Monthly Archives: March 2021

Screenshot_20210328-214557_Gallery

 

Diajukan Untuk memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungangung

Oleh : FINA ITHMATUL MAULA (12403183054)

Dosen Pembimbing Lapangan Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A. NIP. 197209082007102001

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

Dalam menjalankan usaha, BUMDes tentu membutuhkan laporan keuangan yang bertujuan untuk menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Tujuan laporan keuangan adalah menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dalam peranannya menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan sumber daya yang menjadi tanggungjawabnya. Ikatan akuntan Indosesia telah menerbitkan standar dalam penyusunan laporan keuangan. Standar laporan keuangan tersebut berupa Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau disebut SAK ETAP. SAK ETAP di peruntukkan bagi entitas yang laporan keuangannya tidak akuntabel untuk publik secara luas dan bisa diterapkan oleh usaha kecil menengah karena tidak memperjualbelikan sahamnya di pasar modal. SAK ETAP diterbitkan tahun 2009 berlaku efektif 1 Januari 2011 dengan maksud agar semua unit usaha menyusun laporan keuangan sesuai standar yang telah ditetapkan. Standar SAK ETAP yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal.

Selengkapnya >>> LAPORAN PPL_FINA ITHMATULMAULA_12403183054 <<<

 

IMG20210218103600-min

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

YUSRINA DZAKIROH

NIM. 12403183062

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A.

 

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

2021

Suatu bisnis dalam meningkatkan perkembangannya pasti memiliki berbagai strategi masing-masing. Misalnya seperti strategi inovasi produk agar lebih diminati konsumen. Pada laporan ini akan dibahas mengenai strategi yang diterapkan suatu perusahaan.Seperti strategi inovasi produk, strategi pengelolaan keuangan, dan dalam menjaga stabilitas kas. Dalam praktik ini akan mengulas mengenai strategi yang diterapkan UMKM Gadhe Tjinderamata Toeloengagoeng dalam menjaga stabilitas kas usaha.

UMKM merupakan kegiatan usaha yang dilakukan oleh badan usaha atau perorangan sesuai dengan kriteria yang ditetapka dalam undang-undang. UMKM Gadhe Tjinderamata Toeloengagoeng memproduksi dan menjual berbagai cinderamata khas Kabupaten Tulungagung. Seiring berjalannya waktu produknya terus bertambah seperti kaos, tas, gantungan kunci, topi, mug, mainan tradisional anak, dan lain-lain yang berbau tempo dulu. Pada tahun 2019, dunia clothing mengalami penurunan. Hal ini mungkin juga dikarenakan siklus perekonomian. Hingga tahun 2020 adanya pandemi covid-19 yang berdampak pada semua usaha dan pastinya pada UMKM ini.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL-YUSRINA DZAKIROH-12403183062<<<

WhatsApp_Image_2021_03_28_at_08_46_19-compress1

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

INDAR GRESSIA SRIDEWA PUTRI

NIM. 12403183022

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A.

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2021

 Pada masa pandemi ini pemerintah mengupayakan tindakan untuk membantu perekonomian masyarakat yang terdampak COVID-19. Salah satunya dengan mengganti mekanisme penyaluran Dana Desa sebelum pandemi COVID-19 dilalukan secara bertahap. Pemerintah memprioritaskan pengalokasian Dana Desa untuk dua hal yaitu : prioritas pertama adalah pembangunan infrastruktur secara swakelola dengan sistem Padat Karya Tunai Desa (PTKD) untuk memperkuat daya tahan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat. Prioritas kedua adalah penguatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan COVID-19. Penyaluran Dana Desa di masa pandemi dalam bentuk bantuan langsung tunai Dana Desa (BLT DD) dinilai jauh lebih efektif ketimbang sebelum ada wabah. Hal ini karena ditujukan kepada yang terdampak COVID-19 atau warga miskin yang terkena imbas akibat wabah ini. di masa pandemi pemerintah cukup sigap untuk perubahan penyaluran Dana Desa dan dijadikan bagian dari social assistance penanggulangan COVID-19 sehingga mengeluarkan BLT Dana Desa.

Selengkapnya>>>INDAR GRESSIA SRIDEWA PUTRI_LAPORAN PPL 2021-dikonversi (1)_compressed<<<

 

 

IMG-20210328-WA0003

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

 

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

ASNA FITRIANI HABIBAH

 

NIM. 12403183021

 

Dosen Pembimbing Lapangan

 

Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A.

 

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

 

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

 

IAIN TULUNGAGUNG

 

2021

Di Indonesia Usaha Mikro, Kecil dan Menengah banyak dipilih oleh sebagian masyarakat untuk keluar dari permasalahan sosial yang ada. Secara sederhana, UMKM adalah usaha produktif milik perorangan dengan pengetahuan dan teknologi yang sederhana. Pada umumnya, UMKM bersifat usaha keluarga yang mana usaha ini dikembangkan sendiri oleh pemilik dan keluarganya. Setelah berkembang, pemilik UMKM akan mempekerjakan penduduk disekitarnya. Dengan demikian UMKM akan berpengaruh pada perubahan ekonomi di daerahnya.

UMKM memiliki peranan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara berkembang seperti Indonesia tetapi juga di negara-negara maju. Di Indonesia peranan UMKM selain berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, UMKM juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatasi pengangguran. Tumbuhnya usaha mikro menjadi bagian dari sumber pertumbuhan kesempatan kerja dan pendapatan. Dengan demikian, pengembangan UMKM diharapkan mampu untuk meningkatkan stabilitas ekonomi makro, Karena menggunakan bahan baku lokal dan memiliki potensi ekspor. Selain itu akan membantu menstabilkan kurs rupiah dan tingkat inflasi.

Selengkapnya>>>Laporan PPL Gel 1_Asna Fitriani Habibah_12403183021<<<

foto

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

NINING NUR SAFITRI

                                                                       NIM. 12403183051 

Dosen Pembimbing Lapangan

  Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A.

 

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan usaha yang dapat memperluas kesempatan kerja dan memberikan berbagai macam jasa ekonomi kepada masyarakat, berperan dalam proses pemerataan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pendapatan nasional serta stabilitas ekonomi. UMKM sendiri sudah diatur dalam undang-undang ini. Menurut Undang-undang Nomor 20 20 Tahun 2008, Usaha Mikro adalah usaha produksi yang dimiliki oleh perseorangan atau perseorangan dan / atau badan usaha perseorangan yang memenuhi standar usaha mikro yang ditentukan dalam Undang-Undang.

Secara global, perkembangan dan kemajuan teknologi informasi berdampak luas terhadap peraturan perundang-undangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. Salah satu dampak dari kemajuan teknologi informasi pada UMKM adalah proses pencatatan transaksi, jika dulu hanya dapat mencatat secara manual, kini seiring dengan perkembangan zaman, komputer dapat digunakan untuk mencatat transaksi. Catatan keuangan sangat penting bagi setiap pelaku usaha. Informasi yang terekam kemudian dapat diproses sebagai dasar pengambilan keputusan. Sumber daya manusia yang terbatas membuat pelaku usaha tidak terlalu perduli dengan pencatatan keuangan. Bagi para pelaku usaha, yang terpenting adalah mengembangkan operasional bisnisnya.

Pencatatan keuangan UMKM memang membutuhkan waktu, tenaga dan keahlian. Sekalipun tampaknya memakan waktu, pencatatan keuangan akan menjadi mudah seiring berjalannya waktu. Apalagi jika para pelaku usaha sudah memahami manfaat yang didapat dari tertib pencatatan keuangan. Pencatatan keuangan yang tertib memungkinkan UMKM untuk melakukan pelaporan keuangan. Jika informasi akuntansi yang dihasilkan berkualitas, maka laporan keuangan yang baik dapat dihasilkan. Kualitas informasi akuntansi dapat ditingkatkan dengan menitikberatkan pada bagaimana melaksanakan proses akuntansi dengan benar sesuai dengan standar laporan keuangan.

Selengkapnya>>>PPL GEL I - NINING NUR SAFITRI-AKS-12403183051


 

 

 FOTO BLOG LAB FEBI

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah

 

Fakultas konomi Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

 

Oleh:

 

ENNY AYU AMBAR WANTI

 

NIM. 12403183016

 

 

Dosen Pembimbing Lapangan

 

SRI DWI ESTININGRUM, S.E.AK, M.M., C.A

 

NIP. 197209082007102001

 

  

 

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

 

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Pada umumnya setiap perusahaan yang didirikan memiliki tujuan untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut erat kaitannya dengan penjualan, karena penjualan mempunyai peran yang sangat penting disamping faktor-faktor lainnya seperti modal. Perusahaan dagang dapat memperoleh laba melalui kegiatan penjualan barang dagangan yang dilakukan kepada konsumen. Perusahaan dagang dapat menjual barang dagangannya secara tunai maupun kredit. Dari beberapa perusahaan dagang banyak yang menerapkan penjualan secara kredit dalam rangka meningkatkan penjualannya. Penjualan kredit seperti ini di dalam perusahaan dagang umumya disebut piutang dagang. Sedangkan pada lembaga keuangan laba usaha yang diterima adalah dari suku bunga pinjamann, piutang pada lembaga keuangan seperti ini terjadi saat pemberiaan kredit kepada nasabah.

