak hanya butiran kopi saja, tetepi juga di tambah nilai value nya menjadi bubuk kopi dengan pengolahan berbagai cara, dan tingkat kematangan berbeda dari masing masing proses dan diberikan nama bagi hasil hasil proses kopi tersebut, tetapi hal ini dapat memakan biaya yang lebih banyak, biaya-biaya tersebut antara lain, berupa biaya riset dan pengembangan produk baru, biaya modifikasi produk, biaya proses produksi, biaya penyimpanan, biaya administrasi, biaya promosi, dan biaya-biaya yang lainnya.

 

3)      Strategi pemasaran yang terkonsentrasi (Concentrated Marketing).

 

Dengan strategi ini, perusahaan mengkhususkan pemasaran produknya dalam beberapa segmen pasar, dengan pertimbangan keterbatasan sumberdaya perusahaan. Dalam hal ini perusahaan produsen memilih segmen pasar tertentu dan menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen yang ada pada segmen pasar itu, yang tentunya lebih spesifik. Strategi pemasaran ini mengutamakan seluruh usaha pemasaran pada satu atau beberapa segmen pasar tertentu saja. Jadi perusahaan memusatkan segala kegiatan akan memberikan keuntungan yang terbesar.

Keuntungan penggunaan strategi ini, perusahaan dapat diharapkan akan memperoleh kedudukan atau posisi yang kuat di dalam segmen pasar tertentu yang dipilih. Hal ini karena, perusahaan akan mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dalam melakukan pendekatan bagi pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen dari segmen pasar yang dilayaninya. Di samping itu perusahaan memperoleh keuntungan karena spesialisasi dalam produksi, distribusi dan usaha promosi, sehingga apabila segmen pasar dipilih secara tepat, akan dapat memungkinkan berhasilnya usaha pemasaran produk perusahaan tersebut.

Kelemahan strategi pemasaran ini adalah perusahaan akan menghadapi risiko yang besar bila hanya tergantung pada satu atau beberapa segmen pasar saja. Hal ini karena, kemungkinan terjadinya perubahan selera para konsumen, atau peningkatan kemampuan daya saing perusahaan lain yang dapat melebihi kemampuan perusahan ini dalam melayani pasar secara baik dan efektif.

Contoh Penertapan terhadap produk Omah Kopi Mandiri

 

Produk Kopi Omah Kopi Mandiri kedepannya hanya dipasarkan kepada kelompok orang orang yang mempunyai kedai yang mempunyai selera kopi yang tinggi, jadi tidak membuat per sachet tapi dibuat kiloan untuk melayani kedai kopi, sehingga pemasaran difokuskan kepada komunitas kopi yang mempunyai selera tinggi. Lewat strategi pemasaran ini, perusahaan mencapai posisi pasar yang kuat dalam segmen yang dilayani karena pengetahuan yang lebih banyak tentang kebutuhan segmen. Perusahaan

 

banyak juga menikmati banyak penghematan operasional karena spesialisasi dalam produksi, distribusi, dan promosi. Namun, pada waktu sama pemasaran terkonsentrasi juga mengandung resiko yang lebih besar dari normal. Segmen tertentu bisa berubah seketika, atau perusahaan kopi yang lain yang memiliki jangkauan besar memasuki segmen yang sama. Oleh karena itu, banyak perusahaan memilih memasuki beberapa segmen pasar.

Dari ketiga strategi ini, pasar merupakan suatu keseluruhan bagi penjualan, sehingga yang cocok untuk recovery pemasaran pasca covid-19 untuk Omah Kopi Mandiri yaitu memperhatikan kebutuhan konsumen secara umum, Oleh karena itu perusahaan hanya menghasilkan dan memasarkan satu macam produk saja dan berusaha menarik semua pembeli dan calon pembeli dengan suatu rencana pemasaran saja. Strategi ini bertujuan untuk melakukan penjualan secara massal, sehingga menurunkan biaya.

C.     Strategi untuk Recovery Pemasaran Pasca Covid-19

Pandemi Covid-19 mempengaruhi rantai pasok industri kopi global dan dalam negeri. Kondisi ini turut berdampak pada pelaku usaha retail, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan petani kopi. Hal ini harus segera diselesaikan untuk masalah pemasaran guna memulihkan kembali penjualan produk Kopi Omah Kopi Mandiri

Data International Coffee Organization (ICO) dalam laporannya April 2020 menunjukkan, penurunan produk domestik bruto (PDB) dunia 1% telah memengaruhi permintaan kopi sebesar 0,95%. Jumlah ini setara dengan 1,6 juta kantong berukuran 60 kilogram.

 

Minum kopi kini sudah menjadi gaya hidup bagi anak-anak generasi millenial dan bukan sekedar minuman penghilang rasa kantuk. Ini tercermin dari menjamurnya kafe atau kedai-kedai penjual minuman dari seduhan bubuk kopi di seluruh nusantara. Kini untuk dapat menikmati kopi yang berkualitas tidak hanya di Starbucks atau di Coffee Bean. Sebab, kafe penjaja minuman kopi lokal kini telah hadir di mana-mana, dari pinggir-pinggir jalan, kawasan bisnis hingga ke mall.

Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54% menjadi 276 ribu ton. Konsumsi kopi Indonesia sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22%/tahun. Pada 2021, pasokan kopi diprediksi mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi 370 ribu ton, sehingga terjadi surplus 425 ribu ton.

Sekitar 94,5% produksi kopi di Indonesia dipasok dari pengusaha kopi perkebunan rakyat. Adapun 81,87% produksi kopi nasional merupakan jenis robusta yang berasal dari sentra kopi di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa Timur dan Jawa Tengah.4

Hal itu pun berdampak pada bisnis kopi secara keseluruhan. Pelaku usaha harus siap menghadapi situasi saat ini dengan tiga strategi seperti berikut :

  1. Memanfaatkan SDM yang bergerak di bidang IT

Adanya pembatasan aktivitas karena pandemi saat ini, membuat para pelaku usaha harus memutar otak agar brand dan produk yang mereka olah dapat tersalurkan ke pasar dengan maksimal. Salah satu cara yang dilakukan oleh Omah Kopi Mandiri adalah memaksimalkan SDM yang bergerak di Bidang IT, DI Omah Kopi Mandiri sendiri ada 4 orang yang mengolah dan bergerak di sektor IT. Salah satu produk yang dihasilkan oleh tim IT Omah Kopi mandiri ialah website yang dibuat untuk pelelangan biji dan kopi bubuk. Websitenya sendiri adalah tulungagung.coffee, Bakulkopi.com dan www.produktulungagung.com. Website – website tersebut dibuat oleh tim IT Omah Kopi Mandiri untuk membantu pningkatan dan pemaksimalan pemasaran biji kopi yang terhambat digudang.

 

 

 

4 https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/31/2021-konsumsi-kopi-indonesia-diprediksi-

mencapai-370-ribu-ton (diakses pada 18 November 2020, pukul 09

 

 

  1. Bekerja sama dengan Kartel Besar atau Agregator Pabrik Besar

Selain membuat website untuk peningkatan penjualan secara online Omah Kopi Mandiri juga membuat kontrak dan kerjasama dengan kartel atau agregator yang membutuhkan kopi secara komersial. Hal tersebut dilakukan agar para petani tetap mendapatkan pemasukan dari proses penanaman dan pengolahan kopi. Tugas ini dilakukan oleh tim pemasaran Omah Kopi Mandiri. Tetapi Omah Kopi Mandiri tetap menjual dengan harga yang sesuai dengan pasar, dengan tujuan pensejahteraan petani kopi yang menjadi salah satu tujuan Omah Kopi Mandiri

 

  1. Bekerja sama dengan Bank Indonesia

Omah Kopi Mandiri merupakan salah satu klaster binaan Bank Indonesia. Sehingga meskipun pada saat pandemi, Omah Kopi Mandiri masih memilki beberapa jalur pemasaran. Dengan adanya Bank Indonesia ini Petani kopi di Omah Kopi Mandiri sangat terbantu. Karena Bank Indonesia juga membantu klaster kopi khususnya Tulungagung atau kopi sendang wilis untuk memaksimalkan penjualan produk kopi lokal.

 

BAB IV PENUTUP

A.     Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. 1.      Strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan omah kopi mandiri tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya.
  2. 2.      Pasar merupakan suatu keseluruhan bagi penjualan, sehingga yang cocok untuk recovery pemasaran pasca covid-19 untuk Omah Kopi Mandiri yaitu memperhatikan kebutuhan konsumen secara umum, Oleh karena itu perusahaan hanya menghasilkan dan memasarkan satu macam produk saja dan berusaha menarik semua pembeli dan calon pembeli dengan suatu rencana pemasaran saja. Strategi ini bertujuan untuk melakukan penjualan secara massal, sehingga menurunkan biaya.
  3. 3.      Pandemi Covid-19 mempengaruhi rantai pasok industri kopi global dan dalam negeri. Kondisi ini turut berdampak pada pelaku usaha retail, usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan petani kopi. Hal ini harus segera diselesaikan untuk masalah pemasaran guna memulihkan kembali penjualan produk Kopi Omah Kopi Mandiri. Sehingga solusi untuk pemulihan pemasaran ini menggunakan platform e-commerce karena pada masa ini merupakan masa digitalisasi.

 

B.     Saran

Berdasarkan uraian diatas maka penulis dapat memberikan saran dengan maksud supaya dalam pelaksanaan strategi pada masa yang akan datang bisa lebih baik dan lebih meningkat. Untuk pengembangan lebih lanjut, saya memiliki saran untuk yang lebih baik kedepannya.

1.      Untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebagai pengelola praktik, diharapkan selalu menjaga hubungan baik dengan instansi/lembaga tempat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) umumnya dan khususnya Omah Kopi Mandiri, sehingga dapat terjalinnya hubungan kerjasama yang bisa berkelanjutan.

2.      Untuk Omah Kopi Mandiri

Perlu meningkatkan optimalisasi untuk pengelolaan platform e-commerce, dan memperbaiki sistem pencatatan gudang dan menjaring pasar sebanyak banyaknya guna meningkatkan penjualan

3.      Untuk mahasiswa sebagai Peserta PPL

Saat kegiatan PPL, mahasiswa harus lebih efektif dalam mencari informasi terkait dengan lembaga tempat PPL, dan juga menerapkan protokol kesehatan mengingat saat ini masih pamdemi. Sebagai mahasiswa harus lebih bisa mempersiapkan diri dalam melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), serta diharapkan bisa lebih professional dalam melakukan praktik di lapangan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kotler    Philip    2004.    Manajemen    Pemasaran.Diterjemahkan     Wichmusw Bakowatum. Edisi Millenium. Jakarta : Prehallindo.

Najiyati, Sri, dan Danarti. 2002. Kopi: Budidaya dan Penanganan Pasca Panen. Jakarta Penebar Swadaya.

Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran,.Jakarta : PT Raja Gratindo Persada.

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/31/2021-konsumsi-kopi- indonesia-diprediksi-mencapai-370-ribu-ton (diakses pada 18 November 2020, pukul 09.30)

 

Lampiran 1

 

BERITA ACARA HARIAN

PPL JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG GELOMBANG III TAHUN 2020

 

Pada tanggal 05 Oktober Sampai tanggal 05 November Tahun 2020, bertempat di Lembaga Usaha Bersama Omah Kopi Mandiri, telah dilaksanakan PPL Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung gelombang III Tahun 2020 oleh mahasiswi dengan identitas sebagai berikut :

Nama : Nurseto Setyo Wibowo NIM    : 12402173609

Jurusan : Ekonomi Syariah

 

NO

Hari/Tgl

Pukul

Kegiatan

1

Kamis, 01 Oktober

2020

09.00 Pendalaman materi PPL yang dilaksanakan oleh pelaksana PPL Gel 3 melalui via online yaitu YouTube serta membuat ringkasan materi yang

telah di jelaskan dalam segi pendalaman materi

2

Sabtu, 03 Oktober 2020

10.00 Mencari informasi tentang pengelolaan hasil pertanian kopi desa sendang di warung dan musik candra nada bersama ibu Kurnia Ika

Kusuma

3

Senin, 05 Oktober 2020

08.00 Datang ke Candra Nada sebagai kantor sekretariat Omah Kopi Mandiri guna melakukan praktik lapangan sekalian meminta izin melakukan observasi selama sebulan di tempat PPL tersebut. lembaga buka hari senin – jumat

jam 08.00 – 13.00 WIB.

4

Selasa, 06 Oktober

2020

10.00 Membuat rancangan untuk bahan observasi kegiatan yang akan dilakukan

 

5

Rabu, 07 Oktober 2020 10.00 Melakukan wawancara kepada pemimpin Omah

Kopi Mandiri yaitu bapak Kristian Yuwono

6

Kamis, 08 Oktober

2020

10.00 Merangkum informasi yang kemaren diberikan

oleh narasumber

7

Jumat, 09 Oktober 2020 10.00 Mengerjakan tugas review pendalaman materi

8

Sabtu, 10 Oktober 2020 10.00 Melanjutkan mengerjakan laporan PPL

9

Minggu, 11 Oktober

2020

10.00 Membuat konsep kegiatan yang akan dilakukan ketika berada di kantor administrasi Omah Kopi

Mandiri

10

Senin – Jumat

12-16 Oktober 2020

08.00 Melakukan praktikum di tempat PPL untuk menjadi admin pada market place produk dari

Omah Kopi Mandiri

11

Sabtu – Minggu

17-18 Oktober 2020

09.00 Melanjutkan mengerjakan laporan PPL

12

Senin – Selasa

19-20 Oktober 2020

18.00 Membuat      rancangan      skrip     video     profil

perusahaan

13

Rabu, 21 Oktober 2020 08.00 Mengamati     permasalahan    dilapangan    terkait

laporan PPL serta menentukan permasalahan yang telah ditemui dilapangan

14

Kamis, 22 Oktober

2020

09.00 Mencari     judul    yang    tepat    sesuai    dengan

permasalahan yang dihadapi di lapangan

15

Jumat, 23 Oktober 2020 16.18 Konsultasi kepada DPL terkait judul yang akan di       observasi    dan    langsung     mendapat    acc

mengenai judul yang gunakan.

16

Sabtu, 24 Oktober 2020 16.00 Melanjutkan mengerjakan laporan PPL

17

Minggu, 25 Oktober

2020

16.00 Membuat berita acara dan merekapnya menjadi

laporan PPL

18

Senin – Jumat

26-30 Oktober 2020

08.00 Melakukan praktikum di tempat PPL untuk membuat website e-commerce yang digunakan untuk pemasaran produk kopi Omah Kopi

Mandiri

19

Sabtu, 31 Oktober 2020 16.00 Melanjutkan mengerjakan laporan Berita acara

harian

 

20

Minggu- Rabu

01-04 November 2020

09.00 Melanjutkan mengerjakan laporan PPL dan

menyusun konsep video kegiatan PPL

21

Kamis, 05 November

2020

13.00 Meminta izin kepada pemimpin lembaga dan seluruh staf karyawan KUD Sasana Karya untuk berpamitan dan berterimakasih telah memberikan bimbingan dan arahan serta bantuan dalam mensukseskan PPL selama

sebulan penuh.

 

Tulungagung, 19 November 2020

 

 

 

 

Nurseto Setyo Wibowo

Nim. 12402173609

 

Lampiran 2

 

BERITA ACARA KONSULTASI

 

Nama                : Nurseto Setyo Wibowo

NIM                    12402173609

 

Jurusan             : Ekonomi Syariah

 

DPL                  : Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I. Tempat PPL    : Kantor Sekretariat Omah Kopi Mandiri

Judul Laporan : Strategi Recovery Pemasaran Kopi Pasca Covid-19 untuk Meningkatkan Penjualan Produk Omah Kopi Mandiri

 

No Hal Yang

Dikonsultasikan

Catatan DPL Paraf
1 Mengajukan judul PPL Judul laporan PPL dengan mengurangi variabel bebas yaitu terkait “Strategi Recovery Pemasaran Kopi Pasca Covid-19 untuk Meningkatkan Penjualan Produk Omah Kopi

Mandiri”

 
2 Durasi Video

Laporan PPL

Minimal 10 menit dan

Maksimal 15 menit

 

 

 

Tulungagung, 19 November 2020

 

 

 

 

 

Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I.

 

DOKUMENTASI

 

 

 

 

 

Foto dilokasi Kantor Sekretariat Omah Kopi Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Penggerak UMKM dan Pngurus Omah Kopi Mandiri

 

 

 

Foto Fasilitas Unit Pengolahan Hasil Omah Kopi Mandiri

 

 

 

 

 

Foto Produk Turunan Omah Kopi Mandiri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Produk Kopi Sendang Wilis

 

 

 

 

 

 

 

Foto Produk Kopi Sendang Wilis

 

 

 

 

Foto Diskusi Pemasaran Kopi untuk Seluruh Binaan Kopi Klaster Kopi

 

 

 

 

 

 

Foto Launching Platform e-commerce bakolkopi.com

 

 

 

Foto Bersama Tim Digital Talent Scholarship 2020 ke Kantor Sekretariat Omah Kopi Mandiri

 

 

Foto Bersama Pelatihan Digital Talent Scholarship 2020

IMG_20201102_185903-min

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh:
NANDA MILASARI
NIM. 12401173344
Dosen Pembimbing Lapangan :
Dr. Agus Eko Sujianto,S.E.,M.M.
NIP.197108072005011003
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
2020

Permasalahan kemiskinan di Indonesia sudah sangat mendesak untuk di tangani. Khususnya di wilayah perkotaan, salah satu ciri umum dari kondisi fisiik masyarakat miskin adalah tidak memiliki akses keprasarana dan sarana dasar lingkungan yang memadai, dengan kualitas perumahan dan pemukiman yang jauh di bawah standar kelayakan, serta mata pencaharian yang tidak menentu. Disadari bahwa selama ini banyak pihak yang lebih melihat persoalan kemiskinan hanya pada tataran gejala-gejala yang tampak terlihat dari luar atau di tataran permukaan saja, yang mencangkup multidimensi, baik dimensi politik, sosial, ekonomi, aset dan lain-lain.
Karakteristik kemiskinan dan krisis ekonomi yang terjadi telah
menyadarkan semua pihak bahwa pendekatan dan cara yang dipilih dan penanggulangan kemiskinan selama ini perlu diperbaiki, yaitu ke arah pengokohan kelembagaan masyarakat. Keberdayaan kelembagaan masyarakat ini dibutuhkan dalam rangka membangun organisasi masyarakat warga yang benar-benar mampu menjadi wadah perjuangan kaum miskin, yang mandiri dan berkelanjutan dalam menyuarakan aspirasi serta kebutuhan mereka dan mampu mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang berrkaittan dengan kebijakan public di tingkat local, baik aspek sosial, ekonomi maupun lingkungan, termasuk perubahan dan pemukiman.

Selengkapnya***LaporanPPLNandaMilasari-12401173344***

Gambar1

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh:
Mohammad Maghfur Asy'ari
NIM. 12402173330
Dosen Pembimbing Lapangan :

Mochammad Faizun, S.S., M.Pd.I.


JURUSAN EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
2020
 

Masyarakat Indonesia telah mengenal buah kopi sejak zaman dahulu. Buah kopi dapat digunakan sebagai bahan makanan, bahan dasar obat, serta minuman. Buah kopi yang setelah dinikmati dalam bentuk bubuk dapat dibuat minuman. Kopi pada dasarnya merupakan sesuatu yang menarik untuk dibicarakan, karena kopi merupakan salah satu komoditi terlaris saat ini, yang selalu diburu para penikmat kopi dimanapun berada. Kopi sebagai minuman keluarga dapat pula dijadikan tema promosi karena mengkonsumsi kopi merupakan bagian dari kebiasaan keluarga. Banyak orang beranggapan bahwa kopi dapat membuat orang tetap terjaga dalam waktu lama. Selain itu juga memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Kopi sudah menjadi sesuatu yang mendarah daging disebagian orang, rasanya satu hari tidak meminum kopi terasa ada yang kurang. Oleh karena itu kopi adalah sebuah bisnis yang sangat potensial. Menurut survei yang dilakukan oleh AEKI (Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia), rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi kopi sebanyak 0,98 kg/kapita/tahun. Dengan demikian, bila jumlah penduduk Indonesia sekitar 257 juta jiwa pada tahun 2015 (AEKI,2015), maka produksi kopi setiap tahun yang diperlukan berkisar antara 280.000 ton kopi untuk keperluan konsumsi dalam negeri.

Budaya, gaya hidup dan mobilitas masyarakat Indonesia saat ini berubah karena dipengaruhi oleh budaya luar. Masyarakat Indonesia cenderung menghabiskan waktu luangnya untuk mengunjungi pusat perbelanjaan, bersosialisasi, mengunjungi tempat hiburan, atau bersantai di kedai kopi favorit. Konsumsi masyarakat akan kebutuhan penunjang membawa dampak positif bagi para pengusaha kuliner di Indonesia, termasuk juga pengusaha di bidang kuliner seperti kuliner makanan khas, daerah, kuliner makanan dengan inovasi terkini, dan tidak terkecuali dengan budaya-budaya yang mengikutinya, salah satu budaya yang memberikan efek terhadap bisnis di Indonesia adalah budaya minum kopi. Budaya minum kopi cukup digemari di Indonesia khususnya di Tulungagung.

 

RIZKI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktek Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh
RIZKI PUTRA PEMBAYUN NIM. 12405173129
Dosen Pembimbing Lapangan NUR AZIZ MUSLIM M.H.I NIP. 197407162009011006

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG
2020

Toko baju adalah tempat yang tepat dalam mendapatkan baju yang dibutuhkan oleh semua orang. Berbagai jenis pakaian seperti baju gamis, gaun, atau kemeja, bisa dibeli berbagai jenis pakaian tersebut di toko baju yang mempunyai berbagai macam produk pakaian tersebut. Sehingga konsumen akan mempunyai banyak pilihan dalam memilih dan membeli berbagai macam jenis pakaian, dan konsumen tidak akan salah memilih dalam memilih baju yang ingin kenakan. Toko baju yang menjual berbagai macam jenis pakaian yang ada dapat membuat anda lebih jeli dalam memilih pakaian yang ada. Yang perlu perhatikan dalam membeli baju tersebut di toko baju adalah bagaimana pemilihan yang pas antara warna dan kesesuaian dengan bentuk tubuh, apakah gemuk atau kurus. Yang paling penting adalah konsumen dapat nyaman mengenakan pakaian yang pakai. Sehingga konsumen dapat mengenakan pakaian yang dipakai dengan tidak sempit tetapi juga tidak terlalu lebar. Dan konsumen dapat mencoba baju tersebut di toko baju jika nantinya berkeinginan untuk mengenakannya sambil menjalankan aktivitas sehari-hari yang nyaman. Beberapa model baju yang dapat konsumen pertimbangkan dalam memilih jenis baju tersebut adalah dari konsep desain yang menarik di toko baju. Dan juga dari harga dan kualitas bahan tersebut, karena baju akan terasa nyaman jika telah dicoba.
Barang kebutuhan primer berupa sandang ini sangatlah banyak jenis gambarnya. setiap orang pastinya tidak luput dari pakaian/busana, dengan berbagai model yang disediakan. Dengan melihat kebutuhan manusia pada saat ini yang terus berkembang khusunya pada pakaian, untuk itu saya memelih Praktek Pengalaman Lapangan ke salah satu Toko Pakaian yang berada di Trenggalek yaitu toko baju Syakira dengan menjual berbagai macam pakaian seperti gamis salah satu produk unggulan dari toko tersebut. Toko baju syakira didirikan oleh ibu May Saroh pada tahun 2016 yang bertepatan di desa Sumberagung Pakis Durenan Trenggalek dan memiliki 2 seorang karyawan.

Toko baju Syakira Trenggalek termasuk usaha yang berdampak akibat pandemic virus corona, adanya kebijakan physical distancing serta pembatasan kegiatan membuat omset toko baju syakira Trenggalek mengalami penurunan, akan tetapi usaha ini masih tetap bisa bertahan karena pasar dari usaha ini sebagian besar berasal dari ibu-ibu komunitas seperti grub sholawat dll, sehingga ketika kegiatan masyarakat masih dibatasi tapi pesanan dari ibu-ibu tersebut bisa membantu memutar roda kehidupan usaha ini.
Dengan demikian berbagai ketrampilan dan strategi yang dilakukan Toko Baju Syakira Trenggalek untuk tetap bisa bertahan ditengah pandemi serta tetap bisa menjaga pasar, sehingga memiliki konsumen yang loyal terhadap usaha ini. Untuk itu saya mengambil judul penelitian “Model Strategi Pemasaran pada Toko Baju Syakira Trenggalek”, untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang digunakan Toko Baju Syakira Trenggalek.

Selengkapnya LAPORAN PPL RIZKI PUTRA PEMBAYUN-1

IMG-20201102-WA0003

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

IAIN Tulungagung

Oleh: TIANA YOGAWATI W.

NIM. 12401173366

Dosen Pembimbing Lapangan :

Dr. Agus Eko Sujianto,S.E.,M.M.

NIP.197108072005011003

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI

DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2020

Koperasi adalah suatu perkumpulan atau organisasi ekonomi yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan, yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota menurut peraturan yang ada, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan suatu usaha, dengan tujuan mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.1 Dalam persaingan global sekarang ini, koperasi juga harus mengemban misi negara yang sangat berat, yaitu sebagai sakaguru perekonomian nasional, atau tiangnya perekonomian nasional, atau dasar ekonomi nasional. Dalam Pasal 3 UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian menyebutkan bahwa tujuan koperasi di Indonesia adalah: “Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.”

Selanjutnya >Laporan PPL Tiana Yogawati W-1<