Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Agar Tidak Lupa: Catatan Clifford Geertz tentang Pasa dan Riyaya [3]

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Darus

Setelah tarawéh, kalangan santri biasanya tidak langsung pulang dari langgar atau masjid. Mereka masih harus melanjutkan rangkaian ibadah lainnya, darus. Membaca al-Quran secara berjamaah yang sangat ditekankan selama bulan puasa.

Banyak sekali yang melakukan darus di langgar. Biasanya ibu-ibu mengirimkan makanan dan minuman dari rumah. Sambil melakukan darus, para santri juga makan untuk kedua kalinya—meski kali ini tidak harus ada unsur nasi. Bagi orang Jawa, tanpa nasi, tentu saja tidak bisa dihukumi sebagai makan.

(more…)

Agar Tidak Lupa: Catatan Clifford Geertz tentang Pasa dan Riyaya [2]

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Saat Tarawéh Tiba

Saat bedug magrib berbunyi, tanda berbuka tiba, kalangan santri makan sekenyang-kenyangnya—untuk tidak menyebutnya serakus-rakusnya. Momen ini tidak berlangsung lama, karena sesudah itu periode tarawéh segera menyusul.

Para santri segera berkumpul di langgar atau masjid, untuk menjalankan shalat isya’ dilanjut dengan tarawéh. Soal ini, Geertz menyebut bahwa tarawéh bukanlah suatu kewajiban, hanya ibadah tambahan yang sifatnya suka rela, akan tetapi para santri memanfaatkan momen ini sebagai momen berkumpul.

(more…)

Agar Tidak Lupa: Catatan Clifford Geertz tentang Pasa dan Riyaya [1]

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Tulisan (berseri) ini dimaksudkan sebagai catatan ringan atas The Religion of Java (1960), karya monumental Clifford Geertz. Bukan review atas teori-teori besar di dalam masterpiece tersebut, melainkan refleksi ringan (hanya) terkait tema puasa dan hari raya.

Kita akan terkesima bagaimana kedua tema tersebut, oleh Geertz, tetap ditampilkan sebagai ‘lukisan mendalam’ (thick description) pola ibadah varian santri. Pendekatan thick description  inilah ciri utama tulisan-tulisan Geertz.

(more…)

Ngaji Serat Wedatama [5]: Epistemologi Menurut Alam Pikiran Jawa

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan  Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Pokok bahasan dari Serat Wedatama, bagi orang yang menuntut ilmu atau yang sedang tholabul ‘ilmu sikap yang harus dimiliki adalah perilaku wajar demi terbukanya hati sanubari. Perilaku yang wajar adalah perilaku yang semestinya dimiliki oleh orang yang mencari ilmu. Sesuai dengan koridornya tidak berbuat yang aneh-aneh, fokus, yakin, mantap, dan tawadlu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Orang yang sedang menuntut ilmu tidak berperilaku yang bisa membuyarkan konsentrasinya, sehingga cenderung melakukan perbuatan-perbuatan yang semena-mena dalam mencari ilmu. Ketika orang mau berperilaku wajar dalam mencari ilmu, pada waktunya nanti hati sanubarinya akan terbuka. Maka orang tersebut akan bertambah martabat kehidupannya atau naik derajatnya karena ilmunya. Penjabaran Serat Wedatama pupuh pucung bait ke-09 sebagai berikut.

(more…)

Tafsir Kiai Shaleh Darat [6]: Manusia dalam Bingkai Iyyāka Na’budu Wa Iyyāka Nasta’īn

Heru Setiawan [] Mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Tulungagung; staf di Departemen Manuskrip Islam-Jawa, IJIR []

Heru Setiawan [] Mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Tulungagung; staf di Departemen Manuskrip Islam-Jawa, IJIR []

Manusia memang makhluk yang unik. Sejauh apapun pembahasan tentang manusia, hakikatnya tetap masih menyisakan misteri. Di satu sisi, merupakan ‘hewan yang berkakal’, seperti kata Aristoteles. Berbeda dengan itu, Plato mengatakan bahwa hakikat manusia adalah jiwanya.  Pembahasan tentang hakikat manusia, rupanya juga tak luput dari pandangan Kiai Shaleh Darat saat membahas penafsiran ayat Iyyāka Na’budu Wa Iyyāka Nasta’īn.

Pembahasan itu sebenarnya bermula dari sebuah pertanyaan tentang huruf Nun (ن) pada lafadz Na’budu (نَعْبُدُ). Kurang lebih pertanyaan itu adalah, mengapa orang yang shalat sendiri (tidak secara jama’h) mengucapkan Iyyāka Na’budu (إِيَّاكَ نَعْبُدُ)? padahal Nun (ن) mutakallim –pada lafadz نَعْبُد – seharusnya menunjukkan arti jamak?”

(more…)

Punakawan dalam Dakwah Wali Songo

Muhamad Lutfi Nawawi [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester II; Staf magang di IJIR. []

Muhamad Lutfi Nawawi [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester II; Staf magang di IJIR. []

Punakawan merupakan salah satu bagian pewayangan yang khas Jawa. Seringkali sosoknya digambarkan lekat dengan ajaran Jawa dan Islam. Perpaduan ini merupakan bagian penting dari strategi dakwah wali songo. Dalam rangka penyebaran Islam di Jawa, punakawan menjadi salah satu figur ampuh  dalam penyampaian dakwah Islam wali songo.

Meski ada banyak versi cerita mengenai keberadaan wali songo, masyarakat Jawa secara luas tetap memiliki pemahaman bahwa para wali inilah yang menyebarkan ajaran Islam di Jawa. Misalnya saja, seorang Indonesianis terkemuka M.C. Ricklefs menyatakan bahwa wali songo adalah sekelompok orang yang membawa Islam ke tanah Jawa pertama kali.

(more…)

Keris: Perpaduan Spiritualitas dan Seni Tempa Tingkat Dewa

Rifchatullaili [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research (IJIR) []

Rifchatullaili [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research (IJIR) []

Tek, tek, tek, suara alunan besi, baja dan palu besar saling sahut-menyahut, diiringi kobaran api dengan uapnya yang mampu membakar permukaan kulit. Peristiwa ini merupakan salah satu rangkaian pembuatan keris yang cukup dikenal memiliki kerumitan.

Saking rumitnya, butuh proses panjang mulai dari pemilihan bahan, perpaduan besi, baja, logam dan meteor yang dibakar dengan api kemudian harus ditempa berkali-kali pukulan lagi untuk membentuk pahatan keris sesuai keinginan.

(more…)

“Radikalisme Membahana, Gerakan Civil Society Makin Melemah”

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Catatan Diskusi Jatim Forum, 13 Mei 2018

Saya diberi kehormatan luar biasa untuk menjadi pemantik diskusi Jatim Forum pada Minggu, 13 Mei 2018. Diskusi itu diselenggarakan di Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya). Jatim Forum merupakan forum yang mempertemukan para akademisi, kelompok birokrat, politisi dan aktivis. Jatim Forum bisa disebut sebagai satu-satunya forum diskusi yang paling berwibawa di Jawa Timur hari ini.

(more…)

Bersih Desa di Pemakaman Raja Majapahit

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester IV, peneliti muda IJIR []

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester IV, peneliti muda IJIR []

Sumberjati merupakan salah satu desa yang terletak di kademangan, Blitar. Nama Sumberjati sendiri diambil dari kata sumber (mata air) dan pohon jati. Semua masyarakat meyakini bahwa dulu di desa itu terdapat sumber air yang dinaungi pohon jati.

Pendapat ini dipertegas oleh ‘sesepuh’ di kalangan mereka. Ia adalah Lasiman,  seorang bekas ulu-ulu (pembagi aliran air di sawah) yang menurut sebagian masyarakat dipercayai memiliki pengetahuan lebih tentang asal-usul Desa Sumberjati.

(more…)

Penghulu: Agen Islamisasi Setelah Periode Wali

Imam Safi’i [] Peneliti muda IJIR; mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam, Semester VIII []

Imam Safi’i [] Peneliti muda IJIR; mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam, Semester VIII []

Di tengah proses Islamisasi di Jawa, penghulu turut ikut ambil bagian. Kehadirannya di masyarakat dan perannya yang penting, membuat sosok ini tak lekang oleh zaman. Sampai saat ini, tugasnya yang tidak pernah mengalami pergeseran ialah mengurusi perkawinan. Tetapi tidak hanya itu, ia terus melibatkan diri dan mengontrol terciptanya Islamisasi masuk ke bagian wilayah terdalam Jawa sampai Pesisir Selatan. Seperti kata Ricklef, bahwa Islamisasi di Jawa terus berlanjut hingga detik ini.

(more…)

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme