PUSAT STUDI TIMUR TENGAH

مركز دراسات الشرق الاوسط

Diskusi

KUNJUNGAN KERJA VIRTUAL

 

 

IMG-20210430-WA0084IMG-20210430-WA0085
BERITA ACARA

KUNJUNGAN KERJA VIRTUAL

Kunjungan kerja virtual atau biasa di singkat KKV merupakan salah satu program kerja dari bidang intelektual. Pada kegiatan ini hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun dan Alhamdulillah kegiatan KKV ini berlangsug pada tangga 10 April 2021 kemarin. Dalam kunjungan kerja virtual (KKV) ini melibatkan salah satu kampus yakni UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan ini dihadiri 53 peserta yang masing-masing merupakan anggota HMJ IAIN Tulung Agung dan juga anggota dari HMP UIN Sunan Ampel Surabaya. Tujuannya diadakan kegiatan ini yakni untuk mempererat silahturahmi antar instansi lain dan juga bertukar fikiran untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan pada HMJ masing-masing instansi.
Dimulainya kegiatan ini pada pukul 09.00 WIB sekaligus pembukaan acara yang di pandu oleh Widya Aulia Rahmadhani sebagai moderator selama berjalannya kegiatan. Setelah moderatoe membuka acara, dilanjutkan dengan beberapa sambutan-sambutan. Untuk sambutan pertama yakni sambutan kepada ketua pelaksana kegiatan Kunjugan Kerja Virtual ini yang bacakan oleh Syifa Ro’ida Zahronissa. Sambutan kedua yakni kepada masing-masing ketua dari kedua instansi yaitu Ahmad Nurullah selaku ketua himpunan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab IAIN TulungAgung dan Romeo Genta Gemilang selaku ketua himpunan prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Ampel Surabaya. Pada pukul 09.40 WIB, dilanjutkan dengan sambutan yang ketiga kepada masing-masing ketua jurusan dari kedua instansi, yakni kepada Bpk. Muhammad Khoirul Malik, Lc., M.A. selaku perwakilan dari ketua jurusan Bahasa dan Sastra Arab IAIN TulungAgung dan dilanjutkan kepada Ibu Himmatul Khoiroh, M. Pd selaku ketua jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Ampel Surabaya.
Setelah peserta selesai mendengarkan dan menyimak beberapa sambutan-sambutan, maka sampailah pada inti acara yakni penyampain program kerja dari masing-masing HMJ. Penyampaian program kerja ini berlangsung pada pukul 10.00 WIB, yang dimana dimulai kepada IAIN TulungaAgung sebagai tuan rumah pada acara kali ini. Ahmad Nurullah sebagai ketua HMJ IAIN TulungAgung memulai menyampaikan bidang-bidang apa saja yang kini sedang dijalankan pada HMJ IAIN TulungAgung kemudian penyampaian selanjutnya disampaikan dari masing-masing CO terhadap apa saja program kerja yang sedang dijalankan dalam satu tahun kedepan. Begitupun sebaliknya, penyampaian bidang-bidang apa saja yang sedang dijalankannya dan tidak lupa program kerja HMP UIN Sunan Ampel Surabaya disampaikan oleh Romeo Genta Gemilang yang berkedudukan sebagai ketua HMP. Sama seperti HMJ IAIN TulungAgung, pada penyampaian selanjutnya para CO dari bidang masing-masing memberitahukan kepada seluruh anggota tentang program kerja apa saja yang sedang mereka jalankan pada periode satu tahun kedepan.
Setelah selesai sesi penyampaian program kerja, semua peserta sangat antusias terhadap presentasi tersebut. Keaktifan peserta dan rasa ingin tau pun semakin besar, hingga sampailah diwaktu diskusi atau biasa disebut Focus Group Discussion. Waktu diskusi ini sangatlah membawa pengaruh pesitif, karena kami selaku tuan rumah banyak mendapatkan ilmu-ilmu dan juga mendapatkan gambaran terhadap program kerja yang akan dijalankan kedepannya. Diskusi kali ini berjalan cukup lama yakni sekitar pukul 10.45 WIB sampai pada pukul 11.50 WIB. Setelah semua pertanyaan dari beberapa anggota terjawab maka moderator memutuskan untuk mentup acara ini. Sebelum ditutup, moderator membacakan sedikit kesimpulan pada acara hari ini dan ditutup dengan sesi pengambilan foto dengan meng-screenshot forum yang sedang terlaksana. Setelah sesi foto berakhir, satu persatu anggota mengakhirinya dengan keluar dari forum yang ada di zoom.

Updated: October 27, 2021 — 4:25 pm

KEMAH SASTRA “Berkarya dengan Kata”

Pada Rabu tanggal 23-24 Oktober 2019 Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) IAIN Tulungagung telah melaksanakan kegiatan Kemah Sastra dengan tema “Berkarya Dengan Kata”. Kegiatan ini diikuti Mahasiswa BSA dan seluruh peserta dari MA atau SMA sederajat se-Karisidenan Kediri dan sekitarnya dengan melibatkan para dosen BSA dan dosen dari instansi lain sebagai pemateri serta juri untuk beberapa perlombaan yang diselenggarakan oleh kegiatan Kemah Sastra.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan acara Pembukaan di LAB KPI IAIN TA pukul 08.00-09.00 WIB, dengan check in peserta (pengisian daftar hadir, surat kesanggupan, pembagian seminar kit, dan pengecekan perlengkapan peserta). Pukul 09.00-10.00 WIB dimulai pembukaan acara oleh Umi Sa’adatul Karimah dan Alfi Mardhiyatus Tsaniyah (selaku MC). Susunan acara pembukaan pertama pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Putri (mahasiswa BSA semester 1A), lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan intrumen dan dirijen oleh Indah Sari Risky  (mahasiswa BSA semester 5). Sambutan yang pertama oleh Ketua Pelaksana Kemah Sastra yaitu Aisyah Maimunah (mahasiswa BSA semester 3). Sambutan yang kedua dari Bapak Mufti Rasyid. MA (selaku Dosen Penanggung Jawab Kemah Sastra). Acara terakhir dengan diisi sambutan oleh Bapak Muhammad Khoirul Malik, Lc. M.A. selaku Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab sekaligus menandai ceremoni pembukaan Kemah Sastra.

Kegiatan berlanjut dengan pembagian kelompok yang dipandu oleh Muh. Nuril Faizin (seksi acara) pada pukul 10.00-11.00 WIB. Selanjutnya, pada pukul 11.00-12.00 WIB dilakukan pemberangkatan rombongan yang terdiri dari dosen pemateri, juri, panitia dan seluruh peserta ke Bumi Perkemahan Swalloh Wonorejo dengan menggunakan Bis Pariwisata Margo Mulyo. Setiba di lokasi kemah, seluruh peserta melakukan ishoma dan persiapan materi pada pukul 12.00-13.00 WIB. Pada pukul 13.00-15.00 WIB adalah penyampaian materi pertama tentang “Pentingnya Bahasa Arab” oleh Bapak Mufti Rasyid. MA, materi kedua tentang “Mengenal Sastrawan Arab” oleh Bapak Rohmat, S. Hum, M.Pd.I, materi ketiga tentang “Mengenal Budaya Arab” oleh Bapak Muhammad Khoirul Malik, Lc. M.A, dan diakhiri sesi tanya jawab dari peserta. Pada pukul 15.00-15.30, seluruh peserta melaksanakan kegiatan Sholat Ashar dan dilanjutkan persiapan Malam Sastra pada pukul 15.30-17.30 WIB. Kegiatan Malam Sastra diisi oleh penampilan tiap kelompok peserta dan dinilai para juri (M. Luqman dari IAIN Kediri, Fita Nafisa dari UNS Solo, dan Mazidatul Faizah dari UIN Maliki). Acara diakhiri dengan menyalakan api unggun untuk menambah keakraban antar panitia dan peserta.

Hari kedua dimulai pukul 04.00-08.00 yakni sholat shubuh berjamaah, bugar pagi, mencari harta karun, bersih diri dan sarapan. Sebagai penutup acara kemah sastra dipandu oleh MC Dian Nuril Fadhilah dan diadakan nobar film kontemporer tentang kartun yang menginspirasi dan kehidupan rakyat Turki yang dapat diambil nilai-nilai kehidupannya. Selepas itu pembagian hadiah untuk tiga kategori perlombaan yakni puzzle mufrodat, membuat puisi dan membacanya, serta pensi. Acara ditutup oleh Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Secara keseluruhan, kegiatan Kemah Sastra ini berlangsung lancar dan sukses. Hal ini terlihat dari antusias peserta dan kekompakan panitia yang membuat acara ini semakin meriah. Harapannya, kegiatan ini dapat membawa dampak yang positif dan kesan yang baik bagi peserta seluruhnya, khususnya dalam rangka mengenalkan Bahasa dan Sastra Arab kepada para murid-murid yang hendak melanjutkan Sekolah Menengah Atas/ Aliyah. ~MN

foto bersama - kemah sastra

Updated: November 16, 2019 — 7:31 am

YERUSALEM: PEREBUTAN ABADI DI ATAS TANAH SUCI

Suhu sosial-politik di tanah Palestina kembali memanas. Sumbu pemantiknya berasal dari ‘ulah’ seorang Donald John Trump, pemimpin ke-45 negara berjuluk Paman Sam. Keputusan Presiden Amerika Serikat untuk memindahkan Kedutaan Besar negara adikuasa dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu ketegangan, yang dalam beberapa waktu sebelumnya, konflik Israel-Palestina sedikit meredam. Kehadiran Arab Spring yang menyapa beberapa negara di kawasan Timur Tengah juga mampu melupakan sejenak konflik yang belum benar-benar berakhir di bumi bernilai historis tinggi bagi pemeluk agama-agama samawi; Yahudi, Nasrani, dan Islam. Lebih dari itu, Yerusalem yang ditetapkan menjadi kawasan ber”status quo” di bawah pengawasan PBB, diakui sepihak oleh Trump menjadi ibukota Israel (6/12/2017). Tentu saja pernyataan tersebut sama dengan menabuh genderang perang dan seakan menandai konflik kawasan tersebut akan berlanjut ke babak-babak baru. Pastinya, Trump tahu resiko yang akan dihadapi dari ‘permainan’ politik luar negerinya. Ia pun seakan meneguhkan komitmen dalam merealisasikan janji-janji kampanyenya setahun yang lalu (2016). Sebuah keputusan kontroversial yang sekaligus bukti pemenuhan janjinya kepada kalangan pro-Israel (Yahudi) dan kelompok fundamentalis seperti Evangelis Kristen di Amerika yang menjadi lumbung suara bagi kemenangannya di pilpres Amerika pada tahun 2016. Simpelnya, ia seakan berucap, “Pernyataanku sesuai dengan janji kampanye, maka tidak ada yang salah dengan keputusan ini”. Well.

Yerusalem atau disebut Yerushalayim (bahasa Ibrani) dan Al-Quds (bahasa Arab) berarti “kesucian” seolah-olah hanyalah nama tak bermakna. Karena realitas di lapangan, jauh dari harapan nama indah tersebut. Tanah itu telah ternodai dengan air mata dan darah-darah manusia. Pertikaian dan perselisihan di atas “tanah yang dijanjikan oleh Tuhan” bagi kaum Yahudi itu seakan tak bertepi. Tanah itu tidak suci lagi.

Kini, Yerusalem diakui oleh Presiden Amerika Serikat sebagai ibukota Israel. Warga dan bangsa Israel pasti sangat senang menyambut kabar ini. Perjalanan panjang pembentukan masyarakat Yahudi sejak Deklarasi Balfour (1917) dan hasil perjanjian Sykes-Picot (1918) yang memutuskan migrasi besar-besaran ke tanah Palestina tinggal selangkah lagi menuju kesempurnaan. Sebaliknya, warga Palestina yang merasa sebagai penduduk asli, sudah pasti menolak bahkan akan berontak. Pemimpin negara-negara lainnya di dunia, sebagian besar juga ikut angkat suara. Banyak yang tidak sepakat dengan pernyataan orang nomer satu di Amerika tersebut. Sebagian besar dari mereka bahkan mengecam keputusan Trump.

Mereka tahu, pengakuan sepihak seperti itu dapat memicu konflik kawasan dan kemanusiaan akan terulang kembali.

Mereka tahu, bahwa tanah Yerusalem bukan milik satu agama saja. Dogma teologis merekam jejak-jejak historis tanah tiga agama monoteisme.

Mereka tahu, jika ini dibiarkan, rakyat Palestina akan berjuang mati-matian untuk meraih Yerusalem kembali. Tanah suci yang menyimpan peristiwa Isra Mi’raj bagi kaum Muslim, serta berdiri di atasnya masjid Al-Aqsha.

Mereka juga tahu, rakyat Israel tidak akan tinggal diam ketika mereka diserang oleh warga Palestina. Hasil akhirnya, tidak lain adalah peperangan di atas kota tua itu tidak bisa dielakkan.

Semua tahu konflik Israel-Palestina telah melalui berbagai perundingan yang melelahkan. Dimulai dari Resolusi DK PBB (1967), Perjanjian Camp David (1979), Perundingan Oslo (1993), ataupun pertemuan antara Yitzgak Rabin (Israel) dan Yasser Arafat (Palestina) yang menandatangani kesepakatan Interim Israel-Palestina (1995), hingga skema two states sebagai solusi terbaik bagi kedua belah pihak (Palestina-Israel) dengan tanah Yerusalem sebagai kawasan berstatus bebas di bawah pengawasan PBB.

Tapi, mereka tidak tahu kapan perebutan tanah suci ini akan berakhir. Alih-alih berakhir, justru Trump semakin meruncingkan sengketa abadi. Meskipun keputusan ini berpijak pada penerapan Undang-Undang yang telah disepakati konggres AS di tahun 1995 tentang perelokasian Kedubes AS ke Yerusalem. Trump bisa dibenarkan dalam pandangan Amerika karena melaksanakan amanat UU tersebut. Namun, ia akan sangat wajar jika dipersalahkan oleh masyarakat dunia atas keputusan sepihaknya tanpa mempertimbangkan, apakah resiko yang harus diterima lebih besar atau lebih kecil. Karena nyawa-nyawa manusia menjadi taruhannya. Layaknya Yesus dalam keyakinan kalangan Nasrani yang harus dipertaruhkan nyawanya -dengan disalib- karena arogansi sang penguasa.

Salam untuk semesta alam, dan kami bersama Palestina.

10 Desember 2017

Pak Malik Dosen2 20180202_101503

Ditulis oleh :

Muhammad Khoirul Malik

Dosen di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Tulungagung.
Direktur PSTT (Pusat Studi Timur Tengah) – IAIN Tulungagung

Updated: March 7, 2019 — 3:22 am
PUSAT STUDI TIMUR TENGAH © 2018 Frontier Theme