Peranan BUMDes Bangkit Prima Dalam Memberikan Pinjaman Modal Untuk Menunjang UMKM Masyarakat Desa Depok Bendungan Trenggalek

IMG_8398

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

IKA NUR MAHMUDAH

NIM. 12401183268

Dosen Pembimbing Lapangan :

Refki Rusyadi, M.Pd.I.

NIDN. 2027128601

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Perekonomian masyarakat sangat berpengaruh bagi kehidupan setiap orang. Di dalam suatu daerah pasti terdapat pertumbuhan ekonomi penduduk di mana tingkat pertumbuhan ekonomi akan mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama di desa. Di setiap desa terdapat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang merupakan lembaga penyediaan pelayanan sosial. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah sebuah lembaga usaha desa yang dikelola oleh pemerintah juga masyarakat tersebut dengan tujuan untuk memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada di desa tersebut.

Dalam UU Nomor 6 tahun 2014 disebutkan bahwa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa, pemerintah desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik desa (BUMDes) sesuai dengn kebutuhan dan potensi desa. Semenjak berlakunya UU tersebut, BUMDes menjadi salah satu sumber kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_IKA NUR MAHMUDAH_12401183268_PS<<<


 


 

Leave a Reply to labfebi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sebagai Wujud Pengembangan Ekonomi Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung

IMG-20210305-WA0023

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN JURUSAN EKONOMI SYARIAH

PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN EKONOMI DESA TUNGGULSARI KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh
ZIDNA NABILAH
NIM 12402183116

Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. H. Dede Nurrohman, M.,Ag
NIDN. 2018127102

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG
2021

HALAMAN PERSETUJUAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

Laporan Akhir Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung ini telah di setujui dan disahkan pada:

Hari : Senin
Tanggal : 26 Februari 2021
Di : Tulungagung
Judul Laporan : Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sebagai Wujud Pengembangan Ekonomi Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung

MENYETUJUI

Dosen Pembimbing Lapangan
(Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag.)
NIDN. 2018127102

Mengesahkan
a.n. Dekan
Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

(Siswahyudianto, M.M) NIDN. 2015068402

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga Laporan Akhir Pengalaman Praktik Lapangan ini dapat terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang kita tunggu syafaatnya hingga yaumul qiyamah.
Dalam penyusunan Laporan Praktik Pengalaman Lapangan Ekonomi Syariah ini tentunya penulis tidak terlepas dari bantuan, arahan dan bimbingan dari semua pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan laporan ini, yaitu:
1) Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag., selaku Rektor IAIN Tulungagung.
2) Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (PPL) IAIN Tulungagung yang telah memberikan pengarahan dan koreksi sehingga penulisan laporan ini dapat terselesaikan.
3) Siswahyudianto, M.M., selaku Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam.
4) Dr. Mohamad Aswad, M.A., selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah IAIN Tulungagung.
5) Didik Girno Yekti, selaku Kepala Desa Tunggulsari.
6) Bapak dan Ibu Perangkat Desa Tunggulsari, yang senantiasa membimbing dan memberikan arahan kepada saya.
7) Bapak Mahsun selaku Pimpinan BUMDes “Gedung Kesenian Serbaguna” Tunggulsari yang telah memberikan kesempatan dan banyak arahan sekaligus bimbingan dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan ini.
8) Teman-teman yang ikut serta dalam menyumbang pemikiran dan membantu akan terselesaikannya laporan ini.
Dengan penuh harap semoga jasa kebaikan mereka diterima Allah SWT, dimudahkan dalam segala urusan.
Dalam penulisan Laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini penulis menyadari bahwa baik isi maupun cara penulisan masih jauh dari kesempurnaan. Namun demikian, semoga apa yang telah penulis selesaikan dalam Laporan Praktik Pengalaman Lapangan bisa memberikan pengetahuan baru bagi kita semua. Akhirnya, makalah ini kami suguhkan kepada segenap pembaca, dengan harapan semoga makalah ini bermanfaat dan mendapat ridha Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Tulungagung, 26 Februari 2021
Penulis

Zidna Nabilah
NIM 12402183116

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
BAB I PENDAHULUAN
A. Dasar Pemikiran 1
B. Tujuan dan Kegunaan 2
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 2
BAB II PELAKSANAAN PRAKTIK
A. Profil Lembaga 3
B. Pelaksanaan Praktik 10
C. Permasalahan di Lapangan 11
D. Tanggapan dari Pihak Lembaga Tempat Praktik 12
BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS
A. Teori 13
B. Analisis terhadap Temuan Studi 19
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan 23
B. Saran 23
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN PPL FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

BAB I PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran
Sejak tahun 1948 (UU No.22 Tahun 1948 Tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah) hingga tahun 2004 (UU No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah) belum memberikan jaminan pengaturan desa yang serius dan memiliki konsistensi yang tinggi terhadap upaya membangun kemandirian dan kesejahteraan desa. Oleh karena itu, pemerintah terus berbenah dan melakukan perubahan dan peningkatan guna menciptakan peraturan yang dapat menunjang kemandirian dan kesejahteraan desa.
Hingga pada akhirnya lahirlah Undang-Undang No.6 Tahun 2014 Tentang Desa yang dinilai akan memberikan paradigma dan konsep baru mengenai kebijakan tata kelola desa secara nasional, di mana undang-undang desa ini tidak lagi menempatkan desa sebagai latar belakang Indonesia, tetapi sebagai bagian penting dalam masyarakat. Salah satu aturan yang tercantum dalam undang-undang tersebut yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan desa adalah aturan mengenai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 6 juga telah secara jelas menyebutkan bahwa BUMDes merupakan sebuah badan usaha yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Artinya, dapat disimpulkan bahwa BUMDes tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan desa. Dari BUMDes inilah diharapkan dapat terbentuk unit-unit usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dan menggali sekaligus mengembangkan potensi desa.
Dikutip dari Kontan.co.id bahwa pada tahun 2019 telah ada sebanyak 1.878 BUMDes, bahkan sepanjang pandemi Covid-19 pada 2020 dapat didirikan 43 BUMDes. Secara keseluruhan, telah ada 51.134 BUMDes di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya keseriusan dari pemerintah pusat maupun desa dalam pelaksanaan program tersebut. Adanya UU 11/2020 tentang Cipta Kerja yang melegalkan kedudukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai badan hukum (pasal 117) juga turut menguatkan keberadaan BUMDes. Karena Undang-Undang tersebut menjadikan Bumdes lebih leluasa menjalankan usaha maupun bermitra bisnis.
Dengan perkembangan perundang-undangan dan juga pembentukan BUMDes di seluruh Indonesia yang semakin bertambah ini, maka penulis mencoba mengulas lebih banyak tentang perjalanan pengelolaan BUMDes di salah satu desa di Tulungagung. Karena diharapkan BUMDes ini benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat desa. Dalam hal ini peneliti memfokuskan pada pengelolaan BUMDes ‘Gedung Olahraga Serbaguna’ Desa Tunggulsari yang bergerak di bidang jasa. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin membahas tentang “Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Penggerak Ekonomi Bagi Masyarakat Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwatu Kabupaten Tulungagung”.

B. Tujuan dan Kegunaan
1. Tujuan
Adapun tujuan dari Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yakni:
a. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan BUMDes Tunggulsari.
b. Untuk mengetahui rencana pengembangan BUMDes Tunggulsari.
c. Untuk mengetahui kendala dalam pengelolaan BUMDes Tunggulsari.
2. Kegunaan
Kegunaan diadakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yakni:
a. Memberikan informasi tentang bagaimana pengelolaan BUMDes Tunggulsari.
b. Memberikan informasi tentang rencana pengembangan BUMDes Tunggulsari.
c. Memberikan gambaran tentang kendala dalam pengelolaan BUMDes Tunggulsari.
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilakukakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan, yaitu pada tanggal 18 Januari s/d 26 Januari 2021. Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan sesuai dengan kebijakan lembaga dan menyesuaikan kondisi mahasiswa yang diakibatkan adanya pandemi Covid-19. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berbasis sistem observasi dan wawancara, bertempat di wilayah Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

BAB II PELAKSANAAN PRAKTIK

A. Profil Lembaga

1. Sejarah berdirinya BUMDes Tunggulsari
Adanya gedung kesenian serbaguna desa Tunggulsari ini, sudah lama ada sejak tahun 1995. Bapak Kepala Desa secara langsung menyampaikan bahwa kondisi gedung atau bangunan itu sebagian sudah mulai menua sehingga perlu adanya renovasi atau perbaikan gedung. Di samping desa membutuhkan tempat guna pelaksanaan kegiatnnya, ternyata masyarakat juga memiliki keinginan yang sama.
Akhirnya, pemanfaatan gedung itu dialihfungsikan tidak hanya sebagai balai pertemuan saja melainkan juga untuk kebutuhan masyarakat lainnya. Masyarakat desa Tunggulsari ini kebanyakan menyukai olahraga, sehingga Bapak Didik selaku kepala desa memutuskan untuk membangun gedung dengan standart yang sesuai untuk kegiatan tersebut. Meski demikian, gedung ini juga digunakan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan oleh berbagai kalangan kelompok, komunitas, atau masyarakat sekitar.
Pada tahun 2021 ini, gedung kesenian serbaguna Desa Tunggulsari ini sering digunakan untuk kegiatan olahraga masyarakat, kegiatan desa, hajatan, kegiatan sosialisasi kelompok atau komunitas tertentu, juga sebagai tempat latihan jaranan anak-anak.
2. Lokasi dan Kondisi Gedung
Lokasi dari Gedung kesenian serbaguna Desa Tunggulsari ini berada di Jln. Melati No. 4 Dusun Mekarsari Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Gedung ini juga terletak bersebelahan bahkan berada satu lingkup dengan kantor Desa Tunggulsari. Keadaan Gedung saat ini sangat baik, dilengkapi dengan fasilitas kursi, kipas angin, dan juga peralatan olahraga (beberapa diantaranya adalah net bulutangkis, papan skor, t, dan meja tenis). Desa juga memiliki peralatan gamelan, namun sayangnya sudah sangat jarang digunakan sehingga saat ini peralatan tersebut disimpan di dalam Gudang. Selain itu, BUMDes juga memiliki peralatan musik untuk pementasan jaranan yang hingga kini masih sering digunakan untuk Latihan maupun pentas.

3. Struktur Pengurus
No. Nama Jabatan
1. Kepala Desa Penasehat
2. Parno Ketua Pengawas
3. Hary Agustono Anggota Pengawas
4. Ir. Bambang Tri Kurniawan Anggota Pengawas
5. Slamet Hariyanto Anggota Pengawas
6. Mahsun, S.Pd. Ketua
7. Yeni Istanti Sekretaris
8. Sutrisno Bendahara
9. Bastomin Kepala Unit Simpan Pinjam
10. Doni Hermanto Kepala Unit Pertanian
11. H. Mas’ud Kepala Unit Perikanan

B. Pelaksanaan Praktik
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini dilaksanakan di BUMDes “Gedung Olahraga Serbaguna” Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Kegiatan observasi dan wawancara dimulai sejak 18 Januari dan diakhiri pada 26 Februari 2021.
Kegiatan yang dikerjakan selama PPL berlangsung yakni diawali dengan melakukan pendalaman materi yang diselengarakan oleh tim laboratorium FEBI di aplikasi zoom maupun youtube. Selanjunya, mahasiswa melakukan resume dari materi yang telah disampaikan dengan minimal 1000 kata sebagai salah satu tugas individu. Selain itu, tugas penting dalam praktik ini adalah mendatangi lembaga PPL untuk melakukan surve, wawancara, juga observasi terkait potensi yang dimiliki desa.
Dalam pelaksanaan PPL ini, penulis berkunjung ke Kantor desa sekaligus BUMDes guna pencarian data secara mendalam untuk penyusunan laporan akhir PPL. Selain itu, penulis juga bertamu di salah satu rumah pengurus BUMDes dan juga menghubungi beberapa pengurus lainnya melalui media social seperti whatsapp maupun pesan. Di samping pembuatan laporan secara tertulis, penulis juga membuat laporan berupa video sebagai hasil penelitian berupa pemaparan singkat terkait kegiatan PPL tersebut.

C. Permasalahan di lapangan
Permasalahan yang dihadapi di bidang jasa dari BUMDes Tunggulsari berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis adalah pengelolaan jasa sewa yang masih tradisional. Dalam hal ini, mekanisme penyewaan tempat atau Gedung masih dilakukan secara manual, yaitu menghubungi langsung kepada ketua BUMDes terkait kegiatan yang ingin dilakukan. Melalui Bapak Mahsun selaku pimpinan, masyarakat dapat bernegoisasi mengenai hari, jumlah orang yang mengikuti kegiatan dan jenis kegiatan yang ingin diadakan. Hal ini dinilai tidak efisien karena teknologi sudah perkembang dengan pesat, dan tenaga ahli terkait hal ini sangat dibutuhkan guna pengembangan BUMDes ke depan. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini juga mengakibatkan turunnya pendapatan BUMDes, karena tidak diperbolehkannya kegiatan-kegiatan yang bersifat ramai atau bergerombol.
Selain itu, masih ada beberapa dari penyewa yang tidak merapikan atau membersihkan kembali Gedung setelah digunakan. Hal ini tentu akan sangat mengganggu kegiatan lain yang juga dilakukan di sekitar Gedung tersebut, karena lokasinya yang berdekatan atau berdampingan dengan kantor desa. Kebanyakan dari mereka sudah menyepakati untuk mengembalikan kondisi Gedung seperti sebelum diadakannya kegiatan, namun masih ada beberapa penyewa yang melalaikan hal ini.
Masalah lain yang penulis temukan adalah permasalahan duplikasi kunci dari gedung. Pada awal pembangunan gedung selesai, banyak masyarakat yang menggunakan gedung untuk aktivitas olahraga. Kemudian karena kunci gedung hanya ada satu buah, hal ini membuat banyak masyarakat meminta duplikat kunci agar memudahkan mereka menggunakan gedung. Setelah pengurus menuruti keinginan masyarakat, ternyata justru menimbulkan kebingungan dan pikiran was-was dari pengurus. Karena bisa saja ada sebagian masyarakat yang lupa mengunci kembali atau bahkan membuka gedung sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

D. Tanggapan dari Lembaga Tempat Praktik
Adapun tanggapan dari pihak lembaga yaitu BUMDes terkait pengelolaan jasa penyewaan gedung tersebut adalah ingin melakukan penambahan pengurus dan membuat system baru dalam pengelolaan. Bapak Mahsun yaitu selaku ketua BUMDes juga secara terbuka menyatakan bahwa masih adanya kekurangan di dalam pengelolaan BUMDes. Beliau berharap setelah pandemi ini, pengurus dapat meningkatkan kedisiplinan para penyewa (masyarakat) dalam menggunakan fasilitas. Selain itu, Bapak Mahsun juga berencana mengikutsertakan anak muda dalam pelaksanaan pengembangan BUMDes untuk masa yang akan datang.
Dalam menghadapi masyarakat atau penyewa yang tidak disiplin, maka pengurus BUMDes berencana memberikan peraturan maupun peringatan tegas bagi seluruh kalangan masyarakat yang akan menyewa gedung. Apabila hak ini belum maksimal maka akan diberlakukannya denda bagi penyewa yang tidak mematuhi peraturan yang telah ditetapkan.
Sedangkan untuk permasalahan duplikasi kunci Gedung, akhirnya pengurus memilih untuk menggunakan satu kunci saja. Hal tersebut agar segala kegiatan yang akan dilakukan di Gedung kesenian serbaguna Desa Tunggulsari dapat terekam baik oleh pengurus,

BAB III PEMBAHASAN DAN ANALISIS
A. Kajian Teori
1. Peranan BUMDes
Menurut Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengololaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa, tujuan dari dibentuknya BUMDes adalah sebagai instrumen pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai ragam jenis potensi. Pendayagunaan potensi ini terutama bertujuan untuk peningkatan kesejahteran sekaligus penggerak bagi ekonomi warga desa.
BUMDes sebagai lembaga sosial (financial business) berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya menyediakan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial (commercial institution) memiliki tujuan untuk mencari pendapatan atau keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar.
Keberadaan BUMDes di desa diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan desa melalui program-program yang sesuai dengan potensi desa sekaligus kebutuhan masyarakat. Lembaga ini juga dituntut mampu memberikan pelayanan kepada non anggota (di luar desa) dengan menempatkan harga dan pelayanan yang berlaku standar pasar (Depdiknas, 2007).
Maksud dari pernyataan bahwa BUMDes dapat didirikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa adalah, kebutuhan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Tersedia sumberdaya desa yang belum dimanfaatkan secara optimal, adanya permintaan di pasar, tersedia sumber daya manusia yang mampu mengelola badan usaha sebagai aset penggerak perekonomian masyarakat, adanya unit- unit usaha yang merupakan kegiatan ekonomi warga masyarakat yang dikelola secara parsial dan kurang terakomodasi.
Oleh karena itu, Desa Tunggulsari memulainya dengan menggunakan Gedung yang telah lama tidak dugunakan untuk kebutuhan masyarakat. Kebutuhan tersebut tidak lain adalah Gedung atau tempat bagi masyarakat untuk melangsungkan kegiatan atau aktivitas tertentu. Dengan demikian, maka secara tidak langsung desa telah dapat memaksimalkan sumberdaya desa dengan lebih optimal.

2. Praktik kewirausahaan sosial
Saat ini salah satu bentuk praktik kewirausahaan yang semakin mengemuka dan terasa manfaatnya sebagai partner pembangunan adalah kewirausahaan sosial. Di mana praktik kewirausahaan sosial ini merupakan sebuah alternatif berbasis masyarakat yang berpotensi menyempurnakan proses pembangunan (Wibowo dan Nulhaqim, 2015).
Ada banyak definisi kewirausahaan sosial yang dikemukakan oleh para ahli, namun secara umum memiliki pengertian yang sama. Kewirausahaan sosial merupakan orang/organisasi yang memahami permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk melakukan perubahan sosial. Jadi, secara sederhana kewirausahaan sosial ini adalah tindakan menggunakan kemampuan entrepreneurship, untuk melakukan perubahan sosial melalui pembentukan unit usaha guna menunjang adanya perkembangan di berbagai bidang.
Adanya BUMDes ini dapat dikatakan sebagai salah satu kewirausahaan sosial karena menyeimbangkan antara aktivitas sosial dan juga bisnis. Aktivitas bisnis atau ekonomi disini adalah dalam bentuk barang maupun jasa, di mana desa telah mempertimbangkan unit usaha yang sesuai dengan daerah masing-masing. Usaha yang dimaksud adalah usaha dengan hasilnya yang digunakan kembali untuk kepentingan sosial terutama pengembangan desa untuk masa yang akan datang. Dengan begitu, antara aktivitas sosial dan aktivitas bisnis dapat berjalan beriringan dan saling memberikan manfaat.
Keberadaan BUMDes diharapkan mampu menstimulasi dan menggerakkan perekonomian di pedesaan. Aset ataupun potensi ekonomi yang ada di desa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa dengan bantuan pemerintahan desa. Substansi dan filosofi pendirian BUMDes harus dijiwai dengan semangat kebersamaan dan self help sebagai upaya memperkuat aspek ekonomi dari kelembagaan desa. Pada tahap ini, BUMDes akan bergerak selaras dengan upaya peningkatan sumber-sumber pendapatan asli desa. Karena dalam hal ini BUMDes berperan sebagai institusi yang menaungi berbagai unit kegiatan ekonomi masyarakat. Walaupun BUMDes Tunggulsari masih berupa Gedung, namun hal tersebut tetap dapat digunakan untuk mengikutsertakan masyarakat ikut andil di dalamnya.
3. Pentingnya BUMDes
Terdapat perbandingan antara ketentuan BUMDes dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 dengan UU Nomor 6 Tahun 2014, dapat diketahui ketentuan dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 lebih elaboratif. UU Nomor 32 Tahun 2004 mengatur hanya dalam satu pasal yaitu Pasal 213, bahwa:
(1) desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.
(2) badan usaha milik desa berpedoman pada peraturan perundang- undangan.
(3) badan usaha milik desa dapat melakukan pinjaman sesuai peraturan perundang-undangan.
Penjelasan Pasal 213 ini bahwa Badan Usaha Milik Desa adalah badan hukum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Adapun UU Nomor 6 Tahun 2014 mengatur lebih terperinci. UU Desa ini mengatur tentang BUMDes pada Bab X kedalam tiga pasal:
a. Pasal 87 ayat (1) Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUM Desa; ayat (2) BUM Desa dikelola dengan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan; (3) BUM Desa dapat menjalankan usaha di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Pasal 88 ayat (1) Pendirian BUM Desa disepakati melalui Musyawarah Desa ayat (2) Pendirian BUM Desa (1) ditetapkan dengan Peraturan Desa. Pasal 89 hasil usaha BUM Desa dimanfaatkan untuk:
1) pengembangan usaha; dan
2) pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat desa, dan pemberian bantuan untuk masyarakat miskin melalui hibah, bantuan sosial, dan kegiatan dana bergulir yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
c. Pasal 90, Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa mendorong perkembangan BUM Desa dengan:
1) memberikan hibah dan/atau akses permodalan;
2) melakukan pendampingan teknis dan akses ke pasar; dan
3) memprioritaskan BUM Desa dalam pengelolaan sumber daya alam di desa.
Beranjak dari ketentuan tersebut, sejatinya pendirian BUMDes tersebut didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berkenaan dengan perencanaan dan pendiriannya, BUMDes dibangun atas prakarsa (inisiasi) masyarakat, serta mendasarkan pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif, transparansi, dsb. Pengelolaan BUMDes ini juga berdasarkan atas mekanisme berbasis anggota dan pengusahaan mandiri. Hal terpenting adalah bahwa pengelolaan BUMDes harus dilakukan secara mandiri dan profesional.

B. Analisis terhadap Studi
Studi Pengalaman Praktik Lapangan (PPL) ini dilakukan di wilayah Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung yang dilaksanakan pada tanggal 18 Januari sampai dengan 26 Februari 2021. Studi ini berkaitan erat dengan pengelolaan sekaligus pengembangan BUMDes untuk masa yang akan datang.
Selama pelaksanaan PPL, penulis menemukan beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh BUMDes. Semenjak adanya pandemic Covid-19 ini, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung kesenian serbaguna menjadi menurun. Banyak calon penyewa yang kemudian membatalkan atau mengundurkan tanggal pelaksaan kegiatannya. Hal ini tentu berdampak pada menurunnya pemasukan walaupun tidak signifikan.
Oleh karena itu, hal penting dalam menjalankan usaha termasuk usaha dalam bidang jasa adalah penggunakan teknologi (mengoptimalkan teknologi informasi) dengan baik. Dengan demikian, maka kita dapat lebih mudah memperkenalkan produk jasa ini ke masyarakat luas. Meskipun jasa penyewaan gedung milik BUMDes Tunggulsari ini dapat dikatakan tidak begitu besar, namun dengan penggunaan teknologi informasi yang maksimal, dapat memudahkan masyarakat Tunggulsari khususnya untuk mengetahui informasi terkait gedung dengan lebih mudah.
Salah satu yang bisa dilakukan pertama kali adalah dengan membuat media sosial, dari sini pilihan kegiatan yang dapat dilakukan di gedung kesenian serbaguna dapat dicantumkan. Selain itu, kita juga dapat memasukkan informasi mengenai harga, perlengkapan apa saja yang disediakan, atau bahkan memilih waktu yang tersedia. Beberapa penyewa yang telah menggunakan gedung kesenian serbaguna ini, juga dapat dimintakan bantuan untuk memberikan testimoni penggunaan gedung. Hal ini agar ada lebih banyak masyarakat yang percaya terhadap pelayanan maupun fasilitas yang ada di BUMDes Tunggulsari.
Selanjutnya, penulis menemukan adanya permasalahan mengenai penyewa yang ternyata masih ada yang tidak merapikan kembali gedung setelah digunakan. Sebenarnya sudah ada kesepakatan maupun pembicaraan mengenai hal ini, namun masih saja ada penyewa yang melupakan hal ini. Oleh karena itu, penulis setuju dengan tanggapan dari lembaga BUMDes untuk memberikan denda sekaligus peraturan tegas secara tertulis maupun non tertulis. Diharapkan dengan begitu tidak akan ada lagi kasus yang serupa, karena BUMDes sendiri tidak memiliki pegawai tetap untuk pembersihan gedung.
Kebersihan gedung tentu merupakan hal utama yang perlu diperhatikan, namun karena kegiatan tidak dilakukan setiap hari maka pengurus BUMDes lebih memilih untuk menggunakan sistem sukarela. Dengan kondisi pandemi ini, hal tersebut juga membuat pengurus lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. Penulis sependapat dengan kesepakatan pengurus untuk mempekerjakan salah satu warga yang bertempat tinggal dekat dengan gedung, hal tersebut agar memudahkan untuk melihat kondisi gedung sewaktu-waktu.
Beralih ke permasalahan duplikasi kunci, penulis setuju dengan langkah yang dilakukan pengurus yaitu menggunakan satu kunci saja. Karena dengan demikian, masyarakat yang akan menggunakan gedung harus melapor terlebih dulu kepada pengurus. Di samping itu, ketika penyewa melapor dan meminta kunci gedung, maka pengurus akan dimudahkan karena dapat langsung meminta uang sewa gedung. Di masa pandemi ini, kebanyakan penyewa adalah berasal dari masyarakat penyuka kegiatan olahraga, sehingga pembayaran sewa pun dilakukan setiap kali penyewa berolahraga.
Sesungguhnya, semua permasalahan ini dapat diatasi dengan adanya manajemen yang baik. Mulai dari managemen sumber saya manusia (tenaga kerja) maupun managemen pengelolaan BUMDes itu sendiri. Dengan adanya managemen yang terdiri dari POAC (planning, organization, actuating, controlling), akan sangat dibutuhkan agar usaha dapat berjalan dengan lancar.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pengelolaan BUMDes Tunggulsari hingga kini dilakukan secara tradisional, yaitu dengan menghubungi pimpian BUMDes yaitu Bapak Mahsun. BUMDes Tunggulsari ini juga tidak menggunakan media sosial dalam pemasarannya, sehingga pengenalan Gedung masih dilakukan secara tradisional yaitu lewat mulut ke mulut.
2. Rencana pengembangan dari hasil pendapatan BUMDes ini adalah membangun pasar desa. Selain itu, Kepala Desa Tunggulsari Bersama BUMDes juga sudah membuat rencana pengolahan sampah atas nama BUMDes. Tidak hanya itu, Kepala Desa juga mencoba membuat rencana pembangunan taman sebagai tempat rekreasi masyarakat. Apabila pembangunan ini dirasa akan diterima oleh banyak masyarakat dan sukses, pembangunan taman tersebut akan diatasnamakan BUMDes Tunggulsari.
3. Kendala yang dihadapi oleh BUMDes saat ini adalah, berkurangnya masyarakat yang berkeinginan menggunakan gedung sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Selain itu, beberapa penyewa juga kurang disiplin dalam hal kebersihan dan kerapian setelah kegiatab mereka selesai.

B. Saran
1. Untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebagai pengelola PPL
Karena pelaksanaan PPL yang dilakukan secara virtual, maka sebaiknya pihak fakuktas lebih memperhatikan terkait pendalaman mekanisme pelaksanaan. Hal tersebut agar mahasiswa tidak kebingungan, terlebih waktu pengumpulan sebaiknya dilakukan serentak meskipun dengan DPL yang berbeda. Selain itu, dalam pembuatan buku yang berisi essay dari mahasiswa sebaiknya digabung dengan kelompok PPL yang lain. Sehingga dalam satu buku dapat terdiri dari 10 tulisan dan lebih beragam tentunya.
2. Untuk Instansi/Lembaga tempat PPL
Keadaan pandemi Covid-19 semacam ini tentu membuat pengurus desa membutuhkan tenaga ekstra untuk terus menjalankan BUMDes dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya desa dapat lebih memanfaatkan media guna mempublikasikan adanya gedung kesenian serbaguna ini sebagai obyek penyewaan.
Selain itu, pengurus BUMDes juga dapat mengikutsertakan masyarakat sekitar untuk ikut andil dalam penyewaan Gedung. Salah satu contohnya adalah dalam acara hajatan pernikahan atau sosialisasi. Kedua kegiatan tersebut tentu membutuhkan adanya konsumsi, maka jika kita mampu mengikutsertakan masyarakat yang pintar dalam bidang memasak makanan atau kue, hal tersebut tentu akan membantu perekonomian masyarakat. Sehingga selain menawarkan Gedung, pengurus juga dapat menawarkan jasa catering bagi para penyewa dari masyarakat sekitar.
3. Untuk Mahasiswa sebagai peserta PPL
Sebagai mahasiswa seklaigus pelaksana kegiatan, sebaiknya dalam praktiknya juga menerapkan dan memahami secara faktual materi atau oembelajaran yang telah didapatkan selama kuliah. Hal tersebut tentu dapat mengasah pengetahuan dan skill secara individual maupun kelompok di samping memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

DAFTAR PUSTAKA

Berlian C. R. Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Penguat Ekonomi Desa. Jurnal Administrasi Publik (JAP). Vol. 1, No. 6, Hal. 1068-1076.
Ridlwan Zulkarnain. (2014). Urgensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Pembangunan Perekonomian Desa. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum. Vol. 8, No. 3, Hal. 424-440.
Utami K. S., Tripalupi L.E., & Meitriana M.A. (2019). Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Peningkatan Kesejahteraan Anggota Ditinjau Melalui Kewirausahaan Sosial. Jurnal Pendidikan Ekonomi. Vol. 11, No. 2, Hal. 498-508.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang No. 6 Tahun 2014. Sekretariat Negara. Jakarta.
https://nasional.kontan.co.id/news/setelah-7-implementasi-uu-desa-telah-terbentuk-51000-bumdes, diakses pukul 08:43 pada 18 Februari 2021.

LAMPIRAN PPL FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG

BERITA ACARA HARIAN
PPL JURUSAN EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAIN TULUNGAGUNG GELOMBANG III TAHUN 2020

Pada tanggal 18 Januari s/d 26 Februari 2021, bertempat di Lembaga Badan Usaha Milik Desa Tunggulsari, telah dilaksanakan PPL Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung gelombang I Tahun 2021 oleh mahasiswa dengan identitas sebagai berikut:
Nama : Zidna Nabilah
NIM : 12402183116
Jurusan : Ekonomi Syariah

NO Hari/Tgl Pukul Kegiatan
1 Minggu,18 Januari 2021. 09.30
sampai selesai Melihat ulang chanel youtube mengenai pembekalan online PPL yang telah dilaksanakan. Melihat kembali tentang apa saja yang perlu di survei terkait potensi yang dimiliki desa sekaligus hal-hal yang perlu diperhatikan guna kepentingan laporan.
2 Senin, 19
Januari 2021. 09.00
sampai selesai Melakukan browsing tentang Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.
3 Selasa, 20
Januari 2021. 10.00
sampai selesai Berbincang-bincang bersama Bapak Kepala Desa Tunggulsari terkait Bumdes dan desa.
4 Rabu, 21
Januari 2021. 09.00
sampai selesai Berkomunikasi melalui media online (WA) dengan Bapak Mahsun selaku Pimpinan BUMDes Tunggulsari dan mencari referensi untuk keperluan pembuatan judul laporan.

5 Kamis, 21
Januari 2021. 09.30
sampai selesai Melakukan wawancara bersama Bapak Mahsun selaku pimpinan BUMDes Tunggulsari.
6 Jumat, 22 Januari 2021. 09.30
sampai selesai Mencatat kembali hasil wawancara yang telah dilakukan sekaligus menuliskan hal-hal yang masih kurang sebagai penggalian data.
7 Sabtu, 23 Januari 2021. 10.00
sampai selesai Melihat youtube mengenai pendalaman materi PPL gelombang 1 tahun 2021, dan mencatat materi pokok.
8 Minggu, 24 Januari 2021. 10.30
sampai selesai Menuliskan resume dalam Ms. Word dari pendalaman materi PPL FEBI gelombang 1 tahun 2021.
9 Senin, 25
Januari 2021. 14.00
sampai selesai Melanjutkan resume pendalaman materi PPL FEBI gelombang 1 tahun 2021.
10 Selasa, 26
Januari 2021. 16.00
sampai selesai Melanjutkan resume pendalaman materi PPL FEBI gelombang 1 tahun 2021.
11 Rabu, 27 Januari 2021. 19.00
sampai selesai Diskusi online bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengenai mekanisme pembuatan laporan dan essay.
12 Kamis, 28 Januari 2021. 20.00
sampai selesai Berkomunikasi melalui media online (WA) dengan aparat desa untuk menanyakan hal-hal terkait BUMDes Tunggulsari.
13 Jumat, 29
Januari 2021. 19.00
sampai selesai Mencari contoh laporan PPL dari tahun sebelemunya.
14 Sabtu, 30
Januari 2021. 09.00
sampai selesai Melakukan komunikasi dengan pimpinan BUMDes Tunggulsari yaitu Bapak Mahsun melalui media social yaitu whatsapp guna melakukan perjanjian wawancara di kemudian hari.
15 Minggu, 31
Januari 2021. 14.00
sampai selesai Melakukan wawancara bersama pimpinan BUMDes Tunggulsari yaitu Bapak Mahsun mengenai sejarah BUMDes, kendala yang selama ini dihadapi, dsb.

16 Senin, 01
Februari 2021. 13.00
sampai selesai Menulis ulang dan mencatat hal-hal penting dari hasil wawancara.
17 Selasa, 02
Februari 2021. 19.30
sampai selesai Mencari referensi jurnal maupun artikel yang sesuai dengan pembahasan yang saya pilih.
18 Rabu, 03
Februari 2021. 16.00
sampai selesai Mencari referensi laporan-laporan tahun sebelumnya.
19 Kamis, 04
Februari 2021. 10.35
sampai selesai Melakukan komunikasi dengan pimpinan BUMDes Tunggulsari yaitu Bapak Mahsun melalui media social yaitu whatsapp guna melakukan perjanjian wawancara di kemudian hari.
20 Jumat, 05
Februari 2021. 15.00
sampai selesai Melakukan wawancara bersama pimpinan BUMDes Tunggulsari yaitu Bapak Mahsun mengenai BUMDes dan perkembangan di masa yang akan datang.
21 Sabtu, 06 Februari 2021. 14.00
sampai selesai Menulis ulang dan mencatat hal-hal penting dari hasil wawancara.
22 Minggu, 07
Februari 2021. 14.00
sampai selesai Mengerjakan laporan akhir PPL di rumah
23 Senin, 08
Februari 2021. 14.00
sampai selesai Mengerjakan laporan akhir PPL di rumah
24 Selasa, 09
Februari 2021. 14.00
sampai selesai Mengerjakan laporan akhir PPL di rumah
25 Rabu, 10
Februari 2021. 19.00
sampai selesai Melakukan komunikasi dengan Bapak Kepala Desa melalui media social yaitu whatsapp guna melakukan perjanjian wawancara di kemudian hari.
26 Kamis, 11
Februari 2021. 09.00
sampai selesai Melakukan wawancara bersama Bapak Kepala Desa Tunggulsari mengenai BUMDes dan perkembangan di masa yang akan datang.
27 Jumat, 12
Februari 2021. 08.00
sampai selesai Menulis ulang dan mencatat hal-hal penting dari hasil wawancara.
28 Sabtu, 13
Februari 2021. 10.00
sampai selesai Mengerjakan laporan akhir PPL di rumah.
29 Minggu, 14
Februari 2021. 14.00
sampai selesai Mengerjakan laporan akhir PPL di rumah.
30 Senin, 15
Februari 2021. 14.00
sampai selesai Mengerjakan laporan akhir PPL di rumah.
31 Selasa, 16 Februari 2021. 14.00
sampai selesai Menyelesaikan laporan akhir PPL di rumah.
32 Rabu, 17 Februari 2021. 09.10 sampai selesai Pembuatan naskah atau coretan sebagai rangkuman laporan PPL untuk keperluan video.
33 Kamis, 18 Februari 2021. 08.30 sampai selesai Pembuatan video.
34 Jumat, 19 Februari 2021. 16.00 sampai selesai Editing video.
35 Sabtu, 20 Februari 2021. 10.00 sampai selesai Editing video laporan.
35 Minggu, 21 Februari 2021. 09.00 sampai selesai Menyelesaikan editing akhir video laporan PPL.
36 Senin, 22 Februari 2021. 09.30 sampai selesai Melengkapi berita acara harian untuk kebutuhan laporan PPL.
37 Selasa, 23 Februari 2021. 09.00 sampai selesai Meneliti laporan akhir PPL yang telah saya
kerjakan, memperbaiki dan menambah pembahasan yang dianggap masih kurang. Selain itu, melakukan meeting secara virtual dengan DPL untuk konsultasi terkait judul essay.
38 Rabu, 24 Februari 2021. 14.00 sampai selesai Mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam masa PPL.
39 Kamis, 25 Februari 2021. 08.40 sampai selesai Meneliti laporan untuk tahap akhir, yaitu memperbaiki penulisan (tata bahasa dan tanda baca) yang masih salah.
40 Jumat, 26 Februari 2021. 09.00 sampai selesai Mencetak laporan dan mengecek kembali seluruh tugas dalam PPL.
*) Diisi sampai akhir PPL

Berita Acara Konsultasi

Nama : Zidna Nabilah
NIM 12402183116
Jurusan : Ekonomi Syariah
DPL : Dr. H. Dede Nurohman, M.,Ag.
Tempat PPL : BUMDes Tunggulsari
Judul Laporan :

No Hal yang Dikonsultasikan Catatan DPL Paraf
1. Mekanisme pembuatan laporan PPL dan essay. Pembuatan laporan PPL bisa disesuaikan dengan buku panduan, sedangkan essay disesuaikan dengan materi yang sudah dibagikan.
2. Pengajuan Judul Laporan PPL. Fokuskan pada pengelolaan unit usahanya, bisa berupa strategi, dampak dsb.
3. Konsultasi mengenai judul essay. Judul essay akan berbeda dengan judul bukunya, yang terpenting masih dalam satu pembahasan atau topik.

Tulungagung, 26 Februari 2021
Ttd
(Dr. H. Dede Nurohman, M.,Ag.)
NIDN. 2018127102

DOKUMENTASI KEGIATAN

1. Wawancara bersama Kepala Desa Tunggulsari Bapak Didik Girno Yekti

2. Wawancara Bersama Pimpinan BUMDes Tunggulsari

3. Meeting virtual Bersama Dosen Pembimbing Lapangan

4. Keadaan Gedung Kesenian Serbaguna Desa Tunggulsari

NAMA : ZIDNA NABILAH
NIM : 12402183116
JURUSAN : EKONOMI SYARIAH
TEMPAT : BUMDes (Gedung Kesenian Serbaguna) Tunggulsari

Review Pendalaman Materi Praktik Pengalaman Lapangan Gelombang 1 FEBI IAIN Tulungagung
Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Gelombang I FEBI IAIN Tulungagung dilaksanakan pada Kamis, 16 Januari 2021 dilakukan secara online via Zoom. Acara ini diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana PPL tahun 2021 sekaligus kepala laboratorium FEBI IAIN Tulungagung yaitu Bapak Siswahyudianto, M.M. Beliau menyampaikan beberapa hal terkait mekanisme pelaksanaan PPL VDR ini, salah satunya adalah pembagian topik dari setiap jurusan. Selanjutnya, disusul dengan sambutan dari Dekan FEBI IAIN Tulungagung, Bapak Dr. H. Dede Nurrohman, M.Ag. Dalam sambutan ini, beliau memberikan arahan dan motivasi kepada para mahasiswa FEBI yang akan melaksanakan PPL secara mandiri di desanya masing-masing.
Beliau mengharapkan agar mahasiswa tetap disiplin menjalankan PPL ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di wilayah/ daerah masing-masing. Berkat usulan dari beberapa DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), Bapak Dr. H. Dede Nurrohman, M.Ag. menyampaikan bahwa aka nada pembuatan buku “bunga rampai” sebagai salah satu bentuk laporan PPL. Melalui essay yang dibuat oleh seluruh mahasiswa dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi bagi masyarakat. Tidak hanya bagi masyarakat, namun juga diharapakan pembuatan buku ini dapat memberikan manfaat bagi banyak orang atas data-data yang telah ditemukan oleh para mahasiswa tersebut. Walaupun dengan banyak keterbatasan, beliau berpesan agar seluruh pihak yang berkaitan bisa melaksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan ditanggung bersama (wujud gotong royong).
Setelah dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, selanjutnya pembekalan diawali dengan materi pertama oleh Bapak Khumaidi dari agensi direktur PT. Asuransi Jiwa Bumi Putra Tulungagung. Pembahasan yang beliau sampaikan adalah tentang bagaimana cara bisnis menghadapi kondisi Pandemi Covid-19. Bapak Khumaidi secara terus terang mengatakan bahwa dengan adanya wabah ini, justru lebih memudahkan Lembaga dalam melakukan pemasaran produk. Hal ini karena tim melakukan kunjungan ke sekola-sekolah, polsek dan tempat-tempat lainnya guna mempresentasikan produk. Dengan ketidakstabilan ekonomi saat ini, konsumen yang menjadi perhatian utama adalah PNS (Pegawai Negeri).
Bapak Khumaidi ini juga merupakan bagian pemasaran yang mendapatkan bagian untuk menyarankan jasa mitra mabrur perusahaan. Beliau menyatakan bahwa pemasarannya dipermudah dengan kerjasama yang dapat dilakukan bersama bank-bank syariah, beberapa diantarany adalah Bank Panen Syariah, Bank Niaga Syariah, Bank Sinar Emas Syariah. Pada bank-bank tersebut sekarang sudah memiliki jasa pembayaran haji syariah. Dari perusahaan sendiri mengambil bagian untuk menyarankna para konsumen mengenai pembiayaan haji baru kemudian menyarankan asuransi pelunasan haji atau asuransi mitra mabrur.
Selanjutnya, Bapak Khumaidi juga menyampaikan terkait teori-teori dalam mencapai kesuksesan dalam bekerja (khususnya pemasaran). Beberapa tips diantaranya : (1) Doa, agar usaha yang dilakukan bisa dipermudah oleh Tuhan, (2) Ilmu, dalam menghadapi pandemi seperti ini maka dibutuhkna pengetahuan tentang bagaimana harus bersikap dan bertindak sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik, (3) Skill, kita membutuhkan keahlian di dalam praktik kerja. Salah satunya adalah mengerti bagaimana cara berpenampilan dan bersikap di dalam lingkup kelompok atau tim, (4) Mental, mempelajari teori saja tidak cukup sehingga perlu adanya keberanian untuk praktik langsung di lapangan. Hal ini agar kita mampu mengasah pengetahuan serta menguji mental saat terjun secara langsung dalam dunia ekonomi ini. Pada kesimpulannya kita tidak akan berhasil dalam bekerja apabila kita tidak memiliki doa, usaha maupun ketekunan, karena tujuan dari bekerja tidak lain adalah menafkahi pribadi maupun keluarga.
Selanjutnya, Bapak khumaidi menjelaskan kembali mengenai skill (keterampilan) dengan lebih luas. Hal paling penting ketika bekerja di bidang oemasaran adalah keterampilan berbicara atau komunikasi. Di samping kita perlu berani berbicara, kita juga harus mampu memahami terlebih dahulu apa yang akan kita bicarakan. Karena dengan mendalami materi terkait bidang pekerjaan kita, maka hal tersebut tentu memudahkan kita berbicara dengan percaya diri sekaligus membuat orang lain tertarik. Satu hal lagi yang tidak boleh tertinggal adalah, kita harus tahu lebih dulu siapa yang akan kita ajak bicara. Dengan begitu, kita mampu menyesuaikan diri dan menggunakan bahasa yang tepat kepada calon konsumen agar mereka merasa nyaman berbicara bersama kita. Berikutnya, saat orang lain menanggapi pembicaraan kita maka harus didengarkan dengan seksama dan tidak dibenarkna jika kita memperhatikan hal yang lain.
Materi kedua disampaikan oleh Bapak Ghufron Ahmad Yani yang menjabat sebagai Sekretaris DPD Pemuda Tani Jawa Timur 2018-sekarang sekaligus Ketua PW LPPNU Jawa Timur tahun 2018- 2023. Dalam mengawali materi ini, beliau menyampaikan bahwa seorang mahasiswa bukanlah sosok yang disiapkan untuk menjadi pegawai atau buruh melainkan harus mampu menyiapkan diri menjadi orang yang justru akan memiliki karyawan.
Dalam menjalani hidup, tentu semua orang ingin menjadi sukses maka haruslah selalu berprasangka baik kepada Tuhan. Karena sebagaimana yang sering kali disebutkan oleh banyak ulama bahwa Tuhan bersama dengan prasangka hambanya, maka berprasangkalah baik agar Tuhan juga menjadikannya menjadi nyata. Di dalam surat al-Qassas ayat 77, disampaikan bahwa sekala orioritas sukses kita adalah akhirat tetapi jangan lupakan kesuksesan di dunia.
Parameter sukses adalah orang yang mampu mengakhiri hidupnya dengan khusnul, maka upaya apapun yang kita gunakan agar sukses tentu tidak lain adalah sukses akhirat. Hak pemting pertama adalah afirmasi bawah sadar kita bahwa sukses itu mungkin, dan hal tersebut tidak dilihat dari siapa dan dari mana kita belajar. Melainkan ada pada keyakinan kita pada Tuhan, doa, usaha, restu orang tua, dan profesionalitas kita dalam menyiapkan diri untuk membuka bisnis apapun.
Profesionalitas ini antara lain: (1) Science dan knowladge, dalam bisnis harus memiliki pengetahuan dan ilmu tentang bisnis yang akan dijalankan, (2) Improvisasi (pengembangan), dalam hal ini kita juga oerlu mengembangkan usaha kita sekreatif mungkin, (3) Good morality, dalam hal ini moral itu juga menjadi hal yang sangat penting agar konsumen percaya kepada kita. Selain itu, ini juga memudahkan kita untuk mendapatkan konsumen yang riyal dengan produk kita.
Bisnis terbaik adalah bisnis yang dieksekusi, dan peluang yang kita ambil dan geluti dengan serius. Karena sebagus apapun bisnisnya, namun apabila tidak kita praktikkan langsung maka itu akan sia-sia. Hak penting lainnya adalah perlunya mencari momentum dalam membaca trend masa kini. Karena di dalam sebuah bisnis, kita dituntut untuk terus berkembang dan mengikuti zaman jika ingin bisnis kita tetap digandrungi oleh banyak konsumen. Membaca keinginan, kebutuhan dan kesukaan konsumen juga penting, terlebih kalangan anak muda yang menjadi penggerak trend masa kini. Tidak ada yang mustahil jika kita memiliki keyakinan yang kuat dan usaha yang tak kenal lelah, maka mari sama-sama mencoba berani selagi kita masih muda.
Bapak Ghufron menutup materinya dengan pernyataan bahwa apapun yang kita lalui saat ini adalah “koma”, proses yang masih akan terus berlanjut. Walaupun nantinya kita akan bertemu dengan kegagalan, itu masih bukanlah akhir melainkan pelajaran. Suatu saat pasti kita akan menemukan “titik” dari proses kita sendiri, dan akhir dari perjuangan yang telah kita lakukan. Terkahir adalah yakinlah bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik bagi seluruh hamba-Nya, maka jangan berputus asa atas rahmat-Nya.

Leave a Reply to labfebi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Peran housekeeping dalam peningkatan layanan dihotel kusuma agro batu malang

tete felti Aritonang 12405173011 Mbs 6A, -Reduced-Reduced-Reduced-Reduced

LAPORANPRAKTIKPENGALAMANLAPANGAN
JURUSANMANAJEMENBISNISSYARIAH
PERANHOUSEKEEPINGDALAMPENINGKATANLAYANANDIHOTEL
KUSUSMAAGROWISATABATUMALANG
DiajukanUntukMemenuhiTugasAkhir
PraktikPengalamanLapanganJurusanManajemenBisnisSyariah
FakultasEkonomidanBisnisIslamIAINTulungagung
Oleh
TETEFELTIARITONANG
12405173011
DosenPembimbingLapangan
SriEkaAstutiningsih,S.E.,M.M
NIP.196908272000032001
MANAJEMENBISNISSYARIAH
FAKULTASEKONOMIDANBISNISISLAM
IAINTULUNGAGUNG
2020 IMG-20200307-WA0046

Leave a Reply to labfebi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

LAPORANPRAKTIKPENGALAMANLAPANGAN JURUSANMANAJEMENBISNISSYARIAH PERANHOUSEKEEPINGDALAMPENINGKATANLAYANANDIHOTEL KUSUSMAAGROWISATABATUMALANG DiajukanUntukMemenuhiTugasAkhir PraktikPengalamanLapanganJurusanManajemenBisnisSyariah FakultasEkonomidanBisnisIslamIAINTulungagung Oleh TETEFELTIARITONANG 12405173011 DosenPembimbingLapangan SriEkaAstutiningsih,S.E.,M.M NIP.196908272000032001 MANAJEMENBISNISSYARIAH FAKULTASEKONOMIDANBISNISISLAM IAINTULUNGAGUNG 2020

Leave a Reply to labfebi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

LAPORANPRAKTIKPENGALAMANLAPANGAN JURUSANMANAJEMENBISNISSYARIAH PERANHOUSEKEEPINGDALAMPENINGKATANLAYANANDIHOTEL KUSUSMAAGROWISATABATUMALANG DiajukanUntukMemenuhiTugasAkhir PraktikPengalamanLapanganJurusanManajemenBisnisSyariah FakultasEkonomidanBisnisIslamIAINTulungagung Oleh TETEFELTIARITONANG 12405173011 DosenPembimbingLapangan SriEkaAstutiningsih,S.E.,M.M NIP.196908272000032001 MANAJEMENBISNISSYARIAH FAKULTASEKONOMIDANBISNISISLAM IAINTULUNGAGUNG 2020

IMG-20200307-WA0046

Leave a Reply to labfebi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sample Page

One thought on “Sample Page

Leave a Reply to labfebi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>