SUSAN YOUNG, MUSIC WITH THE UNDER FOURS, ROUTLEDGE: LONDON & NEW YORK, 2003

Book Review:

Susan Young, Music With The Under Fours, Routledge: London & New York, 2003

Oleh: Muh. Ridhlo al Qodri

BOOK REVIEW 1

            Buku Susan Young ini merupakan perpaduan antara kedewasaan dan kejernihan akademik. Kedewasaan akademik di sini berarti kerendahan hati untuk “belajar bagaimana mendengarkan, mengenali, dan menilai anak-anak bermain musik dalam cara mereka sendiri” (p.2). Berkaitan dengan itu, maka dibutuhkan suatu pendekatan riset yang jernih, di mana observasi dan wawancara terhadap anak-anak di bawah 4 tahun selama aktifitas musikal mereka mengharuskan peneliti mengesampingkan asumsi-asumsi teoritis dan instrumental yang sebelumnya digunakan untuk memahami usia pra-sekolah.

Bagaimana anak-anak berinteraksi dengan benda-benda dan mainan melalui bunyi-bunyi yang mereka ciptakan? Apa sebenarnya yang mendorong para Balita membunyikan benda-benda atau instrumen musik tersebut? Mengapa anak usia 3 tahun suka menggabung dan mengulang dua tiga kata secara ritmis? Susan Young menyodorkan asumsi mendasar yang bersifat dinamis, dan menjadi jiwa dari buku ini: spontanitas.

Buku ini tidak hanya penting dalam kerangka pola asuh orang tua terhadap anak, melainkan juga bagi pendidik dan akademisi anak usia dini. Penekanan pada aktifitas musikal sebagai permainan, bukan berarti memaksa mereka mendengarkan lagu konvensional dan secara pasif menghafalkannya, adalah memberi ruang yang luas dan imajinatif bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa (frase ritmis), motorik (memukul benda), sensori (imitasi bunyi), dan sensitifitas sosial (permainan grup).

Uraian riset yang dibagi ke dalam 9 bagian buku ini sangat memudahkan pembaca merunut kompleksitas pengalaman musikal anak pra-sekolah sejak dalam kandungan hingga menjelang sekolah taman kanak-kanak. Tiap bagian disertai banyak ilustrasi akan spontanitas musikal dan benyanyi anak-anak. Kekayaan data empiris tersebut diakhiri dengan bab penutup yang sangat membantu mempertanyakan asumsi-asumsi riset akademik, berupa “reflective pactice”.

Karena penekanan pada buku ini berupa “refleksi” penelitian atas “spontanitas” musikal, maka mengakibatkan contoh-contoh aktifitas bermusik selama penelitian diuraikan secara naratif dan variatif. Akibatnya, bagi pembaca yang menginginkan manfaat cepat dan praktis dari buku ini akan sedikit kesulitan merunut jenis-jenis permainan musikal yang dilakukan peneliti. Lebih dari itu, pembaca yang terbiasa dengan buku yang bersifat instruktif dan prosedural akan sulit mengenali struktur-struktur aktifitas musikal sebagaimana umumnya diajarkan dalam pendidikan musik secara formal.

Bagaimana pun buku ini menawarkan cara yang jernih memahami Balita bemain musik melalui cara mereka sendiri, dan tidak untuk membatasi perkembangan mental dan fisik mereka dengan memaksakan materi-materi musikal yang tak mudah mereka kenali dalam habitus di usia tersebut. Buku ini sangat layak dibaca.

 

Profil Penulis:

RIDHO

Penulis adalah kelahiran Solo. Hobi jalan kaki dan berkebun. Mantan Direktur Kabut Institut, Pendiri Pawon Sastra Solo, dan sempat aktif di Nadim (Pusat Studi Media, Budaya, dan Masyarakat) Yogyakarta. Tekun  menulis sejak 2005, di antaranya esai dan opini di surat kabar nasional. Sempat terpilih sebagai Kritikus Sastra terbaik tingkat nasional di tahun 2009 dan 2013. Ia juga sempat terlibat dalam penyelenggaraan Konferensi Nasional Literasi Media (2011). Ia menyelesaikan studi Master di Media and Cultural Studies UGM, dengan konsentrasi kajian Musical Semiotics. Saat ini dia mengajar di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung, serta menjadi bagian dari Pengelola Red-C Divisi Riset dan Publikasi. (Tim RED-C)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>