Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

research note

Kelahiran dan Peringatan Atasnya

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Tidak terasa, Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung, telah genap berusia dua tahun. Tanggal 3 Januari 2019 adalah ulang tahun kedua lembaga ini. Kelahiran dan peringatan atasnya, masih saya rasakan sebagai hal sakral.

Kami orang Jawa, dan terus berupaya bisa berpikir dan bertindak layaknya orang Jawa. Kelahiran menjadi sakralitas tersendiri bagi orang Jawa karena kelahiran dianggap sebagai perwujudan Sang Hyang Tunggal di jagad wadag, mungkin juga di jagad intelek. Begitulah cara saya memahami semua kelahiran, tidak terkecuali kelahiran IJIR dua tahun lalu. Ia menjadi hal sakral karena mewakili yang Ilahiah. (more…)

25.000 Obyek Cagar Budaya, Hanya Ada 4 Fakultas Arkeologi se-Indonesia

Oleh Akhol Firdaus [] Direktur IJIR []

Ini merupakan salah satu catatan penting PraKongres Kebudayaan Indonesia 2018.

Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai dokumen pokok perumusan strategi kebudayaan nasional kini sudah mencapai 50 persen dari total jumlah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Sudah lebih dari 200 Kota/Kabupaten yang berhasil merumuskan PPKD.

Dari jumlah itu saja, khusus obyek cagar budaya, tercatat sekitar 25.000 obyek di seluruh wilayah Indonesia. Data ini menjadi basis pandangan tentang betapa tidak berimbangnya jumlah obyek dengan ketercukupan tenaga ahli dan Perguruan Tinggi yang siap memanfaatkan obyek cagar budaya tersebut. Bisa dibayangkan, data obyek kebudayaan sebanyak itu sementara hanya ada 4 Fakultas Arkeologi di seluruh Indonesia.

(more…)

Strategi Kebudayaan Nasional dan Banalitas Birokrasi Daerah

Oleh Akhol Firdaus [] Direktur IJIR []

Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 adalah puncak hajatan perumusan strategi kebudayaan Nasional yang sudah dimulai sejak pertengahan April 2018.

Ini ibarat lari maraton. Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, dalam sambutan Pra Kongres Kebudayaan Indonesia, 4 – 6 November 2018 di Jakarta, menegaskan bahwa ini merupakan proses perumusan strategi kebudayaan yang memakan waktu paling panjang dalam sejarah.

Kongres Kebudayaan sendiri akan dihelat pada 7 – 9 Desember 2018 yang ditandai dengan penyerahan dokumen strategi kebudayaan nasional kepada Presiden RI, Joko Widodo. Ini merupakan dokumen negara yang dihasilkan melalui proses yang sangat panjang dengan menyerap hampir seluruh pikiran kebudayaan yang tumbuh di seluruh Kota/Kabupaten se-Indonesia melalui penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

(more…)

Jayabhayalañchana

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Śrī Jayabhaya masih bersama kita. Raja megah itu namanya harum semerbak kembang Padma. Kharismanya abadi—menembus dimensi ruang dan waktu. Titah-titahnya sakral, diugemi hingga kini. Masa depan Jawa, sejauh diyakini orang Jawa, selalu dikaitkan dengan petuah Jayabhaya.

Entahlah. Raja ini seperti masih memimpin Jawa. Jongko-jongkonya masih terus menyelimuti memori kolektif manusia Jawa. ‘Ramalan-ramalan’ itu terus mendidik orang Jawa agar tetap ‘ingat’ (iling) dan ‘waspada’ (waspodo). Jayabhaya telah menjelma menjadi citra diri orang Jawa itu sendiri.

Meski begitu, sejarah sesungguhnya hanya menyuguhkan sekelumit kisah tentang siapa Jayabhaya sebenarnya. Tiga prasasti yang ia wariskan hampir tidak menggambarkan apapun. Hantang tahun 1057 Śaka (1135 M), Talan 1058 Śaka (1136 M), dan Jepun 1066 Śaka (1144 M), hanyalah catatan ringan tentang kemurahan sang Raja atas kesetiaan penduduk di tiga desa itu selama periode pergolakan.

(more…)

Demi Kentrung

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Seperti sudah diatur oleh alam, saya akhirnya benar-benar bisa sowan ke rumah Mbok Gimah pada peringatan 100 hari kepergian beliau. Suatu perjumpaan yang layak saya tangisi karena, pada akhirnya saya harus puas hanya diperkenankan menelusuri ‘jejak’ beliau.

Sang Maestro Kentrung Tradisi itu telah menjalani tugas hidupnya dengan sempurna. Beliau telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk perkembangan Kentrung.

Sepanjang itu pula, Mbok Gimah dikenal sebagai satu-satunya dalang Kentrung yang tunduk pada pakem. Tak tertandingi piawainya dalam menyajikan sejarah dan nilai keadaban yang dikandung oleh seni tutur tingkat dewa itu. Meski telah berpulang, pesona dan kemegahan Mbok Gimah tak akan habis untuk diarungi.

(more…)

Pamor Reyog Kendang [2]: Dua Versi Sejarah Lisan

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Reyog Kendang merupakan kesenian rakyat yang mengakar dalam kehidupan masyarakatnya. Jauh sebelum ditetapkan sebagai ‘milik’ Tulungagung, kesenian ini sudah diperagakan sebagai ekspresi folklore masyarakat Mataraman, terutama Tulungagung dan Kediri.

Saya sempat bertemu dengan beberapa seniman Reyog Kendang di daerah Ngambal, Kalidawir, dan mengaku, sudah mementaskan Reyog Kendang sejak tahun 1960an. Bahkan, kelompok kesenian ini masih lestari hingga hari ini. Para senimannya rata-rata sudah berusia di atas 60 tahun, dan mereka masih memainkan Reyog Kendang. Sebagiannya, malah mengajarkan Reyog Kendang di sekolah-sekolah.

(more…)

Pamor Reyog Kendang [1]

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Reyog Kendang telah menjadi ikon Tulungagung. Jenis kesenian rakyat ini sedang mencapai pamor terbaiknya. Pernah ditampilkan secara kolosal pada 2015, melibatkan 2.400 penari dan 333 grup kesenian se-Tulungagung.

Dihelat di GOR Lembu Peteng pada 12 November 2015, tarian kolosal genderang rampak Reyog Kendang saat itu dianggap mewakili “semangat gotong-royong dan persatuan masyarakat Tulungagung dalam pembangunan.”

Terang saja, hajatan megah itu berhasil memecahkan rekor Indonesia. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatnya sebagai rekor ke 7.181. Itulah tarian kolosal Reyog Kendang dengan penari terbanyak yang pernah digelar. Sri Widayati, Manager MURI saat itu, bahkan menetapkan tarian kolosal tersebut telah memecahkan rekor dunia.

(more…)

Refleksi 20 Tahun Reformasi

Forum Jatim, UPC Trawas, 1-2 Juni 2018

Forum Jatim kembali digelar. Inilah satu-satunya forum paling berwibawa di Jawa Timur yang selalu mempertemukan para pemikir, akademisi, aktivis, pegiat HAM, politisi, kalangan birokrat dan NGO dalam suatu diskusi yang mewah. Bukan hanya karena semua yang terlibat adalah para ‘pendekar’ di bidangnya, tetapi diskusi dalam Forum Jatim juga selalu diproyeksikan berkontribusi pada pemikiran-pemikiran tentang kebangsaan Indonesia.

(more…)

Agar Tidak Lupa: Catatan Clifford Geertz tentang Pasa dan Riyaya [5-Habis]

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Riyaya—Basis Konflik atau Penyatuan?

Riyaya telah menjadi sarana pembauran dan integrasi, tapi jangan salah, riyaya dalam pandangan Clifford Geertz sekaligus merupakan titik keretakan dan konflik di internal santri.

Di samping soal penyelenggaraan sembahyang riyaya di lapangan atau di masjid, fakta keretakan lainnya adalah, soal penentuan hari raya berdasarkan metode yang berbeda di lingkungan kelompok-kelompok santri. Rupanya problem penetapan hari raya merupakan problem klasik .

(more…)

Agar Tidak Lupa: Catatan Clifford Geertz tentang Pasa dan Riyaya [4]

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Riyaya

Setelah ritual puasa, tarawéh, darus, dan sahur berlangsung sebulan penuh, datanglah riyaya atau hari raya. Clifford Geertz menyebut riyaya sebagai pesta puncak dari rangkaian ritual bulan puasa. Semua orang merayakan hari itu.

Mereka semua berpakaian baru, menghidangkan makanan yang paling istimewa, saat menjalani ritual intinya. Bagi Geertz, pesta riyaya ini mirip dengan hari Paskah di Amerika. The Religion of Java (1960) sudah menyinggung soal riyaya di bagian The Santri Ritual Pattern, akan tetapi ulasan yang lebih khusus justru ditempatkan di bagian kesimpulan buku tersebut, Rijaja: The End of Fast Holiday (379-381).

(more…)

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme