WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA MENYONGSONG INDONESIA EMAS

WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA MENYONGSONG INDONESIA EMAS

Oleh: TIM RED-C

Saat ini, Indonesia sedang dilanda krisis multidimensi, baik itu krisis ekonomi yang mengakibatkan kemiskikan yang merajalela maupun krisis akhlak yang mengakibatkan kriminalitas. Salah satu penyebab krisis tersebut adalah masih lemahnya sistem pendidikan, baik dari segi dana, fasilitas, maupun materi. Masalah ini harus segera dikaji dan dibenahi secara serius. Permasalahan yang harus dibenahi dalam pendidikan menyangkut aspek ekonomi (anggaran), kurikulum (materi dan sistem), maupun atensi pendidik.

Kurikulum pendidikan formal lebih banyak menekankan teoritis generalis daripada aplikasi dan spesialisasi. Pendalaman terhadap ilmu pun masih berkisar pada masalah realistis, sehingga pengembangan kreativitas dan keahlian bidang IPTEK berjalan kurang baik. Akibatnya masih minimnya produk-produk teknologi.

Dalam segi akhlak, pembinaan akhlak yang berlandaskan agamapun masih kurang. Pendidikan Agama terkadang hanya dipandang sebagai penambah wawasan tanpa diwujudkan dalam bentuk moral yang baik. Moral dapat terbentuk apabila seseorang memiliki pemahaman agama yang komprehensif. Ilmu pengetahuan adalah utama, namun moral adalah lebih utama.

Mengenai kurangnya atensi pendidik, harus segera diatasi dengan pemberian reward yang besar. Pendidik memegang peran yang besar dalam proses pembelajaran. No teacher no education, no education no economic and social development. Pendidikan Indonesia harus segera dibenahi dan mendapat perhatian yang besat. Kerja sama, analisis, dan dialog solutif perlu dilakukan.

Kemampuan dalam bidang teknologi tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah dalam pembangunan pendidikan yang berkualitas dan siap bersaing. Sarana pendidikan yang mendukung mampu melahirkan tenaga ahli yang berorientasi pada pembuatan teknologi baru demi percepatan pembangunan. Optimisme dalam hidup bukan angan-angan semata, tetapi optimisme harus ikut menggerakkan kita agar lebih giat dalam belajar, bekerja, berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak lupa berdo’a.

Indonesia emas 2025 harus disongsong dengan semangat bekerja dan berprestasi yang berpijak pada kemandirian bangsa. Sumberdaya alam takkan menjadi produk kompetitif tanpa sentuhan sumber daya manusia yang berkualitas, profesional dan transformatif. Dalam menjalankan peran besar tersebut, dunia pendidikan diharapkan mampu menjadi fasilitator, dinamisator, dan inspirator kebangkitan potensi yang ada. Lembaga pendidikan harus berpikir apa yang bisa dijual kepada masyarakat? Potensi apa yang dapat dikembangkan sehingga menarik masyarakat? Ini tidak lepas dari daya saing yang dimiliki.

Pendidikan merupakan proses yang sangat panjang. Oleh karena itu, konsistensi kebijakan, perbaikan terus menerus dan berkelanjutan adalah prinsip dasar yang harus dipedomani. Ibaratnya, Indonesia itu kapal raksasa, untuk menggerakkannya memerlukan energi yang luar biasa besar. Dan energinya adalah generasi terdidik (berpengetahuan, berketerampilan dan berkepribadian). Indonesia emas bukan sekedar negara berpenduduk terbesar keempat dunia, melainkan juga negara yang memenuhi standar kualitas hidup, kesehatan dan sosial, keamanan dan kenyamanan, sistem politik yang stabil, demokrasi matang, hukum lebih adil, harmoni secara sosial, berperan dalam percaturan global dan tentu juga berperadaban unggul. Apa bisa? InshaAllah bisa. The greatest of Indonesia!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>