Tafsir tematik

by PSQH
Categories: HOME
Tags: No Tags
Comments: No Comments
Published on: March 30, 2021

Rafi Royan
Surat Muhammad ayat 31-38
.31وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ ٱلْمُجَٰهِدِينَ مِنكُمْ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبْلُوَا۟ أَخْبَارَكُمْ
.32إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَشَآقُّوا۟ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْهُدَىٰ لَن يَضُرُّوا۟ ٱللَّهَ شَيْـًٔا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَٰلَهُمْ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوٓا۟ أَعْمَٰلَكُمْ .33
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ .34
فَلَا تَهِنُوا۟ وَتَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلسَّلْمِ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمْ وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ .35
.36إِنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْـَٔلْكُمْ أَمْوَٰلَكُمْ
إِن يَسْـَٔلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا۟ وَيُخْرِجْ أَضْغَٰنَكُمْ .37
.38هَٰٓأَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ ۖ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ ٱلْغَنِىُّ وَأَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ ۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا۟ يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓا۟ أَمْثَٰلَكُم

Terjemahan :
31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.
32. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.
33. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.
34. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.
35. Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.
36. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
37. Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.
38. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.
31. Ayat ini menjelaskan betapa pentingnya ujian Allah atas keteguhan hati dan kebenaran cita-cita seseorang dalam perjuangan sebab dalam melakukan suatu perjuangan yang mulia. Tidaklah kita akan bertemu dengan jalan datar hingga bertabur bunga-bunga saja. Iman yang ditegakkan oleh seseorang pasti mendapat ujian. Sekolah kehidupan sendiripun harus melalui ujian bila lulus dari ujian barulah mendapat diploma atas kelulusan itu. Kalau ujian tidak ada semua orang mudah saja menyebut dirinya beriman, menyerbut dirinya pahlawan. Orang yang hidup menjadi bangga sampai lupa kemana tujuan hidupnya bila mana ia mendapat pujian. Tetapi tidak ada manusia yang akan selalu saja memuji kita siang malam. Sebab sebagai manusia pasti akan kelihatan kekurangan kita. Maka orang yang perjuangannya tidak jujur dan dia sendiri tidak tahan kena celaan dan kritik akan goncanglah pikirannya karena celaan dam kritik itu. Adapun orang yang besar yang teguh dalam iman dia selalu insaf bahwa hidupnya ditegakkan oleh dua fakta yaitu pujian setinggi langit dan hinaan sepuruk bumi. Keduanya tidak akan berpisah. Maka kalau celaan, hinaan, cercaan dan makian juga sangat melonjak diobatnyalah hatinya dengan pujian dan sanjungan, dengan pengaharapan ucapan terima kasih. Insaflah dia bahwa dia tidaklah berhenti bekerja, beramal dan berusaha. Insaflah dia bahwa dia manusia. Yang tidak selalu benar, tidak selalu sukses, namun tujuan tetap suci.
Ujung ayat ini adalah amat penting buat mengontrol diri kita dalam beramal. Sebagai kita katakan diatas tadi. Bahwa setiap kita akan diuji. Ada yang memuji setinggi langit. Itu adalah ujian. Goncangkah kita karena pujian ? ada yang mencela sampai ke kuruk bumi. Merajukkah kita karena celaan dan cercaan ? namun di ujung ayat kita diberi peringatan.bahwa segala berita mengenai diri kita.lebih diketahui oleh alloh.kita sendiri sebagai manusia harus mengakui bahwa kita pasti bersalah .puji dan caci maki manusia. Dapat kah kita hadapi ? cercaan dan celaan yang tidak mengenai kesalahan kita .berhak kita membela diri .tetapi ujung ayat mengatakan bahwa berita tentang diri kita lebih diteliti oleh Allah.maka datang lah pertanyaan.’dapat kah kita membela diri dihadapan alloh kalau kita memang bersalah ?
32. Tegas sekali ini.menjelas kan bahwa segala usaha jahat yang mencoba hendak mengurangi kebesaran alloh dan mencoba pula memplihatkan kebesaran dan kekuatan diri. Tidaklah akan berhasil. Kekuatan seperti itu akan terbatas . dibatasi oleh perlobaan sesama manusia mencari pengaruh. Jika ada yang merasa dirinya lebih gagah,niscaya akan datang lagi orang lain mempelihatkan bahwa dirinyalah yang lebih gagah. Kadang-kadang di gagah perkasa itu gagal, bukan karena digagalkan oranglain melainkan digagalkan oleh pengikutnya sendiri. Anak buahnya berontak melawan dia! Atau dia sendiri ditimpa oleh suatu penyakit yang oranglain tidak menyangka. Sesuatu kekuasaan bilamana sudah sangat tinggi, adalah alamat bahwa masa jatuhnya sudah dekat! Kadang-kadang terjadi rebut-merebut, atas mengatasi kekuasaan, jatuh-menjatuhkan. Yang di atas tidak merasa aman kalau tidak segera membunuhi yang di bawah. Tetapi bila kematian akan datang betapa pun dikerahkan segala tenaga ga tabib dan doktor seluruh dunia tidaklah dia akan dapat menolong menampik maut sebab itu dengan tegas diujung ayat Tuhan bersabda artinya ialah bahwa segala usaha dan rencana hendak mempertahankan kekuasaan yang telah dicapai itu supaya jangan terlepas dari tangan semuanya akan digagalkan Tuhan
33.Adapun mentaati perintah Rasul adalah karena taat kepada perintah Allah juga kalau bukan Allah yang memerintahkan niscaya yang akan kita taati hanya 1 perintah Allah semata-mata kemudian itu di ujung ayat bersabda Allah ah dan janganlah kamu batalkan amalan-amalan kamu.
Sebagaimana telah kita ketahui suatu amalan menjadi batal artinya tidak diterima oleh Tuhan kalau kiranya amalan itu telah bercampur aduk dengan yang lain tidak lagi proses menurut sepanjang yang diturunkan oleh Allah ataupun Rasul misalnya kita mengerjakan sembahyang asar ialah karena taat kepada perintah Allah karena Allah yang menyatakan di dalam Alquran bahwasannya sembahyang yang wajib itu lima waktu itu dalam sehari semalam tetapi sembahyang yang kita kerjakan di waktu ashar menjadi batal apabila tidak menurut contoh yang diajarkan nabi menjadi batal kalau kita kerjakan 5 rokaat menjadi batal kalau dalam mengerjakan sembahyang itu kita berniat keluar dari agama Islam menjadi batal kalau kiranya kita berniat sembahyang bukan karena Allah dan sebagainya ada yang batal karena kekurangan rukun dan ada yang batal karena ketinggalan syarat.
34. Itulah suatu sikap hidup yang sangat malang dan buruk sekali pertama sudah terang kafir tidak mau percaya seruan yang dibawa oleh Rasul semata-mata tidak percaya saja artinya kafir saja sudah lah nyata salah apa tah lagi kalau tidak percaya itu disertai pula dengan sikap dengan aksi menentang segala gerak-gerik Rasulullah menyebarkan ajaran yang beliau terima jari Allah ditentang pula diadakan sikap membantah dan melawan diadakan reaksi yang keras terhadap usaha beliau dalam melakukan aksi yang demikian tiba-tiba sampailah akhirnya si penentang yang kafir itu mati mati dalam keadaan kafir mati dalam keadaan melawan di ujung ayat bersabdalah Tuhan menunjukkan sikap yang tegas terhadap orang yang seperti itu maka sekali-kali tidaklah Allah akan memberi ampun kepada mereka.
35.inilah keputusan Allah yang tegas hal seperti ini banyak sekali kejadian bilamana umat Islam berjuang hendak menuntut kemerdekaan agamanya daripada ada tindakan kekafiran dalam negeri yang dijajah oleh pemeluk agama yang berbeda dengan agama yang dipeluk oleh si terjajah itu meskipun si penantang jalan Allah itu memeluk agama bangsanya sendiri namun kadang mereka itu berbuat 10 kali lebih kejam daripada sikap bangsa yang menjajah itu sendiri dia mengintip menjadi spion mencatat pembicaraan yang dipandang menyindir dari bangsa terjajah kepada bangsa penjajah.maka si penantang yang sangat mengharap dapat pujian dari majikan tidak keberatan berbuat berbagai fitnah yang disampaikan kepada yang dipertuan nya.orang-orang yang begitu di zaman penjajahan Belanda kerap kali terdapat mati dalam kehinaan. Apatah lagi nasibnya sebagai timbunan sumpah serapah dari orang banyak yang mengandung dendam kepadanya. Sampah yang menguruskan jenazahnya diubahkan kepada tukang gali kuburan sebab tidak ada orang baik-baik yang sudah diturut menguruskan jenazah orang-orang yang demikian.
Bilamana telah ada orang-orang semacam ini yaitu penjual kaum dan bangsanya kepada musuh karena ingin mendapat pujian dari musuh itu maka Allah memberi ingat kepada kaum yang beriman demikian maka janganlah kamu merasa rendah diri.
36.Maka janganlah kamu merasa rendah diri janganlah menjilat mengambil muka kepada orang yang demikian sebab orang yang seperti itu adalah orang yang hina menjadi pantang bagi orang yang beriman merendahkan diri kepada orang hina seperti demikian. Dan menyerah untuk berdamai padahal kamu adalah lebih tinggi dan Allah adalah beserta kamu ayat ini adalah disiplin yang keras terhadap orang yang beriman bila mereka berhadapan dengan orang-orang yang disebut penentang jalan Allah itu kita diperingatkan bahwa perang telah dimulai yaitu perang dingin musuh yang jahat telah memakai manusia-manusia yang telah kehilangan kepribadian untuk jadi alatnya menghalangi agama kamu dalam ayat ini ditegaskan supaya jangan merasa bahwa orang-orang yang seperti ini adalah orang yang berharga buat dihormati buat dimuliakan jangan sekali-kali jangan pergi merendahkan diri dihadapan orang-orang yang seperti itu tunjukan sikapmu bahwa kamu manusia yaitu manusia yang mempunyai pendirian sekali-kali jangan timbul takut menghadapi orang yang demikian yang mentang-mentang ada pistol tersisip di pinggangnya lalu kamu bercorak minta berdamai kamu ada lebih tinggi sebab kamu mempunyai akidah mempunyai pendirian kamu lebih tinggi disisi Allah karena kamu pertahankan ialah agama Allah taat kepada Allah dan taat kepada Rasul lantaran taat kepada Allah maka Allah pun beserta kamu pula bukan beserta mereka ayat 35ayat 36 itulah ungkapan yang tepat dalam hal ihwal dunia ini yang telah diungkapkan oleh Alquran tidak ada yang sungguh-sungguh tidak lebih daripada sandiwara tetapi sandiwara yang ter pokok mahal sekali

orang berpidato berapi-api mempertahankan budi pekerti namun semua orang tahu bahwa yang berpidato itu sendiri adalah seorang yang berbudi sama saja dengan binatang.
orang memberi nasihat kepada orang lain agar hiduplah dengan sederhana pada semua orang pun tahu bahwa dia sendiri jauh lebih kesederhanaannya bahkan berlipat-lipat ganda dari kemewahan. Dan orang yang berbuat berbagai perjanjian di antara bangsa dan bangsa di antara negara dan negara namun kalau terlengah sedikit saja perjanjian itu mudah saja diubah oleh satu pihak jika yang mengubahnya itu sengaja atau tidak sengaja adalah pihak yang lemah banyak Allah teguran yang datang kepada dirinya sebab tidak lain ialah karena dia lemah tetapi kalau dilanggar oleh yang kuat lemah tadi tidak berani membuka mulut buat menegur sebab yang akan ditegur itu adalah orang kuat.
maka dunia sebagai permainan dan senda gurau itu akan kelihatan lah dengan nyata dan jelas dalam segala lapangan dari kehidupan ini sampai dengan diaturnya berbagai etiket berbagai peraturan yang tidak boleh dilanggar ketika menyerahkan surat-surat kepercayaan seketika mengangkat menjadi Dian atau yang paling kuat di antara duta duta besar menjadi kepala dari sekalian juta siapa yang berhak duduk di duduk dekat kepala negara siapa yang di sebelah kanan siapa yang di sebelah kiri siapa yang didahulukan dan siapa yang diakhirkan semuanya diatur dengan protokol yang teratur dan tidak boleh dilanggar dan semuanya itu adalah permainan yang masih dijaga dengan baik supaya jangan terjadi sumbang dan salah semuanya itu adalah senda gurau tetapi tidak boleh dipandang enteng tetapi tuhan pun menunjukan pula suatu jalan yang harus ditempuh agar etika dan protokol terlalu mengikat kita permainan jangan dianggap terlalu memberatkan diri demikian juga senda gurau.
Ayat 36 ujung ayat ini adalah menghilangkan kegembiraan para diplomat jika kiranya mereka tidak dapat membawakan permainan dengan selengkapnya dan jika tidak pandai bersenda gurau atau bermain comedy di antara sesama diplomat yang sangat penting dibawa ke tengah Medan ialah rasa iman dan taqwa kepada Allah rasa iman dan taqwa sangat mempengaruhi pertumbuhan pribadi seseorang dia menjadi paling tinggi bila bercampur dengan yang banyak karena imannya dia bukan fanatik mentang-mentang dia beriman namun dia tempat mencontoh teladan bagi yang lain di ujung ayat ini Allah memberikan jaminan bahwa orang yang beriman dan bertakwa baik yang duduk dalam korps diplomatik orang-orang politisi dan ahli siasat bahwa dia akan menguasai jalannya pertemuan karena iman yang memancarkan cahaya dari wajahnya yang cerah selalu dia akan memberikan suri dan teladan dia tidak terikat terlalu berat oleh tetek-bengek kecil-kecil sebab hatinya yang ikhlas kepada Allah.

 

ayat 37 ini pun sebagai akibat daripada dunia yang penuh dengan permainan dan senda gurau tadi pada pokoknya manusia yang bergelimang dalam dunia diplomatik itu adalah bakhil karena mereka diatur secara organisasi mengeluarkan uang sekian tiap waktu tiap bulan atau tiap tahun mereka akan segan mengeluarkan mereka akan bakhil karena berat sekali akan bercerai dengan uang tetapi kalau sedang berkumpul beramai-ramai banyak yang bisa diputuskan hendak mengeluarkan uang asal akan menjaga gengsi atau prestise uang itu akan keluar tetapi kalau akan terus-menerus keluar uang yang tidak akan membawa keuntungan bagi gengsi dan prestise uang itu sukar benar keluarnya ini dapat dibuktikan pada kejadian di perserikatan bangsa-bangsa sendiri suatu badan permanen sedunia telah berkumpul segala kerajaan dan segala pemerintahan hampir semuanya berhutang bahkan ada yang berhutang bertumpuk-tumpuk karena bahil sukar membayar uang yang telah diputuskan bersama maka tepatlah apa yang disebutkan Tuhan di ayat di Ciujung ayat ini bahwa di waktu itulah kelihatan kebusukan mereka kecurangan manis mulut murah di mulut tetapi mahal ditimbangan sehingga bertambah terbukti pangkal ayat 36 tadi bahwa dunia adalah tempat permainan dan senda gurau
Ayat 38 inilah peran kamu sebagai manusia sebagai kelemahan yang ada pada kamu pada umumnya nya yang kalau tidak dikendalikan oleh iman dan takwa sebagai tersebut di atas tadi akan hancurlah politik suatu negara dalam arus permainan dan senda gurau telah di seru kamu untuk membelanjakan harta mudi di jalan Allah maka setengah daripada kamu ada yang kikir dalam pertemuan pertemuan bersama selalu hadir tetapi kalau diminta pengorbanan dia diam dalam 1000 bahasa maka barangsiapa yang kikir barangsiapa yang bakhil yang sukar benar keluar uang padahal untuk kepentingan pribadi mudah saja menghabiskan harta benda negara lain tidak kikir nya itu adalah terhadap dirinya sendiri artinya ialah bahwa orang yang kikir dan bakhil bukankah dia mengundurkan diri melainkan merugikan orang yang berhasil menjadi buah orang-orang ini menjadi celaan kalau bertemu pada suatu diri pribadi dan tercela lagi menurunkan derajat martabat bangsa bila dia bertemu pada suatu bangsa dan Allah adalah maha kaya dan kamu adalah sangat fakir peringatan ini adalah dibagikan tuhan kepada manusia di dalam suatu ungkapan yang sedikit ini amat penting artinya dari Tuhan untuk mendidik manusia menghilangkan penyakit jiwa yang bernama bakhil dalam ungkapan ini Tuhan memberi peringatan bahwa sannya yang sebenar kaya raya adalah 2 adapun kita manusia ini tidaklah mungkin punya apa-apa oleh sebab itu sedang ahli tasawuf membuat arti tasawuf yang yang sangat mendalam ketika orang bertanya apakah arti tasawuf mereka menjawab ahli sufi Allah yang tidak mempunyai apa-apa dan tidak dipunyai apa-apa apabila manusia telah merasakan bahwa suatu barang suatu harta kekayaan emas dan perak serta uang dia yang punya akan timbul lah lahirnya tetapi apabila dia insaf bahwa segala sesuatu ini tidak ada yang dia punya bahkan nyawanya sendiri dan raganya tidak juga dia yang punya sampai dia tidak dapat menahan jika Allah hendak mencabut nyawanya dan hendak menyakitkan dan menyenangkan badannya niscaya tidaklah ada harta benda yang akan melekat dalam hatinya
kalau manusia terlincah bahwasanya tidak semua yang juga pun harta benda dalam dunia ini yang dipunyai oleh manusia tidaklah akan ada pa lagi di sinilah telinga seorang pahlawan Islam yang besar yaitu Sultan Salahuddin Al Ayyubi yang termasyhur gagah berani di dalam peperangan menimbulkan gentar pada musuh-musuhnya orang Nasrani yang hendak menguasai negeri negeri orang Islam sampai 90 tahun lamanya Jerusalem Palestina dalam penjajahan mereka maka Salahuddin Al Ayyubi yang gagah perkasa telah dapat mengembalikan kemuliaan kaum muslimin memerdekakan tanah tanah yang terjajah itu kembali ke tangan orang Islam maka dia korbankan lah harta benda kepunyaan kerajaan yang jatuh ke dalam kekuasaannya didirikan benteng-benteng pertahanan yang kuat kuat dan kokoh di mana-mana baik di Mesir ataupun di Sam tetapi seketika sampailah ajal beliau dan beliau pun meninggal dunia dibuka orang lah pembendaharaan dan kekayaan pusaka beliau telah di buka pembendaharaan istana na 200 orang besar-besar melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kas negara kosong tidak ada uang harta pun untuk membeli kapan pembungkus jenazah beliau ahli tari terkenal yang sengaja menurut sejarah Salahudin Al Ayubi terangkan bahwa tidak ada kain kafan dan tidak ada dalam pembelajaran beliau uang buat membelinya lalu diambil keputusan bahwa raja-raja yang memerintah di bawah naungan beliau sepakat mengadakan pungutan iuran menyediakan peralatan kafan dan lain-lain bagi kepentingan menguburkan mayat beliau
sekarang kalau kita mengembara baik ke Mesir atau Syam atau ke Sudan atau Ke Yaman yaitu daerah-daerah yang luas semasa beliau telah di merdekakan dari serbuan musuh daerah luas yang sekarang masing-masingnya itu diperintah oleh pemerintahan sendiri-sendiri ini saya akan bertemu lah bekas binaan Salahudin bekas pembangunan Salahudin di Mesir sendiri akan bertemu sebuah tembok tebal kira-kira satu depa atau lebih tebal nya dan panjangnya lebih dari 1 km yaitu dinding perbandingan Salahuddin demikian juga di negeri-negeri yang lain di damaskus akan bertemu bekas tapi ya diaman akan ada lagi demikian juga di ubah yaitu bekas peninggalan Salahudin sedang kafan untuk membungkus jenazah beliau di bergotong-royong kan bersama karena beliau tidak sempat memikirkan itu

akhirnya sebagai penutup ayat atau penutup surat Tuhan bersabda dan jika kamu berpaling artinya kamu berpaling karena telah kamu tinggalkan pendirian yang asli itu yaitu mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri mengingat bahwa manusia sebagai pribadi tidak mempunyai apa-apa dan tidak dipunyai apa-apa karena pendirian ini telah ditinggalkan an-nisa ya akan dia ganti kamu dengan kaum yang lain yang lain itu ialah yang sanggup memegang teguh amanat Allah yang sanggup mewarisi kekayaan itu dan mereka yang lain tidaklah akan menyerupai kamu
mereka pengganti itu ialah yang lebih mementingkan keperluan bersama daripada kepentingan pribadi yang menimbulkan kekayaan negara daripada kegemukan diri sendiri yang insaf nya bahwa negara ini adalah amanat Allah yang diserahkan kedatangannya bukan harta pusaka nenek moyangnya yang kan dipeluk dipagut sampai mati mereka itu pula lah yang akan menyambut tugas yang suci ini mereka dengan sabda Tuhan pada ayat 105 pada surat 21 kalau kesholihan tidak ada lagi jangan heran kalau hancur semua dan sebelum hancur janganlah heran jika Allah menyerahkan kepada tangan lain yang sanggup memimpin memimpin nya

(Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian) mencoba kalian dengan berjihad dan lainnya (agar Kami mengetahui) dengan pengetahuan yang tampak (orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kalian) dalam berjihad dan lainnya (dan agar Kami menyatakan) menampakkan (hal ikhwal kalian) tentang ketaatan kalian dan kedurhakaan kalian di dalam masalah jihad dan masalah-masalah lainnya. Ketiga Fi’il yang ada dalam ayat ini, ketiga-tiganya dapat dibaca dengan memakai huruf Mudhara’ah Ya atau Nun.

(Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalang-halangi jalan Allah) jalan yang hak (dan memusuhi rasul) atau menentangnya (setelah petunjuk itu jelas bagi mereka) yang dimaksud petunjuk adalah jalan Allah tadi (mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapuskan amal mereka) seperti sedekah dan lain-lainnya, yaitu pahalanya. Di akhirat kelak mereka tidak akan dapat melihat pahalanya. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir yang terlibat dalam perang Badar, atau orang-orang kafir Bani Quraizhah dan Bani Nadhir.

(Hai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kalian merusakkan amal-amal kalian) dengan melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, umpamanya.

(Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi jalan Allah) tuntunan-Nya, yaitu jalan petunjuk (kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka) ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir yang dikubur di Al-Qulaib, seusai perang Badar.

(Janganlah kalian lemah) merasa lemah (dan minta damai) dapat dibaca As-Salmi atau As-Silmi, artinya damai bersama dengan orang-orang kafir bila kalian bertemu dengan mereka dalam perang (padahal kalianlah yang di atas) lafal Al-A’launa asalnya adalah Al-A’lawuuna, kemudian Wawu Lam Fi’ilnya dibuang sehingga jadilah Al-A’launa, artinya, yang menang dan yang mengalahkan (dan Allah pun beserta kalian) yakni bantuan dan pertolongan-Nya (dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi) Allah tidak akan mengurangi kalian (amal-amal kalian) pahala amal-amal kalian.

(Sesungguhnya kehidupan dunia) maksudnya, menyibukkan diri dalam kehidupan dunia (hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kalian beriman serta bertakwa) kepada Allah, yang demikian itu adalah termasuk perkara akhirat (Allah akan memberikan pahala kepada kalian dan Dia tidak akan meminta harta-harta kalian) semuanya, melainkan hanya zakat yang diwajibkan.

(Jika Dia memintanya dari kalian lalu mendesak kalian) mendesak meminta zakat tersebut (niscaya kalian akan kikir dan keluarlah) karena kekikiran kalian (kedengkian kalian) terhadap agama Islam.

(Ingatlah kalian) wahai, kalian ingatlah (kalian ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan harta kalian pada jalan Allah) maksudnya untuk menafkahkan apa yang telah diwajibkan atas kalian, yaitu zakat. (Maka di antara kalian ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri) lafal Bakhila dapat bermuta’addikan ‘Ala atau ‘An, untuk itu dapat dikatakan Rakhila ‘Alaihi dan Bakhila ‘Anhu. (Dan Allahlah Yang Maha Kaya) artinya, tidak membutuhkan infak kalian (sedangkan kalianlah orang-orang yang berhajat) kepada-Nya (dan jika kalian berpaling) dari taat kepada-Nya (niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain) Dia akan menjadikan yang lain sebagai pengganti kalian (dan mereka tidak akan seperti kalian) tidak akan berpaling dari taat kepada-Nya, bahkan mereka benar-benar akan taat kepada-Nya.
31. Demi sayekti, ingsun Allah nyoba marang sira kabeh(ingsun perintah perang lan perintah liya-liyane). Sahengga ingsun pirsa ngedeng, wong-wong kang podo perang lan sabar tambah nindaake peperangan lan liya-liyane. Lan supoyo ingsun Allah ngalahirake khobar-khobar siro kabeh (ateges sejarah-sejarah siro kabeh, ngenani taat lan bangkang siro kabeh).
32. Sejatine wong wong kang podo kufur lan kan podo ngalang ngalangi Lian saking ngambah dalan bener dalane Allah ta’ala lan podo nulayani utusan Allah ta’ala. sak badane terangi pituduh tumrap wong mau iku ora melati Allah ta’ala opo-opo lanugo ora dadi melarati nabi Muhammad SAW lan Allah ta’ala bakal ngelebur ngamal e wong-wong mau koyo Shodaqoh LAN liya-liyane

33. He wong wong kang podo iman Siro kabeh podo takato Allah ta’ala lan Siro kabeh podo toa toh seng utusan Allah ta’ala lan Siro kabeh Ojo Podo Mbak talake amal-amal Siro kabeh sarana tindakan maksiat umpamane.
34. Sejatine wong wong kang podo kubur lan podo ngalang ngalangi Lian saking dalane Allah ta’ala iyo iku dedalan pituduh nulis dewe mati inhaler kata podo kufur wong wong kang mangkono iku Allah salah ora ngapuro marang dewe kabeh
35. Mulo Siro kabeh Ojo Podo rumongso apes kabeh Ojo Podo ngajak marang damai Ari kala Sira kabeh metu ki wong kafir musuh Siro kabeh kang bakal unggul lan Allah ta’ala tetep bebarengan karo Sira kabeh a teges tansah Bella lan nulungi lan Allah ta’ala ora bakal mengurangi Siro kabeh ngenani ganjarane amal-amal Siro kabeh
36. Sejatine katungkul sak jeroning Urip ono ing dunyo iku namung dolanan LAN lelahan batal LAN bujukan kepriye takodo nya biso ngalang ngalangi sangking Kamulyan ono ing akhirat lamun Siro kabeh podo iman lan podo taqwa marang Allah ta’ala Allah ta’ala bakal bareng Siro kabeh rubah ganjaran Siro kabeh Allah ta’ala orang mundhut Siro kabeh rupo sekabehane bondo Siro kabeh balik namun perintah ngetokake zakat iyo iku ngetokake sebagian sidik saking bando-bando Siro kabeh
37. Lamun Allah ta’ala munduti Siro kabeh rupa bondonuli Allah ta’ala banget-banget anggone mundhut Siro kabeh mesti banjur medit lan kemeditan mau bisa ngetokake marang sengit ateges nimbul ake getting marang agama Islam
38. Siro kabeh iku wong wong kang den dawuhi podo diajak supoyo Siro kabeh kanggo kepentingan agama Allah ta’ala nuli sebagian saking Siro kabeh ono kang medit sing sopo wonge medit sejatine dewe namung mediti awake dewe Allah ta’ala iku mau sugih kabeh iku podo fakir butuh marah Allah ta’ala Yen Siro kabeh tetep Podo mengo saking taat Allah ta’ala kuoso gawe genti rupa kaum sakliyane Siro kabeh nuli ora bakal ono kaum-kaum genti Siro kabeh iku koyo sifat-sifat Siro kabeh ateges podo melengos saking ngabekti marang Allah ta’ala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Welcome , today is Saturday, October 23, 2021