Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

catatan kegiatan

Ngaji Manuskrip dan Turats Nusantara Sudah Digelar

Institute For Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung menggelar pengajian. Bukan ngaji biasa, acara ini diberi nama “Ngaji Manuskrip dan Turats” lalu disingkat JIMAT Nusantara. Acara dilaksanakan pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 19.00-21.00 WIB di Kantor IJIR.

Acara ini diinisiasi oleh Departemen Manuskrip Islam Jawa, sebagai perwujudan atas komitmen IJIR untuk nguri-nguri warisan para leluhur, terutama dalam bidang kajian atas manuskrip dan pengembangan tradisi turats.

(more…)

Mewujudkan Pemilu yang Bermartabat

Polres Tulungagung bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Tulungagung, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Upaya meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Menyukseskan Pemilihan Umum 2019” di Hotel Crown Victoria, Kamis, 4 April 2019. Hadir sebagai narasumber, Mustofo (Ketua KPU), Suyitno Arman (Bawaslu Tulungagung), Rudi Cristianto (Kepala Bakesbang), dan Akhol Firdaus (Direktur IJIR, IAIN Tulungagung).

FGD melibatkan semua perwakilan tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan di Tulungagung. Melalui kegiatan ini, Polres Tulungagung telah mengambil langkah penting untuk terus melibatkan semua unsur masyarakat dalam upaya mewujudkan Pemilu berkualitas dan bermartabat. Salah satunya adalah mengambil langkah-langkah pencegahan atas terjadinya gangguan terhadap Pemilu. “Masyarakat harus menyambut Pemilu dengan bahagia dan tidak boleh ada ketakutan yang disebabkan oleh teror dalam bentuk apapun yang menciderai pesta demokrasi ini,” begitu Pesan Bupati Tulungagung yang disampaikan oleh Rudi Cristianto.

(more…)

Kemah Kebangsaan “Satu untuk Indonesia”

Aliansi masyarakat sipil dan relawan Jawa Timur menggelar Kemah Kebangsaan dengan semboyan “membangun nasionalisme dan patriotisme yang inklusif dan toleran”. Perhelatan ini diselenggarakan di Kedhaton Perdikan Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu-Minggu, 23-24 Februari 2019.

Tidak kurang dari 300 partisipan dari berbagai kota dan beragam profesi berkumpul di Kedhaton Tawangsari dalam rangka membincang isu kebangsaan dan pengarusutamaan strategi kebudayaan nasional. Sebagaimana disampaikan oleh Bambang Budiono—inisiator Kemah Kebangsaan, kegiatan sengaja digelar dalam rangka memupuk semangat kebangsaan yang tidak boleh jatuh pada chauvinisme dan eksklusivisme.

(more…)

Tunas-Tunas Baru Seniman di Jumenengan Rakyat Kebudayaan Tulungagung 2018

Hajatan kebudayaan yang dilakukan oleh Institute for Javanese Islam Research (IJIR) pada tanggal 26 Desember 2018 minggu lalu, melibatkan berbagai elemen masyarakat Tulungagung termasuk anak-anak dan para remaja. Tak hanya ada penampilan jaranan, angklung, ansamble, dan juga paduan suara yang pemainnya didominasi oleh para remaja, pesta rakyat ini dilanjut pada malam hari dengan penampilan Kentrung kreasi yang juga ditampilkan oleh anak-anak dan juga remaja.

Penampilan Seni Kentrung kreasi ini dibawakan oleh murid-murid Sanggar Seni Gedhang Godhong (SSGG) asuhan Yayak Priasmara. Para remaja ini datang dari daerah Ngingas Campurdarat Tulungagung. Tampil dengan gaya khas anak-anak dan remaja yang ceria serta energik, kentrung dengan lakon Diah Ayu Gayatri Rajapathni disajikan dengan apik dan berbeda. (more…)

Jumenengan Rakyat Kebudayaan Tulungagung 2018

Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung bersama segenap elemen dan komunitas masyarakat menggelar acara bertajuk Jumenengan Rakyat Kebudayaan Tulungagung 2018. Acara yang digelar pada 26 Desember 2018 ini bertempat di Aula lantai 6 Gd. Arief Mustaqim IAIN Tulungagung.

Tercatat ada beberapa elemen masyarakat yang turut ambil bagian dalam hajatan kebudayaan ini. Diantaranya adalah Turangga Lestari Budaya, Harpi Melati, Sangtakasta, Padepokan Budaya Larasati, Pariagung, Sekar Wilis Wisma Budaya, Angkasa, Wisma Budaya Wana Wijaya, Sanggar Seni Gedhang Ghodog dan beberapa elemen lain yang tidak bisa disebut satu persatu. (more…)

Studi Banding Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto

Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojokerto melakukan studi banding di Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung, Jumat, 28 Desember 2018, di kantor IJIR. Studi banding dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang secara khusus membahas soal manajemen penelitian dan pengabdian masyarakat yang sudah dikembangkan oleh IJIR.

Delapan dosen dari lintas jurusan bersama dengan wakil Yayasan Uluwiyah diterima oleh Budi Harianto (Kajur Sosiologi Agama) dan Gedong Maulana Kabir (peneliti IJIR) dalam FGD yang berlangsung selama dua sesi tersebut. Hasil FGD diharapkan bisa menjadi pengayaan atas upaya penting melahirkan Pusat Studi yang akan berkontribusi bagi kekhasan IAI Uluwiyah Mojokerto.

Direktur IJIR, Akhol Firdaus, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada IAI Uluwiyah atas berbagai inisiatif untuk membangun kerja sama di bidang penelitian, khususnya terkait dengan isu Islam lokal. []

FOTO

‘Patah Tumbuh Hilang Berganti’: Dinamika Seni Tradisi

Itulah tema Jagongan Budaya edisi perdana yang diselenggarakan oleh Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung, Senin, 10 Desember 2018, pukul 19.00 WIB. Jagongan Budaya sendiri dirancang sebagai forum yang mempertemukan budayawan dan pekerja seni di Tulungagung, dan akan digelar secara berkala.

Hadir sebagai pembicara, Drs. Untung Mulyono, M.Hum, pakar seni tradisi asli Tulungagung dan dosen senior di ISI Yogyakarta. Pembicara juga dikenal sebagai pendiri Sanggar Tari Kembang Sore. Berbekal pengalaman sebagai pelaku seni tradisi sejak usia belia, Untung Mulyono berbagi perspektif tentang fenomena seni tradisi yang ‘patah tumbuh hilang berganti’, di hadapan 40an peserta Jagongan Budaya.

(more…)

Membumikan Pancasila di Sekolah

Kaukus Pancasila, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, mengambil langkah penting mendorong sekolah-sekolah untuk mengintegrasikan nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan. Langkah penting tersebut diwujudkan dalam One Day Workshop “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Integrasi Nilai Pancasila dalam Kurikulum 2013”.

Workshop tersebut pertama kali diujicobakan untuk 250an guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Kabupaten Tulungagung, pada Senin 19 November 2018, di Aula Gedung KH. Saifuddin Zuhri, IAIN Tulungagung. Kegiatan tersebut dilakukan secara kolegial bersama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rumah Belajar Pariagung, dan Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung.

Hadir sebagai keynote speaker, Eva Kusuma Sundari, Ketua Kaukus Pancasila, MPR-RI. Workshop sekaligus menghadirkan Dr. Rima Agristina, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Erma Susanti—pemerhati isu perempuan dan anak Jawa Timur, serta Satriani, M.Pd, Kepala SMP Pawiyatan Daha Kediri. Acara workshop dimoderatori oleh Akhol Firdaus, Direktur IJIR.

(more…)

Pentas Kethoprak Kolosal “Banjaran Penangsang”

Inilah suasana pegelaran kolosal Kethoprak Siswo Budoyo yang mengangkat lakon “Banjaran Penangsang”. Pentas digelar di lapangan IAIN Tulungagung, Sabtu, 10 November 2018, mulai pukul 20.00 –  02.00 WIB, dini hari. Penyelenggara hajatan ini adalah PT Forum Indonesia Pers bekerja sama dengan Keluarga Besar Siswo Budoyo.

foto 3

Photo 1. Suasana meriah pentas kolosal Kethoprak Siswo Budoyo yang mengangkat lakon “Banjaran Penangsang;

Photo 2. Salah satu adegan ketika Sunan Giri mengangkat Trenggono sebagai Sultan Demak yang akan melahirkan berbagai reaksi pembangkangan Aryo Penangsang;

Photo 3 dan 4. Adegan-adegan peperangan antara Aryo Penangsang bersama pasukan Jipang terhadap Hadiwijaya bersama pasukan Pajang;

Photo 5. Retno Kencono alias Ratu Kalinyamat berhadapan dengan Aryo Penangsang sebelum melakukan topo wudo sinjang rambut untuk mendapatkan keadilan dari Tuhan karena kematian saudara dan suaminya di tangan Aryo Penangsang;

Photo 6. Aryo Penangsang tewas oleh kerisnya sendiri, keris Setan Kober, setelah sebelumnya terkena tombak Kyai Pleret (Photo 5.) milik Surawijaya.

 

Klarifikasi

Sekadar catatan, IAIN Tulungagung bukanlah panitia penyelenggara pentas kolosal tersebut. PT Forum Indonesia mengajukan permohonan kepada IAIN agar pihak kampus memberikan fasilitas tempat untuk pagelaran. Sesuai dengan visi pengembangan kampus IAIN yang terbuka terhadap pegembangan kebudayaan, pentas tersebut akhirnya benar-benar digelar di lapangan kampus.

Ini sekaligus mengklarifikasi bahwa pihak IAIN Tulungagung bukan bagian dari managemen acara. Bila beredar informasi terkait dengan penjualan tiket di berbagai kalangan masyarakat dan lembaga pendidikan, hal tersebut di luar tanggung jawab IAIN Tulungagung. []

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme