PPL FEBI

IMG-20210910-WA0037

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

M HENDRIK PRASTIAWAN

NIM : 12401183248

Dosen Pembimbing Lapangan :

SUTOPO

NIP. 197805092008011012

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI TULUNGGUNG

Perkembangan dunia perbankan yang diiringi dengan tumbuhnya minat masyarakat untuk mengetahui segala bentuk aktivitas perbankan ini makin menggembirakan. Aspek yang berkembang dalam dunia perbankan adalah jumlah produk yang ditawarkan semakin beragam, dan pelayanan yang bagus serta ditunjang dengan inovasi teknologi modern. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa bank. Perbankan sudah dianggap sebagai suatu kebutuhan, dan mitra dalam menjalankan bisnis, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk transaksi keuangan dan investasi dengan cepat dan tepat. Perbankan juga merupakan darahnya bisnis tak terbantahkan sangat berpengaruh pada tingkat kepuasan pelanggan yang nantinya akan meningkatkan jumlah nasabah.

Indonesia sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan syariah. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan trend positif dari tahun ke tahun yang tercermin dari banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi. Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah Pada 1 Februari 2021 menjadi penanda sejarah bergabungnya Bank Syariah Indonesia (BSI). Penggabungan ini akan menyatukan kelebihan dari ketiga Bank Syariah ( Mandiri, BNI,BRI) yang diharapkan menjadi energi baru pembangunan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

Selengkapnya```LAPORAN PPL M HENDRIK PRASTIAWAN_248

IMG-20210915-WA0000

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Disusun oleh :

RISANDA ACHMAD KHOIRUDIN

NIM. 12401183242

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Sutopo, M.Pd

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH  TULUNGAGUNG

Merger tiga bank milik BUMN yakni BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri menjadi PT. Bank Syariah Indonesia membuat para nasabah diharuskan untuk melakukan migrasi rekening. Migrasi rekening ini membuat nasabah diharuskan untuk melakukan penggatia buku rekening dan ATM di cabang BSI terdekat. Hal ini membuat BSI untuk senantiasa melayani nasabah nya dengan sepenuh hati. Pelayanan menjadi kunci untuk mempertahankan nasabahnya.

Beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen adalah kualitas layanan dan kualitas produk. Kualitas layanan adalah upaya pemenuhan kebutuhandan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannyadalam mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono, 2007). Pelayanan yang baik dapat menentukan kepuasan konsumenadalah kualitas jasa, yaitu: bukti fisik (tangibles), keandalan(reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan(assurance), dan empati (empathy). Apabila konsumen merasa puas terhadap suatu produkyang di beli, akan menimbulkan kesetiaan pembeli sehinggamembuat pembeli melakukan pembelian ulang di masa yangakan datang. Seperti yang dikatakan Moven dan Minor (2008) menyatakan bahwa loyalitas sebagai kondisi dimana pelanggan mempunyai sikap positif terhadap suatu merk,mempunyai komitmen pada merk tersebut, dan bermaksudmeneruskan pembeliannya di masa mendatang. Salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas pelanggan adalah dengan memberikan pelayanan yang baik, yang diharapkan dapatmembuat pelanggan untuk kembali melakukan transaksi.

Selengkapnya>>LAPORAN PPL_RISANDA ACHMAD KHOIRUDIN_12401183242

IMG-20210914-WA0156

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:
SEVIA ESTRIANI
NIM. 12401183247

Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. Sutopo, M.Pd
NIP. 197805092008011012

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Bank syariah merupakan salah satu lembaga keuangan yang berjalan dengan berlandaskan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram. Besarnya jumlah masyarakat Muslim di negara Republik ini hakikatnya merupakan potensi besar bagi perbankan syariah untuk tumbuh dan berkembang. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam pengembangan ekosistem industry halal di Indonesia. Termasuk didalamnya Bank Syariah.
Bank Syariah memainkan peranan penting sebagai fasilitator pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal. Keberadaan industri perbankan Syariah di Indonesia sendiri telah mengalami peningkatan dan pengembangan yang signifikan dalam kurun tiga dekade ini. Inovasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan menunjukkan trend yang positif dari tahun ke tahun. Bahkan, semangat untuk melakukan percepatan juga tercermin dari banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi. Tidak terkecuali dengan Bank Syariah yang dimiliki Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL SEVIA ESTRIANI<<<

 

 

 

 

1630916534690

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh:

SULIH RIANTO

 NIM: 12401183286

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Sutopo, M. Pd.

NIP. 197805092008011012

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2021

Dalam situasi yang seperti ini peran lembaga perbankan sangat berpengaruh pada masyarakat, umumnya pada umkm di masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Pebankan Syariah menyatakan bahwa perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangktu tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariah (BUS), unit usaha sayriah (UUS), dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS).[1]

Bank syariah cukup banyak di minati oleh masyarakat Indonesia kususnya di UMKM, walaupun perkembanganna masih jauh dibanding dengan bank konvensional. Akan tetapi bank syariah tetap berusaha meningkatkan kualitas pelayanan yang baik melauli berbagai hal. Standar pelayanan bank syariah yang menggunakan prinsip syariah menjadikan perbedaan dengan bank konvensional. Akan tetapi melihat situasi sekarang yang lagi terpuruk dengan muculnya pandemi Covid-19 dan masih tetap menjadi salah satu pengahambat kegiatan operasional bank syariah membuat pendapatan dan pembiayaan bank syariah menjadi melemah.

Belakangan ini muncul di permukaan sebuah merger (penggabungan) bank-bank syariah milik BUMN. Bank-bank syariah BUMN yang sedang meger (penggabungan) adalah PT. BRI Syariah, PT. Bank Mandiri Syariah dan PT. BNI Syariah. Di sektor perbankan, merger merupakan sesuatu hal yang biasa dialami. Yang di maksud merger adalah proses peleburan satu bank atau lebih ke dalam bank yang lain dimana satu bank tetap mempertahankan identitasnya dengan melakukan pengambilan kekayaan, tanggung jawab dan kuasa atas bank yang meleburkan diri tersebut.

Merger  bank perlu dilakukan untuk menciptakan bank yang lebih baik lagi yang pada akhirnya dapat memberikan dampak signifikan dan positif pada sistem perbankan yang sehat, efisisen dan mampu berkompetisi di kancah perekonomian global dan pasar bebas. Merger ini di setujui oleh otoritas jasa keuangan, ketiga bank tersebut digabung menjadi satu dengan nama PT Bank Syariah Indonesia dengan alasan upaya dan komitmen pemerintah dalam memajukan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional yang juga secara jangka panjang akan mendorong Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah global.

Adanya proses merger atau yang disebut dengan Migrasi rekening dari legacy BRIS, BNIS dan juga BSM ke rekening BSI. Maka dari itu juga di perlukan beberapa strategi guna untuk mengantisipasi nasabah pada saat migrasi. Migrasi ini dilakukan melalui ketiga legacy bank syariah tersebut. Pada situasi pandemi memungkinkan adanya pembatasan nasabah atau social distancing. Hal tersebut membuat proses migrasi menjadi sedikit terhambat dan perlu keketatan dalam menjaga protokol kesehatan. Selain itu petugas atau SDM yang ada di perusahaan juga terbatas sehingga cukup kuwalahan pada saat menangani proses migrasi. Proses migrasi ini dilaksanakan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan di masing-masing area seperti halnya area kediri yang dilaksanakan mulai tanggal 05 Juli 2021 hingga sekarang. Dengan adanya berbagai hambatan dan rintangan yang dilalui terutama di Bank Syariah Indonesia KCP Nganjuk Yos Sudarso maka dari itu dengan adanya permasalahan tersebut penulis memiliki ketertarikan untuk mengangkatnya persoalan ini sabagi laporan penulis yang berjudul “Strategi Bank Syariah Indonesia KCP Nganjuk Yos Sudarso Dalam Meningkatkan Loyalitas Nasabah Di Tengah-tengah Migrasi”

 

WhatsApp Image 2021-09-11 at 09.39.51

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh :

ELVINA DYAH KUSUMAWATI

NIM 12405183397

 

 

Dosen Pembimbing Lapangan

 

 

LABIB MUZAKI SHOBIR, S.Hum., M.Pd.I

NIDN. 2016048005

 

 

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2021

Bisnis didefinisikan sebagai sebuah kegiatan atau aktivitas mengalokasiakan sumber-sumber daya yang dimiliki kedalam suatu kegiatan produksi yang menghasikan barang dan jasa yang bisa dipasarkan kepada konsumen agar dapat memperoleh keuntungan atau pengembalian hasil.1 Berjalannya suatu bisnis atau usaha tidak terlepas dari peran pendapatan yang diperoleh. Pendapatan pada sebuah bisnis atau usaha yang berjalan dengan baik akan membantu dalam roda perekonomian negara. Seperti halnya desa Tunggulsari kecamatan Kedungwaru yang merupakan desa mayoritas masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Namun, menjadi petani pendapatan yang dihasilkan sangat terbatas karena panen yang dihasilkan memiliki rentang 3 bulan sekali, bahkan sampai 6 bulan sekali. Maka dari itu diperlukan adanya perbaikan perekonomian masyarakat untuk menambah income dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Menurut Rosyidi, pendapatan masyarakat adalah arus uang yang mengalir dari pihak dunia usaha kepada masyarakat dalam bentuk upah dan gaji, bunga, sewa dan laba.2 Dalam mewujudkan peningkatan pendapatan pada masyarakat dibutuhkan lang-langkah atau strategi yang dapat membantu masyarakat guna menciptakan peluang dan memperluas sumber daya masyarakat dalam pembangunan ekonomi sehingga dapat mengatasi ketertinggalan ekonomi. Strategi yang dilakukan masyarakat pedesaan adalah dengan membangun industri kecil rumahan yang dapat membantu dalam meningkatkan pendapatan perekonomian warga masyarakat, seperti yang dilakukan Bapak Teguh Widodo dengan mendirikan industri keci dupa Wangi Damara.

Selengkapnya>>> LAPORAN PPL ELVINA DYAH KUSUMAWATI_397 _MBS<<<

 

LAPORAN PPL-PUTRI VELLA MELIYANTI-12405183435

Screenshot_20210902_102127

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

PUTRI VELLA MELIYANTI

NIM. 12405183435

 

Dosen Pembembing Lapangan

Nurul Fitri Ismayanti, M.E.I,

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG 2021

Desa Sanggrahan  terkenal dengan banyaknya industri Batu Alam. Salah satunya Industri Batu Cobek Bapak Jaseni ini, Industri ini terletak di desa Sanggrahan kecamatan Boyolangu, kabupaten Tulungagung, dan di dirikan sejak tahun 2017 yang mana pemilik usaha bernama bapak Jaseni, awal mula mendirikan usaha Batu Cobek Bapak Jaseni ini pertama beliau mencari modal dengan cara menjadi TKI di luar negri selama 5 tahun dan setiap gaji yang di peroleh di tabung untuk mendirikan Usaha Batu Cobek, dan pada akhirnya setelah 13 tahun menjadi TKI di luar negri beliau di berikan kesempatan oleh Allah untuk membangun gilingan tebu tersebut pada tahun 2010 hingga sekarang

Penelitian ini di laksanakan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Sebuah desa yang terkenal dengan usaha Batu Alam. Kurang lebih 50% penduduk Desa Sanggrahan bermata pencaharian sebagai pengusaha Batu Alam dan salah satunya Industri Batu Cobek Bapak Jaseni.

Saya memilih Desa Sanggrahan karena letak desanya yang strategis, Selain itu, banyaknya usaha Batu Alam.

Pelaksanaan penelitian praktik pengalaman lapangan di laksanakan pada tanggal 16 Juli hingga 17 juli, Pada hari pertama peneliti melaksanakan observasi dan melaksanakan wawancara kepada pemilik usaha, pada hari ke dua peneliti melihat proses pembuatan mulai dari awal sampai akhir pencetakan produk, hingga produk siap di pasarkan. Kegiatan produksi Batu Alam dimulai dari proses batu besar di masukkan ke mesin pemotong 1 kemudian batu besar yang sudah di potong di masukkan lagi ke mesin pemotong 2 agar mendapatkan hasil yang lebih kecil, kemudian batu kecil tersebut di masukkan ke dalam mesin pembubut yakni mesin yang berfungsi untuk membentuk batu menjadi cobek, kemudian setelah selesai pembubutan cobek siap untuk di pasarkan.

Selengkapnya***LAPORAN PPL Putri Vella meliyanti(435)***

 

PPL GELOMBANG 2 -YESI FEBRI ZULAIKA-IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BUMDES MITRA  USAHA (Studi Kasus BUM Desa Mitra Usaha Desa Karanganyar Kabupaten Trenggalek)

PPL GELOMBANG 2 -YESI FEBRI ZULAIKA-IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BUMDES MITRA
USAHA
(Studi Kasus BUM Desa Mitra Usaha Desa Karanganyar Kabupaten Trenggalek)

YESI FEBRI ZULAIKA _12403183235_PPL okk-dikompresi

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Tulungagung Oleh: YESI FEBRI ZULAIKA NIM. 12403183235 Dosen Pembimbing Lapangan NADIA ROOSMALITA SARI, S. Pd.,M.Kom. NIP. 199109042019032019 JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Indonesia merupakan suatu negara kepulauan dengan unit pemerintahan terkecil desa yang jumlahnya cukup tinggi. Oleh karena itu perlu diadakannya suatu pendekatan yang diharapkan dapat menstimulus dan menggerakan roda perekonomian di masyarakat pedesaan yaitu melalui pendirian kelembagaan ekonomi yang dikelola masyarakat desa. Salah satu program pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010, BUMDes merupakan usaha desa yang dibentuk/didirikan oleh pemerintah desa dimana kepemilikan modal dan pengelolaannya dilaksanakan oleh pemerintah desa dan masyarakat.1Adanya perkembangan Teknolgi Informasi dan Komunikasi saat ini, telah banyak melakukan perubahan dari dulunya manual sekarang sudah beralih pada sistem online data processing. Salah satu sistem informasi yang sangat membantu dalam pengelolaan keuangan adalah Sistem Informasi Akuntansi (SIA), dimana sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang berfungsi untuk mengumpulkan data, menyimpan data tentang aktivitas transaksi keuangan dan memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.Adapun Badan Usaha Milik Desa yang dikelola bersama juga menerapkan Sistem Informasi Akuntansi untuk memproses data informasi menjadi sebuah laporan dan dijadikan pertimbangan dalam pengambilan sebuah keputusan. Salah satu contoh dari penerapan Sistem Informasi Akuntansi ini terletak pada Kegiatan BUMDes MITRA USAHA yang ada di Desa Karanganyar Kabupaten Trenggalek. BUMDes ini memiliki program khusus "SIMPAN PINJAM PASAR DEPOK" dimana didalamnya terdapat aktivitas peminjaman modal khusus untuk anggota yang berjualan di pasar tersebut, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pedagang. Selengkapnya...

F41CEFBA-FCBF-4BC7-8115-A358CFBEF194

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh :

NADIA DERESTA SARI
NIM. 12406183178

Dosen Pembimbing Lapangan :

Hj. Amalia Nuril Hidayati, M.sy.

JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Pemasaran adalah kreasi dan realisasi sebuah standart hidup. Pemasaran
mencangkup kegiatan :
1. Menyelidiki dan mengetahui apa yang diinginkan konsumen
2. Merencanakan dan mengembangkan sebuah produk atau jasa yang akan memenuhi
kegiatan tersebut
3. Menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk atau jasa
tersebut.
Secara lebih formal, pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang
dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi, mendistribusikan barang
yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
Konsep-konsep inti pemasaran meliputi : kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi,
utilitas, nilai dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan hubungan pasar. Pemasaran
dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi
keinginan manusia. Proses dalam pemenuhan dan keinginan manusia inilah yang
menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk, penetapan harga,
pengiriman barang, dan mempromosikan barang.
Dapat disimpulkan bahwa tenaga pemasaran zaman modern dan global saat ini
harus mampu menciptakan nilai dan hubungan yang berkesinambungan dengan
pelanggan.

Selengkapnya>>>LAPORAN PPL_ NADIA DERESTA SARI-MKS<<<

WhatsApp Image 2021-09-01 at 12.53.05

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

NADILA IRRIN NASSIFA

NIM. 12402183305

Dosen Pembimbing Lapangan

Rizal Furqan Ramadhan, S.Kom., M.T.

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Pada tahun 1998 Indonesia mengalami puncak krisis dan mengalami krisis yang berkepanjangan, sampai sekarang krisis tersebut masih dirasakan oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat menengah kebawah yang kehidupannya sangat sulit. Krisis sudah dialami masyarakat yang berdampak buruk terhadap kehidupan sosial masyarakat diantaranya kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja, dan ketahanan pangan dalam jangka pendek. Ada beberapa survei mengenai dampak krisis tersebut antara lain : Pertama, dampak krisis yang terjadi di daerah perkotaan lebih parah dibandingkan dengan dampak krisis yang terjadi di pedesaan. Kedua, dampak krisis sangat heterogen terhadap daerah-daerah yang mengalami kesulitan, sementara itu di daerah lain keadaannya relatif baik.[1] Krisis tersebut berdampak pada perekonomian Indonesia dan berdampak pada sektor-sektor yang lain pada perekonomian, misalnya pada usaha kecil menengah.

Di Indonesia, definisi UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2008 tentang UMKM.[1] Pasal 1 dari UU terebut, dinyatakan bahwa Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU tersebut.[2]Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang buka merupakan anak perusahan atau bukan anak cabang yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut.[3] Sedangkan usaha mikro adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha mikro, usah kecil atau usaha besar yangmemenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut.


SAVE_20210901_124915

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh
MUHAMMAD SAIKUR ROZAK
NIM. 12404183033
Dosen Pembimbing Lapangan
Ahmad Supriyadi, M.Pd.I
JURUSAN MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
2021

Sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya dan agama yang tak terbatas, dimana masyarakat indonesia mayoritas menganut agama islam sehingga lebih dominan mempengaruhi yang berlaku di indonesia sebagai sistem nilai yang mewarnai perilaku ekonomi masyarakat indonesia saat ini, dalam hal ini, zakat memiliki potensi strategis yang layak di kembangkan menjadi salah satu isntrumen pemerataan pendapatan indonesia. Sehingga di harapakan bisa mempengaruhi aktivitas ekonomi nasional, khususnya penguatan pemberdayaan ekonomi seperti yang kita ketahui dalam islam zakat adalah ibadah maaliyah ijtima’iyyah, ibadah ibadah harta yang berdimensi sosial yang memiliki posisi sangat penting, strategis dan menentukan, baik dilihat dari sisi pembangunan kesejahteraan umat.Zakat merupakan elemen yang terpenting dalam sektor perekonomian terutama di Indonesia, negara yang mayoritas diduduki oleh masyarakat Muslim. Secara bahasa, kata zakat mempunyai banyak arti, yaitu an-namaa (pertumbuhan dan perkembangan), ath-thaharatu (kesucian), al-barakah (keberkahan), katsrah al-khair (banyaknya kebaikan), dan ash-shalalu (keberesan).

Selengkapnya''Laporan PPL_12404183033_M.Saikur Rozak"