Monthly Archives: March 2021

386eeebd-fbdc-4aa4-bb9d-9e5c0ef7f153

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

ELOK KARTIKA SIWI

NIM. 12405183100

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Eka Astutiningsih, S.E.,M.M

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

JANUARI 2021

Pada era pesaingan bisnis yang sangat ketat pada saat ini. Para pelaku bisnis untuk mampu memaksimalkan kinerja perusahaannya. Perusahaan harus berusaha keras untuk mempelajari dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Dengan memahami kebutuhan, keinginan dan permintaan pelanggan, maka akan memberikan masukan penting bagi perusahaan untuk merancang strategi pemasaran agar dapat menciptakan kepuasan bagi pelanggannya (Kotler dan Armstrong, 2001). Perusahaan harus menempatkan kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya perusahaan yang menyertakan komitmennya terhadap kepuasan pelanggan dalam pernyataan misinya, iklan, maupun public relations release. Kunci utama perusahaan untuk memenangkan persaingan adalah memberikan nilai dan kepuasan kepada pelanggan melalui penyampaian produk dan jasa yang berkualitas dengan harga yang bersaing.

Kualitas pelayanan merupakan suatu profit strategy untuk menarik lebih banyak konsumen baru, mempertahankan konsumen yang ada, Perusahaan yang mengutamakan kualitas pelayanan yang baik akan berdampak pada kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan sebagai usaha untuk mewujudkan kenyamanan terhadap konsumen agar konsumen merasa mempunyai nilai yang lebih dari yang diharapkan. kualitas layanan yang lebih dekat untuk kepuasan konsumen akan memberikan harapan lebih dan sebaliknya. Dengan adanya kualitas pelayanan yang telah diberikan, maka secara tidak langsung kepuasan konsumen akan terwujud.

Selengkapnya.....Laporan_PPL_Elok Kartika siwi

LAPORAN PPL TIANA DWI N

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh
TIANA DWI NURRROHMAH
NIM. 12405183143
Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. Sutopo, M.Pd.
NIP. 197805092008011012
JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN TULUNGAGUNG

 

Pada saat sekarang ini kehidupan masyarakat sangat sulit jangankan untuk memenuhi kebutuhan sekunder, untuk memenuhi kebutuhan primer saja masyarakat sudah sangat kesulitan. Untuk itu diperlukan adanya perbaikan perekonomian masyarakat. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah sektor pertanian karena sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting peranannya dalam perkonomian. Soekartawi (2002) menyatakan bahwa sektor pertanian di Indonesia dianggap penting. Hal ini terlihat dari peranan sektor pertanian terhadap penyediaan lapangan kerja, penyediaan pangan dan penyumbang devisa negara yaitu melalui ekspornya.

       Peran sub sektor peternakan terhadap pembangunan pertanian cukup signifikan, dimana industri perunggasan merupakan pemicu utama perkembangan usaha di sub sektor peternakan. Permintaan pangan hewani asal ternak (daging, telur dan susu) dari waktu ke waktu cenderung meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, pendapatan, kesadaran gizi, dan perbaikan tingkat pendidikan. Sehingga pengembangan peternakan mempunyai harapan yang baik dimasa depan karena permintaan bahan–bahan berasal dari ternak akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, peningkatan pendapatan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang bergizi tinggi.

          Hal ini dapat mendukung mewujudkan program pemerintah yaitu percepatan pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan dan peningkatan sistem ekonomi kerakyatan. Mubyarto (2000) menyatakan bahwa pemberdayaan adalah usaha untuk membangun daya (masyarakat) dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta berupaya untuk mengembangkannya. Sodiq (2012) menjelaskan bahwa ekonomi rakyat adalah kegiatan ekonomi yang diselenggarakan oleh kebanyakan rakyat Indonesia dan pada umumnya terdiri atas koperasi, pengusaha mikro, pengusaha kecil dan menengah, sedangkan ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berorientasikan pada peningkatan partisipasi produktif masyarakat dalam penyelenggaraan ekonomi.

 

Selengkapnya>>>

 

IMG_20210326_083938_074

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN

Tulungagung

Oleh :

AHMAD ROYHAN ULIN NUHA

NIM 12401183048

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Deny Yudiantoro, SAP., Spd., MM.

NIP. (198403052019031011)

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

Seiring dengan berkembangnya perekonomian dan dunia usaha, masyarakat semakin banyak yang ingin memulai usaha baik dalam bidang jasa maupun dagang. Terbukti dari maraknya perusahaan-perusahaan yang berdiri di Indonesia. Semakin banyak usaha yang berjalan maka semakin banyak pula modal yang dibutuhkan. Modal yang berupa dana merupakan modal yang pengaruhnya sangat besar bagi perusahaan baik yang baru berdiri maupun yang sudah berjalan. Seringkali masyarakat tidak tahu bagaimana cara memperoleh modal usaha yang cukup besar sedangkan dana yang mereka miliki tidak cukup untuk menjalankan usaha tersebut. Dengan adanya permasalahan ini, maka solusi yang baik bagi pengusaha ialah dengan meminjam dana pada lembaga keuangan Bank sebagai salah satu lembaga keuangan, selain berfungsi sebagai penampung dana masyarakat, juga berfungsi sebagai penyalur dana dalam bentuk kredit yang diberikan kepada masyarakat berupa pinjaman dana atau tambahan modal untuk kelancaran usahanya. Selain itu juga akan dapat meminimalisir kemiskinan atau meningkatkan taraf hidup khususnya pada pengusaha yang baru merintis dengan modal yang seadanya.

 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sepantasnya mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah, karena keberadaan UMKM sangat membantu perekonomian nasional dan membuka lapangan pekerjaan serta mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia. Wujud dukungan pemerintah adalah dengan menyediakan sumber pembiayaan kredit melalui program pinjaman kredit bagi UMKM yang diberi nama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan pinjaman kredit yang diluncurkan Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mendapatkan tambahan dana untuk mengembangkan usahanya. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang berhak mendapatkan bantuan KUR adalah UMKM yang memiliki usaha produktif dan layak mendapatkan bantuan. Usaha produktif yang dimaksudkan adalah usaha di bidang pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, perdagangan, daan jasa-jasa (Lampiran I Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Ketua Komite Kebijakan Pembaiayaan Bagi Usaha Mikro, dan Menengah). Sedangkan yang dimaksud bahwa UMKM harus layak mendapatkan kredit adalah UMKM yang sehat, yang memiliki kemampuan mendapatkan keuntungan sehingga mampu mengembalikan pinjaman yang telah diberikan.

Selanjutnya>>>LAPORAN PPL AHMAD ROYHAN ULIN NUHA 12401183048<<<

IMG_20210326_083938_074

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN

Tulungagung

Oleh :

AHMAD ROYHAN ULIN NUHA

NIM 12401183048

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Deny Yudiantoro, SAP., Spd., MM.

NIP. (198403052019031011)

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

Seiring dengan berkembangnya perekonomian dan dunia usaha, masyarakat semakin banyak yang ingin memulai usaha baik dalam bidang jasa maupun dagang. Terbukti dari maraknya perusahaan-perusahaan yang berdiri di Indonesia. Semakin banyak usaha yang berjalan maka semakin banyak pula modal yang dibutuhkan. Modal yang berupa dana merupakan modal yang pengaruhnya sangat besar bagi perusahaan baik yang baru berdiri maupun yang sudah berjalan. Seringkali masyarakat tidak tahu bagaimana cara memperoleh modal usaha yang cukup besar sedangkan dana yang mereka miliki tidak cukup untuk menjalankan usaha tersebut. Dengan adanya permasalahan ini, maka solusi yang baik bagi pengusaha ialah dengan meminjam dana pada lembaga keuangan Bank sebagai salah satu lembaga keuangan, selain berfungsi sebagai penampung dana masyarakat, juga berfungsi sebagai penyalur dana dalam bentuk kredit yang diberikan kepada masyarakat berupa pinjaman dana atau tambahan modal untuk kelancaran usahanya. Selain itu juga akan dapat meminimalisir kemiskinan atau meningkatkan taraf hidup khususnya pada pengusaha yang baru merintis dengan modal yang seadanya.

 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sepantasnya mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah, karena keberadaan UMKM sangat membantu perekonomian nasional dan membuka lapangan pekerjaan serta mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia. Wujud dukungan pemerintah adalah dengan menyediakan sumber pembiayaan kredit melalui program pinjaman kredit bagi UMKM yang diberi nama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan pinjaman kredit yang diluncurkan Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mendapatkan tambahan dana untuk mengembangkan usahanya. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang berhak mendapatkan bantuan KUR adalah UMKM yang memiliki usaha produktif dan layak mendapatkan bantuan. Usaha produktif yang dimaksudkan adalah usaha di bidang pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, perdagangan, daan jasa-jasa (Lampiran I Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Ketua Komite Kebijakan Pembaiayaan Bagi Usaha Mikro, dan Menengah). Sedangkan yang dimaksud bahwa UMKM harus layak mendapatkan kredit adalah UMKM yang sehat, yang memiliki kemampuan mendapatkan keuntungan sehingga mampu mengembalikan pinjaman yang telah diberikan.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL AHMAD ROYHAN ULIN NUHA 12401183048<<<

entikkkkk

 

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

 

STRATEGI PEMASARAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PASAR TERHADAP VOLUME PENJUALAN DI ALUCIO BABY FOOD TULUNGAGUNG

 

 

 

 

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh

 

 

TRI YULASTRI A.GHANI

NIM. 12405183091

 

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Eka Astutiningsih, S.E., M.M.

 

 

 

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYAHRIAH

FAKULTAS EKONOMI BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

JANUARI 2021

         

 

Dalam teori manajamen dapat mengenal beberapa strategi persaingan seperti upaya pembuatan produk yang berbeda guna meningkatkan penjualan.sebelum memilih strategi yang akan digunakan ada satu hal penting yang harus dilakukan, yaitu mengamati kondisi pesaing mencari informasi yang sangat banyak tentang apa saja yang sedang dilakukan.

Menurut Stephanie K.Marrus strategi bisnis didefinisikan sebagaisalah satu proses penentu rencana oleh para pemimpin puncak yang berfokus kepada tujuan jangka Panjang organisasi, yang disertai dengan penyusunan suatu carabatau upaya agar dapat mencapai sebuah tujuan. Strategi bisnis memiliki tujuan sebagai pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan untuk mencari dana dari pigak ketiga. Adapun tahapan-tahapan utama untuk pengembangan strategi bisnis meliputi: perencanaan keuangan, perencanaan perusahaan,analisis industei dan penentuan posisi yang bersaing, mengeksploitasi keuntungan strategi spesifik perusahaan. selengkapnya diTri yulastri_091_laporan_PPL18_jil21 (1)-dikompresi

 

 

 

IMG-20210321-WA0022

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Manajemen Keuangan syariah
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung
Oleh
Ailul Fauziyah
NIM. 12406183060

 

Dosen Pembimbing Lapangan
Hj. Amalia Nuril Hidayati. S.E., M.Sy
JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN TULUNGAGUNG
2021

Pengertian usaha mikro kecil menengah (UMKM) merupakan salah satu wujud dari kegiatan bisnis atau usaha atau perekonomian olehlembaga atau perorangan.  Di banyak daerah di Indonesia bisnis konveksi telah berkambang seiring dengan peningkstakan pendapatan dan gaya hidup masyarat. Masyarakat saat ini cenderung untuk mengutamakan penampilan, termasuk penampilan dalam pakaian. Hal ini memyebabkan menjamurnya bisnis konveksi yang memproduksi berbagai busan modis dengan mengikuti perkemangan selasa pasar. Ditengah perkembangan bisnis tersebut untuk terdapat persaingan ketat antara produsen dengan harda bersaing, disamping juga harus bersaing meruput pasar dengan memperbaik kualitas produk.

>>>Selanjutnyaailul (PPL) 1>>>

 

ppl

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

 

Praktik Pengalaman Lapangan Manajemen Bisnis Syariah

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh

 

ROSALIA EKA MAHARANI

 

12405183060

 

Dosen Pembimbing Lapangan

 

Sri Eka Astutiningsih, S.E, M.M

 

 

MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

 

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

 

IAIN TULUNGAGUNG

Dengan adanya risiko dalam setiap kegiatan usaha, perusahaan dituntut untuk mampu mengendalikan dan memberikan solusi sebagai salah satu cara untuk mengelola risiko agar tidak merugikan perusahaan dan para investor. Kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko ini diharapkan dapat mengurangi dampak risiko atau bahkan menghilangkannya. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan risiko ini adalah pengungkapan risiko.

Pengungkapan manajemen risiko di beberapa negara telah diteliti untuk mengetahui sejauh mana pengungkapan manajemen risiko. Penelitian yang dilakukan Lajili dan Zegal (2005) dengan memeriksa laporan tahunan perusahaan Kanada mengungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan hanya ada 82.46 % pengungkapan manajemen risiko, ditemukan pula bahwa risiko keuangan merupakan risiko yang paling sering diungkapkan oleh perusahaan

Manajemen risiko adalah penerapan fungsi-sungsi manajemen dalam penanggulangan risiko terutama yang dihadai oleh organisasi/perusahaan. Jadi manajemen risiko mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengoordinasi dan dan mengawasi program penanggulangan risiko.


 

 

Image 2021-03-16 at 22.46.13 (1)

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

Nur Afifah

NIM. 12405183057

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Eka Astutiningsih, S.E., M.M.

 

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

JANUARI 2021

Sarilita Craft Tulungagung merupakan salah satu usaha dalam bidang kerajinan yang berbahan dasar karung goni. Sarilita Craft Tulungagung telah terdaftar sebagai salah satu anggota Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Tulungagung. Di dalam wadah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Tulungagung ini, Sarilita Craft Tulungagung mampu mengenalkan sekaligus memajang hasil produknya. Peneliti memilih lembaga ini sebagai tempat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) karena yang pertama yaitu dekat dengan rumah peneliti, kurang lebih 1km dari rumah peneliti ke tempat lembaga, pemilihan lokasi juga ditentukan dengan situasi dan kondisi yang sekarang ini sedang berada di era pandemi covid-19. Alasan yang kedua karena menurut peneliti lembaga ini memiliki potensi yang perlu dikembangkan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Karena menurut peneliti, produk yang dihasilkan cukup menarik dan unik, sudah jarang ditemui dan tidak semua orang mampu membuat produk ini. Peneliti boleh mengunjungi ke tempat lembaga hanya beberapa kali saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah.

Seminar, bazar, dan galeri offline merupakan sarana yang digunakan oleh Sarilita Craft Tulungagung untuk menjual hasil kerajinan yang telah diproduksi. Karena sekarang sedang dalam era pandemi covid-19, sehingga Sarilita Craft Tulungagung mengalami permasalahan dalam penjualan hampir satu tahun belakangan ini. Untuk mengatasi hal ini, Sarilita Craft Tulungagung mengatasi dengan melakukan promosi melalui media sosial instagram dan whatsapp. Sayangnya, hal yang dilakukan ini belum efektif, karena terbatas oleh kegiatan utama sehari-hari pemilik yang menyebabkan kurangnya aktif di media sosial. Sementara itu, karyawan yang dimiliki bertugas untuk membuat kerajinan, sehingga mengharuskan pemilik untuk memegang semua kendali di bidang pemasaran di media sosial yang terkadang bertabrakan dengan kegiatan pemilik. Untuk saat ini konsumen yang datang merupakan pelanggan tetap yang tentunya tidak setiap hari membeli hasil kerajinan, tentu saja karena Sarilita Craft Tulungagung menghasilkan barang sekunder yang bukan kebutuhan pokok sehari-hari. Maka, dari itu Sarilita Craft Tulungagung membutuhkan pelanggan-pelanggan baru yang dapat meningkatkan penjualan. Meningkatkan pemasaran produk adalah hal yang harus ditingkatkan oleh Sarilita Craft Tulungagung.

Keahlian dalam pembuatan kerajinan khususnya dalam hal merajut, menjahit, tidaklah semua orang memilikinya. Hanya beberapa saja yang mampu melakukan hal tersebut. Di dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sarilita Craft Tulungagung ini hanya memiliki 1 karyawan tetap saja, yang satunya hanya freelance jika pesanan banyak. Karena pemilik juga ikut terjun dalam proses produksi kerajinan. Mulai dari merajut, menjahit, menempelkan motif, dan masih banyak lagi. Karena produk yang dihasilkan bermacam-macam sesuai dengan keinginan atau permintaan konsumen, yang terpenting tetap berbahan utama yaitu dari karung goni. Untuk kedepannya, pemilik ingin mempunyai admin untuk fokus terhadap pemasarannya. Dan mampu menjamah dunia marketplace seperti shopee, tokopedia, bukalapak, dan lain-lain. Agar hasil produk yang mampu dikenal masyarakat luas hingga ke mancanegara.

Selengkapnya >>> REVISI_NUR AFIFAH_12405183057_LAPORAN_PPL18 JIL2021 <<<

di Sedekah Sayur

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

STRATEGI MEMPERTAHANKAN PELANGGAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS PADA KIOS SEDEKAH SAYUR PASAR NGEMPLAK TULUNGAGUNG

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

ANTRI ARTA

NIM. 12405183093

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Eka Astutiningsih, S.E, M.M

 

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Semakin hari semakin sengit pula persaingan dalam dunia bisnis. Jikapun tidak kreatif dan inovatif dalam pemenuhan layanan terbaik kepada konsumen maka konsumen akan berpaling pada kompetitor lain yang lebih memanjakan keinginan konsumen tersebut. Oleh sebab itu perusahaan harus pintar-pintar dalam menemukan formula untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang menjadi permasalahan konsumen.

Kloter dan Alma mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu cara kerja perusahaan yang berusaha mengadakan perbaikan mutu secara terus menerus terhadap proses, produk, dan service yang dihasilkan perusahaan. Pada sedekah sayur sendiri sangat mengutamakan kualitas barang dagangan mereka, mereka sangat jeli ketika mengambil barang dari tengkulak yang posisi barang tersebut berada dalam karung. Beliau sangat jeli dalam memilah dan memilih sayuran dengan kualitas terbaik, dengan mempelajari satu persatu karakter sayur sesuai jenis dan musim yang sedang terjadi (panas atau penghujan). Dengan cara menganalisis karung, memegang tekstur sayur, dan kecantikan barang. Soalnya ada sebagian sayur yang tidak tahan di musim penghujan. Sepeti halnya Brokoli, Bungkul, Lobak, dll. Di sisi lain beliau juga jeli dalam mengidentifikasi kebutuhan kostumer, dengan memperkirakan kira-kira yang hari ini dibutuhkan konsumen apa ya? Seperti halnya ketika musim penghujan yang biasanya laku keras adalah terong, labu, kacang panjang, dll. Dan ketika musim hujan yang diperkirakan laku keras adalah sop, gambas, blonceng, dsb. sehingga berani mengambil resiko membawa barang dengan kapasitas lebih banyak. Dengan target setiap hari harus habis dan besok barang harus serba segar.

Menurut Tjiptono mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam membagi harapan konsumen. Pada Sedekah sayur sendiri sangat mengutamakan pelayanan yang saya temui di lapangan adalah:

1.      Menyediakan sayur dengan kualitas terbaik dan berani menjual dengan harga yang lumayan miring dari competitor lain

2.      Hal sepele ketika berakad dengan konsumen maupun stakeholder yakni jangan pernah membohonginya. Karena yang tidak berkah hilangnya mudah. Selain itu adalah demi menjaga citra perusahaan.

3.      Selalu membiasakan untuk pelayanan dengan penuh cinta. Minimal senyum sapa meskipun hanya lewat.

4.      Sedekah sayur sangat memperhatikan tata letak lokasi kios yang rapi dan bersih agar kostumer nyaman saat berkunjung ke kios. Setiap kali konsumen selesai berkunjung beliau selalu merapikan barang dagangan agar konsumen lain yang belum datang nyaman ketika memilih ketika berbelanja.

5.      Bahkan di sedekah sayur sendiri bersedia memberikan layanan antar barang belanjaan hingga sampai lokasi parkir secara cum-cuma. Hal ini memudahkan konsumen ketika konsumen hanya memiliki waktu singkat untuk berbelanja bahkan barang bawaan mereka yang lumayn banyak. Dan ini memang dikhususkan untuk melayani semua pelanggan dari sedekah sayur.