Piutang dagang adalah kas yang belum dibayarkan oleh konsumen atas barang yang diterima, akibat pemberian jangka waktu pembayaran dari pihak perusahaan. Selain itu piutang dagang merupakan suatu bentuk investasi yang cukup besar bagi perusahaan, maka harus dikelola secara efisien sehingga keuntungan-keuntungan yang didapatkan lebih meningkat. Di dalam piutang dagang sering terjadi kendala yaitu piutang tak tertagih dan keterlambatan pembayaran. Hal ini bisa terjadi karena adanya kecurangan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan yang menangani piutang dagang, sistem pencatatan akuntansi piutang dagang yang tidak baik, serta tidak teraturnya karyawan yang mengontrol pembayaran kredit. Semua itu merupakan resiko dari penjualan kredit yang dapat menghambat kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu diperlukan sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat menunjang efektifitas piutang dagang dalam sebuah perusahaan.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_ENNY AYU AMBAR WANTI_12403183016<<<

 

 

                                               IMG-20210328-WA0054

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

YESI DYAH ANGGRAINI

NIM : 12403183014

Dosen Pembimbing Lapangan:

SRI DWI ESTININGRUM, S.E., Ak., M.M., C.A.

NIP. 197209082007102001

 

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu penggerak perekonomian di Indonesia sehingga dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi. UMKM sangat berperan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang diserap. Dengan adanya UMKM, maka dapat membuka peluang bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar serta masyarakat akan menjadi lebih mandiri. Sehingga, dapat memperoleh keuntungan dari usaha yang diciptakannya tersebut.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu  usaha yang banyak dijalankan oleh pengusaha di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pengelolaan UMKM yang tidak sulit dan mudah untuk dijalankan oleh pihak dari kalangan manapun serta tidak membutuhkan biaya yang sangat besar. Jumlah UMKM di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat dan bertahan. Melihat hal tersebut maka dibutuhkan dukungan untuk mengembangkan dan mewujudkan UMKM yang mandiri dan maju.

Selengkapnya>>>LAPORAN-PPL YESI DYAH ANGGRAINI AKS 12403183014<<<

 

WhatsApp Image 2021-03-28 at 11.25.21 (1)

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh:

Yusvia Nur Afifah

NIM. 12403183005

 

Dosen Pembimbing Lapangan:

Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A.

NIP. 197209082007102001

 

 

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan usaha yang memiliki pengaruh kuat dan berpotensi terhadap pergerakan roda perekonomian. Adanya UMKM telah memberikan kontribusi dan perananannya dalam mengurangi pengangguran. Isu menarik tentang UMKM sudah sejak lama dibahas, diawali dari adanya krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997 hingga terjadi resesi ekonomi. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia sendiri dalam mempertahankan nilai rupiah ditengah krisis. Pada saat itu, UMKM salah satu usaha yang tidak terpengaruh terhadap adanya krisis dan dalam kenyataannya dapat bertahan hingga kini. Bahkan, data terbaru yang dipublikasikan oleh BPS (Badan Pusar Statistik) tahun 2017-2018 jumlah UMKM mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sector UMKM cenderung ke faktor pemanfaatan sumber daya alam dan padat karya seperti perikanan, perdagangan, pertanian, dan perkebunan. Salah satu produk yang tercipta di UMKM ini adalah batik ecoprint. Pada tahun 2017 batik ecoprint meningkat pesat di Indonesia. Batik ecoprint ini dapat dijadikan tren gaya hidup masyarakat ramah lingkungan karena batik ini menggunakan pewarna alami seperti dedaunan dan bunga yang berasal dari alam. Produk yang dihasilkan adalah lembaran kain dan produk fashion yang memiliki nilai tambah dalam budaya lokal dan ramah lingkungan.

Sesuai dengan namanya eco yang berasal dari kata ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak. Dapat diartikan ecoprint adalah proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Teknik ini dilakukan dengan cara menempelkan tanaman yang memiliki pigmen warna kepada kain yang kemudian direbus di dalam kuali besar. Tanaman yang digunakan pun merupakan tanaman memiliki sensitivitas tinggi terhadap panas, karena hal tersebut merupakan faktor penting dalam mengekstraksi pigmen warna. Batik ecoprint merupakan produk yang unik karena tidak bisa diulang, dikarenakan bahan pewarna (daun dan bunga) yang dipakai tidak akan sama. Maksudnya pewarna yang digunakan ecoprint hanya berlaku sekali pakai, dan tidak mungkin ada dua produk yang sama persis.

 

 

 

 

 

FOTO UMMU

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

UMMU AIYMA NAFIDHATUL KHUSNA

NIM. 12403183033

Dosen Pembimbing Lapangan:

Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2021

 

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga ekonomi yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dengan tujuan untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat yang didasarkan atas kebutuhan dan potensi desa. BUMDes juga dijadikan sebagai salah satu mitra  pemerintah desa dalam mewujudkan rencana-rencana pembangunan ekonomi, sehingga BUMDes dituntut mampu menyediakan kebutuhan masyarakat dalam rangka pengembangan usahanya. Didirikannya BUMDes bertujuan agar masyarakat desa menjadi lebih sejahtera dan pemerintah desa menjadi lebih mandiri. Dengan  dibentuknya Badan Usaha Milik Desa ini, pemerintah berharap agar kemandirian dan kesejahteraan masyarakat lebih meningkat serta memperkuat ekonomi desa dan juga dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD). Pendirian BUMDes diatur dalam pasal 23 ayat (1) UU No.32 Tahun 2004, yang menyatakan bahwa desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

Sifat usaha BUMDes adalah berorientasi pada keuntungan, dimana dalam pengelolaanya BUMDes dapat menghimpun dana dari masyarakat ditingkat lokal, antara lain melalui pengelolaan dana bergulir dan kegiatan simpan pinjam. Kegiatan simpan pinjam disini tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat produktif yang tidak memiliki cukup modal untuk mendirikan sebuah usaha. Karena dengan diberlakukan kegiatan simpan pinjam masyarakat dapat melakukan pinjaman untuk modal dalam memulai sebuah usaha. Pinjaman disini dapat diartikan sebagai kredit yang nantinya pihak peminjam akan diwajibkan untuk mengembalikan dana yang telah dipinjamnya dengan jangka waktu yang telah ditentukan

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL-UMMU AIYMA NAFIDHATUL KHUSNA-12403183033-dikonversi<<<

 

FOTO WINDA

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

WINDA LUTFIANA

NIM. 12403183013

 

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak., M.M., C.A.

 

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2021

Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan usaha yang bisa menunjang perekonomian. Berbagai jenis usaha dituntut agar lebih maju dalam mengembangkan usahanya. Bahkan saat terjadi pandemi covid-19 pada awal bulan Maret 2020, para pelaku UMKM masih bisa bertahan. Tantangan bagi UMKM yaitu terkait dengan pengelolaan keuangan yang tepat. Pengelolaan keuangan dapat digunakan untuk melihat keberhasilan atau kegagalan dalam usaha.

Dalam setiap jenis usaha diperlukan adanya pencatatan keuangan untuk melihat berapa keuntungan atau kerugiannya. Dengan adanya pencatatan yang sesuai dengan akuntansi maka akan memudahkan pelaku usaha melihat laba atau ruginya. Kurang sadarnya pelaku usaha untuk menjalankan pembukuan, akan menghambat pembuatan laporan keuangan. Meski tidak terlihat mengenai kurangnya pemahaman dalam pencatatan akuntansi, hal tersebut bisa berakibat pada usaha yang dijalani menjadi bangkrut.

Akuntansi merupakan kunci indikator kerja, bisa digunakan untuk melihat keuangan dan mengambil keputusan dalam meningkatkan pengelolaan keuangan. Informasi yang disajikan dalam akuntansi merupakan dasar untuk meninjau seberapa efektif pencatatan keuangan dan pentingnya menerapkan keuangan pada usaha mikro, kecil dan menengah. Adanya pencatatan yang sesuai dengan akuntansi akan lebih memudahkan pelaku usaha mengoreksi jika terjadi ketidakstabilan pendapatan. Tetapi bertolak belakang bahwa kenyataannya tidak sedikit pelaku usaha yang belum menerapkan pencatatan yang sesuai

 selengkapnya>>>LAPORAN PPL_WINDA LUTFIANA_12403183013<<<