KEGIATAN LABORATORIUM FEBI

 

                                             1ed70004-cd95-41b5-a5bc-0d0b62e40a6e (1)

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Oleh:

GALIH ALFARIDZI

NIM. 12402183264

Dosen Pembimbing Lapangan

Citra Mulya Sari, M.E

 

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

2021

A.    Dasar Pemikiran

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Sehingga sudah tidak asing lagi, jika kemiskinan yang ada di Indonesia menjadi isu sentral di kalangan masyarakat. Walaupun kemiskinan merupakan suatu kondisi yang ditolak oleh manusia, namun kemiskinan juga tidak bisa dihindarkan di negara dengan padat penduduk ini. Permasalahan kemiskinan ini membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak, baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat sendiri yang nantinya harus saling bekerjasama dan berkoordinasi untuk mengurangi angka kemiskinan melalui program kerja yang ada, salah satu faktor penyebab kemiskinan di Indonesia adalah rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia yaitu dengan dibuktikanya banyaknya potensi Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia, namun ketidakmampuan sumber daya manusia untuk mengolah dan memanfaatkan Sumber Daya Alam tersebut secara maksimal.

Hal ini dikarenakan tidak adanya wawasan keilmuan dan kurangnya keterampilan dalam mengolah sumber daya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Melihat kondisi perekonomian di Indonesia sangat terpuruk, hal ini akan berdampak negatif terhadap masyarakat, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun dalam memenuhi kebutuhan hidup demi keberlangsungan hidup masyarakat. Begitu juga dengan kemiskinan yaitu suatu keadaan dimana masyarakat sedang mengalami krisis baik dari sandang, pangan, papan yang rendah diiringi dengan tingkat pengangguran yang tinggi.

Pemberdayaan masyarakat disini sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan. Pemberdayaan masyarakat disini diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang berinisiatif untuk memulai kegiatan sosial untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitarnya. Pemberdayaan masyarakat ini dapat terjadi apabila masyarakat itu sendiri ikut serta dalam berpartisipasi di kegiatan tersebut. Jadi, keberhasilan dari pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan dari pihak yang melakukan pemberdayaan, tetapi juga ditentukan oleh seberapa aktif pihak yang diberdayakan untuk mengubah situasi dan kondisi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Berdasarkan definisi dari pemberdayaan masyarakat ada tiga tujuan utama dalam pemberdayaan masyarakat yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat, perilaku masyarakat, dan mengorganisir diri masyarakat.

 

Laporan PPL Di BMT NU Jombang Cabang Mojoagung

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktek Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Oleh
Muchammad Nugroho Andry Arno
NIM. 12401183188
Dosen Pembimbing Lapangan
REFKI RUSYADI, M.Pd.I
NIDN. 2027128601

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UIN SAYYID ALI RAHMATILLAH TULUNGAGUNG
2021 

        Baitulmaal wa tamwil merupakan lembaga keuangan syariah yang
notabennya adalah nonperbankan dan bersifat informal, karena lembaga keuangan ini didirikan oleh swadaya masyarakat yang berbeda dengan lembaga keuangan perbankan dan lembaga keuangan formal lainnya.
Keberadaan BMT dipandang memiliki dua fungsi utama yaitu, sebagai
media penyalur pendayagunaan harta ibadah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf serta BMT juga berfungsi sebagai institusi yang bergerak dibidang
investasi yang bersifat produktif. Fungsi yang kedua dari bmt adalah sebagai
lembaga ekonomi dan bertugas menghimpun dana dari masyarakat yang
mempercayakan dananya untuk disimpan di bmt dan menyalurkan dananya
kepada anggota yang diberikan pinjamanoleh bmt .

        BMT NU JOMBANG Cabang Mojoagung adalah salah satu
lembaga keuangan syariah yang berada di kabupaten JOMBANG, yang
berkantor pusat di Jombang tepatnya di Jl. Gatot subroto, No. 4, jalakombo Jombang. Untuk BMT NU JOMBANG Cabang mojoagung sendiri selaku
tempat praktik pengalaman lapangan beralamat di desa mancilan
kecamartan mojoagung. Sebelum berdiri BMT NU Cabang mojoagung sekitar 5 tahun yang lalu tepatnya ditahun 2016 di kecamatan mojoagung sudah memiliki koperasi simpan pinjam yang berada di bawah naungan MWC NU
Mojoagung. Namun waktu itu tidak berjalan dengan baik dan berakhir
tutup, Kemudian BMT NU Cabang mojoagung lahir karena ini adalah
salah satu program dari BMT NU JOMBANG yang programnya adalah
mendirikan dan mengembangkan BMT NU jombang disetiap penjuru di
kabupaten Jombang, BMT NU cabang mojoagung berdiri dan diresmikan
pada tanggal 12 juni 2020.

       Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat atau
nasabah keepada bank atau lembaga keuangan yang berdasarkan
perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito tabungan dan
bentuk lainnya.3 Berdasarkan UU perbankan pengertian dari simpanan
adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut
syarat-syarat tertentu yang telah disepakati. Dan tidak dapat ditarik dengan
cek, bilyet giro dan alat lainnya.

       Pembiayaan menurut kamus besar bahasa indonesia adalah
kegiatan apapun segala sesuatu yang berkaitan dengan biaya, pembiayaan
secara luas adala pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung sebuah
investasi yang sudah direncanakan baik secara individu maupun dijalankan
oleh orang lain. Dalam artian yang lebih sempit pembiayaan dipakai untuk
mendefinisikan pembiayaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan
seperti halnya lembaga keuangan kepada nasabahnya.

Selengkapnya>>>Laporan PPL Muhammad Nugroho Andri Arno

IMG-20211104-WA0000

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN

Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Oleh

CINDY RAFIKA SARI

 NIM : 12402183188

Dosen pembimbing lapangan

       Dr. Muhammad Aswad, M.A

 

  JURUSAN  EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) merupakan peranan yang sangat besar dalam memajukan perekonomian Indobnesia. UMKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis moneter tahun 1997 di saat perusahaan – perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Saat ini, UMKM telah berkontribusi dalam pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UMKM hanya menguntungkan pihak- pihak tertentu saja. Padahal sebenarnya UMKM sangat berperan dalam mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia.

Usaha Mikro Kecil Menengah menjadi wadah yang baik bagi penciptaan lapangan pekerjaan yang produktif. UMKM merupakan usaha yang padat karya, tidak membutuhkan persyaratan tertentu seperti tingkat pendidikan, keahlian (keterampilan) pekerja, dan penggunaan modal usaha relatif sedikit serta teknologi yang digunakan cenderung sederhana. UMKM masih memegang peranan penting dalam perbaikan perekonomian Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha, segi penciptaan lapangan kerja, maupun dari segi pertumbuhan ekonomi nasional yang diukur dengan Produk Domestik Bruto.

Selengkapnya>>>Cindy Rafika Sari _188 LAPORAN PPL<<<

 

Resize_20211029_152546_6544[1]Resize_20211029_152545_5334[1]

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

Tika Risma Fizanain

NIM. 12402183208

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag.

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

 

Pengembangan UKM mempunyai peran yang penting untuk pertumbuhan ekonomi termasuk di negara Indonesia. Kegiatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang besar dalam pembangunan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga berkontribusi aktif untuk bisa mengembangkan suatu daerah wilayah sehingga dapat meningkatkan usahanya serta meminimalisir angka suatu pengangguran di suatu daerah. Seperti usaha warung “Sor Coklat” Milik Mbak Titin. Suatu Usaha bisa dikatakan berkembang jika proses usahanya berjalan dengan lancar dan memaksimalkan pekerja dalam suatu produktivitas yang dijalaninya. Selain itu usaha kecil menengah juga perlu adanya strategi agar dapat mencapai suatu sasaran dan dapat mencapai suatu tujuan sehingga dengan itu semua akan terkontrol dengan baik. Dengan menggunakan strategi maka suatu badan UKM akan dapat berkembang sesuai harapan.

Usaha Warung “Sor Coklat” Mbak Titin merupakan usaha yang berada di dusun Tondo desa Pagersari. Usaha ini sudah berjalan kurang lebih 3 tahun lamanya. Omset dari usaha ini tidak menentu sekitar kurang lebih 400-500 ribu perharinya. Usaha ini didirikan supaya bisa memberdayakan masyarakat yang ada di sekitarnya dan sekarang memiliki karyawan sejumlah 2 orang.

Strategi penjualan adalah serangkaian tujuan dan sasaran kebijkaan dan aturan yang memberikan arahan kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan pesaing yang selalu berubah.

Strategi pemasaran dalam sebuah perusahaan tidak dapat dilakukan hanya sekali proses saja, namun butuh proses panjang untuk membuat strategi pemasaran yang sesuai dengan perusahaan tersebut.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL-TIKA RISMA FIZANAIN (12402183208)<<<

IMG_20210824_222226

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Oleh:

Ani Rodhiyah

NIM. 12403183197

Dosen Pembimbing Lapangan:

Dedi Suselo, M.M

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

2021

Pengelolaan keuangan desa merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan penerapannya. Dalam mengelola keuangan desa harus memperhatikan azas transparansi, Akuntabel, partisipatif, tertib dan disiplin anggaran. Untuk menciptakan tata kelola keuangan desa yang bersih, transparan, akuntabel, efektif dan efisien, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Ditjen Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri bekerjasama membuat sebuah aplikasi yang disebut Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Sistem keuangan desa (Siskeudes) merupakan aplikasi yang digunakan desa dalam proses penganggaran, penatausahaan serta pelaporan keuangan desa. Secara otomatis Sistem keuangan desa (Siskeudes) akan mengahasilkan laporan yang diperlukan, sehingga lebih efisien biaya dan waktu, meminimalisir adanya kesalahan dan kecurangan, serta dapat membantu meringkas dan mengelompokkan data. Siskeudes dapat diakses secara online maupun offline. Selanjutnya>>>Ani Rodhiyah - 12403183197 - Laporan PPL Upload New_compressed<<<

IMG20210724100911-min

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

NUR FITROTUL LAILIN

NIM. 12401183262

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Deny Yudiantoro, S.AP.,M.M

NIP. 198403052019031011

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Pada kondisi pandemic sekarang ini, masyarakat kalangan usaha kecil yang sangat berdampak. Apalagi pasca peraturan yang menganjurkan tutup toko di jam yang sudah ditentukan. Dalam kondisi pandemic sekarang ini, selain berdampak pada kesehatan juga berdampak pada sector perekonomian. Akibat dampak wabah ini pertumbuhan ekonomi mitra dagang di Indonesia tumbuh secara negative. Menurut Mentri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami kontraksi hingga 0,4 persen di akhir tahun dan mengalami scenario berat pada kisaran 2,3 persen. Dampak dari pandemic ini meluas juga pada sector keuangan yang misalnya risiko akan gagal bayar kredit atau peningkatan rasio kredit macet. Namun, pada sector Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM masih mampu bertahan dalam setiap krisis yang mungkin saja berdampak akan lebih parah karena kegiatan social yang diharuskan pelaku usaha berhenti. Sri Mulyani menyatakan bahwa UMKM masih mampu penopang ekonomi Indonesia pada saat krisis ekonomi di tahun 1998 tapi UMKM sekarang terpukul paling depan karena tidak ada kegiatan diluar rumah. Dengan begini, lembaga keuangan menjadi peran penting bagi pelaku usaha yang membutuhkan dana modal. Lembaga keuangan semakin tahun mengalami perubahan yang signifikan maka tak heran masyarakat meliriknya sebagai perantara membantu permodalan. Salah satu lembaga yang di lirik masyarakat adalah Baitul Maal wat Tamwil (BMT).

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL (2021) NUR FITROTUL LAILIN (12401183262)<<<

EA86FF15-FADE-4DA2-BB12-ECC31B917620 Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung Oleh : NUR IMAM HAQIQI NIM. 12401183236 Dosen Pembimbing Lapangan Elok Fitriani Rafikasari, M.Si NIP. 19890921 201801 2 002 JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG 2021 Satu dari sekian permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Mikro (UKM) adalah ketersediaan modal serta sulitnya akses permodalan terhadap lembaga keuangan bank sebagai pemberi pinjaman dan kredit modal usaha. Selama ini masih banyak para pelaku usaha kecil dan mikro mendapatkan kredit modal usaha dari bank keliling atau dari para pelepas uang dengan tingkat suku bunga yang tingggi dan memberatkan. masalah permodalan masih menjadi kendala utama bagi UKM untuk tumbuh dan berkembang. Masalah mendasar yang menyebabkan UKM menemui kesulitan dalam pembiayaan usaha; Pertama, masalah jaminan. Hampir seluruh UKM mengeluhkan sulitnya mendapatkan pembiayaan dari perbankan karena ada ketentuan jaminan. Akibatnya, permodalan UKM hingga kini lebih banyak menggantungkan pada pemupukan modal sendiri (self financing) yang sangat terbatas.  Kedua, masalah bunga pinjaman di sektor UKM masih dirasakan sangat tinggi. Dalam kaitan dengan pembiayaan setidaknya ada dua tipe kelompok UKM. Kelompok pertama adalah  UKM yang bankable yang ditandai dengan (1) telah memiliki perangkat legalitas formal yang memadai; (2) manajemen yang lebih rapi; (3) akses pemasaran yang cukup; (4) penyajian informasi keuangan dapat diterima sesuai persyaratan bank teknis; (5) akses informasi dan pengetahuan terhadap produk perbankan cukup luas; dan (6) jaminan (collateral) dapat memenuhi persyaratan bank teknis. Kelompok kedua adalah UKM yang unbankable group, yang ditandai dengan (1) belum memiliki perangkat legalitas formal yang memadai; (2) manajemen belum rapi; (3) akses pemasaran terbatas; (4) penyajian informasi keuangan belum memenuhi persyaratan bank teknis; (5) akses informasi dan pengetahuan terhadap produk perbankan terbatas. dan (6) membutuhkan peran koperasi sebagai penghubung dan mitra dalam membangun hubungan dengan perbankan. Melihat pentingnya koperasi bagi pengembangan UKM di seluruh wilayah Indonesia, maka penulis merasa tertantang untuk meneliti mengenai masalah ini. Pemberdayaan usaha kecil dan mikro serta koperasi merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan. selengkapnya>>>>>>>>>> LAPORAN-PPL_NUR IMAM HAQIQI__GEL_02-dikonversi (1)<<<

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh
AGNES DAMAYANTI
NIM. 12401183225

Dosen Pembimbing Lapangan
Muhammad Aqim Adlan, S.Pd. I., M.E.I.
NIP.197404162008011008

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN TULUNGAGUNG
2021

IMG_20210805_160035-compress1

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Oleh:

MUHAMAD RIZAL ARIFIN

NIM: 12401183330

  Dosen Pembimbing Lapangan

Refki Rusyadi, M.Pd. I

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

 

Pada asal mula berdirinya tempat pada café pasar kawasan ini yang di bangun di tahun 2015 pada rencana pembangunan awal tempat ini mau di jadikan pasar rakyat oleh pemkab Trenggalek untuk menunjang perekonomian masyarakat yang berapa di desa pandean dan sekitarnya, tempat ini bernama pasar kawasan yang terletak dan beralamatkan di Jl. Raya Pandean, Ds. Pandean, Rt 01 / Rw. 01 Kec. Durenan Kab. Trenggalek. Yang dulunya tempat ini ingin di buat pasar akan tetapi pada akirnya sejak tahun berdirinya yaitu tahun 2015 sampai saat ini, Pembangunan pasar ini sudah berhenti dan akirnya sampai saat awal pembangunan pasar ini pun belum beroperasi sama sekali di karena ada masalah dari pemkab itu sendiri, dan yang akirnya pasar kawasan yang berada di desa pandean ini tidak beroprasi dengan semestinya padahal dalam pembangunan pada pasar ini sudah berdiri tegak dan masyarakat pun tinggal menampati dan mengoperasikan pasar ini dan sangat di sayangkan harus mangkraknya pasar ini.

Dengan begitu lamanya pasar ini sudah mangkrak selama bertahun-tahun dan sudah tidak ada yang mengurus ataupun menempati tempat pasar ini, pada akirnya oleh bapak kades yaitu bapak Suwarno S.Pd. selaku kepala desa yang ada di desa Pandean yang pada akirnya membuka peluang untuk masyarakat sekitar desa pandean untuk memperbolehkan dan memanfaatkan bangunan yang sudah lama tidak di tempati ini, yang di peruntukan untuk kusus masyarakat desa pandean yang ingin membuka usaha UMKM, dan memanfaatkan fasilitas yang ada di pasar kawasan desa pandean ini. Dengan adanya pembukaan peluangan di pasar kawasan ini ada 3 pelaku usaha UMKM yang telah menempati pasar kawasan desa pandean, dan salah satunya yaitu usaha UMKM Cafe Pasar Kawasan yang di kelola oleh pemuda setempat yaitu mas rega, Café Pasar Kawasan ini didirikan sejak 23 September 2019 .

Selengkapnya>>>>LAPORAN PPL_MUHAMAD RIZAL ARIFIN_12401183330- Perbankan Syariah<<<<

IMG20210216190312-mnt

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

Muhamad Atsan Fatkur Rohman

NIM. 12406183023

Lapangan Dosen Pembimbing:

Citra Mulya Sari, SESy., ME

JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAG U NG

2021

      Sistem ekonomi merupakan salah satu aspek yang mengatur kehidupan manusia dalam bermasyarakat dan bernegara khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dana kekayaan. Standar ekonomi dalam kehidupan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan mensejahterakan keluarganya. Dalam perekonomian, pendapatan merupakan faktor yang terpenting untuk melihat tingkat kesejahteraan. Dengan adanya pendapatan dalam kegiatan perekonomian dapat berjalan, yaitu ekonomi pendapatan merupakan balas jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh sektor rumah tangga, oleh sektor perusahaan yang dapat berupa gaji dan upah, sewa, bunga serta keuntungan atau keuntungan. [1]Indonesia memiliki Ribuan desa. Untuk mengembangkan desa-desa tersebut dibuatlah program pemberdayaan desa. Salah satu program pemberdayaan desa itu adalah dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang cikal-bakal Resepnya berasal dari Lembaga Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP).

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) merupakan program pemberdayaan desa yang bergerak di bidang keuangan untuk mendukung dan mendorong perekonomian yang produktif. Dengan adanya program tersebut masyarakat bisa membuka dan mengembangkan usaha. Hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan perkembangan perekonomian masyarakat. Program pemberdayaan desa yang mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. Peran di sini adalah sebuah personel yang dimiliki sehingga tercipta atau terbentuknya sebuah usaha, jika masyarakat tidak terlibat aktif dalam menggunakan program tersebut maka tidak akan pernah tercipta sebuah usaha perekonomian yang produktif.

selengkapnya>>> LAPORAN PPL M.Atsan fatkur Rohman_023_MKS5A  <<<