Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

research note

Tapan, Menuju Pekan Kebudayaan Nasional

Kisah sukses menjadikan Tapan sebagai proyek percontohan desa berhulu kebudayaan, tidak lepas dari orkestrasi gerakan kebudayaan di level akar rumput. Ada keterlibatan aktor-aktor kunci, dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Juga proses yang dipupuk secara terus menerus.

Pada awalnya, hajatan kebudayaan ini bermula dari penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) pada pertengahan 2018. Tulungagung terpilih menjadi salah satu dari lima (5) kabupaten/kota percontohan.

Bermodal dukungan masyarakat yang melimpah ruah, juga peran pemerintah, penyusunan PPKD Kabupaten Tulungagung tergolong yang paling sukses dari sekitar 300an kabupaten/kota se-Indonesia. Setidaknya, Tim Perumus PPKD saat itu berhasil mendokumentasi tidak kurang dari 1030 obyek kebudayaan.

(more…)

Situs-Ritus: Desa Sebagai Pondasi Kebudayaan

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Tapan adalan prototipe desa-desa di Tulungagung. Mungkin juga desa-desa di seluruh Jawa. Desa dalam wilayah administrasi Kedungwaru tersebut, memang bukan kategori desa adat sebagaimana kita kenal hari ini, tapi seluruh ekosistem yang menjadikannya sebagai sistem kebudayaan yang utuh masih belum sepenuhnya punah.

Seperti kecenderungan yang terjadi di mana-mana, ekosistem kebudayaan desa tidak bisa dibilang baik-baik saja. Ada banyak pergeseran—untuk tidak menyebutnya kerusakan, yang menyebabkan kesentosaan dan ekspresi-ekspresi kebudayaan tidak serenyah dulu.

(more…)

Kata-Sabda

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

“Sekali berarti // Sudah itu mati.” Bait abadi itu kita kenang milik Chairil Anwar. Sastrawan yang mendobrak-dobrak kemapanan itu dijuluki ‘Binatang Jalang’. Seolah itu pintanya sendiri dalam sebuah syair.

Usianya pendek. Hanya 26 tahun saja. Tapi warisannya dalam sastra bergema sepanjang masa. Ia adalah pelopor angkatan ’45, pelopor sastra modern Indonesia. Tulisannya selalu bergelora. Berisi pemberontakan, menembarkan aroma ‘kematian’ sekaligus membawa spirit baru bagi pergumulan kebangsaan Indonesia.

(more…)

Professor

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Konon, istilah professor pertama kali digunakan di Inggris untuk menyebut gelar tertinggi akademik. Sebelum 1485, penggunaan istilah tersebut bersifat cair. Digunakan untuk menyebut orang-orang yang dianggap pantas karena dedikasinya dalam pendidikan dan literasi.

Baru pada masa dinasti Tudor—periode monarki Inggris, sejak masa Raja Henry VII, selama periode 1485-1603, gelar professor menjadi nomenklatur resmi kerajaan. Pada 1540, Henry VIII tercatat sebagai raja pertama yang mengukuhkan lima kursi professor kerajaan untuk bidang ilmu berbeda-beda, meski semua terkait dengan teologi Katolik.

(more…)

Soal Wajib Jilbab di Sekolah

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Isu wajib jilbab di sekolah publik kembali merebak. Melalui Surat Edaran, SDN Karangtengah III, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, mewajibkan siswanya untuk menggunakan busana muslim alias jilbab.

Surat Edaran tertanggal 18 Juni 2019 tersebut, tersebar luas melalui media sosial. Lalu menjadi viral dan mendapat beragam respon dari netizen. Sebagian besar menyoroti isu diskriminasi yang potensial lahir dari kebijakan tersebut.

(more…)

AFI Menjemput Mahasiswa Biar Filsafat Tidak Horor

Namanya Risma Fadlilatul Iffah. Siswa SMAN 2 Trenggalek tersebut, cerdas dan sederhana. Saat bertemu saya pada 2018, ia masih duduk di kelas XI. Meski begitu, pada saat itu ia sesungguhnya telah menjadi mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) IAIN Tulungagung.

Kok bisa? Ya. Risma adalah pemenang sayembara menulis esai yang diselenggarakan oleh Jurusan AFI bersama dengan Institute for Javanese Islam Research (IJIR) pada 2018. Sayembara itu sendiri diikuti oleh puluhan siswa Sekolah Menengah Atas se-(eks)-Karesidenan Kediri.

(more…)

Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Punya Cara Menyambut Ramadhan

Ramadhan menjelang. Anak-anak Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), IAIN Tulungagung menyambutnya dengan riang.

Mereka tahu cara takzim kepada titah Banginda Rosul. “Siapa yang menyambut Ramadhan dengan (riang) gembira, maka diharamkan jasadnya masuk api neraka.”

Tentu saja, bagi anak-anak AFI yang mendalami filsafat dan pemikiran, cara paling gembira menyambut Ramadhan adalah dengan diskusi. Mengasah pikiran agar tidak beku. Itu juga merupakan sesuatu yang religius dan dianjurkan agama.

(more…)

Bhātara Sang Amurwabhumī

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Kadhiri gonjang-ganjing. Awan tebal berarak menyelimuti langitnya. Seisi kota raja dicekam ketakutan. Ini bukan ulah Bhātara Kala, melainkan prahara yang lahir akibat skandal kekuasaan.

Śrī Kṛtajaya, Raja yang mendaku sebagai trah terakhir Erlangga itu, sedang kerasukan Dewa Kāli. Demi mengabadikan kekuasaannya, ia membabi buta menciptakan rasa takut kepada semua rakyatnya. Para rṣi, pendeta Śiwa dan Budhha, serta para bhujangga, dipaksa untuk melegitimasi kepongahan itu.

(more…)

Mantra, Jawa

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Mantra-mantra adalah nyanyian langit. Ditangkap oleh para mistikus sebagai nyanyian jiwa. Di dalamnya bertumpuk rahasia langit. Mungkin rahasianya rahasia. Itulah mengapa mantra oleh para pelakunya juga dihayati sebagai bisikan Ilahiah. Betapapun rahasianya, bisikan langit itu tetap dijelmakan menjadi rapalan manusia. Sebagiannya malah dipahatkan menjadi tulisan ala bumi.

Begitulah kisah mantra. Pada awalnya, mantra berasal dari bahasa archaic, sudah lahir sejak 1500 SM. Mantra-mantra dikaitkan dengan ajaran Vedic Sanskrit, yakni bahasa Veda yang paling kuno (Frits Staal, 1996). Menjadi sangat populer di dalam sekte Tantra pada 600 M, lalu menyebar ke berbagai belahan bumi dan menjadi fenomena lintas budaya (Robert A. Yelle, 2003).

(more…)

Kisah Omah Gajah

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Inilah kisah tentang omah gajah. Bangunan eksotik itu masih tegak berdiri. Usianya sudah seabad lebih, tetapi pesonanya belum terkikis zaman. Dibangun oleh pemiliknya pada tahun 1916, bangunan sekaligus menandai kejayaan kerajinan batik Desa Simo, Kedungwaru, Tulungagung, pada masanya.

Pendiri omah gajah adalah Arjokoir. Seorang pengusaha batik paling sukses di kawasan tersebut. Meski bukan saudagar batik satu-satunya, tetapi nama Arjokoir-lah yang paling melegenda. Kesuksesan itu bahkan ia pahat di dinding depan bangunan kuno tersebut. Diwujudkan dalam relief gajah yang berhadapan, mengapit jendela angin-angin.

(more…)

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme