Monthly Archives: April 2021

WhatsApp Image 2021-04-04 at 07.57.27

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Akuntansi Syari’ah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

Wafa Azmil Muharror

NIM. 17403163214

Dosen Pembimbing Lapangan:

Sri Dwi Estiningrum, S. E. Ak., M.M

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

  1. A.           Dasar Pemikiran

Pemerintah memerlukan pembiayaan dalam melaksanakan pembangunan, penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintahan, juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu sumber dana dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di daerah adalah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksanaan otonomi daerah ditandai dengan adanya desentralisasi yaitu penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, misalnya pembiayaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang dikenal dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang komponennya berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pegelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Salah satu faktor pendukung yang menentukan keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah adalah kemampuan daerah untuk membiayai pelaksanaan kekuasaan/kewenangan yang dimilikinya. Oleh karena itu, maka sebaiknya PAD ditingkatkan dengan meningkatkan pendapatan dari retribusi yang dalam hal ini adalah semua retribusi yang dapat dipungut dari sektor pariwisata, yaitu retribusi pariwisata.

Penerimaan sektor retribusi daerah diharapkan dapat mendukung sumber pembiayaan daerah dalam menyelenggarakan pembangunan daerah, sehingga akan membantu dalam meningkatkan dan memeratakan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat didaerahnya. Upaya peningkatan PAD dapat dilakukan salah satunya dengan cara meningkatkan efisiensi sumber daya dan sarana yang terbatas serta meningkatkan efektifitas pemungutan yaitu dengan mengoptimalkan potensi yang ada, serta terus diupayakan menggali sumber-sumber pendapatan baru yang potensinya memungkinkan, sehingga dapat dipungut pajak atau retribusinya sesuai dengan ketentuan yang ada.

Banyaknya obyek wisata menjadikan Kabupaten Tulungagung memiliki potensi di sektor wisata yang cukup besar untuk dikembangkan. Pembangunan pariwisata di Tulungagung dibagi dalam tiga Sektor, yaitu sektor pengembangan selatan yang memiliki potensi objek wisata pantai, goa, pegunungan karst. Retribusi dari sektor pariwisata ini sangat diharapkan dapat memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap PAD Kabupaten Tulungagung. Sektor pengembangan tengah (zona Ledoksari) potensi wisata keluarga di perkotaan seperti adanya alun-alun kota, tempat tongkrongan anak muda, kios makanan kas Tulungagung, seni budaya serta wilayah pengembangan barat (zona Pegunungan) yang memiliki potensi objek wisata agrowisata perkebunan, pertanian, penginapan dan tempat wisata buatan masyarakat setempat. Retribusi dari sektor pariwisata ini sangat diharapkan dapat memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap PAD Kabupaten Tulungagung, sehingga dapat membantu meningkatkan dan memeratakan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulungagung.

SelengkapnyaLaporan PPL