PROGRAM PIDATO EMPAT BAHASA MAKIN DIMINATI MAHASISWA

Repotase: Pelatihan Pidato Empat Bahasa (Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa) Jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD).
Ahad,  7 Oktober 2018
Oleh: Zulva Ismawati dkk.

Syukur Alhamdulillah tentunya kami tidak akan pernah lupa untuk selalu kami ucapkan kepada Allah SWT, dzat yang Maha Agung, Maha Pemurah, yang telah menganugrahkan kepada kami kesehatan dan kesempatan, sehingga kami pada hari ini bertepatan dengan hari Sabtu, tanggal 6 Oktober 2018 bisa kembali lagi melanjutkan persiapan dalam rangka menyambut acara puncak Harlah Perdana jurusan Manajemen Dakwah, dalam hal ini yaitu pelatihan pidato empat bahasa.
Pada pelatihan pidato empat bahasa hari ini, ada suatu hal yang spesial berkaitan dengan lokasi pelatihan pidato empat bahasa yang kami gunakan. Hal ini berawal dari pembukaan pintu lokasi yang biasa kami gunakan untuk pelatihan, yaitu lantai 1 gedung Arief Mustaqiem lebih tepatnya ruang dosen. Pemilihan ruang dosen sebagai lokasi pelatihan dilatarbelakangi dengan belum adanya ruangan pribadi khusus jurusan kami, yaitu jurusan manajemen dakwah. hal ini adalah sangat wajar, mengingat jurusan manajemen dakwah adalah termasuk jurusan yang masih sangat baru sehingga masih terdapat banyak hal yang harus ditata dan dibenahi. Termasuk dalam hal ini adalah ruang jurusan. Namun kami sangat optimis, kedepannya jurusan manajemen dakwah ini akan bisa maju dan berkembang seiring dengan tumbuh dan semakin jayanya IAIN Tulungagung. Dan terimakasih tentunya kami sampaikan kepada Bapak-Ibu dosen yang telah berkenan dan mengizinkan kami untuk beberapa saat berlatih pidato pada ruangan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya kesulitan yang ada dalam mencari local kosong yang lain yang bisa kami gunakan sebagai tempat pelatihan.
Kembali lagi dengan lokasi pelatihan pidato empat bahasa pada hari ini. Sehubungan dengan pelatihan yang kami adakan adalah bertepatan dengan hari Sabtu, dimana kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung dari jam 07.00-21.00 pada hari Senin-Jum’at, khusus pada hari Sabtu hanya beberapa kelas saja yang melakukan proses belajar mengajar dan itupun hanya terjadi dalam beberapa jam saja dipagi hari. Sedikit cerita, pada hari Senin-Jum’at lokasi kelas dari seluruh gedung dilingkungan IAIN Tulungagung ini hampir semua penuh, dan sulit sekali menemukan kelas kosong yang tidak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Ruang-ruang pada gedung itupun akan dibuka dari pagi hari saat aktivitas KBM dibuka dan akan ditutup pada saat kegiatan KBM selesai. Dan kembali lagi, karena kegiatan karena kegiatan pada hari ini adalah bertepatan pada hari Sabtu, dimana kegiatan KBM tidak berlangsung seperti biasanya pada hari efektif, sehingga membuat ruangan-ruangan pun akan ditutup pada jam setelah kegitan perkuliahan pagi selesai. Termasuk ruangan yang biasa kami gunakan sebagai tempat pelatihan seperti biasanya, yaitu ruangan dosen.
Siang tadi, seusai jam perkuliahan, kami dan peserta pelatihan pidato bermaksud menuju ruangan pelatihan pada lantai 1 yang biasanya kami gunakan sebagai lokasi pelatihan. Namun sungguh kaget, ketika kami mencoba membuka pintu ruangan, namun pintu ruangan tersebut ternyata sudah terkunci, dimana pada pagi sebelum jam perkuliahan dimulai ruangan tersebut masih terbuka. Mengetahui hal tersebut, kami mencoba berfikir ruangan mana yang sekiranya cocok buat lokasi pelatihan. Dan karena kamipun merasa kami lebih aman di lantai 1, serta melihat kondisi lorong yang telihat sepi dengan ditutupnya pula pintu gedung yang sebelah bara yang biasanya digunakan sebagai tempat lau-lalang mahasiswa. Hal ini menjadikan kami pun berfikir, bahwa lorong tersebut akan bisa menjadi tempat yang nyaman sebagai tempat pelatihan, yakni pelatihan pidato empat bahasa. Dan iya memang lorong ini menjadi lokasi pelatihan yang nyaman sekali, situasi yang adem dan segar. Namun sesekali ada beberapa orang yang lewat menuju lokasi di ujung lorong. Dan Alhamdulillah pelatihan berjalan lancar, meski berada dilokasi yang bukan seperti biasanya.
Peserta pelatihan pidato kali ini pun, tidak seperti peserta pelatihan pada hari-hari sebelumnya. Pada hari ini hanya beberapa mahasiswa yang kami agendakan untuk berlatih. Mahasiswa tersebut adalah mereka yang akan mewakili program pelatihan pidato empat bahasa dan menampilkan pidato empat bahasa tersebut dalam acara Harlah. Hal ini ditujukan supaya para mahasiswa yang nantinya akan tampil pada acara Harlah Perdana Jurusan Manajemen Dakwah ini akan bisa berlatih lebih maksimal dan lebih siap, mengingat waktu hari H yang semakin dekat. Para peserta pelatihan yang nantinya akan menjadi delegasi pelatihan pidato empat bahasa ini adalah para mahasiswa yang kebetulan semuanya berasal dari semester 1. Dan meski mereka dari semester 1 yang mengidentikan mereka masih baru menjadi mahasiswa jurusan manajemen dakwah, namun kemampuan yang mereka miliki sungguh hebat luar biasa. Sehingga team pelatihan pidato empat bahasa pun memberikan amanah kepada mereka. Dan sesuai dengan jumlah bahasa dalam pidato yaitu empat bahasa, maka mahasiswanya pun terdiri dari empat orang. Adapun pada kesempatan kali ini terdiri dari dua mahasiswa dan dua mahasiswi. Mahasiswa dan mahasiswi tersebut adalah Hayinun Nafsiyah yang akan mewakili pidato bahasa Arab, Mardhiyah Habiburrohman yang akan mewakili pidato bahasa Inggris, Muchammad Machrus Zaman yang akan mewakili pidato bahasa Jawa, dan terakhir adalah Muhammad Faizahl Pratama yang akan mewakili pidato bahasa Indonesia. Selamat dan sukses buat kalian semua.
Sampai pada hari ini hari Sabtu, kesiapan diri yang dimiliki oleh para delegasi pidato empat bahasa sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Mengingat waktu pelatihan yang dimiliki cukup singkat. Dari awal mula kegiatan pelatihan yang masih dimulai dengan penyaringan mahasiswa yang akan masuk kedalam program pelatihan empat bahasa 5 hari yang lalu sampai proses terpilihnya ke-empat delegasi pidato pada hari ini. Adanya proses penyaringan pada sesi kali ini adalah dalam rangka untuk mempercepat proses menuju ke acara Harlah Perdana Jurusan Manajemen Dakwah semata yang sudah semakin dekat. Mengingat juga bahwa program pelatihan pidato empat bahasa merupakan salah satu program yang masih sangat baru dan masih membutuhkan untuk dibenahi dalam segala sisi.
Pada hari ini tahap latihan sudah menginjak ketahap selanjutnya, yang sudah akan mulai pelatihan kearah yang lebih bagus sesuai dengan setting panggung pada acara Harlah. Dimana pada awal pelatihan para peserta masih diajarkan cara membaca dan masih membaca text. Pada hari ini para peserta pelatihan yang lebih tepatnya lagi adalah para delegasi pelatihan pidato empat bahasa sudah mulai diajarkan pidato dengan tanpa text. Dan tidak hanya itu, para peserta juga diajarkan tampil secara gabungan bersama-sama dimana pada pelatihan sebelumnya mereka masih dilatih tampil bergantian setiap personal. Tampil secara gabungan ini berarti nantinya mereka akan tampil berdiri bersama di atas panggung dan bergantian satu persatu saling bersautan satu sama lain dan bergantian sesuai dengan bahasa masing-masing. Semoga Allah selalu memberikan kelancaran, sukses, selalu menjadi lebih baik dan lebih baik, serta semoga semuanya manfaat barokah. Aaaamiiiiin.
Pendamping pelatihan pada pidato kali ini seperti biasa yaitu dari penanggungjawab program public speaking, Ibu Zulva Ismawati salah satu dosen jurusan manajemen dakwah. Sebisa mungkin para pendamping memberikan pendampingan, pelatihan, dan bimbingan kepada para peserta pelatihan pidato empat bahasa. Hal ini adalah semata demi pengabdian kami kepada kampus dakwah dan peradaban ini dan juga demi maju dan jayanya IAIN Tulungagung. Pada kesempatan kali ini, hadir pula ditengah-tengah kami beliau yang merupakan seorang Kyai yang ahli sekali dalam pengkajian kitab kuning dan kitab Alfiah Ibnu Malik, Bapak. Syamsul Rifa’i. kehadiran beliau menambah semangat dan ghirah para peserta pelatihan. Terimakasih kami haturkan kepada beliau atas kesediaanya memberikan sedikit waktunya untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta pelatihan pidato empat bahasa. Dan tidak hanya itu, tentunya adanya pelatihan pidato empat bahasa ini bisa berjalan lancar adalah berkat bantuan dari seluruh dosen jurusan manajemen dakwah baik secara langsung maupun tidak juga telah memberikan bantuan dan sumbangsih yang sangat besar dalam program pelatihan pidato empat bahasa ini. Beliau adalah Bapak Wahab, Bapak Boby, Ibu Nadia, Ibu Ummah, dan Ibu Galuh. Yang kebetulan pada hari Sabtu ini beliau belum bisa mendampingi dikarenakan adanya program kegiatan lain yang berlangsung bersamaan. Semoga kedepan pelatihan pidato empat bahasa semakin bagus, dan semakin jaya, seiring dengan jayanya jurusan manajemen dakwah, jayanya FUAD, dan jayanya IAIN Tulungagung. Kampus bersar kita. IAIN Tulungagung jaya.IMG-20181007-WA0019

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *