Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Membumikan Pancasila di Sekolah

Kaukus Pancasila, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, mengambil langkah penting mendorong sekolah-sekolah untuk mengintegrasikan nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan. Langkah penting tersebut diwujudkan dalam One Day Workshop “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Integrasi Nilai Pancasila dalam Kurikulum 2013”.

Workshop tersebut pertama kali diujicobakan untuk 250an guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Kabupaten Tulungagung, pada Senin 19 November 2018, di Aula Gedung KH. Saifuddin Zuhri, IAIN Tulungagung. Kegiatan tersebut dilakukan secara kolegial bersama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rumah Belajar Pariagung, dan Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung.

Hadir sebagai keynote speaker, Eva Kusuma Sundari, Ketua Kaukus Pancasila, MPR-RI. Workshop sekaligus menghadirkan Dr. Rima Agristina, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Erma Susanti—pemerhati isu perempuan dan anak Jawa Timur, serta Satriani, M.Pd, Kepala SMP Pawiyatan Daha Kediri. Acara workshop dimoderatori oleh Akhol Firdaus, Direktur IJIR.

foto 2 KECIL

Hadir juga perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tulungagung. Workshop dibuka secara langsung oleh Rektor IAIN Tulungagung, Prof. Dr. Maftukhin, M. Ag. Secara umum, workshop berlangsung sangat efektif sejak dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir hingga pukul 14.30 WIB.

Pancasila: Akar Sejarah dan Masa Depan

Dalam sambutan pembukaan, Rektor IAIN Tulungagung kembali mengingat tentang akar sejarah Pancasila sebagai nilai dan ajaran spiritual yang menyatukan Nusantara. Hingga saat ini, Pancasila masih merupakan pondasi kebangsaan Indonesia modern yang mampu memayungi segala ragam perbedaan bangsa Indonesia.

“Pancasila bukan ditemukan oleh pendiri Bangsa,” demikian tegas Rektor IAIN. Pancasila dalam pandangan Maftukhin lebih merupakan nilai yang mampu diawetkan dari zaman ke zaman, digali dari akar kesejarahan bangsa, dan terus berhasil dikontekstualisasi dengan perkembangan. Atas dasar itu tidak berlebihan bila Pancasila harus terus diperjuangkan sebagai ideologi yang hidup dan membumi dalam kehidupan sehari-hari.

Berpijak pada ide seperti ini pula, Workshop Integrasi Nilai Pancasila dalam Kurikulum diselenggarakan. Tujuan workshop adalah dalam rangka membekali guru-guru menjadi ujung tombak yang mampu membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, baik melalui kegiatan intrakulikuler maupun ekstrakulikuler.

Untuk kepentingan inilah, Workshop menghadirkan Satriani, M.Pd bersama timnya karena SMP Pawiyatan Daha dianggap sebagai salah satu sekolah yang berhasil mengintegrasikan Pancasila sebagai basis pendidikan karakter. Tim Pawiyatan Daha itulah yang memfasilitasi para guru untuk melakukan simulasi menyusun program pendidikan karakter. []

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme