Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Jumenengan Rakyat Kebudayaan Tulungagung 2018

Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung bersama segenap elemen dan komunitas masyarakat menggelar acara bertajuk Jumenengan Rakyat Kebudayaan Tulungagung 2018. Acara yang digelar pada 26 Desember 2018 ini bertempat di Aula lantai 6 Gd. Arief Mustaqim IAIN Tulungagung.

Tercatat ada beberapa elemen masyarakat yang turut ambil bagian dalam hajatan kebudayaan ini. Diantaranya adalah Turangga Lestari Budaya, Harpi Melati, Sangtakasta, Padepokan Budaya Larasati, Pariagung, Sekar Wilis Wisma Budaya, Angkasa, Wisma Budaya Wana Wijaya, Sanggar Seni Gedhang Ghodog dan beberapa elemen lain yang tidak bisa disebut satu persatu.

Setidaknya karena dua alasan dasar Jumenengan ini dihelat. Pertama, ini merupakan wujud penghormatan sekaligus khidmat kepada leluhur atas karunia berupa kebudayaan dan keadaban. Sarana ini digunakan untuk upaya mengingat dan menjaga kebudayaan yang terus menerus mendapat tantangan dari pelbagai sisi. Dan kedua, ini menjadi bentuk syukur atas suksesnya Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Perlu diketahui, Kongres Kebudayaan Indonesia ini merupakan ikhtiar bersama untuk menentukan langkah di segala aspek kebijakan pemerintah yang berpijak pada kebudayaan.

Sebagai hajatan kebudayaan, Jumenengan kemudian secara inklusif melibatkan banyak komunitas seni tradisi untuk turut memeriahkan acara. Hal ini tampak saat prosesi penjemputan para pembicara dan tamu VIP diiringi tarian Reyog Kendang. Tarian ini diperagakan oleh tim dari Sangtakasta.

jumenengan 1

Pembicara dalam ‘Jumenengan’ ini adalah 1) Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag (Rektor IAIN Tulungagung) dengan tema “Śrī Gayatri Rājapatni Sang Prajñāpāramithā Sebagai Pondasi Kebangsaan Indonesia”; 2. Eva K. Sundari (Kaukus Pancasila DPR RI) dengan tema “Falsafah Pancasila. Sebenarnya Jumenengan juga mengundang Hilmar Farid, Ph.D (Dirjen Kebudayaan Kemendigbud RI), namun karena ada acara pameran kebudayaan di Riyadh, beliau tidak bisa menghadiri acara di IAIN Tulungagung ini.

Acara ini berhasil menyedot antusiasme masyarakat. Tercatat lebih dari 500 tamu undangan dan peserta yang menghadiri acara tersebut. Peserta diantaranya merupakan mahasiswa, pegiat seni dan tradisi, para tokoh agama, keyakinan, para sesepuh, dan segenap elemen masyarakat lain dari berbagai kota. Turut hadir juga segenap pengurus BN Setaloka Hiprejs Jatim.

Seluruh peserta Jumenengan tampak khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza dengan diiringi oleh tim paduan suara dan ansamble. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pancasila dengan dipimpin oleh Ibu Wilis Redianti dari Kerohanian Sapta Darma.

Ketika prosesi doa, acara semakin sakral. Bagian Astungkoro Pujo Broto atau mengheningkan cipta ini dipimpin oleh Bopo Sugito Wijoyo Kusumo sesepuh Tulungagung sekaligus Pimpinan Kaweruh Jowo Dipo.

Persembahan berupa Kidung Gayatri. Sendra tari ini merupakan garapan dari beberapa komunitas seni dan tradisi di Tulungagung. Diantara yang tergabung dalam pementasan ini adalah Sangtakasta, Sekar Wilis Wisma Budaya, Turangga Lestari Budaya, Wisma Budaya Wanawijaya, dan Padepokan Budaya Larasati.

Ada pula penampilan dari Angkasa (Angklung Klasik Nusantara) yang menyanyikan lagu kreasi berjudul Bhinneka Tunggal Ika. Ini merupakan paduan musik etnik dengan seni harmoni tinggi.

Bagian selanjutnya adalah orasi kebudayaan yang disampaikan oleh dua pembicara di atas. Transkip atas dua orasi kebudayaan ini akan dipublikasikan tersendiri. Hal ini dimaksudkan agar orasi kebudayaan bisa dihayati oleh masyarakat yang lebih luas.
Menjelang acara berakhir, terdapat peragaan busana Nusantara dari Harpi Melati. Paska peragaan busana, acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri.

Seluruh hajatan Jumenengan ini harus dipahami dalam rangka ekspresi syukur sekaligus upaya menjaga spirit Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, sejak awal kita menyadari bahwa hajatan ini tidak akan bisa berjalan tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, rasa terimakasih dan penghormatan setinggi-tingginya kami sampaikan pada seluruh masyarakat. Hajatan ini persembahan rakyat Tulungagung untuk Indonesia. []

 

Gedong Maulana Kabir-Peneliti IJIR

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme