PPL FEBI

IMG-20210910-WA0037

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

M HENDRIK PRASTIAWAN

NIM : 12401183248

Dosen Pembimbing Lapangan :

SUTOPO

NIP. 197805092008011012

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI TULUNGGUNG

Perkembangan dunia perbankan yang diiringi dengan tumbuhnya minat masyarakat untuk mengetahui segala bentuk aktivitas perbankan ini makin menggembirakan. Aspek yang berkembang dalam dunia perbankan adalah jumlah produk yang ditawarkan semakin beragam, dan pelayanan yang bagus serta ditunjang dengan inovasi teknologi modern. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa bank. Perbankan sudah dianggap sebagai suatu kebutuhan, dan mitra dalam menjalankan bisnis, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk transaksi keuangan dan investasi dengan cepat dan tepat. Perbankan juga merupakan darahnya bisnis tak terbantahkan sangat berpengaruh pada tingkat kepuasan pelanggan yang nantinya akan meningkatkan jumlah nasabah.

Indonesia sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan syariah. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan trend positif dari tahun ke tahun yang tercermin dari banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi. Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah Pada 1 Februari 2021 menjadi penanda sejarah bergabungnya Bank Syariah Indonesia (BSI). Penggabungan ini akan menyatukan kelebihan dari ketiga Bank Syariah ( Mandiri, BNI,BRI) yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

Selengkapnya```LAPORAN PPL M HENDRIK PRASTIAWAN_248

WhatsApp Image 2021-09-18 at 07.30.06

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Oleh:

Nur'aida Febri Seftalina

NIM 12401183271

 

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. H. Mashudi, M.Pd.I

NIP. 196901312001121003

 

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Perkembangan teknologi yang semakin pesat di era saat ini mendukung keberhasilan sebuah perusahaan dalam persaingan bisnis. Semakin mudah dan cepat dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan memberikan pengaruh pada peningkatan interaksi antar individu yang berarti juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial termasuk kegiatan transaksi keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu perusahaan yang mengikuti perkembangan teknologi informasi adalah perbankan. Perkembangan teknologi dalam dunia perbankan dilakukan dengan tujuan agar perusahaan dapat berjalan dengan baik dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan. Hal itu diwujudkan dalam pengembangan sistem pelayanan nasabah dalam bentuk websiteWebsite merupakan teknologi yang banyak digunakan sebagai media yang saat ini sangat berperan dalam penyampaian informasi. Website mampu memberikan informasi menjadi lebih efisien dan up to date. Website dapat digunakan sebagai media pemasaran, informasi, pendidikan, komunikasi dan promosi. Website juga merupakan media yang sangat cocok untuk mengenalkan kepada masyarakat luas tentang berbagai potensi dan keunggulan suatu produk yang ingin dipasarkan.

Pasca merger bank syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) mulai menekankan digitalisasi pada sistem operasional dan juga fasilitas perbankan yang dimiliki. Salah satunya Bank Syariah Indonesia memberlakukan kebijakan kepada setiap nasabah yang akan membuka rekening untuk diupayakan menggunakan webform BSIwebform BSI merupakan fasilitas website yang dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia. Penggunaan layanan webform BSI diharapkan dapat memberikan kemudahan dan manfaat bagi para nasabah dalam melakukan pembukaan rekening. Teknologi tidak terlepas dari sebuah kelemahan begitu juga webform BSI, kelemahan dari fasilitas webform BSI adalah ketergantungan terhadap ketersediaan jaringan seluler. Jika terjadi blankspot atau ketidaktersediaan jaringan, maka layanan webform BSI tidak bisa dilakukan. Hal tersebut sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab pihak bank melainkan tanggung jawab penyedia operator seluler yang digunakan oleh nasabah. Hal tersebut membuat penulis ingin menyusun laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang berjudul “Efisiensi Penggunaan Webform terhadap Pembukaan Rekening Nasabah pada Bank Syariah Indonesia Kantor Kas Tulungagung Trade Center”

Selengkapnya, LAPORAN PPL - NUR'AIDA FEBRI SEFTALINA - 12401183271

WhatsApp Image 2021-09-16 at 08.55.39

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh: ENGGAR DWI RAHAYUNINGSIH NIM: 12401183216

Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Sutopo, M.Pd.

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNISISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG 2021

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) gelombang II tahun 2021 dilaksanakan pada
tanggal 11 Juli 2021 sampai dengan 11 Agustus 2021, karena saya bertempat di Bank
Syariah Indonesia dan dilaksanakan secara ofline serta terjadi situasi PPKM yang
membuat Praktik Pengalaman Lapangan saya di undur pada tanggal 02 Agustus 2021
sampai dengan 31 Agustus 2021 yang bertempat di Bank Syariah Indonesia KCP
Nganjuk Yos Sudarso. Adanya proses merger dari ketiga Bank Syariah milik BUMN mengharuskan
Bank Syariah tersebut untuk melakukan proses migrasi ke rekening Bank Syariah
Indonesia dengan tujuan mampu untuk menjadikan Bank Syariah Indonesia lebih
berkembang dan mengangkat perekonomian negara Indonesia. Dengan kondisi yang
seperti ini yang masih adanya wabah Covid-19 membuat Pulau Jawa dan Bali
menerapkan sistem PPKM salah satunya di kabupaten Nganjuk. Dengan kondisi tersebut
proses migrasi tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.
Pelaksanaan praktik ini dilakukan dengan berkelompok bersama 5 teman saya
dari Universitas yang sama. Waktu yang di berikan dalam proses PPL ini saya rasa
kurang lama karena pada hari sabtu dan minggu itu libur dan yang seharusnya genap 30
hari hanya masuk selama 22 hari saja itu pun masih ada hari libur lainnya. Bagi saya
praktik ini sangat penting untuk masa depan saya sebagai salah satu saya mendapatkan
ilmu di lapangan dengan situasi yang nyata di lapangan. Pada proses PPL ini suatu yang
saya kerjakan yaitu membantu nasabah untuk melakukan proses migrasi, mulai dari
memberikan pelayanan prima kepada nasabah, membantu proses perubahan rekening di
Customer Service, membantu proses di teller, dan membantu nasabah untuk aktivasi
mobile banking, serta masih banyak lagi yang dilakukan di lapangan.

Selengkapnya>>> LAPORAN PPL BSI ENGGAR DWI RAHAYUNINGSIH_12401183216-<<<

IMG-20210915-WA0000

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Disusun oleh :

RISANDA ACHMAD KHOIRUDIN

NIM. 12401183242

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Sutopo, M.Pd

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH  TULUNGAGUNG

Merger tiga bank milik BUMN yakni BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri menjadi PT. Bank Syariah Indonesia membuat para nasabah diharuskan untuk melakukan migrasi rekening. Migrasi rekening ini membuat nasabah diharuskan untuk melakukan penggatia buku rekening dan ATM di cabang BSI terdekat. Hal ini membuat BSI untuk senantiasa melayani nasabah nya dengan sepenuh hati. Pelayanan menjadi kunci untuk mempertahankan nasabahnya.

Beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen adalah kualitas layanan dan kualitas produk. Kualitas layanan adalah upaya pemenuhan kebutuhandan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannyadalam mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono, 2007). Pelayanan yang baik dapat menentukan kepuasan konsumenadalah kualitas jasa, yaitu: bukti fisik (tangibles), keandalan(reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan(assurance), dan empati (empathy). Apabila konsumen merasa puas terhadap suatu produkyang di beli, akan menimbulkan kesetiaan pembeli sehinggamembuat pembeli melakukan pembelian ulang di masa yangakan datang. Seperti yang dikatakan Moven dan Minor (2008) menyatakan bahwa loyalitas sebagai kondisi dimana pelanggan mempunyai sikap positif terhadap suatu merk,mempunyai komitmen pada merk tersebut, dan bermaksudmeneruskan pembeliannya di masa mendatang. Salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas pelanggan adalah dengan memberikan pelayanan yang baik, yang diharapkan dapatmembuat pelanggan untuk kembali melakukan transaksi.

Selengkapnya>>LAPORAN PPL_RISANDA ACHMAD KHOIRUDIN_12401183242

IMG-20210914-WA0156

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:
SEVIA ESTRIANI
NIM. 12401183247

Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. Sutopo, M.Pd
NIP. 197805092008011012

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Bank syariah merupakan salah satu lembaga keuangan yang berjalan dengan berlandaskan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram. Besarnya jumlah masyarakat Muslim di negara Republik ini hakikatnya merupakan potensi besar bagi perbankan syariah untuk tumbuh dan berkembang. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam pengembangan ekosistem industry halal di Indonesia. Termasuk didalamnya Bank Syariah.
Bank Syariah memainkan peranan penting sebagai fasilitator pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal. Keberadaan industri perbankan Syariah di Indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signifikan dalam kurun tiga dekade ini. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Bahkan, semangat untuk melakukan percepatan juga tercermin dari banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi. Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL SEVIA ESTRIANI<<<

 

 

 

 

WhatsApp Image 2021-09-14 at 17.13.17 (1)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Oleh

Adinda Agustinayu Rizkyaningrum

12401183223

 

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Sutopo, M. Pd.

NIP. 197805092008011012

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Di era pandemi covid-19 ini sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang harus mengembangkan inovasi terhadap produk ataupun layanannya. Perbankan sebagai lembaga intermediasi haruslah berusaha untuk berkembang dan mempertahankan citra dan keberadaannya. Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan mengalirkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Di Indonesia sendiri, sistem pengoperasian perbankan disebut sebagai sistem ganda karena menggunakan sistem konvensional dan sistem syariah. Gagasan mendirikan bank syariah telah muncul tahun 1930 yang sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi islam.

Pada tahun 1992 landasan hukum yang digunakan berubah menjadi Undang-undang no. 7 tahun 1992 tentang perbankan (hanya mengenal bank bagi hasil, dual banking system). Lembaga keuangan syariah yang pertama berdiri berupa bank adalah Bank Muamalat Indonesia (BMI), yaitu pada tahun 1992. Munculnya BMI dilatar belakangi oleh adanya rekomendasi lokakarya ulama tentang bunga bank dan perbankan yang berlangsung di Cisarua, Bogor pada tahun 1990.

Selengkapnya>>>ADINDA AGUSTINAYU R_LAPORAN PPL_PERBANKAN SYARIAH<<<


 

 

 

IMG-20210914-WA0052

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
IAIN Tulungagung

 

Oleh :
DEVI NOVITASARI
12401183252

 

Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. Sutopo, M.Pd
NIP. 197805092008011012

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

   Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan Syariah. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam
pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah Bank Syariah.

Bank Syariah memainkan peranan penting sebagai fasilitator pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal. Keberadaan industri perbankan Syariah di Indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signifikan dalam kurun tiga dekade ini. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Bahkan, semangat untuk melakukan percepatan juga tercermin dari banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi. Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Dan sebagai kelanjutan Merger per tanggal 1 Februari 2021, BSI melakukan integrasi sistem operasional dan layanan. Salah satunya adalah migrasi rekening Nasabah khusus ex-BRI Syariah dan ex-BNI syariah dari sistem bank lama ke sistem BSI.

Selengkapnya>>>Laporan PPL_ Devi Novitasari_12401183252<<<

 

 

 

 

WhatsApp Image 2021-09-09 at 21.10.26

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh: 

Dila Evri Wiarningsih

NIM. 12401183270

 

Dosen pembimbing lapangan

Dr. Sutopo, M.Pd

NIP. 197805092008011012

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGANGUNG 2021

Menurut Undang – Undang No. 21 tahun 2008, bank syariah merupakan bank yang dalam setiap menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip Islam atau syariah dan menurut jenisnya terdiri dari Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Usaha pokok Bank Syariah yaitu memberikan kredit dan jasa – jasa lain yang selalu sesuai dengan prinsip syariah.

Bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank Islam atau biasa disebut dengan bank tanpa bunga, adalah lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Quran dan Hadist Nabi SAW. Dengan demikian, bank syariah adalah lembaga keuangan atau perbankan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Antonio dan Perwataatmadja membedakan antara bank Islam dan bank yang beroperasi dengan prinsip syariah Islam. Bank Islam adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam dan bank yang tatacara beroperasinya mengacu kepada ketentuan Al-Quran dan Hadist. Sementara bank yang beroperasi sesuai prinsip syariah Islam adalah bank yang dalam beroperasinya itu mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalat secara Islam

1630916534690

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh:

SULIH RIANTO

 NIM: 12401183286

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Sutopo, M. Pd.

NIP. 197805092008011012

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2021

Dalam situasi yang seperti ini peran lembaga perbankan sangat berpengaruh pada masyarakat, umumnya pada umkm di masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Pebankan Syariah menyatakan bahwa perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangktu tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariah (BUS), unit usaha sayriah (UUS), dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS).[1]

Bank syariah cukup banyak di minati oleh masyarakat Indonesia kususnya di UMKM, walaupun perkembanganna masih jauh dibanding dengan bank konvensional. Akan tetapi bank syariah tetap berusaha meningkatkan kualitas pelayanan yang baik melauli berbagai hal. Standar pelayanan bank syariah yang menggunakan prinsip syariah menjadikan perbedaan dengan bank konvensional. Akan tetapi melihat situasi sekarang yang lagi terpuruk dengan muculnya pandemi Covid-19 dan masih tetap menjadi salah satu pengahambat kegiatan operasional bank syariah membuat pendapatan dan pembiayaan bank syariah menjadi melemah.

Belakangan ini muncul di permukaan sebuah merger (penggabungan) bank-bank syariah milik BUMN. Bank-bank syariah BUMN yang sedang meger (penggabungan) adalah PT. BRI Syariah, PT. Bank Mandiri Syariah dan PT. BNI Syariah. Di sektor perbankan, merger merupakan sesuatu hal yang biasa dialami. Yang di maksud merger adalah proses peleburan satu bank atau lebih ke dalam bank yang lain dimana satu bank tetap mempertahankan identitasnya dengan melakukan pengambilan kekayaan, tanggung jawab dan kuasa atas bank yang meleburkan diri tersebut.

Merger  bank perlu dilakukan untuk menciptakan bank yang lebih baik lagi yang pada akhirnya dapat memberikan dampak signifikan dan positif pada sistem perbankan yang sehat, efisisen dan mampu berkompetisi di kancah perekonomian global dan pasar bebas. Merger ini di setujui oleh otoritas jasa keuangan, ketiga bank tersebut digabung menjadi satu dengan nama PT Bank Syariah Indonesia dengan alasan upaya dan komitmen pemerintah dalam memajukan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional yang juga secara jangka panjang akan mendorong Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah global.

Adanya proses merger atau yang disebut dengan Migrasi rekening dari legacy BRIS, BNIS dan juga BSM ke rekening BSI. Maka dari itu juga di perlukan beberapa strategi guna untuk mengantisipasi nasabah pada saat migrasi. Migrasi ini dilakukan melalui ketiga legacy bank syariah tersebut. Pada situasi pandemi memungkinkan adanya pembatasan nasabah atau social distancing. Hal tersebut membuat proses migrasi menjadi sedikit terhambat dan perlu keketatan dalam menjaga protokol kesehatan. Selain itu petugas atau SDM yang ada di perusahaan juga terbatas sehingga cukup kuwalahan pada saat menangani proses migrasi. Proses migrasi ini dilaksanakan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan di masing-masing area seperti halnya area kediri yang dilaksanakan mulai tanggal 05 Juli 2021 hingga sekarang. Dengan adanya berbagai hambatan dan rintangan yang dilalui terutama di Bank Syariah Indonesia KCP Nganjuk Yos Sudarso maka dari itu dengan adanya permasalahan tersebut penulis memiliki ketertarikan untuk mengangkatnya persoalan ini sabagi laporan penulis yang berjudul “Strategi Bank Syariah Indonesia KCP Nganjuk Yos Sudarso Dalam Meningkatkan Loyalitas Nasabah Di Tengah-tengah Migrasi”

 

WhatsApp Image 2021-09-11 at 09.39.51

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh :

ELVINA DYAH KUSUMAWATI

NIM 12405183397

 

 

Dosen Pembimbing Lapangan

 

 

LABIB MUZAKI SHOBIR, S.Hum., M.Pd.I

NIDN. 2016048005

 

 

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2021

Bisnis didefinisikan sebagai sebuah kegiatan atau aktivitas mengalokasiakan sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi yang menghasikan barang dan jasa yang bisa dipasarkan kepada konsumen agar dapat memperoleh keuntungan atau pengembalian hasil.1 Berjalannya suatu bisnis atau usaha tidak terlepas dari peran pendapatan yang diperoleh. Pendapatan pada sebuah bisnis atau usaha yang berjalan dengan baik akan membantu dalam roda perekonomian negara. Seperti halnya desa Tunggulsari kecamatan Kedungwaru yang merupakan desa mayoritas masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Namun, menjadi petani pendapatan yang dihasilkan sangat terbatas karena panen yang dihasilkan memiliki rentang 3 bulan sekali, bahkan sampai 6 bulan sekali. Maka dari itu diperlukan adanya perbaikan perekonomian masyarakat untuk menambah income dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Menurut Rosyidi, pendapatan masyarakat adalah arus uang yang mengalir dari pihak dunia usaha kepada masyarakat dalam bentuk upah dan gaji, bunga, sewa dan laba.2 Dalam mewujudkan peningkatan pendapatan pada masyarakat dibutuhkan lang-langkah atau strategi yang dapat membantu masyarakat guna menciptakan peluang dan memperluas sumber daya masyarakat dalam pembangunan ekonomi sehingga dapat mengatasi ketertinggalan ekonomi. Strategi yang dilakukan masyarakat pedesaan adalah dengan membangun industri kecil rumahan yang dapat membantu dalam meningkatkan pendapatan perekonomian warga masyarakat, seperti yang dilakukan Bapak Teguh Widodo dengan mendirikan industri keci dupa Wangi Damara.

Selengkapnya>>> LAPORAN PPL ELVINA DYAH KUSUMAWATI_397 _MBS<<<