6.      Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan untuk melakukan promosi (marketing) melalui media apapun. Dan tidak lupa mengatur waktu dan keuangan agar dapat menjaga kefektifan dan keefisienandalam perniagaan.

Pelayanan berpengaruh penting dalam membentuk kepuasan kosumen, sangat berkaitan erat dengan kaitannya menciptakan keuntungan perusahaan. Semakin berkualitas pelayanan yang diberikan maka semakin tinggipula tingkat kepuasan pelanggan.

Menurut Kotler dan Keller mengungkapkan bahwa kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dan harapan-harapannya.

Ketika pelanggan telah merasa puas maka akan terjalin hubungan yang harmonis antara produsen dan konsumen, menciptakan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan membentuk rekomendasi dari mulut kemulut (wort of mouth) yang dapat menguntungkan bagi perusahaan. Pada sedekah sayur sendiri juga berani memberikan cashback bagi pelanggan yang belanja dengan jumlah besar di setiap kali belanja. Saya rasa ini merupakan inovasi yang diterapkan seperti strategi yang ada di pada toko online. Sayang sedekah sayur sendiri belum berpijak pada pemasaran digital. Andai saja memiliki market place ataupun digital marketing yang menunjang yang dilengkapi dengan layanan jasa kirim sampai rumah yang memudahkan konsumen untuk mudah mendapatkan barang, pasti sedekah sayur memiliki hati tersendiri bagi konsumen milenial.

Selengkapnya ANTRI ARTA_3093_Laporan_PPL18 Jil21

Youtube Antri Arta https://youtu.be/4HFcSppVkbE

 

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

Semakin hari semakin sengit pula persaingan dalam dunia bisnis. Jikapun tidak kreatif dan inovatif dalam pemenuhan layanan terbaik kepada konsumen maka konsumen akan berpaling pada kompetitor lain yang lebih memanjakan keinginan konsumen tersebut. Oleh sebab itu perusahaan harus pintar-pintar dalam menemukan formula untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang menjadi permasalahan konsumen.

Kloter dan Alma mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu cara kerja perusahaan yang berusaha mengadakan perbaikan mutu secara terus menerus terhadap proses, produk, dan service yang dihasilkan perusahaan.[1] Pada sedekah sayur sendiri sangat mengutamakan kualitas barang dagangan mereka, mereka sangat jeli ketika mengambil barang dari tengkulak yang posisi barang tersebut berada dalam karung. Beliau sangat jeli dalam memilah dan memilih sayuran dengan kualitas terbaik, dengan mempelajari satu persatu karakter sayur sesuai jenis dan musim yang sedang terjadi (panas atau penghujan). Dengan cara menganalisis karung, memegang tekstur sayur, dan kecantikan barang. Soalnya ada sebagian sayur yang tidak tahan di musim penghujan. Sepeti halnya Brokoli, Bungkul, Lobak, dll. Di sisi lain beliau juga jeli dalam mengidentifikasi kebutuhan kostumer, dengan memperkirakan kira-kira yang hari ini dibutuhkan konsumen apa ya? Seperti halnya ketika musim penghujan yang biasanya laku keras adalah terong, labu, kacang panjang, dll. Dan ketika musim hujan yang diperkirakan laku keras adalah sop, gambas, blonceng, dsb. sehingga berani mengambil resiko membawa barang dengan kapasitas lebih banyak. Dengan target setiap hari harus habis dan besok barang harus serba segar.

Menurut Tjiptono mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam membagi harapan konsumen.[2] Pada Sedekah sayur sendiri sangat mengutamakan pelayanan yang saya temui di lapangan adalah:

1.      Menyediakan sayur dengan kualitas terbaik dan berani menjual dengan harga yang lumayan miring dari competitor lain

2.      Hal sepele ketika berakad dengan konsumen maupun stakeholder yakni jangan pernah membohonginya. Karena yang tidak berkah hilangnya mudah. Selain itu adalah demi menjaga citra perusahaan.

3.      Selalu membiasakan untuk pelayanan dengan penuh cinta. Minimal senyum sapa meskipun hanya lewat.

4.      Sedekah sayur sangat memperhatikan tata letak lokasi kios yang rapi dan bersih agar kostumer nyaman saat berkunjung ke kios. Setiap kali konsumen selesai berkunjung beliau selalu merapikan barang dagangan agar konsumen lain yang belum datang nyaman ketika memilih ketika berbelanja.

5.      Bahkan di sedekah sayur sendiri bersedia memberikan layanan antar barang belanjaan hingga sampai lokasi parkir secara cum-cuma. Hal ini memudahkan konsumen ketika konsumen hanya memiliki waktu singkat untuk berbelanja bahkan barang bawaan mereka yang lumayn banyak. Dan ini memang dikhususkan untuk melayani semua pelanggan dari sedekah sayur.

6.      Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan untuk melakukan promosi (marketing) melalui media apapun. Dan tidak lupa mengatur waktu dan keuangan agar dapat menjaga kefektifan dan keefisienandalam perniagaan.

Pelayanan berpengaruh penting dalam membentuk kepuasan kosumen, sangat berkaitan erat dengan kaitannya menciptakan keuntungan perusahaan. Semakin berkualitas pelayanan yang diberikan maka semakin tinggipula tingkat kepuasan pelanggan.

Menurut Kotler dan Keller mengungkapkan bahwa kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dan harapan-harapannya.[3]

Ketika pelanggan telah merasa puas maka akan terjalin hubungan yang harmonis antara produsen dan konsumen, menciptakan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan membentuk rekomendasi dari mulut kemulut (wort of mouth) yang dapat menguntungkan bagi perusahaan. Pada sedekah sayur sendiri juga berani memberikan cashback bagi pelanggan yang belanja dengan jumlah besar di setiap kali belanja. Saya rasa ini merupakan inovasi yang diterapkan seperti strategi yang ada di pada toko online. Sayang sedekah sayur sendiri belum berpijak pada pemasaran digital. Andai saja memiliki market place ataupun digital marketing yang menunjang yang dilengkapi dengan layanan jasa kirim sampai rumah yang memudahkan konsumen untuk mudah mendapatkan barang, pasti sedekah sayur memiliki hati tersendiri bagi konsumen milenial.

 


[1]Ibid, hlm. 2

[2]Ibid, hlm. 2

[3]Ibid, hlm. 2

IMG20210224150622-min

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan

Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

IAIN Tulungagung

Oleh

AYU OKTAVI MADALENA

NIM 12405183049

Dosen Pembimbing Lapangan

Sri Eka Astutiningsih, S.E., M.M.

NIP. 196908272000032001

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

Bisnis merupakan salah satu dari kegiatan ekonomi yang berperan penting untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Sedangkan yang menjadi poin penting didalam dunia bisnis adalah pemasaran. Yang dimaksud pemasaran ialah sesuatu yang mencakup seluruh sistem yang bersangkutan dengan destinasi untuk merencanakan dan menilai harga hingga dengan mempromosikan dan menyalurkan barang dan jasa yang dapat memuaskan keperluan pembeli aktual maupun potensial. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk, penetapan harga, pengiriman barang, dan mempromosikan barang.

Agar pemasaran berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, maka dibutuhkan strategi untuk mengaturnya. Strategi merupakan sebuah rencana yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk mencapai suatu tujuan. Strategi didefinisikan sebagai rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi, yang menghubungkan keunggulan strategi dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan. Menurut Supriyono dari kedua definisi tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Pertama, Strategi perusahaan adalah suatu kesatuan rencana perusahaan yang terpadu dan diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kedua, Dalam menyusun strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan perusahaan karena faktor lingkungan menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan.

Selain dengan strategi pemasaran, sebagai pemilik dari suatu usaha juga harus bisa memahami minat beli konsumen. Minat beli merupakan bagian dari komponen perilaku dalam sikap mengkonsumsi. Minat beli konsumen adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan, kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu altenatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh bermacam pertimbangan. Tahapan-tahapan yang dilakukan konsumen dalam melakukan proses pengambilan keputusan yaitu dimulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan perilaku setelah pembelian.