BOOK REVIEW: Beetlesstone, Florence. Creative Children, Imaginative Teaching, Janet Moyler (ed.)

Oleh:

Ahmad Sam’ani Fauzi

Beetlesstone, Florence. Creative Children, Imaginative Teaching, Janet Moyler (ed.), Philadepia: Open University, 1998, ISBN : 033519783 (pb) 033519784 (hb). Halaman 152, 6 Bab.

Kreatifitas dan imajinasi seringkali dipahami sebagai sesuatu yang individual, mengacu bakat, dan sulit dilakukan secara kolektif. Akan tetapi, sulit bukan berarti mustahil. Bagaimana mungkin menghubungkan imajinasi yang berlangsung dalam otak masing-masing orang ke dalam proses kreatif secara berkelompok, misalnya, dalam pembelajaran? Buku Florence Beetlesstone ini menjawab kemungkinan tersebut.

Tujuan utama buku ini ditulis adalah untuk memperkaya kurikulum pendidikan Sekolah Dasar dengan melibatkan tiga elemen utama, yakni anak, guru, dan konteks (lingkungan, situasi). Beetlesstone membahas hubungan antara kreatifitas guru dan imajinasi anak disertai deskripsi dan ilustrasi di setiap bab sebagai penguat dan contoh.

Florence Beetleastone, penulis buku ini, adalah seorang konsultan anak usia dini. Ia bekerja sebagai dosen Pendidikan Anak Usia Dini (Universitas Grenwich), Wakil Ketua Sekolah Dasar terbesar di London, perawat bayi, guru anak-anak, dan supervisor Playgroup. Karya-karyanyanya yang dipublikasikan di antaranya Brith Ideas History Project (1993), Victorians Poster Pack (1992) dan Creative Development (1998). Karena pengalamannya tersebut, maka ia memiliki keinginan untuk memperkaya kurikulum pendidikan sekolah dasar dengan pengajaran kreatif yang produktif.

Beetleastone membahas bagaimana cara mengakomodasi imajinasi anak (natural, kreatif) menjadi kerangka pemikiran yang positif dan melibatkan elemen-elemen pendidikan sekolah dasar. Menurutnya, kreatifitas berlaku untuk semua golongan tanpa melihat gender, kekurangan, suku, budaya dan kasta. Tidak ada batasan bagi anak untuk mengekspresikan diri. Pendidik bertugas untuk memfasilitasi dan mengakomodasi imajinasi anak menjadi kegiatan kreatif sehingga terciptanya lingkungan belajar yang efektif.

Salah satu kontribusi penting buku ini bahwa kreatifitas siswa tidak hanya berasal dari diri sendiri, melainkan muncul karena proses imitasi dan pengaruh faktor eksternal, seperti lingkungan, keluarga, dan sekolah. Dengan cara pandang seperti itu, peran pendidik, orang tua, dan lembaga sangat mempengaruhi kreatifitas anak. Selain itu, konteks yang mempengaruhi kecerdasan anak harus dieksplorasi secara natural sehingga memicu dan mengembangkan kreatifitas anak, misalnya, aktifitas belajar sambil berkebun dan berkunjung ke ruang-ruang sosial tertentu.

Buku ini sangat releven sebagai buku literasi dan pendamping bagi guru, mahasiswa dan lembaga Sekolah Dasar, karena buku ini juga mencantumkan metode, strategi, dan penilaian kegiatan belajar mengajar. Uraian penelitaian yang di bagi menjadi 6 Bab ini sangat memudahkan pembaca untuk memahami kelengkapan dalam menumbuhkan, mengakomodasi, menerapkan, dan mengembangkan kreatifitas siswa Sekolah Dasar.

Pada konteks pendidikan di Indonesia, jika paradigma buku ini hendak di terapkan, maka dibutuhkan banyak cara dan penyesuaian untuk mengakomodasi elemen konteks (situasi, lingkungan) yang menopang unsur kreatifitas. Hal ini disebabkan proses pembelajaran di Indonesia cenderung dilakukan di dalam kelas, dan sangat jarang di luar kelas. Pengertian tentang kreatifitas anak di Indonesia sendiri masih terasa tidak begitu jelas, bahkan mungkin di salahartikan, misalnya, terlalu sering dan banyak batasan bagi anak-anak ketika mereka mengekspesikan dirinya di dalam kelas. Bukankah kreatifitas seringkali diawali dari letupan-letupan ekspresi, lalu menjalar ke otak, lalu merespon lingkungan dan alam, lalu memicu tanda-tanya dan upaya kreatif untuk menjawabnya?

Tentang Penulis:

1. Ahmad Sam'ani

Ahmad Sam’ani Fauzi, Penulis adalah kelahiran Tulungagung, 06 Maret 1995. Hobi jogging, bermusik kadang menggambar. Finalis LKTI se-karisidenan Kediri tahun 2012, Mantan ketua redaksi BLISS (Buletin Islami Santri) tahun 2013, Sekretaris Pusat OPPM Pondok Modren Darul Hikmah 2013, Sekretaris UKM Musik Larantuka 2016. Sekarang ia berstatus mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Di IAIN Tulungagung. Saat ini tertarik menjadi bagian dari Team Red-C pada bidang Sosial dan Humaniora. (Tim RED-C)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>