Ppl Febj

IMG-20210831-WA0194

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

DELLA ANANDA PUNGKI SALSABILA

NIM. 12406183171

Dosen Pembimbing Lapangan

MEGA TUNJUNG HAPSARI, M.AP.

 

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam sistem anggaran. Desa memiliki peran yang sangat strategis sebagai salah satu unit pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang, kepentingan dan kebutuhan, terutama dalam pelaksanaan tugas di bidang pelayanan publik. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yaitu Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mendukung semua sektor masyarakat, salah satunya pengalokasian dana pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga dapat memaksimalkan pembangunan desa.

BUMDes dijadikan sebagai pilar demokrasi karena BUMDes dianggap sebagai lembaga ekonomi masyarakat yang memiliki peran strategis yang dijadikan sebagai alat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat pedesaan. BUMDes diciptakan untuk meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan asset desa, meningkatkan kegiatan usaha masyarakat, menciptakan peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja.


 

LAPORAN PPL-MUHAMMAD THOHA YUSUF ZAKARIA-12404183030-MAZAWASre

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

Muhammad Thoha Yusuf Zakaria

NIM. 12404183030

Dosen Pembimbing Lapangan

Ahmad Supriyadi, M.Pd.I.

 

JURUSAN MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

Di tengah problematika perekonomian, zakat muncul menjadi instrumen pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan umat di daerah. Zakat memiliki banyak keunggulan dibandingkan instrumen fiskal konvensional yang kini telah ada. Banyak pemikiran dan teori yang dikemukakan oleh para ahli dalam rangka menanggulangi masalah kemiskinan. Namun tidak semua teori dapat dipraktekkan dan dapat menanggulangi kemiskinan. Diharapkan dengan pengelolaan zakat yang secara profesional dan pendayagunaan secara produktif mampu memberikan kontribusi bagi Penanggulangan kemiskinan. [1]

Penghimpunan data atau fundraising merupakan kegiatan penting dan utama dalam sebuah lembaga pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah. Karena organisasi pengelolaan zakat dalam aktifitasnya selalu berhubungan dengan suatu dana. Suatu fundraising tidak identik dengan uang semata, ruang lingkupnya itu lebih luas dan mendalam karena pengaruh fundraising sangat besar bagi eksistensi sebuah lembaga pengelolaan zakat karena dana zakat, infaq, dan sedekah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan dan mempersempit jurang pemisah antara si miskin dan si kaya. Dorongan ajaran Islam yang begitu kuat kepada orang – orang beriman untuk berzakat, infaq, dan sedekah menunjukkan bahwa ajaran Islam mendorong umatnya untuk mampu bekerja dan berusaha sehingga memiliki harta kekayaan yang memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya yang juga berlomba-lomba menjadi muzakki.[2]

Selengkapnya....
http://blog.iain-tulungagung.ac.id/labfebi/wp-content/uploads/sites/114/2021/08/LAPORAN-PPL-MUHAMMAD-THOHA-YUSUF-ZAKARIA-12404183030-MAZAWA.pdf

 

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

Anisa Nurul Santy

NIM. 12405183339

Dosen Pembimbing Lapangan :

DIDIK SETIAWAN, S.E.,M.M

NIDN : 2024077905

JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2021

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Manajemen Bisnis Syariah yang dilaksanakan di Usaha Juragan Sempol 629 Aneka Olahan Ayam, dengan judul Pengaruh Pandemi Covid-19 Pada Aspek Produksi Juragan Sempol dan Aneka Olahan Ayam Frozen Food 629”

            Secara sederhana,bisnis adalah kegiatan menjual barang atau jasa yang dilakukan perorangan atau sekelompok orang kepada konsumen dengan tujuan memperoleh laba atau profit. Bisnis tidak melulu soal keuntungan pribadi saja tetapi bisnis yang yang baik adalah bisnis yang didirikan semata – mata memperoleh keuntungan untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik dan masyarakat sekitarnya dan berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar yang sedang membutuhkan. Bisnis atau usaha yang memiliki prospek cerah dimasa pandemi adalah usaha di sektor pangan. Karena pangan merupakan kebutuhan dasar dari manusia yang selalu di cari. Usaha disektor pangan sangat banyak macamnya salah satunya adalah usaha Juragan Sempol dan Aneka Olahan Ayam Frozen Food 629. Olahan ayam ini sendiri adalah makanan yang bahan baku dasarnya berasal dari ayam yang dimana dari usaha ini adalah olahan ayam Frozen Food yang dimana bisa disimpan di dalam kulkas bersuhu rendah sehingga meminimalisir adanya kebusukan produk dan menjadikan produk menjadi praktis ketika dikonsumsi ataupun dimasak. Selain itu, juga praktis jika dibawa untuk bepergian. Ayam yang digunakan sebagai bahan baku merupakan Ayam yang berkualitas bagus dan memiliki sumber potein, selain itu mengandung vitamin B yang berperan penting untuk membentuk sel darah merah, dan mengandung vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium dan menguatkan tulang.

Untuk Selengkapnya >>>>ANISA NURUL SANTY_12405183339_MBS_LAPORAN PPL-2_compressed<<<<

Semoga Bermanfaat Kawannn... ;-)

ppl anisa 2

ppl anisa

IMG_20210824_222226

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Akuntansi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Oleh:

Ani Rodhiyah

NIM. 12403183197

Dosen Pembimbing Lapangan:

Dedi Suselo, M.M

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

2021

Pengelolaan keuangan desa merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan penerapannya. Dalam mengelola keuangan desa harus memperhatikan azas transparansi, Akuntabel, partisipatif, tertib dan disiplin anggaran. Untuk menciptakan tata kelola keuangan desa yang bersih, transparan, akuntabel, efektif dan efisien, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Ditjen Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri bekerjasama membuat sebuah aplikasi yang disebut Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Sistem keuangan desa (Siskeudes) merupakan aplikasi yang digunakan desa dalam proses penganggaran, penatausahaan serta pelaporan keuangan desa. Secara otomatis Sistem keuangan desa (Siskeudes) akan mengahasilkan laporan yang diperlukan, sehingga lebih efisien biaya dan waktu, meminimalisir adanya kesalahan dan kecurangan, serta dapat membantu meringkas dan mengelompokkan data. Siskeudes dapat diakses secara online maupun offline. Selanjutnya>>>Ani Rodhiyah - 12403183197 - Laporan PPL Upload New_compressed<<<

3b9137f9-3018-4435-b286-b0326aa0666f

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh :

PUTRI EXZORA AURATAMA

NIM 12406183162

 

Dosen Pembimbing Lapangan

CITRA MULYASARI, M.E

JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Air memiliki banyak manfaat bagi manusia. Kebutuhan air minum yang berkualitas dan kesadaran bahwa kualitas air tanah di lingkungan pada perumahan umumnya tidak memenuhi standart bahan baku untuk kebutuhan air minum dan masak, ditambah dengan kebiasaan sebagian besar masyarakat terutama kalangan pekerja/pegawai yang lebih menyukai kepraktisan dalam mengkonsumsi air minum. Kondisi-kondisi tersebut menjadi faktor utama tingginya permintaan air minum dalam kemasan seperti galon,botol,dan gelas itu membuka peluang yang sangat baik bagi wirausaha lokal untuk berbisnis dalam bidang tersebut.

Kondisi perusahaan yang baik merupakan kekuatan perusahaan untuk dapat bertahan dan berkembang dalam mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan harus berusaha dalam mengelola sumber daya yang dimiliki dengan efektif dan efisien agar perusahaan dapat mewujudkan tujuan perusahaan. Perusahaan sendiri harus bisa mengelola keuangan dengan baik. Namun pada kenyataannya masih ada yang belum mampu mengelola usahanya dengan baik sehingga mengalami kegagalan dalam usahanya dikarenakan masih rendahnya pengetahuan tentang pengelolaan usaha. Pengelolaan usaha yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan dalam bidang keuangan.

Selengkapnya>>>Laporan PPL Putri Exzora Auratama( MKS)12406183162>>>

LAPORAN PPL fiks _ALFI ROHMATUL LAILI_12406183149

IMG_20210729_104950-min

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

 

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Keuangan Syariah

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

 

Oleh:

 

 

Alfi Rohmatul Laili

 

NIM. 12406183149

 

Dosen Pembimbing Lapangan:

Risdiana Himmati, M.Si

NIP. 199310062019032024

 

JURUSAN MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

 

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

 

IAIN TULUNGAGUNG

2021

    

Perekonomian di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di berbagai kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat atau pelaku usaha melakukan berbagai cara supaya bisnis yang dijalankan tetap berkembang dikalangan konsumen. Sangat dibutuhkan adanya keterampilan dan kekreatifan dalam suatu bisnis. Ketrampilan dan kekreatifan merupakan nilai lebih dalam mengemmbangkan produk dalam berbisnis, semakin bagus dan berkualitas maka akan miliki nilai jual serta pandangan yang lebih dari masyarakat. Pelaku usaha makanan, minuman serta kajian tangan merupakan suatu usaha yang membutuhkan ketrampilan dan potensi diri untuk mewujudkan sesuatu hingga bisa menjadi sebuah usaha yang dapat menghasilkan uang.

Pengelolaan keungan atau disebut juga manajemen keuangan merupakan suatu kegiatan perencanaan, penyimpanan serta pengendalian dana yang dimiliki suatu pelaku usaha. Seorang pelaku usaha harus mempunyai ketrampilan dalam mengelola keungan serta mengawasi langsung pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pelaku usaha juga harus mempu mengambil keputusan secara efektif dan efisien agar bisnis yang dijalankan mendapatkan keuntungan yang maksimal bukan berlebihan. Pengelola keuangan yang cermat akan memberikan penghasilan dengan keuntungan yang nantinya bisa mensejahterakan karyawan dan pengembangan usahanya. Penghasilan yang maksimal menjadikan sebuah harapan bagi setiap pelaku usaha untuk mencapai kesuksesan bisnis yang dijalankannya.

selengkapnyaLAPORAN PPL fiks _ALFI ROHMATUL LAILI_12406183149

IMG-20210827-WA0025

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Manajemen Bisnis Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
Oleh
Muhammad Kanzu Ilmi Ghodafi
NIM. 12405183445
Dosen Pembimbing Lapangan
Lativa Hartiningtyas, M.Pd
NIP. 199110062019032016
JURUSAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI TULUNGAGUNG

Pandemi Covid-19 sudah ada di Indonesia sejak awal tahun 2019. Sudah hampir 2 tahun
lamanya masyarakat Indonesia berjuang untuk menghentikan penyebaran virus ini. Semua
sektor kehidupan masyarakat terganggu, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan,
pariwisata hingga sektor ekonomi. Terganggunya semua sektor dikarenakan adanya
pembatasan aktivitas manusia demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Aktivitas
manusia semuanya dilakukan dari rumah, sekolah dari rumah, kerja dari rumah, dan
sebagainya. Akibat pandemi banyak kegiatan operasional perusahaan yang terganggu yang
menyebabkan menurunnya produktivitas perusahaan. Sehingga banyak perusahaan
mengalami kerugian. Karena mengalami kerugian, perusahaan terpaksa harus membuat
kebijakan perusahaan yang dapat menyelamatkan perusahaan. Bahkan hingga banyak
perusahaan yang membuat kebijakan dengan terpaksa merumahkan karyawannya. Dengan
dirumahkannya para karyawan, banyak orang yang semula kerja menjadi tidak kerja.
Sehingga banyak dari mereka yang harus memutar otak dan berusaha keras untuk dapat
menghidupi keluarganya. Akhirnya banyak dari mereka yang memilih untuk merintis usaha
dengan memanfaatkan peluang – peluang usaha yang ada. Seperti beternak ungags karena
pada saat pandemic banyak orang-orang yang diharuskan dirumah apabila tidak ada
kepentingan yang begitu penting. Sehingga untuk mengisi waktu luang dirumah banyak
masyarakat yang mencoba untuk budidaya ternak unggas.

Selengkapnya >>>> Laporan PPL-Muhammad Kanzu ilmi Ghodafi

 

IMG-20210830-WA0000

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktik Pengalaman Lapangan

Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

OLEH:

RISMA YUNITA SARI

NIM 12401183265
 
Dosen Pembimbing Lapangan
 
Elok Fitriani Rafikasari, M.Si

NIP. 198909212018012001

PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2021

Lembaga keuangan bukan bank (LKBB) bisa disebut semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. Lembaga keuangan bukan bank adalah bentuk badan atau organisasi non bank yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan akan tetapi tidak boleh menerima uang dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan, dan deposito.

Tujuan adanya lembaga keuangan bukan bank (LKBB) untuk mendorong pengembangan pasar uang dan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan-perusahaan, terutama untuk pengusaha golongan ekonomi lemah. Dari tujuan tersebut LKBB diperkenankan menghimpun dana dari masyarakat dengan cara mengeluarkan surat berharga yang kemudian disalurkan kepada perusahaan-perusahaan dan melakukan kegiatan sebagai perantara dalam penerbitan surat-surat berharga serta menjamin terjualnya surat-surat berharga tersebut.

Selengkapnya >>>LAPORAN-PPL_RISMA YUNITA SARI_12401183265<<<