Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Mewujudkan Pemilu yang Bermartabat

Polres Tulungagung bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Tulungagung, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Upaya meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Menyukseskan Pemilihan Umum 2019” di Hotel Crown Victoria, Kamis, 4 April 2019. Hadir sebagai narasumber, Mustofo (Ketua KPU), Suyitno Arman (Bawaslu Tulungagung), Rudi Cristianto (Kepala Bakesbang), dan Akhol Firdaus (Direktur IJIR, IAIN Tulungagung).

FGD melibatkan semua perwakilan tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan di Tulungagung. Melalui kegiatan ini, Polres Tulungagung telah mengambil langkah penting untuk terus melibatkan semua unsur masyarakat dalam upaya mewujudkan Pemilu berkualitas dan bermartabat. Salah satunya adalah mengambil langkah-langkah pencegahan atas terjadinya gangguan terhadap Pemilu. “Masyarakat harus menyambut Pemilu dengan bahagia dan tidak boleh ada ketakutan yang disebabkan oleh teror dalam bentuk apapun yang menciderai pesta demokrasi ini,” begitu Pesan Bupati Tulungagung yang disampaikan oleh Rudi Cristianto.

fgd

Dalam kesempatan tersebut, Akhol Firdaus secara khusus menyampaikan tema “Golput Bukan Solusi”. Direktur IJIR lebih jauh menyoroti wacana golput yang bisa dilacak sejak Pemilu 1971, dan terus berkembang karena kekecewaan politik terhadap Orde Baru. Pascareformasi, di tengah konsolidasi demokrasi, fenomena Golput makin mengemuka salah satunya disebabkan oleh apatisme politik. Tahun 2009 angka Golput hampir mencapai 30 persen di Indonesia.

Meski begitu, lambat laun lahir kesadaran dan kegairahan politik yang merebak di kalangan anak-anak muda. Golput tidak lagi dianggap sebagai pilihan cerdas, sebaliknya kalangan muda justru bergairah mengambil hak politiknya dalam rangka menjadi bagian untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas dan bermartabat. Mereka percaya bahwa, Pemilu berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas pula.

Akhol juga menyoroti tentang wacana golput pada Pemuli 2019. Menurutnya, Pemilu 2019 yang diwarnai oleh menguatnya politik identitas, bukan hanya berkencenderungan memainkan sentimen agama, ras, dan identitas sebagai instrumen untuk memenangkan pertandingan. Bahkan, wacana Golput sekalipun, juga dimainkan untuk kepentingan pemenangan.

Dalam praktik-praktik politik yang semakin tidak mengindahkan etika, Akhol Firdaus meminta Kepolisian untuk memberi jaminan rasa aman bagi setiap warga negara di dalam merayakan hak politiknya. Golput memang hak, tapi mempertimbangkan kekuatan yang mengancam martabat demokrasi di Indonesia saat ini, golput jelas bukan solusi. []

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme