GAGAP BACA TULIS QURAN (BTQ), GAK GAUL MENNN…..!!!

Kampus STAIN Tulungagung merupakan lembaga pendidikan di bawah naungaun Kementerian Agama, yaitu di bawah Dirjen DIKTIS. Tentu sebagai lembaga pendidikan Islam, maka menjadi sebuah keniscayaan bahwa seluruh civitas akademikanya menerapkan nilai-nilai keIslaman yang ada. Salah satu kompetensi yang musti dikembangkan adalah penguasaan baca tulis al-qur’an. Menjadi hal yang ironis manakala mahasiswa, dosen, karyawan dan civitas yang lain, yang masuk pada civitas STAIN tidak menguasai bahkan gagap akan  BTQ.

“PLAGIARISME” MASUK KURIKULUM

“PLAGIARISME” MASUK KURIKULUM

HM.Muntahibun Nafis

Semalem ketika mengikuti sesi pertama pada Konsultasi Pengelola Jurnal Ilmiah Nasional Dirjen Diktis Kemenag RI dengan narasumber Prof. Ali Saukah (dari UM), saya sangat terkesan dengan ungkapan: “plagiatisasi harus masuk kurikulum”. Selama ini memang karya ilmiah dalam bentuk apapun dan dalam keilmuan apapun menjadi salah satu unsur penting dalam civitas akademik khusunya Perguruan Tinggi (PT). Karya ilmiah seperti jurnal menjadi hal mutlak yang tak dapat dipisahkan lag dari urat nadi kampus dan seluruh civitas di dalamnya. Bahakan secara ekstrem, kampus dapat dinilai dari kualitas jurnal yang dikembangkannya. Baik buruknya kampus sangat dipengaruhi oleh baik buruknya jurnal yang dikelolanya.

IT bagi Pendidik; Antara Biaya dan Upaya

IT bagi Pendidik; Antara Biaya dan Upaya

HM. Muntahibun Nafis

Derap langkah kaki kemajuan dan perkembangan dunia ini semakin cepat. Manusia disuguhkan dengan berbagai pilihan “menu” kehidupan yang beranekaragam. Keanekaragaman tersebut tidak jarang membingungkan dan bahkan dalam kondisi tertentu malah menjadikan manusia kehilangan martabatnya. Hal tersebut dikarenakan manusia tidak mampu menempatkan dirinya menjadi subjek dari kemajuan tersebut. Manusia terkadang menjadi obyek dari kemajuan. Misalnya saja ketika manusia dihadapkan oleh kemajuan modernisasi seperti kemajuan Informasi dan teknologi (IT), manusia tidak mampu menjadikan IT sebagai sarana yang bisa bermanfaat bagi kehidupannya, manusia malah merusak martabat dan kehidupannya. Contohnya ketika IT malah menjadi perusak ekosistem dan merusak moral generasi penerus.

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI FILM

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI FILM

Muhammad Muntahibun Nafis, M.Ag*

Setiap pendidikan apapun nama dan bentuknya, serta di manapun dan kapanpun berada pasti memiliki sebuah tujuan mulia yang hendak dicapai. Tujuan inilah yang nantinya akan menentukan seluruh aktifitas dan proses pembelajaran yang berlangsung, seperti materi ajar yang terangkum secara sistemik dan terstruktur dalam kurikulum pendidikan (baik kurikulum yang tertulis yang sering disebut dengan word curriculum, maupun kurikulum yang tak tertulis yang disebut hidden curriculum). Selain materi, tujuan pendidikan juga akan menentukan metode, sarana, alat, dan media apa yang tepat yang akan digunakan oleh seorang pendidik untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan tersebut.

Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, tentunya pendidikan khususnya bagi pendidik, sangat terbantu dalam memilih dan menggunakan media dan metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Pendidik memang dituntut mampu menjadikan proses pembelajaran yang berlangsung menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan mempermudah bagi peserta didiknya. Sehingga materi atau kurikulum yang telah disusunnya dapat tersampaikan dengan maksimal. Yang pada akhirnya peserta didik mampu dengan baik menguasai dan memahami materi yang disampaikan oleh pendidik.

MENGGALI POTENSI BERBAHASA SEJAK USIA DINI

MENGGALI POTENSI BERBAHASA SEJAK USIA DINI

HM. Muntahibun Nafis

Setiap manusia lahir ke muka bumi ini pastinya akan menggunakan sebuah bahasa di mana pun ia berada. Bahasa merupakan sarana komunikasi antara satu manusia dengan manusia yang lain. Bahasa merupakan sarana untuk berhubungan, sarana untuk menyampaikan keinginan atau mengungkapkan sebuah maksud, sarana untuk memahami orang lain, sarana untuk mengartikan sebuah teks dan fungsi-fungsi yang lain. Dengan bahasa seolah-olah semua kebutuhan manusia apapun wujudnya bisa terpenuhi. Adakalanya bahasa itu berbentuk bahasa lisan atau tutur kata, bahasa tubuh, bahasa isyarat dan bentuk-bentuk bahasa lainnya. Semua jenis bahasa tersebut memiliki unsur dan fungsi masing-masing. Tanpa bahasa, kehidupan manusia akan terganggu. Dengan arti bahwa pemenuhan segala macam kebutuhan manusia bisa terhambat dan bahkan mungkin juga tidak terpenuhi.

Mengamati perkembangan bahasa (tutur kata atau lisan) bagi masyarakat di zaman globalisasi ini, maka bahasa memiliki fungsi yang urgen dalam kehidupan. Ada dua bahasa –minimal- yang pada saat sekarang menjadi bahasa internasional, yaitu bahasa yang digunakan oleh seluruh masyarakat dunia untuk semua aspek kehidupan. Kedua bahasa tersebut adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab. Bahasa-bahasa itu pada saat ini telah menjadi “miftahul ‘ulum wa al-hadlarah” (kunci ilmu dan peradaban) dunia. Semua sendi kehidupan manusia sekarang ini akan hampir pasti memakai kedua bahasa tersebut. Fungsi penting bahasa ini tidak begitu saja dapat terwujud dengan sekejap, namun harus melalui proses yang memerlukan ketekunan dan keseriusan. Dalam berbahasa (apapun jenis bahasanya) terdapat empat ketrampilan yang menjadi bagian tak terpisahkan. Ketrampilan tersebut meliputi: (1) berbicara (speaking atau takallum), (2) menulis (writting atau kitabah), (3) membaca (reading atau qiroah), dan (4) mendengarkan (listening atau istima’).