Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

publikasi

Annual Report 2017

Ini merupakan laporan tahunan yang dilansir secara resmi oleh Institute for Javanese Islam Research (IJIR) kepada publik. Laporan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada pemberi mandat, Rektor IAIN Tulungagung. Terima kasih tidak terhingga kepada Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftukhin, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah, serta Kajur Aqidah dan Filsafat Islam.

SAMPUL ANNUAL REPORT 17

Selama tahun 2017, IJIR telah menyuguhkan 35 tulisan ilmiah populer yang mengusung isu Islam Jawa. Tulisan-tulisan tersebut merupakan karya para peneliti muda, sebagiannya tengah ditandaklanjuti menjadi penelitian. Di tahun yang sama, IJIR juga sudah menggelar 27 kegiatan pokok, baik yang bersifat pengembangan kapasitas lembaga maupun kegiatan yang dirancang untuk publik dalam berbagai bentuk seminar, short course, workshop, focus group discussion, dan ceramah ilmiah.

Dua kali publikasi ilmiah. Satu dalam bentuk buku hasil penelitian, dan satu tulisan jurnal internasional.

Laporan ini sekaligus sebagai tolok ukur kegiatan IJIR di tahun-tahun mendatang. Karenanya, dukungan, kritik, saran, dan masukan dari berbagai kalangan, akan sangat berarti untuk pengembangan kelembagaan dan kerja intelektual lembaga ini di masa-masa mendatang.

Laporan dapat diunduh di link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1kvX49vC48Gu6TBQGJ32H_RHrIyknU8eX/view?usp=sharing

 

Salam,

Akhol Firdaus

(Direktur IJIR)

Buku Penelitian “Jejak Spiritualitas Bhinneka Tunggal Ika dan Visi Penyatuan Nusantara”

Buku ini merupakan hasil penelitian tentang “Jejak Spiritualitas Bhinneka Tunggal Ika dan Visi Penyatuan Nusantara”. Hasil riset tersebut menegaskan bahwa, Tulungagung merupakan situs terpenting bagi pemupukan dan pematangan ajaran bhinnêka tunggal ika dan visi penyatuan Nusantara. Tulungagung adalah ‘tanah haram’, salah satu tempat yang disucikan di Jawa dari waktu ke waktu untuk menandai visi besar tersebut.

Penelitian juga menyimpulkan bahwa Śrī Gayatri Rājapatni adalah satu-satunya tokoh dalam peralihan Singhasari dan Majapahit yang menjadi jembatan bagi upaya mengawetkan ajaran bhinnêka tunggal ika dan visi penyatuan nusantara. Hanya karena alasan penulisan sejarah kanonik yang cenderung beriorientasi laki-laki, nama Gayatri Rājapatni terpinggirkan secara sistematis.

Cover Buku Bhinneka

Rangkaian sejarah itu dapat ditemukan pembenarannya di kota tua ini. Tulungagung seakan-akan memiliki ikatan primordial yang sangat kuat dengan ajaran bhinnêka tunggal ika dan visi penyatuan Nusantara, karena di sinilah, Kamal Pandhak dan Bhayalango, tempat pendhramaan Ibu Suri Majapahit itu, dalam naskah-naskah kuno telah ditetapkan sebagai tugu peringatan penyatuan Jawa. Penetapan ini terkait dengan refleksi atas peristiwa pembelahan kerajaan Erlangga yang terus dikenang sepanjang sejarah. Di situs keramat ini pula, tugu batas gaib itu didirikan untuk mewakili imajinasi kolektif masyarakat Jawa tentang penyatuan Jawa dan Nusantara []

Islam Jawa in Diaspora and Questions on Locality

Maftukhin

(Rector of IAIN Tulungagung)

rektor santri2

 

Abstract

This article examines the translocal Islam Jawa (Javanese Islam) that characterises the deterritorialisation of culture through space and time. Contrary to mainstream approaches to Islam Jawa that tends substantially picture Islam and Muslim in Java as a mere “localised form of Islam”, it sees Islam Jawa as a “translocal” practices. In addition, it sees that the idea of Islam Jawa travels, deterritorialises, and reterritorialises in different times and places. Therefore, what is imagined by scholars as “local Islam” is not local in traditional and geographical senses because Islam Jawa is formed, shaped and influenced by the mobility, entanglement, connectivity across oceans, regions, and borders. The Islam Jawa also travels to a different place, transcending the modern limits of nation-states’ boundaries. Islam Jawa is a product and a consequence of the efforts to establish between “imagined” spatial and temporal congruence.

Keywords: Translocality; Islam Jawa; Javanese Muslim

 

for detail of the article, visit: http://jiis.uinsby.ac.id/index.php/JIIs/article/view/352/181

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme