EA86FF15-FADE-4DA2-BB12-ECC31B917620 Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung Oleh : NUR IMAM HAQIQI NIM. 12401183236 Dosen Pembimbing Lapangan Elok Fitriani Rafikasari, M.Si NIP. 19890921 201801 2 002 JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG 2021 Satu dari sekian permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Mikro (UKM) adalah ketersediaan modal serta sulitnya akses permodalan terhadap lembaga keuangan bank sebagai pemberi pinjaman dan kredit modal usaha. Selama ini masih banyak para pelaku usaha kecil dan mikro mendapatkan kredit modal usaha dari bank keliling atau dari para pelepas uang dengan tingkat suku bunga yang tingggi dan memberatkan. masalah permodalan masih menjadi kendala utama bagi UKM untuk tumbuh dan berkembang. Masalah mendasar yang menyebabkan UKM menemui kesulitan dalam pembiayaan usaha; Pertama, masalah jaminan. Hampir seluruh UKM mengeluhkan sulitnya mendapatkan pembiayaan dari perbankan karena ada ketentuan jaminan. Akibatnya, permodalan UKM hingga kini lebih banyak menggantungkan pada pemupukan modal sendiri (self financing) yang sangat terbatas.  Kedua, masalah bunga pinjaman di sektor UKM masih dirasakan sangat tinggi. Dalam kaitan dengan pembiayaan setidaknya ada dua tipe kelompok UKM. Kelompok pertama adalah  UKM yang bankable yang ditandai dengan (1) telah memiliki perangkat legalitas formal yang memadai; (2) manajemen yang lebih rapi; (3) akses pemasaran yang cukup; (4) penyajian informasi keuangan dapat diterima sesuai persyaratan bank teknis; (5) akses informasi dan pengetahuan terhadap produk perbankan cukup luas; dan (6) jaminan (collateral) dapat memenuhi persyaratan bank teknis. Kelompok kedua adalah UKM yang unbankable group, yang ditandai dengan (1) belum memiliki perangkat legalitas formal yang memadai; (2) manajemen belum rapi; (3) akses pemasaran terbatas; (4) penyajian informasi keuangan belum memenuhi persyaratan bank teknis; (5) akses informasi dan pengetahuan terhadap produk perbankan terbatas. dan (6) membutuhkan peran koperasi sebagai penghubung dan mitra dalam membangun hubungan dengan perbankan. Melihat pentingnya koperasi bagi pengembangan UKM di seluruh wilayah Indonesia, maka penulis merasa tertantang untuk meneliti mengenai masalah ini. Pemberdayaan usaha kecil dan mikro serta koperasi merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan. selengkapnya>>>>>>>>>> LAPORAN-PPL_NUR IMAM HAQIQI__GEL_02-dikonversi (1)<<<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>