Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Belajar Meneliti Isu Minoritas Agama/Keyakinan Bersama Djeng Nurish

 

Institute for Javanese Islam Research [IJIR] IAIN Tulungagung menyelenggarakan short course penelitian isu minoritas agama/keyakinan di Indonesia, pada Rabu, 16 Maret 2017. Acara yang digelar di kantor IJIR ini menghadirkan Amanah Nurish, Ph.D sebagai pembicara. Short course dihelat berkat kerja sama antara IJIR dengan Dema Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah, IAIN Tulungagung.

Amanah Nurish, atau yang akrab di sapa Djeng Nurish sebagaimana nama akun facebooknya, adalah salah seorang peneliti kawakan dalam isu minoritas di Indonesia. Dia menotalkan penelitiannya tentang Agama Baha’i. Tak pelak keahliannya dalam meneliti,  menyedot antusias peserta short course. Terbukti dari jumlah peserta yang melampaui target panitia penyelenggara. Short course diikuti oleh 35 peserta dari berbagai latar belakang. Ada perwakilan dari mahasiswa jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Tasawuf dan Psikoterapi, Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, ada pula mahasiswa pascasarjana, dosen, mahasiswa dari luar IAIN Tulungagung, dan seorang pemeluk agama Baha’i di Tulungagung.

IMG_20170316_114858

Kegiatan berjalan dengan lancar, ramai, menyenangkan, tentu saja dengan tanpa mengurangi esensi kegiatan, yakni belajar penelitian. Proses short course dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas dasar-dasar penelitian, seperti apa itu penelitian, jenis-jenis penelitian, metodologi, theoretical framework dan masih banyak lagi. Pada kesempatan ini Djeng Nurish juga turut membagi pengalaman risetnya di berbagai negara, misalnya Singapura, Belanda, Inggris, Jerman maupun Amerika. Hal ini memantik para peneliti muda IJIR untuk sharing terkait proses maupun hambatan yang mereka alami selama menjalankan penelitian. Misalnya, Fatimstuz Zahro yang sedang meneliti spiritualitas perempuan dalam tradisi Jawa, menanyakan tentang etika wawancara dengan narasumber. Ada pula Lailatul Zuhriya yang merupakan seorang dosen turut bertanya bagaimana pendekatan fenomenologi bisa diterapkan dalam suatu penelitian, jika asumsinya peneliti hanya memotret apa yang disuguhkan fenomena tanpa keterlibatan diri peneliti.

Pada sesi kedua, diawali dengan sedikit refleksi tentang sesi pertama kemudian dilanjutkan dengan praktik. Sesi ini membagi seluruh peserta menjadi 4 kelompok. Mereka kemudian diminta untuk membuat desain riset sederhana menggunakan berbagai jenis dan metode penelitian yang telah dipaparkan. Sesi ini menjadi ajang bagi para peserta untuk mengeksplorasi segenap capaian dalam forum short course yang telah berjalan sejak pagi sampai sore hari.

Melihat antusiasme dan potensi peserta, di akhir kegiatan disepakati untuk membuat follow up. Follow up berupa membuat jaringan komunitas peneliti yang akan terus terkoneksi satu sama lain. Harapannya, semoga dengan diadakannya short course dan follow up ini menjadikan para peneliti muda dan segenap jaringannya semakin kaya wawasan tentang penelitian. Tentu saja bukti kekayaan wawasan itu akan terlihat saat melakukan kegiatan penelitian. Jadi, selamat meneliti.

Gedong Maulana Kabir
[Peneliti Muda di Institute for Javanese Islam Research IAIN Tulungagung]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme