Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Kata-Sabda

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

Akhol Firdaus [] Direktur IJIR

“Sekali berarti // Sudah itu mati.” Bait abadi itu kita kenang milik Chairil Anwar. Sastrawan yang mendobrak-dobrak kemapanan itu dijuluki ‘Binatang Jalang’. Seolah itu pintanya sendiri dalam sebuah syair.

Usianya pendek. Hanya 26 tahun saja. Tapi warisannya dalam sastra bergema sepanjang masa. Ia adalah pelopor angkatan ’45, pelopor sastra modern Indonesia. Tulisannya selalu bergelora. Berisi pemberontakan, menembarkan aroma ‘kematian’ sekaligus membawa spirit baru bagi pergumulan kebangsaan Indonesia.

(more…)

Tradisi Pasang Molo

Dini Damayanti [] Mahasiswa Sosiologi Agama Semester III; Staf Magang di IJIR []

Dini Damayanti [] Mahasiswa Sosiologi Agama Semester III; Staf Magang di IJIR []

Dahulu, tiap rumah orang Jawa selalu terpasang molo. Hal ini dianggap begitu penting dimiliki tiap rumah. Pemasangan molo memiliki pengharapan besar bagi si empunya rumah, terutama demi maksud terhindar dari malapetaka. Sayangnya, seiring perkembangan zaman terutama dalam segi arsitektur bangunan, kian menggeser makna filosofis pemasangan molo.

Tradisi pemasangan molo merupakan tradisi memasang tiang tertinggi atap rumah atau blandar untuk selanjutnya dibungkus dengan kain merah. Kata molo merupakan kata turunan dari kata polo, yang berarti sirah atau kepala. Pemasangan molo biasanya dilakukan saat prosesi membangun rumah. Molo ditempatkan pada tiang tertinggi, dan tepat berada di tengah-tengah rumah.

(more…)

Macan Putih Gaib Candi Mleri

Ajeng Eka M.L. [] Mahasiswa Sosiologi Agama Semester III; Staf Magang IJIR []

Ajeng Eka M.L. [] Mahasiswa Sosiologi Agama Semester III; Staf Magang IJIR []

Candi Mleri atau disebut juga Kekunaan Mleri (makam), terletak di kaki Gunung Pegat, Desa Begelen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Luas area Candi hanya berkisar 27 x 23 meter saja. Lokasi candi tergolong masih segar karena banyaknya pohon besar yang memayungi area tersebut. Selain itu lokasi ini juga cukup bersih karena peran Juru Kunci yang selalu membersihkannya, dan terkadang para pengunjung juga ikut membersihkan lokasi agar tetap indah.

Candi Mleri merupakan Candi yang bercorak Hindu. Hal ini ditandai dengan adanya patung Ganesha di bagian luar makam. Di Candi Mleri ini dapat kita temukan beberapa peninggalan-peninggalan artefak, relief, makam-makam, dan prasasti.

(more…)

Ngaji Manuskrip dan Turats Nusantara Sudah Digelar

Institute For Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung menggelar pengajian. Bukan ngaji biasa, acara ini diberi nama “Ngaji Manuskrip dan Turats” lalu disingkat JIMAT Nusantara. Acara dilaksanakan pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 19.00-21.00 WIB di Kantor IJIR.

Acara ini diinisiasi oleh Departemen Manuskrip Islam Jawa, sebagai perwujudan atas komitmen IJIR untuk nguri-nguri warisan para leluhur, terutama dalam bidang kajian atas manuskrip dan pengembangan tradisi turats.

(more…)

Agama dan Kepercayaan Orang Jawa

Zulfa Ilma Nuriana [] Pemenang II Sayembara Menulis SMA 2018; Saat ini menjadi Mahasiswa Jurusan Psikologi Islam IAIN Tulungagung; Staf Magang IJIR []

Zulfa Ilma Nuriana [] Pemenang II Sayembara Menulis SMA 2018 yang diselenggarakan IJIR; Saat ini menjadi Mahasiswa Jurusan Psikologi Islam IAIN Tulungagung; Staf Magang IJIR []

Sistem kepercayaan orang Jawa telah terbentuk sebelum datangnya Hindu-Buddha. Budiono Herusatoto  mengatakan kepercayaan itu animisme, yakni kepercayaan adanya roh atau jiwa pada semua benda, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Mereka juga memegang dinamisme, yaitu kepercayaan adanya tenaga magis pada manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda, termasuk kata-kata yang diucapkan atau ditulis.

Menurut Djumhur, animisme dan dinamisme tak dapat dipisahkan. Tidak ada bangsa primitif yang hanya menganut kepercayaan dinamisme dengan mengesampingkan animisme. Ataupun sebaliknya. Di Jawa apabila seseorang memiliki “ilmu tinggi” atau biasa disebut dengan orang sakti mandra guna akan sulit mati karena memiliki tenaga magis di tubuhnya.

(more…)

Pulung Lurah di Jawa

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester VII, Peneliti Muda IJIR []

Miftahul Rohman [] Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester VII, Peneliti Muda IJIR []

Dimensi spiritualitas memainkan peran penting dalam narasi kepemimpinan lurah di Jawa. Hampir bisa dipastikan bahwa seorang pemimpin di Jawa, seperti halnya Lurah harus memiliki modal spiritual yang cukup untuk mendapat kewibawaan sehingga layak memimpin suatu wilayah. Selain itu, rupanya cerita rakyat juga memainkan peran penting dalam politik Lurah di Jawa.

Di Jawa, kekuasaan bukan semata-mata gejala fenomena sosial, tetapi juga berantai dengan aspek-aspek kultural-spiritual yang dianggap besar oleh masyarakat (Sardiman AM, 1992: 84). Melalui olah batin seseorang dapat masuk ke dunia spiritual, sehingga ia bisa dipilih oleh Yang Maha Kuasa untuk memimpin makhluk empiris dan non-empiris di muka bumi. Tata cara ritual yang dilakukan setiap orangpun berbeda-beda.

(more…)

Eufemisme Seks ala Jawa

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester V; Peneliti muda IJIR []

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester V; Peneliti muda IJIR []

Masyarakat Jawa begitu cerdas juga santun. Kecerdasan itu terdapat dalam ungkapan tradisional yang mereka buat melalui pengalaman hidup. Salah satu ungkapannya adalah menghaluskan pembelajaran seks di kalangan mereka. Bahkan penghalusan pembelajaran seks juga terdapat pada simbol-simbol filosofis di dalam kehidupan mereka.

Melalui ungkapan tradisional yang cerdas, membuat mereka lebih leluasa membungkus pesan seks dalam pembalajarannya. Orang Jawa lebih sering menuangkan gagasan seks secara tersamar melalui ungkapan yang halus, sebab mereka mempunyai pandangan hidup bahwa wong Jawa nggone semu.

(more…)

Pantangan Neptu Patlikur

Anma Muniri [] Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Semester V; Staf magang di IJIR []

Anma Muniri [] Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Semester V; Staf magang di IJIR []

Masyarakat Jawa memiliki cara tersendiri untuk menentukan hari baik/buruk. Penentuan hari baik  ini dimanifestasikan dalam  segala kegiatan. Proses ini tidak terlepas dari proses perhitungan hari yang dianggap memiliki nilai-nilai kebaikan dan dijauhkan dari malapetaka.

Segala kegiatan sosio-kultural baik membangun rumah, menikah, panen dan sebagainya diwajibkan melakukan perhitungan untuk menentukan hari yang paling baik. Hal ini bertujuan agar orang selalu memetik kebaikan dalam segala urusan kehidupan.

(more…)

Jinising Wayang

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan  Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Wayang nggadhahi manèkå warni jinis mbotên namung wayang kulit purwa kèmawon, kados ingkang asring dipanpanggihi såhå dipungêlarakên jaman sakmênikå. Teorinipun sabên fasê jaman nggadahi jinis wayang såhå ciri khusus minångkå tåndhå èranipun sintên.

Kados ta jaman Prabu Jayabaya wayangipun wayang purwa. Emanipun sabên jinis wayang umuripun botên dangu lajêng mangké dipungêntosi kaliyan wayang jinis sanèsipun. Bab mênikå dadosakên kepunahan jinis wayang. Satêmah kahanan mêkatên dadosakên kawruh (pengetahuan) wayang winatês.

(more…)

Kitab Panyirèp Gemuruh Karya KH. Abdul Wahab Chasbulloh

Hamim Mustofa [] Mahasiswa AFI Semester IV; Staf di Departemen Manuskrip Islam Jawa, IJIR []

Hamim Mustofa [] Mahasiswa AFI Semester IV; Staf di Departemen Manuskrip Islam Jawa, IJIR []

Pesantren merupakan salah satu subkultur masyarakat muslim Indonesia, begitu kata Gusdur (Wahid, 2001: 3). Dalam keberadaannya itu, pesantren tak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Di Indonesia, keduanya menjadi elemen kunci untuk melakukan transformasi keilmuan, khususnya keilmuan Islam. Tak berlebihan jika Martin van Bruinessen menyebut keduanya sebagai pemelihara dan pelanjut tradisi keilmuan Islam.

DI balik peran seperti itu, selama ini kitab kuning hanya dianggap sebagai sumber acuan pembelajaran. Faktanya, anggapan itu tidalah selalu benar. Terbukti ada sebuah kitab yang lahir dalam rangka menjawab problematika sosial, yaitu kitab “Panyirèp Gemuruh” karya KH. Abdul Wahab Chasbullah.

(more…)

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme