GERAKAN EKONOMI SYARI’AH (GRES)

GERAKAN EKONOMI SYARI’AH (GRES)
Oleh: Qomarul Huda
Pada tanggal 17 Nopember 2013 bertempat di Monas Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mencanangkan Gerakan Ekonomi Syari’ah (Gres). Pencanangan Gres ini dilakukan serempak di 24 kota di 11 provinsi. Inisiatornya adalah Bank Indonesia (BI), bersama pemangku kepentingan ekonomi syari’ah. Mulai regulator, asosiasi, pemerintah daerah, Pusat Komunikasi Ekonomi Syari’ah (PKES), Dewan Syari’ah Nasional (DSN), Asosiasi Baitul Maal Wat Tamwil se-Indonesia, hingga Asosiasi Hotel dan Restoran Syari’ah (Ahsin). Pencanangan gerakan ini sebenarnya dianggap terlambat, tetapi tetap kita apresiasi secara positip, dan berarti pemerintah akan lebih serius dalam mengembangkan sistem ekonomi syari’ah di Indonesia. Karena mestinya ini sudah menjadi sebuah keniscayaan, bahwa Indonesia yang mayoritas jumlah penduduknya beragama Islam, idealnya harus mempraktikkan sebuah sistem ekonomi Syari’ah dalam segala aktivitas ekonominya.
Sistem Ekonomi Syari’ah telah terbukti memiliki daya tahan untuk keluar dari krisis ekonomi, saat terjadi krisis tahun 2008 ternyata ia tetap stabil dan tidak begitu terkena imbasnya sebagaimana ekonomi konvensional. Sistem ekonomi syari’ah sebenarnya sudah menjadi agenda nasional, tetapi setelah lima tahun, sistem keuangan syari’ah tidak berkembang pesat. Memang benar banyak bermunculan Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS), baik itu yang berbentuk perbankan ataupun jasa keuangan non bank. Bank-bank konvensional ramai mendirikan divisi-divisi syari’ah (Bank Syari’ah Mandiri, BNI Syari’ah, BRI Syari’ah, Mega Syari’ah dan lain-lain). Namun akumulasi aset secara global yang dimiliki oleh lembaga-lembaga keuangan syari’ah tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Total aset keseluruhan perbankan syari’ah sampai saat ini masih berkisar 4,9%, jumlah rekening 11,7 juta dan hanya 9% jika dibandingkan dengan bank konvesional.Tentunya ini angka yang masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan potensi penduduk muslim di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>