SEJARAH ISLAM KOTA SANTRI

SEJARAH ISLAM DI JOMBANG

Oleh : Nurul Kifayah

NIM: 12311183015

Kabupaten Jombang adalah sebuah kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan, Mojokerto, Nganjuk,  dan Kediri. menurut cerita dari salah satu sesepuh desa Banjarsari, Kecamatan Bandar, Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang yang bernama Mbah Tris. Beliau bercerita tentang legenda pertarungan Kebo Kicak dengan Surontanu adalah asal-usul dari sebuah kota Jombang dan saat ini masyarakat Jombang mempercayai bahwa nama Jombang berasal dari singkatan “Ijo Abang” yang artinya hijau dan merah. Mengapa disebut dengan warna hijau dan merah ? Hijau melambangkan pada kaum santri dan merah merujuk pada makna kaum abangan atau kejawen. Jika dilihat dari sejarahnya Jombang merupakan kota yang sangat berpengaruh ketika zaman Kerajaan Majapahit. Selain itu, Jombang merupakan pintu gerbang Kerajaan Majapahit. Desa Tunggorono yang sekarang ini adalah gapuro barat, Desa Ngimbi merupakan gapuro selatan, Banyak sekali wilayah di Jombang yang namanya menggunakan awalan Mojo seperti Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojongapit, dll. Setelah Majapahit kehilangan kekuasaannya di Jombang, agama Islam mulai masuk dan berkembang di Jombang setelah itu Jombang menjadi bagian dari kerajaan Mataram Islam. Setelah pengaruh Mataram melemah, VOC mengambil alih wilayah Jombang menjadi bagian dari wilayah mereka, yang terjadi sekitar abad 17. karena Islam berkembang pesat di Jombang. Terdapat banyak sekali sekolah pendidikan Islam atau pondok pesantren di Jombang dan telah terkenal di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya adalah pondok pesantren Gading Mangu Perak Jombang yang merupakan salah satu pusat pendidikan agama Islam terbesar di Indonesia, yang menekankan pada pengajaran Al Qur’an dan Al Hadits serta pembentukan akhlakul karimah generasi muda. Selain itu di pondok pesantren Gading Mangu juga menididik generassi muda menjadi mubaligh dan mubalighot handal yang menguasai ilmu Qur’an dan Hadits serta berakhlak mulia, pondok pesantren.

Tak ada kerajaan Islam di Jawa Timur. Dengan adanya hal seperti ini  agama Islam di wilayah Jombang  berkembang secara berbeda dari wilayah lain di Jawa. Kerajaan Majapahit dan keruntuhannya ternyata menjadi puncak tahta dan senjakala kekuasaan Hindu-Buddha di Jawa. Setelah Majapahit runtuh dan hancur kerajan kerajaan Islam mulai berdiri di daerah Jawa Tengah seperti di Demak, Yogyakarta, dan daerah Jawa Barat.

Jombang merupakan salah satu wilayah yang dekat dengan Majapahit, yang berpusat di Trowulan Mojokerto. Perkembangan agama Islam di Jombang lebih beraneka ragam karena pada saat itu di Jombang pengaruh pengaruh politik lebih bebas. Yang menjadi pusat perkembangan agama Islam di Jombang adalah pondok pesantren. Para perintis dan pengembang pondok pesantren di Jombang adalah dari kalangan kiai yang mengembangkan Islam secara kultural atau tanpa melibatkan kekuatan politik dan kekuasaan.

Kiai Abdul Wahab Hasbullah dan Kiai Hasyim Asy’ari adalah kiai yang memulai Islam atau sebagai tokoh penting dalam perkembangan Islam di Jombang. Mereka juga terlibat dalam pengaruh pergaulan kosmopolitan Islam lantaran mereka perrnah belajar agama Islam di Mekkah.

Sepulang dari Mekkah, kiai Wahab dan Kiai Hasyim berkiprah di pondok pesantren dan ketika itu gerakan pemurnian agama Islam sedang gencar di Indonesia. ketegangan religius terjadi antara gerakan pemurian dengan kiai Wahab dan kiai hasyim yang akhirnya mereka memutuskan untuk melakakan pendekatan dan protes kepada penguasa mekkah kala itu dan juga mengembangkan organisasi sosial agama di tanah air yang akomodatif terhadap tradisi lokal. Singkat cerita kemudian tercetuslah Nahdlatul Ulama’ pada tahun 1926 di Jawa Timur yang di dirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari dan dibantu dengan ulama’ ulama’ lain yang ada di sekitarnya. Mereka mulai mengenalkan Islam di Jombang dengan mendirikan pondok pesantren dimana santri santrinya di cetak untuk menjadi pemimpin dan penerus bangsa yang sesuai dengan syari’at Islam. KH. Hasyim Asy’ari juga merupakan pendiri pondok pesantren Tebu Ireng Jombang yang pada zaman dahulu sebagai pusat santri santri yang ada di Jawa Timur untuk memperdalam ilmu agama Islam sekaligus sebagai pusat dalam perlawanan melawan Belanda.

Melaui pondok pesantren ini agama Islam mulai menyebar luas di kota Jombanng. Hingga saat ini Jombang disebut sebut sebagai Kota Santri karena banyak sekali pondok pondok pesantren yang ada di Jombang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *