PPL FEBI

IMG_20200922_141037

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung
Oleh
IDHA DEWI NI'MATURROHMAH
NIM. 12401173182
Dosen Pembimbing Lapangan
Sri Dwi Estiningrum, SE, Ak., MM, CA
NIP. 197209082007102001

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN TULUNGAGUNG

UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan maupun badan usaha disemua sektor ekonomi. Dapat diakui bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Di Indonesia, UMKM sangat penting terutama sebagai sumber pertumbuhan kesempatan kerja dan pendapatan. Fakta ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang ditemukan oleh kelompok usaha kecil tersebut jauh lebih banyak dibandingkan tenaga kerja yang diserap oleh usaha besar. Karena itu, UMKM sangat diharapkan untuk bisa terus berperan secara optimal dalam menanggulangi pengangguran yang meningkat cenderung setiap tahun. Dengan banyaknya tenaga kerja, berarti UMKM memiliki peran strategis dalam upaya pemerintah mengurangi kemiskinan di Indonesia.
Peran Lembaga keuangan sangat penting untuk membantu pelaku usaha mikro yang kesulitan dalam penggandaan modal. Diharapkan para pelaku pengusaha kecil bisa terbantu oleh pinjaman modal dari lembaga-lembaga keuangan yang menyediakan kredit khusus untuk mengatasi keterbatasan modal mereka. Karena salah satu kunci penting dalam melakukan kegiatan bisnis adalah modal, tanpa modal yang cukup maka bisnis tidak akan berjalan dengan baik.
Selengkapnya >>> LAPORAN_PPL_IDHA DEWI N_12401173182 <<<

IMG-20200921-WA0029

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh

TRIA AULIA FAHRIANI

NIM. 12401173180

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, S.E.Ak.M.M.,C.A

NIP.197209082007102001

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN TULUNGAGUNG

Salah satu bentuk upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional adalah dengan cara penyaluran dana dalam bentuk kredit. Kredit tersebut dapat diberikan kepada masyarakat atau para pelaku UMKM yang membutuhkan. Sistem penyaluran dana tersebut dapat melalui lembaga keuangan baik lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank maupun lembaga keuangan lainnya. Lembaga keuangan merupakan lembaga yang menjadi perantara keuangan dan jasa ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah BPR (Bank Perkreditan Rakyat).
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyatnya.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan salah satu lembaga keuangan bank yang dikenal melayani golongan para pengusaha yang bergerak pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan lokasi yang pada umumnya cukup dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya adalah PT. BPR Tanah Bandar Lumajang yang dalam kegiatan operasionalnya telah diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) serta memberikan pelayanan kepada para pelaku UMKM masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat banyak.

Selengkapnya>>> LAPORAN PPL_TRIA AULIA FAHRIANI_12401173180

IMG_20200803_095224

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

FAJAR HUZEIN

NIM: 12401173297

 

 

Dosen Pembimbing Lapangan:

Sri Dwi Estiningrum, SE.Ak.,M.M., C.A.

NIP. 197209082007102001

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2020

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yaitu unit usaha produktif yang berdiri sendir, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha disemua sektor ekonomi (T.H.Tambunan, 2017). Namun kenyataannya pelaku UMKM masih mengalami berbagai hambatan internal maupun eksternal, salah satu hambatanya adalah kekurangan modal. Tanpa suntikan modal maka kemungkinan akan susah bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitasnya. Dalam hal ini peran lembaga keuangan seperti perbankan juga sangat penting terkait dalam segala hal mengenai pendanaan, terutama dari sisi pemberian pinjaman.

Dalam pendirian sebuah usaha membutuhkan modal kurang lebih  150 juta salah satunya meubel yang akan dijalankan bernama Sarno Meubel ini merupakan suatu produk dengan bahan baku kayu. Produk meubel antara lain kusen, almari, pintu, kusen jendela, kursi sofa, meja ruang tamu, meja makan. Kita ketahui bahwa meja, kursi dan almari menjadi kebutuhan sekunder rumah tangga sebagai perlengkapan.

Selengkapnya.........LAPORAN PPL_FAJAR HUZEIN_12401173297 -........

Elvira

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

ELVIRA KURNIA SYIFA

NIM. 12401173249

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, S.E., Ak., M.M., C.A.

NIP. 197209082007102001

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan suatu lembaga yang mana modalnya melalui penyertaan langsung desa dari kekayaan dan potensi desa. Berdirinya BUMDes didasari dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, bahwa keberadaan BUMDes dapat memberikan manfaat bagi masyarakat atau warga desa. Terutama dalam hal untuk menghasilkan pendapatan asli desa. BUMDes memiliki berbagai macam jenis usaha salah satunya dalam keuangan. Yang mana dapat memberikan pinjaman kepada masyarakat untuk mengembangkan usahanya.

Seperti halnya pada BUMDes Desa Doko, juga memiliki berbagai macam unit usaha salah satunya unit simpan pinjam. Unit simpan pinjam yang bertugas untuk memberikan bantun pinjaman berupa modal kepada para pelaku usaha. Karena mengingat pinjaman ini sangat penting untuk berkembangnya suatu usaha yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_ELVIRA KURNIA SYIFA_12401173249<<<

gmb

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

AHMAD LUTHFI DZULHIMAM

NIM. 12401173316

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, SE.Ak.,M.M.,CA.

NIP. 197209082007102001

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Perempuan diciptakan untuk menjadi seorang istri dan seorang ibu, sementara laki- laki diciptakan untuk menjadi pencari nafkah dan pelindung keluarga. Tetapi dengan adanya pergeseran waktu, emansipasi, perkembangan teknologi dan pendidikan serta tuntutan zaman, peran itu mulai bergeser juga. Semakin banyak wanita yang menjadi kaum intelektual bahkan mempunyai potensi yang besar untuk menjadi seorang pemimpin. Disamping itu, dengan adanya persaingan yang ketat dalam bidang ekonomi, seorang suami saja tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehingga seorang ibu juga dituntut untuk mendukung penghasilan keluarga. Namun juga ada beberapa perempuan yang bekerja bukan karena mereka ingin bekerja tetapi lebih karena tuntutan hidup (Ratna, 1996).

Salah satu pekerjaan yang banyak diminati oleh kaum perempuan dengan alasan seperti diatas adalah dengan berwirausaha. Dengan berwirausaha, seorang ibu bekerja tetapi tetap dapat mengurus pekerjaan di sektor domestiknya yaitu sebagai ibu rumah tangga. Karena dengan berwirausaha seseorang dapat bekerja sesuai keinginannya tanpa harus terikat waktu. Namun salah satu kendala seseorang dalam berwirausaha adalah mendapatkan modal usaha.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_AHMAD LUTHFI DZULHIMAM_12401173316<<<


 

IMG-20200812-WA0031

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

LENI HERMAWATI

NIM. 12401173136

 

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, S.E., Ak., M.M., C.A.

NIP. 197209082007102001

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN TULUNGAGUNG
2020

 

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peranan yang penting dalam membangun perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. UMKM disebut sebagai usaha yang mampu bertahan dalam kondisi krisis. UMKM biasanya lebih elastis, fleksibel, dan adaptif, sehingga modal menjadi awal dalam menggarap usahanya. Pelaku usaha kecil dan menengah biasanya juga memiliki motivasi sangat tinggi untuk mengembangkan usahanya. Dengan modal seadanya, UMKM bersemangat dan antusias untuk mengembangkan usahanya. Kecenderungan menangani sendiri semua proses pengerjaan dari awal hingga akhir.

 

Dari pengumpulan bahan baku, produksi hingga pemasaran tidak jarang dilakukan oleh seorang saja, sehingga di sinilah sebuah kekuatan luar biasa yang sangat mendorong pelaku usaha kecil dan menengah terus bangkit dalam segala musim. Keberhasilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak terlepas dari dukungan dan peran pemerintah dan perbankan. Dalam hal ini pemerintah mendorong penyaluran kredit oleh bank kepada UMKM. Pemerintah menujuk beberapa bank-bank sebagai bank pelaksana penyaluran kredit UMKM.

Selengkanya***LAPORAN AKHIR PPL_Leni Hermawati_12401173136***

IMG-20200921-WA0025

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

NASRUL HAKIM

NIM. 12401173175

 

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, S.E., AK., M.M., C.A

NIP. 197209082007102001

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Desa Sidomulyo merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur yang merupakan daerah pedesaan. Pada saat ini daerah pedesaan di identikkan dengan kata ”kemiskinan”, maka seharusnya daerah pedesaan harus mendapatkan prioritas yang utama bagi Pemerintah Pusat untuk melakukan pembangunan. Permasalahan-permasalahan yang di hadapi oleh masyarakat pedesaan umumnya adalah masalah ekonomi, sehingga permasalahan ekonomi masyarakat akan menghambat kemajauan bagi suatu daerah. Oleh karena itu perlu adanya pemberdayaan untuk dapat mengatasi permasalahan ekonomi yang terjadi.

Salah satu pembangunan ekonomi yaitu pembangunan koperasi. Dimanapun koperasi berada dan beroperasi, maka keberadaan koperasi tersebut akan menjadikan tumpuan serta harapan dalam upaya peningkatan kehidupan sosial maupun kehidupan ekonomi masyarakat desa yang berada di sekitar wilayah kerja dari koperasi . Dengan hadirnya koperasi di harapkan dapat membantu mengatasi permasalahan-permasalah ekonomi masyarakat desa dengan menjunjung tinggi rasa kerjasama dan tolong menolong yang di landasi dengan rasa kekeluargaan.

Selengkapnya>>>Laporan Akhir PPL Nasrul Hakim_12401173175_PS<<<


IMG-20200818-WA0002

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

KHOFIFAH NUR ROCHMAH

NIM. 12401173237

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, SE.Ak.,M.M.,C.A.

NIP. 197209082007102001

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Kekurangan modal selalu menjadi masalah klasik bagi sebagian besar pelaku usaha, termasuk pembudidya ikan lele. Sementara itu, masih banyak potensi dana di perbankan yang belum banyak dimanfaatkan untuk sektor UMKM. Karakteristik sektor usaha pembudidayaan seperti ini yang kiranya berisiko tinggi dan dipandang rendah diduga kuat menjadi penyebab rendahnya minat lembaga pembiayaan untuk mendanai sektor ini. pngusaha umumnya tidak dapat mengakses lembaga pembiayaan komersial yang menyediakan bunga rendah, seperti BRI Unit Desa, Bank Perkreditan Rakyat, dan koperasi. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki agunan sertifikat tanah dan pengembalian kredit bulanan sehingga tidak sesuai dengan pola penerimaan usaha mereka dan prosedur pengajuan kredit yang rumit. Pengusaha juga sulit mengakses Koperasi Unit Desa karena kinerjanya lemah, putaran uang lambat, dan modal sulit berkembang. Sektor usaha seperti ini menurut saya yang merupakan basis pertumbuhan ekonomi pedesaan, sangat strategis dalam meningkatkan pendapatan masyrkat pedesaan dan mengurangi kemiskinan. Akan tetapi, sampai saat ini para pelaku usaha masih dihadapkan pada kesulitan pembiayaan untuk pengembangan usahanya.

Modal merupakan salah satu kunci penting dalam melakukan kegiatan bisnis, tanpa adanya modal yang cukup, maka bisnis tidak dapat berjalan dengan baik. Bahkan terkadang kecukupan modal merupakan syarat mutlak bagi sebuah bisnis, baik bisnis besar maupun kecil agar dapat memperoleh hasil seperti yang diinginkan. Demikian halnya dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dapat membangun, menjalankan, dan mengembangkan usahanya, UMKM memerlukan modal tertentu. Masalah permodalan memang merupakan masalah klasik bagi UMKM, tetapi masalah ini kerapkali muncul bahkan menjadi salah satu penyebab kegagalan usaha yang dilakukan. pada kenyatannya permasalahan utama yang dihadapi oleh sektor UMKM adalah masalah permodalan

WhatsApp Image 2020-09-21 at 19.07.14

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh

OKKY KHARISMAWAN

NIM. 12401173140

 

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, S.E., Ak., M.M.,C.A.

NIP. 197209082007102001

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program yang wajib diikuti oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung, sebagai salah satu syarat kelulusan. Dalam program praktik pengalaman lapangan ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperoleh ilmu dan pengalaman baru di dunia kerja nyata yaitu di lembaga atau institusi yang berhubungan dengan jurusan yang di ambil. Selain itu, dapat digunakan untuk tempat menerapkan ilmu yang diperoleh selama dibangku kuliah kedalam lingkungan pekerjaan.

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menjadi lulusan-lulusan sarjana yang siap pakai dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. PPL dapat membantu mahasiswa memahami dunia kerja secara langsung dengan mengamati sistem kerja, kedewasaan berfikir, serta meningkatkan cara berfikir dalam analisis berdasarkan fakta yang ditemukan secara benar dan informasi yang diperlukan, efektif dalam melakukan wawancara atau observasi dan memiliki pemahaman teori-teori yang didapat dikampus untuk diterapkan sebagai landasan analisis dengan kenyataan dunia kerja.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal sangat diperlukan oleh setiap lembaga, baik lembaga pemerintah maupun swasta. SDM yang handal dapat memiliki kinerja yang baik sehingga memiliki pengaruh positif terhadap kinerja lembaga. Namun, SDM yang handal tidak otomatis dapat meningkatkan kinerja lembaga. Oleh karena itu, SDM yang handal sekalipun perlu di “manage” agar memiliki kinerja yang baik dan mencapai tujuan lembaga.[1]Suatu perusahaan untuk melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak dibidang barang maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Satu hal yang harus diperhatikan yaitu keberhasilan suatu aktivitas didalam perusahaan dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada keunggulan teknologi, dana operasi yang tersedia, serta tergantung pada aspek sumber daya manusia.

Motivasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh semua pihak pimpinan di lembaga BUMDes bila mereka menginginkan setiap karyawan dapat memberikan kontribusi positif untuk mencapai tujuan perusahaan, karena dengan motivasi seorang karyawan bisa memiliki semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugas yang diharapkan terhadap perkembangan UMKM. Tanpa motivasi seorang karyawan tidak dapat memenuhi tugasnya sesuai standar yang telah ditetapkan. Sekalipun seorang karyawan memiliki kemampuan yang baik, bila tidak memiliki motivasi dalam bekerja, maka hasil pekerjaannya tidak akan maksimal .

Pentingnya motivasi kerja karyawan terhadap perkembangan UMKM, maka wujud perhatian pihak pimpinan lembaga BUMDes mengenai masalah motivasi karyawan dalam bekerja ialah melakukan kegiatan memberi motivasi pada karyawan sehingga karyawan menjadi terdorong dan semangat dalam pencapaian target lembaga sehingga motivasi karyawan dalam bekerja akan tetap terjaga. Pemotivasian ini banyak macamnya seperti kompensasi yang layak dan adil, pemberian penghargaan, insentif dan sebagainya. Apabila kebutuhan karyawan sudah terpenuhi maka karyawan akan saling menghargai hak dan kewajiban sesama karyawan sehingga tercipta suasana kerja yang nyaman dan kondusif, sehingga karyawan bersungguh-sungguh memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan.

Beban Kerja merupakan masalah yang sangat penting dalam suatu lembaga di BUMDes karena dalam pekerjaan setiap karyawan harus memenuhi target yang dijadikan sebagai acuan untuk mendorong kinerja karyawan terhadap perkembangan UMKM di desa agar dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh lembaga BUMDes. Beban kerja karyawan yang dirasakan yaitu semakin banyaknya persaingan diluar bank sehingga pihak bank dan karyawan banyak yang tidak memenuhi target dan penyebab utamanya adanya virus covid 19, yang membuat nasabah banyak yang telat bayar angsuran atau kredit macet. Sehingga pihak bank menerima jumlah angsuran nasabah walaupun tidak sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. Jadi, berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja dan Beban Kerja Karyawan Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Pada Badan Usaha Milik Desa DanaDyaksa Desa Watesumpak Kabupaten Mojokerto”.

selanjutnya

OKKY KHARISMAWAN 12401173140 LAPORAN AKHIR PPL GELOMBANG 2 TAHUN 2020 SELESAI-min


[1]Priyono dan Marnis, Manajemen Sumber Daya Manusia.(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 01.

 

IMG-20200921-WA0021

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh:
RISKA HALILINIKMAH
NIM. 12401173170
Dosen Pembimbing Lapangan
Sri Dwi Estiningrum, S.E., Ak.,M.M., C.A.
NIP. 19720908 200710 2 001
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Lembaga keuangan merupakan badan usaha atau instansi di bidang jasa keuangan yang bergerak dengan cara menghimpun dana dan menyalurkan dari masyarakat. Lembaga keuangan terdiri dari lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank. Dalam operasionalnya terdapat lembaga keuangan non bank yang dikelola oleh Pemerintah Desa yng masuk dalam program BUMdes. Sejak awal dibentuknya program BUMDes sampai saat ini oleh pemerintah, masih banyak desa yang bingung mengembangkan BUMDes-nya. Hal ini disebabkan salah satunya oleh minimnya pemahaman masyarakat mengenai BUMDes, bahkan di tingkat Kepala Desa masih banyak yang tidak yakin BUMDes menciptkan manfaat ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

Sebagai program pemerintah  BUMDes ini belum dijalankan secara efektif oleh beberapa desa. Bahkan hanya desa tertentu saja yang dapat menjalankan program tersebut, kondisi geografi juga mempunyai pengaruh besar terhadap akses informasi mengenai BUMDes misal desa-desa di wilayah kepulauan terpencil. Kendala lain yaitu kualitas sumberdaya manusia atau (SDM) juga menjadi agenda yang menghambat perkembangan BUMDes. Tingkat pendidikan sebagian Kepala Desa dan para perangkat desa adalah salah satunya. SDM menjadi hal yang sangat penting dalam mempengaruhi program ini dan untuk merumuskan kebijakan ekonomi di Desa.

Salah satu Unit Usaha BUMDes yaitu BKD (Badan Kredit Desa). Dari beberapa Desa di kabupaten Trenggalek Desa Durenan merupakan salah satu desa yang sudah menjalankan program BUMDes.Desa ini mempunyai program BUMDes dengan membentuk dan menjalankan lembaga keuangan Desa yang berguna untuk membantu kesejahteraan ekonomi di Desa Durenan. Dalam operasionalnya BKD melakukan kegiatan simpan pinjam kepada seluruh masyarakat Desa Durenan dalam rangka membantu mengembangkan usaha melalui produk-produk yang ada di BKD. Produk yang dijalankan berupa pinjaman mingguan, bulanan, dan musiman.