STRATEGI PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN ZAKAT DI UPZ DESA SOBONTORO KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG

FOTO PPL AMIR 2

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Oleh: MUHAMMAD AMIRUL HUDA

NIM. 12404183032

Dosen Pembimbing Lapangan

Ahmad Supriyadi, M.Pd.I

JURUSAN MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam karena merupakan rukun islam yang ketiga. Zakat adalah salah satu tiang pokok ajaran islam yang harus ditegakkan ditengah-tengah kehidupan kaum muslimin dari empat tiang pokok lainnya yakni syahadat, shalat, puasa dan haji. Apabila salah satu dari kelima tiang pokok ajaran tersebut terlewatkan, akan menyebabkan terjadinya ketidak harmonisan dalam diri seseorang yang mana akan membawa dampak negatif dalam suatu kehidupan. Selain dari segi agama, zakat juga memiliki segi social. Apabila zakat tidak ditunaikan akan membawa beberapa dampak negatif dari segi sosial seperti banyaknya pengangguran, fakir miskin, serta terjadilah jurang antara yang kaya dan yang miskin. Diantara sumber kemasyarakatan dalam islam adalah zakat, sebab zakat merupakan sumber bersosial kemasyrakatan karena menjamin orangorang yang membutuhkan pertolongan, orang-orang fakir yang perlu dicukupi, dan para dua’fa, serta orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan. Zakat menurut bahasa adalah tumbuh dan berkembang, berkah dan banyak kebajikan. Sedangkan menurut syariat, zakat adalah kewajiban dengan ukuran tertentu pada harta tertentu untuk diberikan kepada kelompok tertentu dalam waktu tertentu dengan beberapa syarat. Adapun zakat menurut terminologi syariat adalah bagian (harta) yang telah ditentukan dari harta tertentu, pada waktu tertentu serta dibagikan kepada golongan orang – orang tertentu. Pengertian zakat menurut Undang-Undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, ”Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat islam.”

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_MUHAMMAD AMIRUL HUDA_MAZAWA<<<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>