ARTICLE REVIEW: ARY NUR WAHYUNINGSIH, PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK BERGAMBAR MATERI SISTEM SARAF UNTUK PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN STRATEGI PQ4R

Oleh:

Ayu Rosyidah

jurnal Ayu

Penelitian yang dilakukan Wahyuningsih ini menghasilkan perangkat pembelajaran dengan sumber belajar media komik bergambar sistem saraf manusia untuk pembelajaran yang menggunakan strategi PQ4R di SMA Negeri I Bojong yang valid efektif dan praktis. Artikel ini dimuat dalam Journal of Innovative Science Education. Diterima pada Januari 2012, disetujui Februari 2012, dan dipublikasikan Juni 2012.

Artikel ini memuat penelitian tentang pengembangan media pembelajarn biologi berbasis komik yang lebih menarik dan memiliki alur cerita lebih runtut daripada buku sehingga diharap mampu menambah minat dan hasil belajar siswa. Nilai edukatif media komik dalam proses belajar mengajar tidak diragukan lagi. Menurut Sudjana dan Rivai (2002) media komik dalam proses belajar mengajar menciptakan minat para peserta didik, mengefektifkan proses belajar mengajar, dapat meningkatkan minat belajar dan menimbulkan minat apresiasinya.

Peranan komik sebagai media pembelajaran merupakan salah satu media yang dipandang efektif untuk membelajarkan dan mengembangkan kreativitas siswa. Seperti diketahui, komik memiliki banyak arti dan sebutan, yang disesuaikan dengan tempat masing-masing komik itu berada. Secara umum, komik berperan untuk menyampaikan informasi dan mencapai tanggapan estetis dari pembacanya (Mc Cloud, 2001). Komik merupakan media komunikasi visual yang unik karena menggabungkan teks dan gambar dalam bentuk yang kreatif serta mempunyai kekuatan untuk menyampaikan informasi secara popular dan mudah dimengerti.

Materi sistem syaraf yang cukup rumit, karena mempelajari bagian-bagian saraf yang sulit dilihat tanpa alat bantu, banyak menggunakan istilah asing sehingga sulit dipahami siswa. Pembelajaran menggunakan media komik bergambar diharapkan dapat meningkatkan minat peserta didik untuk lebih memahami materi sistem saraf yang bersifat rumit. Penggunaan komik dalam proses pembelajaran dapat merangsang motivasi dan ketertarikan siswa terhadap suatu pokok bahasan yang dianggap sulit untuk dimengerti, merangsang aktivitas diskusi, membangun pemahamanan dan memperpanjang daya ingat.

Strategi PQ4R merupakan strategi elaborasi, digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca, yaitu Preview (membaca selintas dengan cepat), Question (bertanya), Read (membaca), Reflect (refleksi), Recite (tanya jawab sendiri), Review (mengulang secara menyeluruh) (Sudarman, 2009). Penggabungan strategi PQ4R dengan menggunakan media komik bergambar dalam sub pokok bahasan materi sistem saraf manuisa berupaya agar pembelajaran disampaikan secara menarik, dan menggunakan banyak visualisasi. Siswa secara aktif mampu menggali apa yang dipelajari.

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran komik bergambar materi sistem saraf manusia untuk pembelajaran menggunakan strategi PQ4R yang valid, efektif dan praktis. Penelitian ini merupakan R&D untuk mata pelajaran biologi. Biologi merupakan salah satu bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sangat besar pengaruhnya untuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu Pengetahuan Alam juga berperan penting dalam usaha menciptakan manusia yang berkualitas. Pembelajaran IPA, khususnya Biologi, sangat memerlukan strategi pembelajaran yang tepat yang dapat melibatkan siswa seoptimal mungkin baik secara intelektual maupun emosional.

Masalah pada penelitian ini bagaimana mengembangkan media pembelajaran komik bergambar pada materi sistem saraf untuk pembelajaran yang menggunakan strategi PQ4R agar dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas, dan minat siswa. Penelitian ini merupakan R&D. Sumber data tiga guru biologi, enam siswa simulasi dan 40 siswa kelas besar. Validasi penelitian pengembangan melibatkan validator materi dan validator media. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran komik bergambar dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar peserta didik dilihat dari gain score termasuk kriteria sedang, meningkatkan keaktifan peserta didik, meningkatkan minat peserta didik, dan mendapat respon positif dari peserta didik serta guru.

Buku pelajaran sekarang lebih banyak berupa textbook, meskipun sudah ada variasi penambahan ilustrasi tetapi belum memberikan pengaruh yang cukup terhadap peningkatan minat baca siswa. Minat membaca yang rendah menyebabkan keaktifan dan hasil belajar menjadi rendah. Kerumitan bahan ajar yang disampaikan semakin membuat siswa kurang tertarik untuk membaca buku pelajaran termasuk buku biologi. Siswa cenderung tertarik membaca buku cerita bergambar (seperti komik) dibanding buku pelajaran, dikarenakan komik memiliki alur cerita yang runtut dan teratur memudahkan untuk diingat kembali. Dari sinilah muncul gagasan untuk menggabungkan antara daya tarik komik, diantaranya penampilannya menarik, alurnya runtut dan mudah dipahami, dengan buku pelajaran yang cenderung textbook sehingga siswa tertarik untuk membacanya. Minat timbul jika peserta didik tertarik akan sesuatu yang dibutuhkan atau yang dipelajari bermakna bagi dirinya.

Penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional RI menunjukkan bahwa kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Sekitar 37,6% dari mereka hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya, dan sebanyak 24,8% hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan. Nilai edukatif media komik dalam proses belajar mengajar tidak diragukan lagi. Menurut Sudjana dan Rivai menyatakan media komik dalam proses belajar mengajar menciptakan minat para peserta didik, mengefektifkan proses belajar mengajar, dapat meningkatkan minat belajar dan menimbulkan minat apresiasinya.

Artikel ini disusun secara sistematis dengan bahasa yang komunikatif, sehingga mudah difahami oleh pembaca dan reviewer. Tetapi sebaiknya ditampilkan gambar media komik pembelajaran tersebut, bukan hanya berupa deskripsi ciri-ciri komik pembelajaran. Sehingga apabila seorang guru akan menerapkan media ini tidak merasa kebingunan bagaimana model komik yang dimaksud. Artikel ini sangat penting dan bermanfaat bagi kalangan guru pada umumnya dan untuk mat pelajaran sains khususnya, karena didalamnya memuat penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan media penunjang pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah difahami.
Jurnal ini menunjukkan penelitian yang aktual.

Sebaiknya penelitian R&D semacam ini terus dilakukan dan semakin dikembangkan, karena hasilnya akan sangat bermanfaat bagi guru ketika akan menemukan media pembelajaran yang cocok terutama untuk mata pelajaran biologi, karena didalamnya banyak menerangkan anatomi dan fisiologi yang sulit difahami jika tanpa media, dan siswa mudah bosan ketika literatur hanya berupa buku bacaan yang panjang.

Tentang Penulis

Ayu Rosyidah

Ayu Rosyidah, adalah kelahiran Lamongan, 17 Mei 1998. Hobi menulis, bermusik, dan menggambar. Saat ini berstatus mahasiswa jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung. Sebagai Awardee beasiswa Unggulan Kemendikbud 2017, Semifinalis LKTI Qur’ani ITS 2018 dan Semifinalis Olimpiade Biologi UNEJ 2016,  Mantan ketua BIOnC (Biology and Science) MAN 2 Lamongan 2015, Mantan Sie Bidang Pendidikan HMJ Tadris Biologi 2017, Mahasantri Asrama Putri Al Hikmah 3. Dan kini juga menjadi Mahasiswa Magang RED-C pada bidang Sains dan Teknologi. (Tim RED-C)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>