Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Ngaji Manuskrip dan Turats Nusantara Sudah Digelar

Institute For Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung menggelar pengajian. Bukan ngaji biasa, acara ini diberi nama “Ngaji Manuskrip dan Turats” lalu disingkat JIMAT Nusantara. Acara dilaksanakan pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 19.00-21.00 WIB di Kantor IJIR.

Acara ini diinisiasi oleh Departemen Manuskrip Islam Jawa, sebagai perwujudan atas komitmen IJIR untuk nguri-nguri warisan para leluhur, terutama dalam bidang kajian atas manuskrip dan pengembangan tradisi turats.

(more…)

Agama dan Kepercayaan Orang Jawa

Zulfa Ilma Nuriana [] Pemenang II Sayembara Menulis SMA 2018; Saat ini menjadi Mahasiswa Jurusan Psikologi Islam IAIN Tulungagung; Staf Magang IJIR []

Zulfa Ilma Nuriana [] Pemenang II Sayembara Menulis SMA 2018 yang diselenggarakan IJIR; Saat ini menjadi Mahasiswa Jurusan Psikologi Islam IAIN Tulungagung; Staf Magang IJIR []

Sistem kepercayaan orang Jawa telah terbentuk sebelum datangnya Hindu-Buddha. Budiono Herusatoto  mengatakan kepercayaan itu animisme, yakni kepercayaan adanya roh atau jiwa pada semua benda, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Mereka juga memegang dinamisme, yaitu kepercayaan adanya tenaga magis pada manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda, termasuk kata-kata yang diucapkan atau ditulis.

Menurut Djumhur, animisme dan dinamisme tak dapat dipisahkan. Tidak ada bangsa primitif yang hanya menganut kepercayaan dinamisme dengan mengesampingkan animisme. Ataupun sebaliknya. Di Jawa apabila seseorang memiliki “ilmu tinggi” atau biasa disebut dengan orang sakti mandra guna akan sulit mati karena memiliki tenaga magis di tubuhnya.

(more…)

Pulung Lurah di Jawa

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester VII, Peneliti Muda IJIR []

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester VII, Peneliti Muda IJIR []

Dimensi spiritualitas memainkan peran penting dalam narasi kepemimpinan lurah di Jawa. Hampir bisa dipastikan bahwa seorang pemimpin di Jawa, seperti halnya Lurah harus memiliki modal spiritual yang cukup untuk mendapat kewibawaan sehingga layak memimpin suatu wilayah. Selain itu, rupanya cerita rakyat juga memainkan peran penting dalam politik Lurah di Jawa.

Di Jawa, kekuasaan bukan semata-mata gejala fenomena sosial, tetapi juga berantai dengan aspek-aspek kultural-spiritual yang dianggap besar oleh masyarakat (Sardiman AM, 1992: 84). Melalui olah batin seseorang dapat masuk ke dunia spiritual, sehingga ia bisa dipilih oleh Yang Maha Kuasa untuk memimpin makhluk empiris dan non-empiris di muka bumi. Tata cara ritual yang dilakukan setiap orangpun berbeda-beda.

(more…)

Eufemisme Seks ala Jawa

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester V; Peneliti muda IJIR []

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester V; Peneliti muda IJIR []

Masyarakat Jawa begitu cerdas juga santun. Kecerdasan itu terdapat dalam ungkapan tradisional yang mereka buat melalui pengalaman hidup. Salah satu ungkapannya adalah menghaluskan pembelajaran seks di kalangan mereka. Bahkan penghalusan pembelajaran seks juga terdapat pada simbol-simbol filosofis di dalam kehidupan mereka.

Melalui ungkapan tradisional yang cerdas, membuat mereka lebih leluasa membungkus pesan seks dalam pembalajarannya. Orang Jawa lebih sering menuangkan gagasan seks secara tersamar melalui ungkapan yang halus, sebab mereka mempunyai pandangan hidup bahwa wong Jawa nggone semu.

(more…)

Pantangan Neptu Patlikur

Anma Muniri [] Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Semester V; Staf magang di IJIR []

Anma Muniri [] Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Semester V; Staf magang di IJIR []

Masyarakat Jawa memiliki cara tersendiri untuk menentukan hari baik/buruk. Penentuan hari baik  ini dimanifestasikan dalam  segala kegiatan. Proses ini tidak terlepas dari proses perhitungan hari yang dianggap memiliki nilai-nilai kebaikan dan dijauhkan dari malapetaka.

Segala kegiatan sosio-kultural baik membangun rumah, menikah, panen dan sebagainya diwajibkan melakukan perhitungan untuk menentukan hari yang paling baik. Hal ini bertujuan agar orang selalu memetik kebaikan dalam segala urusan kehidupan.

(more…)

Jinising Wayang

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan  Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Wayang nggadhahi manèkå warni jinis mbotên namung wayang kulit purwa kèmawon, kados ingkang asring dipanpanggihi såhå dipungêlarakên jaman sakmênikå. Teorinipun sabên fasê jaman nggadahi jinis wayang såhå ciri khusus minångkå tåndhå èranipun sintên.

Kados ta jaman Prabu Jayabaya wayangipun wayang purwa. Emanipun sabên jinis wayang umuripun botên dangu lajêng mangké dipungêntosi kaliyan wayang jinis sanèsipun. Bab mênikå dadosakên kepunahan jinis wayang. Satêmah kahanan mêkatên dadosakên kawruh (pengetahuan) wayang winatês.

(more…)

Kitab Panyirèp Gemuruh Karya KH. Abdul Wahab Chasbulloh

Hamim Mustofa [] Mahasiswa AFI Semester IV; Staf di Departemen Manuskrip Islam Jawa, IJIR []

Hamim Mustofa [] Mahasiswa AFI Semester IV; Staf di Departemen Manuskrip Islam Jawa, IJIR []

Pesantren merupakan salah satu subkultur masyarakat muslim Indonesia, begitu kata Gusdur (Wahid, 2001: 3). Dalam keberadaannya itu, pesantren tak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Di Indonesia, keduanya menjadi elemen kunci untuk melakukan transformasi keilmuan, khususnya keilmuan Islam. Tak berlebihan jika Martin van Bruinessen menyebut keduanya sebagai pemelihara dan pelanjut tradisi keilmuan Islam.

DI balik peran seperti itu, selama ini kitab kuning hanya dianggap sebagai sumber acuan pembelajaran. Faktanya, anggapan itu tidalah selalu benar. Terbukti ada sebuah kitab yang lahir dalam rangka menjawab problematika sosial, yaitu kitab “Panyirèp Gemuruh” karya KH. Abdul Wahab Chasbullah.

(more…)

Simbol Kala Pada Relief Candi Bajang Ratu

Ahmad Fahrur Rozi [] Mahasiswa SPI Semester II; Peserta Klinik Menulis IJIR []

Ahmad Fahrur Rozi [] Mahasiswa SPI Semester II; Peserta Klinik Menulis IJIR []

Di zaman Majapahit, Kala sudah sangat familiar dikenal. Ia menjadi binatang mitologi yang kisahnya masih terjaga hingga kini. Kala digambarkan sebagai buto, memiliki perawakan yang sangat menyeramkan dengan sepasang tanduk, mata melotot, mulut lebar dan memperlihatkan taringnya yang tajam, serta sepasang cakar di kanan-kiri kepalanya.

Kala, biasanya terdapat pada hiasan candi bercorak Hindu ataupun Buddha. Satu-satunya candi di Trowulan peninggalan kerajaan Majapahit yang pada struktur bangunannya terdapat relief Kala adalah gapura Candi Bajang Ratu yang ditemukan oleh warga di area persawahan masyarakat Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

(more…)

Uthak-Uthak Ugel: Kentrung Sebagai Media Pendidikan

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester IV; Peneliti muda IJIR []

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester IV; Peneliti muda IJIR []

Sabtu, 3 Agustus 2019, Sanggar Seni Gedhang Godhog (SSGG) menyelenggarakan pementasan Kentrung Kreasi di Balai Desa Campurdarat. Acara ini bertajuk “Pentas Studi Pagelaran Kentrung Kreasi”. Kebanyakan pemainnya ialah para pelajar penerima program beasiswa Kentrung periode kedua yang diberikan oleh SSGG.

Pagelaran budaya ini berada dalam rangkaian menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Desa Campurdarat. Pagelaran tersebut mengambil tema Uthak-uthak Ugel.

(more…)

Jedhoran: Sepakat untuk Berbeda

Seli Muna Ardiani [] Peneliti IJIR []

Seli Muna Ardiani [] Peneliti IJIR []

Jika Andrew Beatty menyebutkan slametan sebagai “ambiguitas yang teratur”, maka potret seni Jedhoran sebagaimana yang berkembang di beberapa tempat di Tulungagung, agaknya menemui titik persamaan dengan slametan.

Pada seni Jedhoran di desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, misalnya, ditemukan konsesus di antara orang-orang yang berbeda orientasi keagamaannya. Mereka dipertemukan dalam momentum ambigu yang teratur tersebut. Tulisan ini berupaya merefleksi kembali temuan Beatty mengenai slametan di desa Bayu, Banyuwangi, lalu dikomparasikan dengan model Jedhoran yang berkembang di Tulungagung.

(more…)

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme