Membangun Komunikasi Hati Oleh : Feri Fadli Dosen IAIN Tulungagung

 Membangun Komunikasi Hati

  Oleh : Feri Fadli        

 

Dosen IAIN Tulungagung 

 

Urgensi Komunikasi bagi Manusia

feri

feri

Salah satu persoalan di jaman saat ini adalah persoalan komunikasi. Komunikasi sejatinya adalah proses yang dilakukan manusia dalam rangka memberikan respon terhadap perilaku ataupun perlambangan oleh manusia lainnya.

Komunikasi ditunjukkan agar terjadi pengertian bersama. Namun saat ini komunikasi yang sesungguhnya dapat membangun dan menyatukan satu unsur secara baik, beralih pada satu unsur yang saling menjatuhkan. Komunikasi tidak saling melengkapi guna menyatukan pengertian bersama, melainkan adanya usaha menjatuhkan kebersamaan demi kepentingan pribadi atau golongan. Pepatah arab berkata:

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Artinya: “Keselamatan manusia itu terletak pada penjagaan terhadap lisannya”.

 

 

Tantangan Media Komunikasi Global

Komunikasi dalam bahasa inggris communication berasal dari kata latin communicatio dan berasal dari kata communis yang berarti sama. Sedangkan Media komunikasi adalah suatu alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.

Media dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindera manusia seperti telinga dan mata. Namun saat ini manusia modern menggunakan WA, Facebook, IG, Twitter dan lain sebagainya yang digunakan sebagai jendela yang memungkinkan seseorang untuk dapat melihat lingkungan yang lebih jauh, sebagai penafsir yang membantu memahami pengalaman, sebagai landasan penyampai informasi.

Media sebagi komunikasi interaktif yang meliputi opini audiens, Sebagai penanda pemberi intruksi atau petunjuk, Sebagai penyaring atau pembagi pengalaman dan fokus terhadap orang lain, cermin yang merefleksikan diri seseorang dan penghalang yang menutupi kebenaran. Media komunikasi juga dijelaskan sebagai sebuah sarana yang dipergunakan sebagai memproduksi, reproduksi, mengolah dan mendistribusikan untuk menyampaikan sebuah informasi. Media komunikasi sangat berperan penting bagi kehidupan masyarakat. Secara sederhana, sebuah media komunikasi adalah sebuah perantara dalam menyampaikan sebuah informasi dari komunikator kepada komunikan yang bertujuan agar efisien dalam menyebarkan informasi atau pesan.

 

Tujuan Komunikasi Hati

Komunikasi hati berarti sebelum seseorang berucap dan bertindak, maka ia telah memperhatikan pertimbangan hati dan mempertimbangkan sisi psikologis orang lain yang diajak untuk berkomunikasi. Tujuannya agar ucapan dan tindakan seseorang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebagaimana pada jaman dahulu komunikasi sesungguhnya mengajak untuk menutupi kekurangan, dan berupaya melengkapai apa yang kurang dari diri manusia. Di jaman Nabi SAW ada salah satu sejarah dan hadis yang menarik yang membincangkan komunikasi, yaitu:

Abu Hurairoh r.a berkata, saat itu dibawa ke hadapan Rasulluloh SAW seorang yang tertangkap telah mabuk (minum khamar). Rasulluloh SAW berkata: “Hukumlah dia (pukullah)” maka diantara kami ada yang memukul dengan tanganya, dengan sandalnya, juga ada yang dengan kain. Ketika telah selesai pergilah orang itu, namun ada seseorang sahabat yang berkata padanya, “Semoga Allah menghinakan kamu!!!”. Mendengar itu Rasulluloh berkata, “Jangan kau berkata seperti itu padanya. Jangan kamu membantu syaitan (dalam menyesatkan orang itu)”. (HR.Imam Bukhori)

Dalam menggunakan komunikasi baik lesan, tulis atau media sosial, banyak hal yang harus dijaga dalam berkomunikasi, hal yang positif menyikapi hal hal yang timbul atau muncul ketika manusia sedang melakukan komunikasi ada jalan yang baik menghindarkan diri dari kesesatan syetan. Nabi telah mengajak kepada umatnya apabila berucap dan membangun komunikasi sesungguhnya dimulai dari bagaimana cara berucap dan apa isi yang diucapkan. Jangan kau berkata seperti apa adanya, karena perkataan yang apa adanya adalah perkataan yang terkadang menyesatkan dan itu bisa membawa dan membantu Setan.

 

Berfikir sebelum Berucap dan Bertindak

Perkataan, penulisan, apa adanya adalah buah komunikasi tanpa pemikiran yang matang, tanpa bermusyawarah, tanpa  berfikir fikir dan tanpa pemikiran, pengolahan hati dan perasaan. Karena itu sebelum melakukan sesuatu alangkah baiknya jika berfikir dulu, seperti kata pepatah arab yaitu:

فكر قبل ان تعز م

Artinya: Berfikir dahulu sebelum bertindak

Dalam menyikapi media sosial yang berbau fitnah, hujatan, kritik keras, kode keras, berita hoak, berita buruk, berita bohong, informasi baik yang bersumber dari video, tulis, gambar, rekaman dari media sosial yang mengandung unsur kekerasan atau perselisihan, sesungguhnya semua itu harus difikirkan, diuji dan diolah matang matang sesuai adap musyawarah dan mufakat sesuai prinsip aturan agama dan hukum di Indonesia.

 

Enam Prinsip Komunikasi dalam Islam

Prinsip komunikasi dalam Islam ada 6 (enam) yaitu: 1. Qaulan Sadida (perkataan benar), 2. Qaulan Baligha (berdampak yang efektif), 3. Qaulan Marufa (kata kata yang baik), 4. Qaulan karima (Ucapan yang mulia), 5. Qaulan Layina (lemah lembut), 6. Qaulan Maysura (mudah dipahami).

Sedangkan prinsip aturan hukum komunikasi berbunyi “Ubi ius societas” artinya dimana ada hukum di situ ada masyarakat. Dalam konteks ilmu komunikasi pepatah berbunyi “ Ubi Comunication ubi ius”  artinya tidak ada hukum seandainya tidak ada proses penyampaian pesan antar manusia (komunikasi). Karena itulah dalam menggunakan prinsip prinsip agama dan hukum harus dilakukan dengan baik. Komunikasi bertujuan menjaga prinsip hukum dan digunakan komunikasi yang baik untuk menjaga prinsip agama dalam bermasyarakat.

 

Kriteria Komunikasi yang Baik

Lantas komunikasi yang baik bagaimana? Komunikasi yang baik adalah komunikasi dengan hati. Lantas komunikasi yang baik dengan hati yang bagaimana? Komunikasi yang baik dengan hati adalah komunikasi yang menggunakan pikiran. Bagaimana pemikiran manusia dalam menghadapi masa depan? Menghadapi pemikiran masa depan dengan pengolahan akal. Manusia memiliki hati dan akal, karena itu komunikasi yang baik adalah komunikasi dengan hati dan pengolahan dengan akal pikiran.

Sebisa mungkin seseorang mampu untuk berfikir yang positif dalam berkomunikasi, secara baik dan benar. Pepatah mengatakan: “Lidah orang yang berakal berada di belakang  hatinya, dan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.” Karena itu sangat penting menghadapi perkembangan jaman saat ini dengan komunikasi dengan hati dan mendahulukan akal pikiran.

Menghadapi persoalan persoalan media sosial dan komunikasi saat ini adalah melalui sikap pengolahan media informasi dan komunikasi dengan akal dan menjaga hati. Banyak media komunikasi, yaitu televisi, koran, majalah, surat kabar, banner, HP dan internet mengirim dan menyebarkan berita informasi dengan postingan, yang isinya berbau komunikasi tanpa hati. Komunikasi tanpa hati adalah komunikasi yang berbau sara, fitnah, hujatan, hinaan, cemoohan, penindasan dan lain-lain yang belum jelas kebenaran dan faktanya.

 

Kesimpulan

Ajaran Ulama tentang komunikasi hati antara lain : (1) Menjaga Ucapan اللسان صغير الجرم كبير الجرم Lisan kecil bentuknya (akan tetapi) besar dosanya. (2) Memperhatikan orang lain yang diajak berkomunikasi لكل مقال مقام ولكل مقام مقال Tiap-tiap pembicaraan ada tempatnya dan tiap-tiap tempat ada pembicaraannya. (3) Berkomunikasi secara efektif خير الكلام ما قل ودل Ungkapan yang terbaik adalah ungkapan sedikit tapi jelas. (4) Banyak bicara justru menjadikan komunikasi gagal.كثرة الكلام تنشف الحسنات كما تنشف الارض بعد الماء Terlalu banyak bicara dapat menghilangkan kebaikan, bagaikan bersihnya tanah setelah disiram air. (5) Lebih baik diam dari pada bicara tanpa berfikir terlebih dahulu. ترك الجواب علي الجاهل جواب Diam tidak menjawab pada orang bodoh adalah jawaban. (6) Berdzikir lebih baik dari bicara.من دامت اذكاره صفت اسراره Barang siapa dzikirnya istiqamah maka bersihlah hatinya.

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *