Article Review: Orwela, Citra, & Rohman, Khabibur. IMAJI SALEHAH DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM KASUS RINA NOSE

Oleh:

Defi Safitri

Article Review: Orwela, Citra, & Rohman, Khabibur. (2017). Imaji Salehah dalam Media  Sosial Instagram dalam Kasus Rina Nose. Jurnal Perempuan dan Anak, Vol. 1, 352-368.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengulas kajian bagaimana media membuat frame atas diri Rina Nose yang memutuskan melepas hijabnya menurut analisis Sara Mills. Kepesatan dari media massa terdapat sisi yang menawarkan keuntungan dan di sisi lain menjerumuskan. Namun, tatkala media massa juga memiliki manfaat untuk merepresentasikan perempuan yang terlihat banyak media massa yang menggunakan perempuan sebagai subjek manusia. Media memiliki kuasa membentuk framing mengenai konsep perempuan. Pernyataan diatas sebagai tanda gemparnya berita tentang pembawa acara Rina Nose yang memutuskan untuk melepas hijabnya pada hari kamis, 09 November 2017 setelah setahun yang lalu memutuskan untuk berhijab.

Penelitian ini menggunakan prespektif analisi wacana yang menggunakan paradigma kritis analisisnya model Sara Mills dengan pengambilan penelitian media online dari berbagai sumber.

Pengulasaan ini berangkat dari kesalahan dalam pandangan gender juga menjadi salah satu penyebab ketimpangan. Sehingga banyak sekali ketidakadilan terhadap jenis kelamin tertentu, umumnya terhadap perempuan. Perempuan yang dijadikan komonditas media massa yang ditunggangi ideologi dibalik representasi. Efek dari media sosial juga akan semakin kuat mengingat sosok perempuan yang ditampilkan nya adalah cara yang memperkokoh stereotip yang sudah terbangun di tengah masyarakat. Karenannya media massa bukan yang melahirkan namun, ikut serta memperkokoh, melestarikan bahkan memperburuk ketidakadilan terhadap perempuan.

Menurut Gilman yang dikutip oleh Cristyayanti perempuan dalam media dipandang sebagai objek komonditas bagi industri media massa dan laki-laki sebagai pasarnya. Stereotip semacam ini menginginkan sesuatu yang tidak ada pada dirinya yang pada akhirnya membuat perempuan membenci tubuhnya. Dari sini muncullah prasyarat yang membuat perempuan mengimajinasikan tubuhnya berubah sesuai yang diinginkan. Akhir-akhir ini Indonesia juga terinfeksi oleh ideologi samar-samar, yaitu keinginan di kalangan masyarakat agamis Indonesia untuk beragama trendi, agar religius tetapi juga tetap modis. Kemudian media dengan cepat dan tanggap meresonasikan Islamic Pop Culture.

Tak dapat dipungkiri salah satu selebritis yaitu Rina Nose telah memutuskan untuk melepaskan hijab. Padahal, keputusan Rina Nose itu tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan orang lain. Konsep Islamic Pop Culture ini memiliki peran dalam media massa, dimana media mengimajinasikan sosok solihah yang hilang dalam diri Rina Nose. Dari sinilah metode yang digunakan adalah prespektif analisi wacana yang menggunakan paradigma kritis dalam analisisnya Sara Mills dalam pengambilan penelitian media online.

Analisis Sara Mills terdapat beberapa bagian yaitu :

1. Posisi objek-objek

Dalam posisi ini sang perempuan di posisikan sebagai objek dan subjek nya adalah salah satu dari tokoh agama yang lebih tinggi.

2. Posisi penulis-pembaca

Sara Mills memposisikan pembaca dengan mengacu pada gender, laki-laki dan perempuan mempunyai cara pandang yang berbeda dari setiap hal.

Kesimpulan yang dapat ditarik dalam paparan analisis Sara Mills, perempuan dalam posisi yang tidak untung bahkan didefinisi secara habis-habisan, sehingga tidak ada ruang gerak untuk membuktikan fakta pada dirinya dan perempuan juga tidak diberi ruang untuk melakukan klarifikasi kepada media, sehingga media dengan bebas melakukan interpretasi. Media seolah-olah mencari keuntungan dengan membawa opini publik kepada satu pandangan saja.

Tentang Penulis:

Defi Safitri, mahasiswa Tadris Matematika semester II Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung. Saat ini juga sebagai mahasiswa magang di RED-C.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>