Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

opini peneliti muda

Punakawan dalam Dakwah Wali Songo

Muhamad Lutfi Nawawi [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester II; Staf magang di IJIR. []

Muhamad Lutfi Nawawi [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester II; Staf magang di IJIR. []

Punakawan merupakan salah satu bagian pewayangan yang khas Jawa. Seringkali sosoknya digambarkan lekat dengan ajaran Jawa dan Islam. Perpaduan ini merupakan bagian penting dari strategi dakwah wali songo. Dalam rangka penyebaran Islam di Jawa, punakawan menjadi salah satu figur ampuh  dalam penyampaian dakwah Islam wali songo.

Meski ada banyak versi cerita mengenai keberadaan wali songo, masyarakat Jawa secara luas tetap memiliki pemahaman bahwa para wali inilah yang menyebarkan ajaran Islam di Jawa. Misalnya saja, seorang Indonesianis terkemuka M.C. Ricklefs menyatakan bahwa wali songo adalah sekelompok orang yang membawa Islam ke tanah Jawa pertama kali.

(more…)

Keris: Perpaduan Spiritualitas dan Seni Tempa Tingkat Dewa

Rifchatullaili [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research (IJIR) []

Rifchatullaili [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research (IJIR) []

Tek, tek, tek, suara alunan besi, baja dan palu besar saling sahut-menyahut, diiringi kobaran api dengan uapnya yang mampu membakar permukaan kulit. Peristiwa ini merupakan salah satu rangkaian pembuatan keris yang cukup dikenal memiliki kerumitan.

Saking rumitnya, butuh proses panjang mulai dari pemilihan bahan, perpaduan besi, baja, logam dan meteor yang dibakar dengan api kemudian harus ditempa berkali-kali pukulan lagi untuk membentuk pahatan keris sesuai keinginan.

(more…)

Bersih Desa di Pemakaman Raja Majapahit

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester IV, peneliti muda IJIR []

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester IV, peneliti muda IJIR []

Sumberjati merupakan salah satu desa yang terletak di kademangan, Blitar. Nama Sumberjati sendiri diambil dari kata sumber (mata air) dan pohon jati. Semua masyarakat meyakini bahwa dulu di desa itu terdapat sumber air yang dinaungi pohon jati.

Pendapat ini dipertegas oleh ‘sesepuh’ di kalangan mereka. Ia adalah Lasiman,  seorang bekas ulu-ulu (pembagi aliran air di sawah) yang menurut sebagian masyarakat dipercayai memiliki pengetahuan lebih tentang asal-usul Desa Sumberjati.

(more…)

Penghulu: Agen Islamisasi Setelah Periode Wali

Imam Safi’i [] Peneliti muda IJIR; mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam, Semester VIII []

Imam Safi’i [] Peneliti muda IJIR; mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam, Semester VIII []

Di tengah proses Islamisasi di Jawa, penghulu turut ikut ambil bagian. Kehadirannya di masyarakat dan perannya yang penting, membuat sosok ini tak lekang oleh zaman. Sampai saat ini, tugasnya yang tidak pernah mengalami pergeseran ialah mengurusi perkawinan. Tetapi tidak hanya itu, ia terus melibatkan diri dan mengontrol terciptanya Islamisasi masuk ke bagian wilayah terdalam Jawa sampai Pesisir Selatan. Seperti kata Ricklef, bahwa Islamisasi di Jawa terus berlanjut hingga detik ini.

(more…)

Islam Jawa Pesisir Utara

Gedong Maulana Kabir [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research []

Gedong Maulana Kabir [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research []

Fase Kedatangan

Menurut para ahli, Islam datang ke Jawa melalui pesisir utara. Sebagaimana telah diulas sebelumnya, Islam datang bersamaan dengan kontak dagang para saudagar muslim. Meski ada beberapa pendapat yang berbeda, namun setidaknya bisa dikatakan bahwa Islam telah datang ke Nusantara sejak abad ke 7-8 M (Uka Tjandrasasmita, 1976: 84; Syed Naguib al-Attas, 1969: 11; George Fadlo Hourani, 1951: 62).

(more…)

Elegi Dalang Ruwat

Seli Muna Ardiani [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research []

Seli Muna Ardiani [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research []

Tradisi pedalangan mengenal sosok dalang purwa sejati. Ialah gelar yang disematkan kepada dalang yang mampu memimpin ritual ruwatan. Orang Jawa menyebutnya sebagai ‘dalang ruwat’.

Semula, gelar ini hanya diperuntukkan bagi seorang dalang yang memiliki trah dalang—memiliki ayah dalang, kakek dalang, dst. Namun, seiring berjalannya waktu, ilmu ruwat bisa dipelajari oleh siapa saja. Maka dalang yang memiliki ilmu ruwat dipercayai mampu memimpin sebuah ritual ruwatan.

(more…)

Darkah, Surakarta dan Penyebaran Islam di Wilayah Selatan

Heru Setiawan [] Mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Tulungagung; staf di Departemen Manuskrip Islam-Jawa, IJIR []

Heru Setiawan [] Mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Tulungagung; staf di Departemen Manuskrip Islam-Jawa, IJIR []

Makam Syekh Basyaruddin, tentunya bukan hal yang asing bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. Tokoh ini dipercayai sebagai penyebar Islam pertama di Dusun Srigading, Bolorejo, Kauman, Tulungagung. Konon beliau juga merupakan guru dari Bupati pertama Tulungagung, Tumenggung Ngabei Mangoendirono.

Tidaklah mengherankan jika makam Tumenggung Ngabei Mangoendirono, lokasinya berdampingan dengan makam Syekh Basyaruddin.

(more…)

Pandangan Kritis Kartini atas Agama

Fitria Rizka Nabelia [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester II; Staf magang di IJIR. []

Fitria Rizka Nabelia [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester II; Staf magang di IJIR. []

Di tengah maraknya isu-isu politisasi agama, dua abad yang lalu, Kartini rupanya telah menyuarakan pandangan kritisnya terhadap agama. Bulan April memang selalu identik dengan semangat perjuangan tokoh perempuan asal Jepara, Jawa Tengah tersebut. Raden Ajeng Kartini Djojo Adiningat nama lengkapnya, pesonanya tak lekang oleh zaman, semangatnya terus menggelora di antara umat manusia.

Di balik kisah perjuangan atas nasib perempuan ternyata tokoh fenomenal ini juga menaruh perhatiannya terhadap ajaran agama di Jawa khususnya Bumi Putra. Pandangan-pandangan Raden Ajeng Kartini begitu menggetarkan hati saya.

(more…)

Oedipus Complex ala Jawa

Chandra Halim Perdana [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research []

Chandra Halim Perdana [] Peneliti muda di Institute for Javanese Islam Research []

Setiap kebudayaan memiliki ciri khas. Hal ini tampak pada keseluruhan pola interaksi antar perorangan dan watak seseorang. Anak dalam suatu budaya belajar dari pola interaksi tersebut.

Tulisan ini merupakan review artikel berjudul, “The Vocabulary of Emotion” karya Hildred Geertz. Artikel tersebut ingin menjelaskan proses spesialisasi emosi anak pada suatu budaya, terutama untuk mengetahui Jawanisasi seorang anak.

(more…)

Kosmologi Masjid dan Makam

Lina Linsa Azizah [] Mahasiswa Tasawuf Psikoterapi Semester IV; sedang magang di IJIR []

Lina Linsa Azizah [] Mahasiswa Tasawuf Psikoterapi Semester IV; sedang magang di IJIR []

Masjid dan makam tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa. Keduanya mendapat derajat yang lebih dibanding dengan bangunan-bangunan lainnya. Bahkan, masjid dan makam dalam satu kompleks sering kita hampiri, menunjukkan perpaduan yang khas kebudayaan Islam Jawa.

Di Tulungagung, masjid yang bersanding dengan makam dapat ditemukan misalnya di Masjid al-Mimbar Majan dan al-Fattah Mangunsari. Fenomena seperti ini biasa ditemukan di desa-desa yang kental dengan tradisi-tradisi menghormati leluhur yang memiliki jasa bagi perkembangan Islam di sekitar wilayahnya.

(more…)

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme