Institute for Javanese Islam Research

laboratorium pemikiran jurusan Aqidah & Filsafat Islam - IAIN Tulungagung

Eufemisme Seks ala Jawa

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester V; Peneliti muda IJIR []

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester V; Peneliti muda IJIR []

Masyarakat Jawa begitu cerdas juga santun. Kecerdasan itu terdapat dalam ungkapan tradisional yang mereka buat melalui pengalaman hidup. Salah satu ungkapannya adalah menghaluskan pembelajaran seks di kalangan mereka. Bahkan penghalusan pembelajaran seks juga terdapat pada simbol-simbol filosofis di dalam kehidupan mereka.

Melalui ungkapan tradisional yang cerdas, membuat mereka lebih leluasa membungkus pesan seks dalam pembalajarannya. Orang Jawa lebih sering menuangkan gagasan seks secara tersamar melalui ungkapan yang halus, sebab mereka mempunyai pandangan hidup bahwa wong Jawa nggone semu.

(more…)

Pantangan Neptu Patlikur

Anma Muniri [] Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Semester V; Staf magang di IJIR []

Anma Muniri [] Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam Semester V; Staf magang di IJIR []

Masyarakat Jawa memiliki cara tersendiri untuk menentukan hari baik/buruk. Penentuan hari baik  ini dimanifestasikan dalam  segala kegiatan. Proses ini tidak terlepas dari proses perhitungan hari yang dianggap memiliki nilai-nilai kebaikan dan dijauhkan dari malapetaka.

Segala kegiatan sosio-kultural baik membangun rumah, menikah, panen dan sebagainya diwajibkan melakukan perhitungan untuk menentukan hari yang paling baik. Hal ini bertujuan agar orang selalu memetik kebaikan dalam segala urusan kehidupan.

(more…)

Jinising Wayang

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan  Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Fatkurrohman Al Jawi [] Dosen Bahasa Jawa di Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam dan Sosiologi Agama; Peneliti di IJIR []

Wayang nggadhahi manèkå warni jinis mbotên namung wayang kulit purwa kèmawon, kados ingkang asring dipanpanggihi såhå dipungêlarakên jaman sakmênikå. Teorinipun sabên fasê jaman nggadahi jinis wayang såhå ciri khusus minångkå tåndhå èranipun sintên.

Kados ta jaman Prabu Jayabaya wayangipun wayang purwa. Emanipun sabên jinis wayang umuripun botên dangu lajêng mangké dipungêntosi kaliyan wayang jinis sanèsipun. Bab mênikå dadosakên kepunahan jinis wayang. Satêmah kahanan mêkatên dadosakên kawruh (pengetahuan) wayang winatês.

(more…)

Kitab Panyirèp Gemuruh Karya KH. Abdul Wahab Chasbulloh

Hamim Mustofa [] Mahasiswa AFI Semester IV; Staf di Departemen Manuskrip Islam Jawa, IJIR []

Hamim Mustofa [] Mahasiswa AFI Semester IV; Staf di Departemen Manuskrip Islam Jawa, IJIR []

Pesantren merupakan salah satu subkultur masyarakat muslim Indonesia, begitu kata Gusdur (Wahid, 2001: 3). Dalam keberadaannya itu, pesantren tak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Di Indonesia, keduanya menjadi elemen kunci untuk melakukan transformasi keilmuan, khususnya keilmuan Islam. Tak berlebihan jika Martin van Bruinessen menyebut keduanya sebagai pemelihara dan pelanjut tradisi keilmuan Islam.

DI balik peran seperti itu, selama ini kitab kuning hanya dianggap sebagai sumber acuan pembelajaran. Faktanya, anggapan itu tidalah selalu benar. Terbukti ada sebuah kitab yang lahir dalam rangka menjawab problematika sosial, yaitu kitab “Panyirèp Gemuruh” karya KH. Abdul Wahab Chasbullah.

(more…)

Simbol Kala Pada Relief Candi Bajang Ratu

Ahmad Fahrur Rozi [] Mahasiswa SPI Semester II; Peserta Klinik Menulis IJIR []

Ahmad Fahrur Rozi [] Mahasiswa SPI Semester II; Peserta Klinik Menulis IJIR []

Di zaman Majapahit, Kala sudah sangat familiar dikenal. Ia menjadi binatang mitologi yang kisahnya masih terjaga hingga kini. Kala digambarkan sebagai buto, memiliki perawakan yang sangat menyeramkan dengan sepasang tanduk, mata melotot, mulut lebar dan memperlihatkan taringnya yang tajam, serta sepasang cakar di kanan-kiri kepalanya.

Kala, biasanya terdapat pada hiasan candi bercorak Hindu ataupun Buddha. Satu-satunya candi di Trowulan peninggalan kerajaan Majapahit yang pada struktur bangunannya terdapat relief Kala adalah gapura Candi Bajang Ratu yang ditemukan oleh warga di area persawahan masyarakat Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

(more…)

Uthak-Uthak Ugel: Kentrung Sebagai Media Pendidikan

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester IV; Peneliti muda IJIR []

Yudha Ahmada AF [] Mahasiswa AFI Semester IV; Peneliti muda IJIR []

Sabtu, 3 Agustus 2019, Sanggar Seni Gedhang Godhog (SSGG) menyelenggarakan pementasan Kentrung Kreasi di Balai Desa Campurdarat. Acara ini bertajuk “Pentas Studi Pagelaran Kentrung Kreasi”. Kebanyakan pemainnya ialah para pelajar penerima program beasiswa Kentrung periode kedua yang diberikan oleh SSGG.

Pagelaran budaya ini berada dalam rangkaian menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Desa Campurdarat. Pagelaran tersebut mengambil tema Uthak-uthak Ugel.

(more…)

Jedhoran: Sepakat untuk Berbeda

Seli Muna Ardiani [] Peneliti IJIR []

Seli Muna Ardiani [] Peneliti IJIR []

Jika Andrew Beatty menyebutkan slametan sebagai “ambiguitas yang teratur”, maka potret seni Jedhoran sebagaimana yang berkembang di beberapa tempat di Tulungagung, agaknya menemui titik persamaan dengan slametan.

Pada seni Jedhoran di desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, misalnya, ditemukan konsesus di antara orang-orang yang berbeda orientasi keagamaannya. Mereka dipertemukan dalam momentum ambigu yang teratur tersebut. Tulisan ini berupaya merefleksi kembali temuan Beatty mengenai slametan di desa Bayu, Banyuwangi, lalu dikomparasikan dengan model Jedhoran yang berkembang di Tulungagung.

(more…)

Al-Ḥaqībah: Kumpulan Mantra Pesantren KH. Bisri Musthofa

Heru Setiawan [] Departemen Manuskrip Islam-Jawa, IJIR []

Heru Setiawan [] Departemen Manuskrip Islam-Jawa, IJIR []

Masyarakat Jawa tak hanya meyakini apa saja yang nampak, melainkan juga apa yang gaib.  Dalam pikiran masyarakat Jawa, perasaan bahagia, sedih, kemudahan, kesulitan, dan segalanya tak lepas campur tangan dunia ghaib.

Karena itu, di samping melakukan ikhtiar, manusia Jawa juga berusaha mengakses dunia ghaib tersebut dalam memenuhi kebutuhan atau menyelasikan suatu permasalahan.

Sayangnya, upaya mengakses dunia ghaib tidaklah bisa dilakukan olah sembarang orang. Diperlukan adanya suatu perantara untuk menuju ke sana. Perantara itu bisa berupa doa, sesaji, jimat, mantra, rajah dan lain-lain (Dwiatmojo: 2018: 76). Tak hanya itu, tiarakat pun juga sering dilakukan guna membuka pintu dunia ghaib itu.

(more…)

Tedhak Siten: Mengenalkan Anak pada Bumi

Robiatul Adawiyah [] Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam Semester II; Staf Magang IJIR []

Robiatul Adawiyah [] Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam Semester II; Staf Magang IJIR []

Di kalangan masyarakat Jawa tedhak siten atau upacara turun tanah bagi anak berusia 7 bulan merupakan peristiwa penting.

Tedhak siten berasal dari kata tedhak dan siten. Tedak artinya turun sedangkan kata siten berasal dari bahasa jawa kata siti/tanah. Dengan demikian maksud dari tedhak siten adalah turun tanah. Gambaran anak dalam menjalani kehidupan tumbuh mandiri dan mampu menghadapi rintangan. Tedhak siten juga bermakna kedekatan anak dengan ibu pertiwi atau tanah kelahiran.

(more…)

Transformasi Trikotomi Geertz

Khoirul Fata [] Peneliti IJIR; Sedang Menempuh Program Pascasarjana Jurusan Sosiologi, Universita Airlangga []

Khoirul Fata [] Peneliti IJIR; Sedang Menempuh Program Pascasarjana Jurusan Sosiologi, Universitas Airlangga []

Trikotomi Clifford Geertz terus mendapat perhatian sejak dipublikasikan melalui buku legendarisnya, the Religion of Java (1960). Para Ilmuwan kerap menjadikan trikotomi Geertz sebagai acuan mendasar dalam memahami masyarakat Jawa.

Rekam jejak ilmuwan yang mengacu Trikotomi Geertz dideskripsikan secara lengkap oleh Najib Burhani dalam tulisannya berjudul “Geert’z Trichotomy of Abangan, Santri, and Priyayi: Controversy and Continuity”  yang dimuat di Journal of Indonesian Islam Vol. 11 No. 02 (2017). Tulisan ini merupakan review atas karya tersebut.

(more…)

Institute for Javanese Islam Research
Jurusan Aqidah & Filsafat Islam
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
IAIN Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Timur 46, Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Kodepos: 66221
email: pusatkajianislamjawa@gmail.com

Frontier Theme