Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

short course

Klinik Menulis untuk Mahasiswa

Ini adalah cara Institute for Javanese Islam (IJIR) merawat tradisi kepenulisan. Klinik menulis akan selalu kami selenggarakan untuk menyemai lahirnya lebih banyak lagi penulis di lingkungan mahasiswa.

Catat hari dan tanggal pelaksanaannya, daftar segera karena kuota terbatas. IJIR selalu berkomitmen merawat tradisi intelektual, riset, dan penulisan.[]

KLINIK MENULIS 2018

Klinik Reportase ‘Inovasi di IAIN Tulungagung’

REPORTASEKlinik Reportase ini diselenggarkan oleh Institute for Javanese Islam Research (IJIR) bekerja sama dengan tiga jurusan di lingkungan FUAD, Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Sosiologi Agama dan Sejarah Peradaban Islam.

Klinik merupakan upaya untuk menumbuhkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan reportase dan menuliskannya. Reportase sengaja diarahkan untuk mengeksplorasi tema ‘Inovasi di IAIN Tulungagung’. Klinik terbuka untuk semua mahasiswa lintas jurusan dan fakultas.

Catat tanggal dan harinya. Segera daftar di kantor IJIR atau via contact person yang ada di dalam papan pengumuman. []

Undangan Eksklusif

Workshop Menulis Kritis ini secara khusus diselenggarakan untuk 16 orang mahasiswa di lingkungan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah yang terlipih berdasarkan kualifikasi yang ditetapkan oleh IJIR. Workshop juga memberi kuota terhadap sejumlah mahasiswa dari kampus lain jaringan IJIR.

workshop nulis 2018 Small

Menyemai Keadilan Melalui Pelatihan Gender dan Analisis Kebijakan

Forum Perempuan Filsafat (FPF) telah menggelar Pelatihan Gender dan Analisis Kebijakan. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, 24-26 November 2017. Ini adalah kali pertama FPF menggelar pelatihan dasar gender guna memahami problem keadilan dan perempuan, setelah sebelumnya menggelar Sekolah Feminis 2016. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini pelatihan dilakukan dalam waktu berurutan. Cara ini dipandang lebih optimal bagi pelatihan juga capaian peserta yang telah dirancang.

Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kota ini bermaksud menyajikan problem ketimpangan perempuan secara mendasar. Dasar pemahaman ini juga dimaksudkan sebagai upaya dalam menganalisa kebijakan-kebijakan yang tidak sensitif gender. Keduanya sangat terkait.  Adapun fasilitator materi disampaikan oleh Dian Kurnia Sari, S.Ag, Fatimatuz Zahro, S.Ag,  Masruroh, S.Ag, dan Seli Muna Ardiani.

(more…)

Belajar Meneliti Isu Minoritas Agama/Keyakinan Bersama Djeng Nurish

 

Institute for Javanese Islam Research [IJIR] IAIN Tulungagung menyelenggarakan short course penelitian isu minoritas agama/keyakinan di Indonesia, pada Rabu, 16 Maret 2017. Acara yang digelar di kantor IJIR ini menghadirkan Amanah Nurish, Ph.D sebagai pembicara. Short course dihelat berkat kerja sama antara IJIR dengan Dema Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah, IAIN Tulungagung.

Amanah Nurish, atau yang akrab di sapa Djeng Nurish sebagaimana nama akun facebooknya, adalah salah seorang peneliti kawakan dalam isu minoritas di Indonesia. Dia menotalkan penelitiannya tentang Agama Baha’i. Tak pelak keahliannya dalam meneliti,  menyedot antusias peserta short course. Terbukti dari jumlah peserta yang melampaui target panitia penyelenggara. Short course diikuti oleh 35 peserta dari berbagai latar belakang. Ada perwakilan dari mahasiswa jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Tasawuf dan Psikoterapi, Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, ada pula mahasiswa pascasarjana, dosen, mahasiswa dari luar IAIN Tulungagung, dan seorang pemeluk agama Baha’i di Tulungagung.

IMG_20170316_114858

Kegiatan berjalan dengan lancar, ramai, menyenangkan, tentu saja dengan tanpa mengurangi esensi kegiatan, yakni belajar penelitian. Proses short course dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas dasar-dasar penelitian, seperti apa itu penelitian, jenis-jenis penelitian, metodologi, theoretical framework dan masih banyak lagi. Pada kesempatan ini Djeng Nurish juga turut membagi pengalaman risetnya di berbagai negara, misalnya Singapura, Belanda, Inggris, Jerman maupun Amerika. Hal ini memantik para peneliti muda IJIR untuk sharing terkait proses maupun hambatan yang mereka alami selama menjalankan penelitian. Misalnya, Fatimstuz Zahro yang sedang meneliti spiritualitas perempuan dalam tradisi Jawa, menanyakan tentang etika wawancara dengan narasumber. Ada pula Lailatul Zuhriya yang merupakan seorang dosen turut bertanya bagaimana pendekatan fenomenologi bisa diterapkan dalam suatu penelitian, jika asumsinya peneliti hanya memotret apa yang disuguhkan fenomena tanpa keterlibatan diri peneliti.

Pada sesi kedua, diawali dengan sedikit refleksi tentang sesi pertama kemudian dilanjutkan dengan praktik. Sesi ini membagi seluruh peserta menjadi 4 kelompok. Mereka kemudian diminta untuk membuat desain riset sederhana menggunakan berbagai jenis dan metode penelitian yang telah dipaparkan. Sesi ini menjadi ajang bagi para peserta untuk mengeksplorasi segenap capaian dalam forum short course yang telah berjalan sejak pagi sampai sore hari.

Melihat antusiasme dan potensi peserta, di akhir kegiatan disepakati untuk membuat follow up. Follow up berupa membuat jaringan komunitas peneliti yang akan terus terkoneksi satu sama lain. Harapannya, semoga dengan diadakannya short course dan follow up ini menjadikan para peneliti muda dan segenap jaringannya semakin kaya wawasan tentang penelitian. Tentu saja bukti kekayaan wawasan itu akan terlihat saat melakukan kegiatan penelitian. Jadi, selamat meneliti.

Gedong Maulana Kabir
[Peneliti Muda di Institute for Javanese Islam Research IAIN Tulungagung]

English Club Sudah Dimulai

IMG_20170117_192609

Tulungagung. Malam ini, selasa (17 Januari 2017), pukul 19.00 WIB, para peneliti muda jurusan Aqidah dan Filsafat Islam bersama dengan peneliti-peneliti muda dari jurusan-jurusan lain di lingkungan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah [FUAD], mulai menyelenggarakan English Club. Kegiatan dihelat di ruang Short Course Pusat Kajian Islam Jawa, IAIN Tulungagung.

Forum ini difasilitasi oleh Mr. Rafael Arthur, seorang filantropi yang lama belajar di Australia. English Club merupakan salah satu forum peneliti muda di Pusat Kajian Islam Jawa [PKIJ] yang sengaja diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan berbahasa Inggris para peneliti muda. Kegiatan ini merupakan inisiatif para peneliti muda sendiri. Forum diikuti tidak kurang dari 13 peneliti muda lintas jurusan di lingkungan FUAD.

Seperti rencana awal, English Club diselenggarakan dua kali dalam seminggu, yakni hari selasa malam dan jumat malam, sampai pada batas waktu yang tidak ditentukan.

Di awal pertemuan, Dr. A. Rizqon Khamami memberikan sambutan pembukaan dan ucapan selamat datang. Berulang kali Ketua Jurusan AFI ini menegaskan tentang pentingnya bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan bahasa ilmu pengetahuan yang harus dikuasai setiap orang yang bermimpi menjadi peneliti dan ilmuan.

English Club dirancang sebagai forum yang asyik dan menyenangkan, tapi tidak mengurangi bobot keseriusan. Yang pasti, banyak canda dan tawa yang menghiasai ruang short course Pusat Kajian Islam Jawa. []

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme