Category Archive: Uncategorized

RED-C BERBAGI UNTUK NEGERI

putra wilis 1

Sabtu, 12 Oktober 2019, tim Pusat Studi RED-C FTIK IAIN Tulungagung melanjutkan kegiatan penelitian sekaligus pengabdian di salah satu sekolah di lereng gunung Wilis Sendang. SMK Terpencil Putra Wilis Sedang merupakan sekolah alam dengan jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Dengan jumlah siswa yang minim, total sekitar 30 siswa, merupakan sekolah yang sangat membutuhkan sentuhan dan perhatian dari kita semua. Kesadaran akan pendidiakn dan keberagamaan yang minim menjadikan sekolah ini sangat membutuhkan upaya-upaya dari kita pemerhati pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka baik lahiriah maupun batiniah.

Berada di tempat ini, kita tidak akan pernah menyangka bahwa keadaan ini terjadi di Tulungagung pada zaman milenial. Sekolah dengan jumlah siswa yang minim, fasilitas yang sangat terbatas, masih ada insan-insan yang mengabdi dengan hati. Sekolah dengan berbagai permasalahan baik sarana prasarana, pembelajaran, sosial, dan agama…mari kita bergandengan tangan untuk membantu mereka.

kondisi kelas 1

Sekolah di lereng gunung Wilis ini terdiri dari tiga jenjang pendidikan, yaitu TK, MI, dan SMK. TK mempunyai siswa sebanyak 24, MI mempunyai siswa 25, dan SMK 30 siswa. Kondisi masyarakat yang masih minim kesadaran dalam hal pendidikan, menjadikan rendahnya motivasi untuk bersekolah. Lulusan SD atau SMP sudah dianggap cukup bagus bagi masyarakat di sana. Siswi usia SMP sudah banyak yang dinikahkan oleh orang tuanya, keadaan ini tentunya sangat miris di jaman milenial ini. Dengan tekad dan keikhlasan yang kuat, pusat studi RED-C FTIK IAIN Tulungagung bertekad bergandengan tangan untuk membantu permasalahan tersebut.

ketua penelitian

Hari ini, Sabtu, 12 Agustus 2019 telah dilakukan Focus Group Discusion antara tim RED-C dan Kepala Sekolah baik TK, MI dan SMK. Dari FGD tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan-kesepakatan untuk kemajuan pendidikan di lereng gunung Wilis ini. Semoga bermanfaat bagi kemajuan pendidikan untuk negeri ini. Aamiin. MARI BERBAGI UNTUK NEGERI.

WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU (KATA SI GURU) DALAM PENYUSUNAN SOAL HOTS

workshop soal hots

Pada hari Jum’at, 11 Oktober 2019 tim pusat studi RED-C FTIK IAIN Tulungagung mengadakan workhop dengan tema “Peningkatan Kompetensi Guru” atau disingkat KATA SI GURU di MI Miftahul Ulum Plosorejo, Kademangan, Blitar. Acara ini dibuka oleh Bapak Fajar Shodiq selaku kepala sekolah MI tersebut serta sambutan dari Ketua PPAI dan Ketua Yayasan Ma’arif NU Blitar. Bapak Fajar sangat mendukung kegiatan yang berupaya meningkatkan kualitas guru dan acara ini adalah ide beliau yang secara khusus meminta kedua narasumber (Nanang Purwanto, M.Pd. dan Haslinda Yasti Agustin, S.Si., M.Pd. dari IAIN Tulungagung) untuk mengisi kegiatan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh bapak ibu guru SD se-Kecamatan Kademangan, dengan jumlah peserta mencapai 90 orang.

Dalam workshop ini dibahas tentang Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan Pengembangan Soal-soal HOTS. Materi diawali dari alasan perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013. Selain karena perubahan zaman yang terus berkembang, berbagai kompetensi yang harus dikuasai di masa depan, adanya fenomena negatif yang mengemuka di masyarakat, juga karena adanya hasil assessment internasional yang diikuti Indonesia yaitu PISA (Programme for International Student Assessment), TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study), dan PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study). Sebagai perbandingan untuk sekolah dasar, hasil TIMSS adalah yang paling sesuai karena tes ini dilakukan pada siswa usia 8 tahun atau kelas 4 SD. Hasil TIMSS 2015 menunjukkan bahwa skor hasil matematika siswa kita sebesar 397 poin masih di bawah rata-rata (TIMSS Scale Centerpoint) sebesar 500 poin. Hasil Sains siswa kita juga sama sebesar 397 poin dan masih di bawah rata-rata (TIMSS Scale Centerpoint) sebesar 500 poin.

TIMSS membagi soal-soalnya menjadi 4 kategori yaitu LOW, INTERMEDIATE, HIGH, ADVANCE. Dari hasil analisis sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kita bisa mencapai level Low dan Intermediate, serta sedikit sekali yang mencapai level High. Level High mengukur kemampuan bernalar siswa yang melibatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Siswa kita sudah sangat kesulitan mengerjakan soal tipe ini, dan inilah yang harus dievaluasi. Siswa kita tidak terbiasa mengasah kemampuan tersebut selama proses pembelajaran. Guru sebaiknya menyajikan/mendesain pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik pelajaran, yang pada akhirnya dapat membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). Guru berusaha menyajikan pembelajaran yang variatif serta memberikan materi yang “tidak biasa”.

Setelah penyampaian materi awal dilanjutkan dengan materi pengembangan soal-soal HOTS. Pembuatan soal tidak sembarangan, harus diawali dari pembuatan indikator yang tepat. Penggunaan kata kerja operasional yang sesuai juga perlu diperhatikan. Soal yang sulit belum tentu soal HOTS. Soal yang melibatkan proses bernalar, kreatif, memecahkan masalah, membuat keputusan, baru inilah yang sudah mencapai level HOTS. Di akhir materi dilanjutkan dengan latihan membuat soal oleh bapak ibu guru peserta workshop. Lembar tugas diberikan pada tiap peserta dan langsung disambut dengan semangat. Setelah selesai, ada presentasi soal hasil karya bapak ibu guru, yang diwakili oleh 2 orang. Hasilnya langsung dibahas saat itu juga oleh kedua narasumber, serta diberikan masukan. Rata-rata soal yang dibuat masih sampai level menerapkan/mengaplikasikan, tapi sudah ada beberapa yang kreatif dan menemukan “feel” atau rasa berbeda dalam soal yang mereka buat. Sebaiknya latihan membuat soal HOTS ini tidak hanya dibuat ketika workshop saja, tapi juga diamalkan ketika sudah kembali ke sekolah masing-masing. Semoga kegiatan dan ilmu yang disampaikan hari ini membawa manfaat dan barokah bagi kita semua, Aamiin.

HUMANIS RED-C MENGABDI

HUMANIST RED-C MENGABDI

b7662ac2-e6c5-4920-8d5a-6f01a9910fb5 9a6aadc0-07c8-4b1b-a946-f031a8009774 6efba860-7efa-4f92-b131-be97af0a82a8

Pidato dan Membaca Puisi merupakan  Keterampilan Berbicara. Keterampilan tersebut sudah diajarkan di pendidikan dasar. Sebagai bentuk apresiasi terhadap Keterampilan tersebut, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung mengadakan lomba Pidato Bahasa Indonesiadan Baca Puisi pada tanggal 24 Agustus 2019 di MI Progresif “Al Huda”, Ketanon Kedungwaru, Tulungagung. Yang bertindak sebagai Juri Lomba Pidato Bahasa Indonesia Dra. Siti Zumrotul Maulida, M.Pd.I, Dosen Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FTIK IAIN Tulungagung sekaligus anggota Bidang Humaniora Red-C. Dalam lomba tersebut terpilih juara pertama putra dan putri yang akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Timur, bertempat di Kabupaten Lumajang Jawa Timur pada tanggal 24-25 September 2019. Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, Dra. Siti Zumrotul Maulida, M.Pd.I. melatih para juara untuk persiapan lomba ke tingkat provinsi setiap Kamis dan Jumat.

Article Review: Orwela, Citra, & Rohman, Khabibur. IMAJI SALEHAH DALAM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM KASUS RINA NOSE

Oleh:

Defi Safitri

Article Review: Orwela, Citra, & Rohman, Khabibur. (2017). Imaji Salehah dalam Media  Sosial Instagram dalam Kasus Rina Nose. Jurnal Perempuan dan Anak, Vol. 1, 352-368.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengulas kajian bagaimana media membuat frame atas diri Rina Nose yang memutuskan melepas hijabnya menurut analisis Sara Mills. Kepesatan dari media massa terdapat sisi yang menawarkan keuntungan dan di sisi lain menjerumuskan. Namun, tatkala media massa juga memiliki manfaat untuk merepresentasikan perempuan yang terlihat banyak media massa yang menggunakan perempuan sebagai subjek manusia. Media memiliki kuasa membentuk framing mengenai konsep perempuan. Pernyataan diatas sebagai tanda gemparnya berita tentang pembawa acara Rina Nose yang memutuskan untuk melepas hijabnya pada hari kamis, 09 November 2017 setelah setahun yang lalu memutuskan untuk berhijab.

Continue Reading

Article Review: YUSUF MOHAMAD YASIN, PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF-MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF TEORI GESTALT

Oleh:

Muhamad Choirul Ichsan

 

Artikel yang direview ini terdapat dalam jurnal Ta’allum, Vol. 2, No. 2, Hal. 195-214 (2014) yang berjudul Pendidikan Islam Inklusif-Multikultural dalam Perspektif Teori Gestalt, ditulis oleh Mohamad Yasin Yusuf.

Artikel ini dibuat atas jawaban dari banyaknya fenomena kelompok agama yang memiliki ideologi yang mengarah pada kebenaran yang berlebihan, sepihak, dan eksklusif. Oleh sebab itu penulis mengajak untuk mengembangkan paradigma pendidikan Insklusif-Multikultural yang menghargai pluralitas dan heterogenitas sebagai konsekuensi dari keragaman budaya, etnis, dan agama.

Continue Reading

Article Review: SUBORDINASI PEREMPUAN DALAM ORGANISASI MAHASISWA IAIN TULUNGAGUNG TAHUN 2015

Oleh:

Romafi WK

 ROMAWI 1-1

Artikel yang ditulis Ni’matun Naharin dengan judul ‘Subordinasi Perempuan dalam Organisasi Mahasiswa IAIN Tulungagung Tahun 2015’ menempati halaman pada angka 175-194 dalam jurnal ‘MARTABAT: Jurnal Perempuan dan Anak’. MARTABAT adalah jurnal publikasi ilmiah yang dikelola Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Tulungagung. E-ISSN: 2581-0472, P-ISSN: 2581-2076. Volume 1, Nomor 1, Juli 2017.

Continue Reading

Article Review: HABIB AHMAD, “FUNGSI MANIFES DAN FUNGSI LATEN PESANTREN MAHASISWA BAITUL HIKMAH SURABAYA”

Oleh:

M. Irfan Firdaus

Artikel yang direview ini dapat pembaca temukan dalam link journal.unair.ac.id/download-fullpapers-aunc53d8a41f9full.pdf. Artikel dengan judul “Fungsi Manifes dan Fungsi Laten Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah Surabaya” merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Habib Ahmad, Jurusan Antropologi, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya dan telah dipublikasikan pada jurnal AntroUnairdotNet, Vol. VI/No 1/Pebruari 2017, halaman 72-83.

Penelitian ini membahas mengenai spesialisasi perkembangan pesantren mahasiswa dilihat dari fungsi manifes dan fungsi latennya dalam rangka membentuk santri yang berketerampilan dan berdaya saing disamping harus cerdas dan berakhlakul karimah dalam mengarungi perkembangan zaman milenial ini.

Continue Reading

Book Review: EMHA AINUN NADJIB, “INDONESIA BAGIAN DARI DESA SAYA”

Oleh:

Ahmad Kholil

 Buku Ahmad Kholil 82

Buku yang penulis review berjudul “Indonesia Bagian dari Desa Saya” ini, ditulis oleh Emha Ainun Nadjib, yang merupakan cetakan ke III tahun 2016.

Emha Ainun Nadjib atau yang kerap disapa Cak Nun merupakan budayawan sekaligus cendekiawan yang begitu jeli dalam menyikapi berbagai macam persoalan. Pemikirannya yang “nyeleneh” (lain daripada yang lain) namun dianggap lebih tepat dan begitu visioner serta revolusioner membuat banyak orang dari berbagai kalangan dan lapisan untuk belajar dari Emha. Buah pemikirannya banyak dituangkan pada tulisan dalam bentuk esai, kolom, cerpen maupun puisi-puisi yang telah mengisi berbagai media cetak maupun media maya serta buku-buku. Selain itu, Emha secara rutin telah banyak menyelenggarakan dialog dengan masyarakat di berbagai daerah dengan kemasan dakwah bersama grup musik Kiaikanjeng.

Continue Reading

ARTICLE REVIEW: ARY NUR WAHYUNINGSIH, PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK BERGAMBAR MATERI SISTEM SARAF UNTUK PEMBELAJARAN YANG MENGGUNAKAN STRATEGI PQ4R

Oleh:

Ayu Rosyidah

jurnal Ayu

Penelitian yang dilakukan Wahyuningsih ini menghasilkan perangkat pembelajaran dengan sumber belajar media komik bergambar sistem saraf manusia untuk pembelajaran yang menggunakan strategi PQ4R di SMA Negeri I Bojong yang valid efektif dan praktis. Artikel ini dimuat dalam Journal of Innovative Science Education. Diterima pada Januari 2012, disetujui Februari 2012, dan dipublikasikan Juni 2012.

Continue Reading

BOOK REVIEW: Beetlesstone, Florence. Creative Children, Imaginative Teaching, Janet Moyler (ed.)

Oleh:

Ahmad Sam’ani Fauzi

Beetlesstone, Florence. Creative Children, Imaginative Teaching, Janet Moyler (ed.), Philadepia: Open University, 1998, ISBN : 033519783 (pb) 033519784 (hb). Halaman 152, 6 Bab.

Kreatifitas dan imajinasi seringkali dipahami sebagai sesuatu yang individual, mengacu bakat, dan sulit dilakukan secara kolektif. Akan tetapi, sulit bukan berarti mustahil. Bagaimana mungkin menghubungkan imajinasi yang berlangsung dalam otak masing-masing orang ke dalam proses kreatif secara berkelompok, misalnya, dalam pembelajaran? Buku Florence Beetlesstone ini menjawab kemungkinan tersebut.

Continue Reading